Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI POSYANDU REMAJA DESA SUMBERREJO KECAMATAN TONGAS KABUPATEN PROBOLINGGO Maidayanti, Lusi Eka; Rohmatin, Homsiatur; Hanifah, Iis
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.366

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang masih banyak terjadi, termasuk di Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah kekurangan zat besi. Anemia defisiensi besi (ADB) menjadi jenis yang paling umum, terutama pada remaja putri yang membutuhkan lebih banyak zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Meski pemerintah telah melaksanakan program pemberian tablet Fe, angka kejadian anemia masih tinggi, termasuk di Desa Sumberrejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh antara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di Posyandu Remaja Desa Sumberrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah populasi 120 remaja putri usia 10–18 tahun. Sampel diambil sebanyak 80 responden dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05), sehingga H1 diterima. Artinya, terdapat Pengaruh yang signifikan antara konsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada remaja putri. Diharapkan hasil ini mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan konsumsi tablet Fe secara rutin dalam mencegah anemia.
HUBUNGAN ANTARA SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG USIA 2-5 TAHUN DI DESA BRANI KULON KECAMATAN MARON Aini, Qurrotu; Hanifah, Iis; Rohmatin, Homsiatur
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.367

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi keluarga dengan kejadian gizi kurang pada balita usia 2–5 tahun di Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh balita usia 2–5 tahun sebanyak 120 anak, dengan sampel 92 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk menilai status sosial ekonomi keluarga serta pengukuran berat badan menurut umur berdasarkan Z-score WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas keluarga berada pada status ekonomi rendah dan terdapat proporsi balita dengan gizi kurang yang cukup signifikan. Uji statistik menunjukkan hubungan bermakna antara status sosial ekonomi keluarga dengan kejadian gizi kurang (p < 0,05). Upaya pencegahan gizi kurang perlu difokuskan pada peningkatan kesejahteraan keluarga, edukasi gizi, dan akses layanan kesehatan.
Hubungan Kenaikan Berat Badan Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Jatiroto Umi Khusnul Khotimah; Tutik Ekasari; Iis Hanifah; Nova Hikmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2029

Abstract

Peningkatan berat badan merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya preeklamsia pada ibu hamil. Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak dan asin sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah akibat konsumsi lemak yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kenaikan berat badan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil trimester III, dengan jumlah sampel sebanyak 30 ibu hamil trimester III yang mengalami preeklamsia. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dari buku KIA, kemudian data diolah menggunakan SPSS dengan uji Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa 8 ibu hamil dengan kelebihan berat badan memiliki risiko preeklamsia sebesar 26,7%, sedangkan ibu hamil dengan berat badan kurang atau normal memiliki risiko preeklamsia yang lebih rendah. Hasil analisis nilai signifikansi atau Sig. (2-tailed) sebesar 0,001, lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kenaikan berat badan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Diharapkan Puskesmas Jatiroto dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai faktor risiko preeklamsia pada ibu hamil.
Relationship between Implant Contraceptive Use and Acceptor Body Weight Changes Eka Jarmiati; Sunanto; Iis Hanifah
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 1 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v1i1.13

Abstract

Family planning is one of the most effective ways to increase family resilience, health, and safety for mothers, children, and women. This study aimed to analyze the relationship between implant contraceptive use and acceptor weight changes. The research design in research is correlational analytic research. The population in this study were mothers who used implant contraception in the working area of ​​Pustu Blado Kulon, Probolinggo Regency, in January 2022, with as many as 69 people. The number of samples is 69 people with a total sampling technique. Collecting data using a questionnaire, then the data is processed using SPSS using chi-square. In body weight, implant changes acceptor's weight obtained a p-value of 0.015 (smaller than a=0.05) so there is a significant relationship between the variable use of implants and changes in body weight in acceptors. maternal weight gain while using hormonal contraceptives between 1-2 kg at the start of using contraceptives. This weight gain is still considered normal because weight gain is caused by fluid retention, increased body fat, and increased appetite. Attention is needed if the acceptor's weight gain exceeds 2 kg while using hormonal contraception.