Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : atech-i

EFEK PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH MSG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Rizki, Rizki; Aliya Afifa, Bismil; Putra Daulay, Ade; Rasdanelwati, Rasdanelwati; Darmansyah, Darmansyah; Darlis, Olivia
Atech-i Vol. 2 No. 1 (2024): Tahun 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v2i1.26

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L. ) adalah tanaman unggulan yang bernilai jual cukup tinggi. Pertumbuhan tanaman cabai rawit baik bila ditanam pada lingkungan yang optimal. Di Pekanbaru, tanaman cabai rawit belum tumbuh optimal karena kondisi lingkungan dan tanah yang kurang baik untuk budidaya. Untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif diperlukan pemberian nitrogen dalam jumlah yang cukup. Salah satu pupuk dengan kandungan nitrogen yang cukup tinggi adalah pupuk cair Ajifol. Pupuk ini merupakan salah satu limbah hasil samping proses amino industri monosodium glutamat (MSG) dan memiliki kandungan nitrogen sebesar 10%. Percobaan ini mempunyai tujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair Ajifol terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit. 2) Mendapatkan dosis pupuk cair Ajifol yang terbaik untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman cabai rawit. Kegiatan dimulai pada bulan Maret sampai Mei 2023. Percobaan dilakukan di P4S Pemuri, Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau. Perlakuan yang dilakukan pada percobaan ini adalah 1) P0 : Tanpa menggunakan pupuk Ajifol cair, 2) P1 : Pupuk cair Ajifol 2 ml/liter air, 3) P2 : Pupuk cair Ajifol 4 ml/liter air, 4) P3 : Ajifol cair pupuk 6 ml/liter air. Parameter pengamatan percobaan ini yaitu tinggi tanaman, lebar dan jumlah daun. Hasil percobaan yang dilakukan memperlihatkan bahwa penggunaan pupuk cair Ajifol pada cabai rawit memberikan perlakuan terbaik pada P1 (2 ml/liter air) rata-rata untuk tinggi tanaman 21,8 cm, rata-rata lebar daun 2,4 cm dan jumlahnya 10,4 helai. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan untuk menanam cabai rawit dengan pupuk cair Ajifol dengan dosis 2 ml/liter air untuk mendapatkan hasil pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit yang optimal.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) URIN KAMBING Saputra, Andra; rizki, rizki; Nusa Lubis, Wahyu; Rasdanelwati, Rasdanelwati; Chairunnisak, Chairunnisak
Atech-i Vol. 2 No. 2 (2025): Tahun 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v2i2.35

Abstract

Tanaman pakcoy (Brassica rapa L. ) termasuk dalam keluarga Brassicaceae dan merupakan jenis sayuran. Pada budidaya pakcoy, salah satu masalah umum adalah penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dan berkepanjangan, yang dapat mencemari lingkungan serta membuat tanah pertanian menjadi keras. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan dengan pupuk organik, seperti POC dari urin kambing, yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini dilakukan untuk: 1) Menilai efek pengaruh Pupuk Organik Cair dari urin kambing terhadap Pertumbuhan serta hasil panen tanaman pakcoy. 2) Menentukan Konsentrasi optimal POC urin kambing untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilakukan di lahan P4S Bukit Gompong Organik Garden selama enam minggu, dari Maret hingga Mei 2024. Perlakuan yang diuji adalah: (1) Kontrol tanpa pupuk organik cair urin kambing, (2) 100 ml/L, (3) 200 ml/L, (4) 300 ml/L, dan (5) 400 ml/L. Parameter yang diukur Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan berat basah. Berdasarkan penelitian, penggunaan POC urin kambing dengan konsentrasi 300 ml/L air menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan rata-rata 14 helai, tinggi tanaman 18,3 cm, panjang daun 16,08 cm, dan berat basah 48 gram. Kesimpulannya, penggunaan POC urin kambing dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, dan dosis 300 ml/L direkomendasikan untuk hasil optimal.