Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DAN METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SMA NEGERI 1 KALIDAWIR Mega Ayu Sasmita; Nurna Listya Purnamasari
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/joeict.v2i1.700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan penggunaan metode pembelajaran edutainment dan metode pembelajaran konvensional terhadap prestasi siswa. Metode pembelajaran Edutainment adalah salah satu dari metode pembelajaran yang sesuai dibandinedutagankan dengan metode pembelajaran konvensional yang masih menggunakan metode ceramah. Metode pembelajaran ini memberikan kesempatan siswa untuk dapat aktif dan berpikir kritis karena pembelaja-ran tidak hanya berpusat pada guru. Hal itulah yang mendasari penelitian tentang perbandingan kedua metode pembela-jaran ini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah posttest-only control design. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah prestasi siswa kelas XI IPA  pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai variabel terikat, sedangkan variabel bebasnya adalah metode pembelajaran Edutainment dan metode pembelajaran kon-vensional. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar ob-servasi dan tes prestasi siswa. Teknik analisis data dengan uji normalitas, uji homogenitas dan hipotesis.Hasil tes pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata sebesar 86,5. Sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata sebe-sar 71,9. Hal ini menunjukkan pembelajaran dengan metode pembelajaran edutainment lebih baik dalam prestasi siswa.Setelah kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda, hasil uji hipotesis yang didapatkan dengan SPSS Statistic 20 ada-lah nilai signifikasi sebesar 0,000. Dari hasil analisis tersebut  dapat disimpukan bahwa terdapat perbedaan prestasi siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran edutainment dan metode pembelajaran konvensional.                                                                                                                                                       Kata Kunci: Edutainment, Konvensional, Prestasi Siswa
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK PERWARI TULUNGAGUNG siska fitri ayuningtias; Nurna Listya Purnamasari
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/joeict.v3i1.731

Abstract

Guru dalam penyampaian materi masih sering menggunakan slide pada Powerpoint dan buku. Di SMK Perwari Tulungagung pada mata pelajaran Simulasi Komunikasi Digital masih menerapkan media pembelajaran berupa PowerPoint. Dimana para siswa terkadang belum terlalu memahami karena mereka tidak memiliki buku bahan ajar atau modul dan hanya mengandalkan slide Power Point yang diterangkan oleh guru. Dari latar belakang diatas maka diperoleh rumusan masalah yaitu Adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran video tutorial terhadap minat dan hasil belajar siswa SMK.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran menggunakan video tutorial terhadap minat dan hasil belajar siswa di SMK pada mata pelajaran simulasi komunikasi digital.Jenis Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif Quasi Eksperimental Desain. Metode pengumpulan data menggunakan angket kuisioner dan tes. Metode angket digunakan untuk memperoleh data  minat belajar siswa (Variabel Y1) dan metode tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa (Variabel Y2) Populasi dan sampelnya adalah kelas XII AK dan XII APK di SMK Perwari Tulungagung yang berjumlah kelas XII AK 20 siswa dan XII APK 21 siswa dengan jumlah total 41 siswa.Kesimpulan berdasarkan hasil data yang diperoleh H1 dari kelas eksperimen  dengan nilai diketahui bahwa thitung sebesar -0,263 Sig sebesar 0,000 atau 0,05, berarti bahwa H0 ditolak Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunan video tutorial (X) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar (Y1). Sedangkan pada pengujian H2 pada kelas eksperimen berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa thitung sebesar 10,660 Sig sebesar 283 atau 0,05, berarti bahwa H0 diterima Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunan video tutorial (X) tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil belajar (Y2). Guru dalam penyampaian materi masih sering menggunakan slide pada Powerpoint dan buku. Di SMK Perwari Tulungagung pada mata pelajaran Simulasi Komunikasi Digital masih menerapkan media pembelajaran berupa PowerPoint. Dimana para siswa terkadang belum terlalu memahami karena mereka tidak memiliki buku bahan ajar atau modul dan hanya mengandalkan slide Power Point yang diterangkan oleh guru. Dari latar belakang diatas maka diperoleh rumusan masalah yaitu Adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran video tutorial terhadap minat dan hasil belajar siswa SMK.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran menggunakan video tutorial terhadap minat dan hasil belajar siswa di SMK pada mata pelajaran simulasi komunikasi digital.Jenis Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif Quasi Eksperimental Desain. Metode pengumpulan data menggunakan angket kuisioner dan tes. Metode angket digunakan untuk memperoleh data  minat belajar siswa (Variabel Y1) dan metode tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa (Variabel Y2) Populasi dan sampelnya adalah kelas XII AK dan XII APK di SMK Perwari Tulungagung yang berjumlah kelas XII AK 20 siswa dan XII APK 21 siswa dengan jumlah total 41 siswa.Kesimpulan berdasarkan hasil data yang diperoleh H1 dari kelas eksperimen  dengan nilai diketahui bahwa thitung sebesar -0,263 Sig sebesar 0,000 atau 0,05, berarti bahwa H0 ditolak Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunan video tutorial (X) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar (Y1). Sedangkan pada pengujian H2 pada kelas eksperimen berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa thitung sebesar 10,660 Sig sebesar 283 atau 0,05, berarti bahwa H0 diterima Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunan video tutorial (X) tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil belajar (Y2).
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-MODUL PADA PELAJARAN TIK KELAS VII SMPN 1 KAUMAN purnamasari, Nurna listya
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI)
Publisher : Information Technology Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pti.v1i2.404

Abstract

Teaching material is something that has a significant role in teaching and learning activities. Not only relying on teachers as a source, teaching materials can influence the course of teaching and learning activities. Teaching materials can be grouped into four categories, namely printed teaching materials, listening teaching materials, listening view teaching materials, interactive multimedia teaching materials. In this study, teaching materials in the form of a Lectora-based e-module were carried out on class VII students of SMPN 1 Kauman Tulungagung, with the following test results: the media expert's assessment resulted in a feasibility percentage of 82.8%, while the results of the assessment from material experts were obtained. the result of the percentage of feasibility is 92.5%.
MODEL R2D2 PADA PENGEMBANGAN BAHAN AJAR EMODUL PADA PELAJARAN TIK KELAS VII DI SMPN 1 KAUMAN Listya Purnamasari, Nurna
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 1 No. 02 (2020): Terbitan September 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v1i02.7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran kelas VII SMPN 1 KAUMAN, yaitu kurangnya media pembelajaran yang membuat peserta didik kesulitan mempelajari kembali apa yang telah dipelajari sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) Secara garis besar tahap tahap ini dilalui dalam mengembangkan E-Modul menggunakan Reflektive, Recursive Design and Development Model (R2D2) yaitu (1) fokus penetapan (define focus), (2) fokus penentuan desain dan pengembangan (design and develop-ment focus), dan (3) fokus penyebarluasan (dissemination focus). Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) Secara garis besar tahap tahap ini dilalui dalam mengembangkan E-Modul menggunakan Reflektive, Recursive Design and Development Model (R2D2) yaitu (1) fokus penetapan (define focus), (2) fokus penentuan desain dan pengembangan (design and development focus), dan (3) fokus penyebarluasan (dissemination focus). Hasil penelitian kelayakan E-Modul menurut ahli materi mencapai nilai besar rata-rata 92% dapat disimpulkan bahwa tingkat kelayakan produk adalah sangat layak, menurut ahli media mecapai rata-rata 82% dapat disimpulkan bahwa tingkat kelayakan produk adalah sangat layak, berdasarkan aspek questioner respon siswa (uji kelompok kecil) memperoleh nilai rata-rata 80% dapat disimpulkan bahwa kualitas produk yang dikembangkan adalah layak, dan dari quisioner respon siswa (uji kelompok besar) memperoleh nilai 85%, dapat disimpulkan bahwa kualitas produk yang dikembangkan sangat layak digunakan. Maka dari ke-empat penilaian tersebut rata-rata kelayakan produk adalah 84.75%. Dapat disimpulkan produk yang dikembangkan sangat layak digunakan pada mata pelajaran TIK