Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Ekonomi Dan Kelembagaan Usahatani Kedelai Desa Suo-Suo Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo Adri, Adri; Yarda, Yarda; Suharyon, Suharyon
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.589 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v4i1.9786

Abstract

Ketergantungan terhadap impor yang semakin tinggi menyebabkan diperlukan upaya peningkatan produksi kedelai nasional, termasuk Provinsi Jambi yang menjadi salah satu sentra produksi kedelai, salah satu sentra adalah ; Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Biaya tinggi diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya produksi usahatani kedelai. Upaya peningkatan produksi kedelai saat ini mengalami tantangan adanya keraguan kelayakan ekonomi yang menyebabkan berkurangnya minat petani untuk terus melakukan usahatani kedelai. Tujuan pengkajian ini adalah untuk menganalsis kelayakan ekonomi usahatani kedelai di darerah sentra produksi. Pengkajian ini dilakukan di desa suo-suo, kecamatan sumay Kabupaten Tebo. Data yang dikumpulkan dalam pengkajian ini meliputi data primer berupa informasi dari petani serta data sekunder, serta kondisi wilayah pengkajian, demografi penduduk, potensi sosial dan ekonominya. Data primer diambil menggunakan teknik survei yakni mewancara petani dan informasi kunci menggunakan kuesioner. Sampel ditentukan secara acak pada populasi petani kedelai di lokasi pengkajian seumlah 30 petani. Teknik analisis data meliputi analisis tabulasi digunakan untuk pemahaman kondisi usahatani ekonomi petani, analisis kelayakan ekonomi menggunakan R/C ratio. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa nilai R/C ratio dari usahatani kedelai adalah 1,13 yang berarti usahatani kedelai ini layak untuk dilaksanakan. Namun demikian perlu adanya insentif usahatani bagi petani, sehingga petani lebih semangat untuk melaksanakan bertanam kedelai.
Analisis Rekayasa Sub Sistem Penujang Pada Kegiatan Ternak Ayam Kampung Zubir, Zubir; Suharyon, Suharyon
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.357 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v4i1.9791

Abstract

Dalam upaya mengembangkan sistem usahaternak ayam kampung atau ayam KUB di suatu wilayah diperlukan pendekatan hubungan antara kelompok tani ternak ayam dengan kelembagaan lain yang mendukung. Dengan terjalinnya kerja sama kelembagaan yang baik, masalah yang dihadapi petani bisa diserahkan sekaligus diharapkan terjadi difusi teknologi melalui lembaga atau institusi terkait di daerah. Dengan memberdayakan kelembagaan yang mendukung adopsi teknologi yang diberikan kepada kelompok tani FSA (Farming System Analysis) dalam bentuk kerja sama akan membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi petani. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka perlu dilakukan kajian analisis rekayasa kelembagaan penunjang teknologi usahatani ternak ayam KUB. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Kademangan, Kecamatan Jambi luar kota Kabupaten Muaro Jambi dengan tujuan menemukan perlakuan/intervensi yang efektif dan meningkatkan pemberdayaan, serta kerja sama kelembagaan guna menjamin adopsi teknologi sistem usaha ternak ayam kampung atau ayam KUB yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah SWOT ANALYSIS yaitu identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini dengan menerapkan metode Participatory Research Appraisal (PRA), untuk menggali masalah yang dihadapi oleh peternak ayam kampung atau ayam KUB. Alternatif intervensi yaitu dibentuknya beberapa kelompok tani atau dapat disebut Gapoktan yang diberi nama Anugrah, diskusi singkat tentang sistem usahaternak ayam kampung , meneliti kebutuhan mendesak kelompok tani, dan menghubungkannya dengan lembaga pendukung. Bedasarkan hasil PRA maka permasalahan yang diperioritaskan adalah (1) jadwal pertemuan kelompok masih kurang, (2), tingkat penerapan bibit unggul, (3) tingkat penerapan pemberian pakan, (4) Modal. Dan (5) tingkat penerapan perkandangan. Tujuan menemukan perlakuan/intervensi yang efektif dan meningkatkan pemberdayaan, serta kerja sama kelembagaan guna menjamin adopsi teknologi sistem usahaternak ayam kampung atau ayam KUB yang berkelanjutan.
Analisis Rekayasa Sub Sistem Penujang Di Salah Satu Sentra Pertanaman Kakao, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi Suharyon, Suharyon
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.619 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v4i2.11609

Abstract

Dalam upaya mengembangkan sistem usahatani dan kelembagaan tanaman kakao di suatu wilayah diperlukan pendekatan hubungan antara kelompok tani dengan kelembagaan lain yang mendukung. Dengan terjalinnya kerja sama kelembagaan yang baik, masalah yang dihadapi petani bisa diserahkan sekaligus diharapkan terjadi difusi teknologi melalui lembaga atau institusi terkait di daerah. Dengan memberdayakan kelembagaan yang mendukung adopsi teknologi yang diberikan kepada kelompok tani FSA (Farming System Analysis) dalam bentuk kerja sama akan membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi petani. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka perlu dilakukan kajian analisis rekayasa kelembagaan penunjang teknologi usahatani tanaman kakao. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Betung, Kecamatan Kumpeh Ilir Kabupaten Muaro Jambi, dengan tujuan menemukan perlakuan/intervensi yang efektif dan meningkatkan pemberdayaan, serta kerja sama kelembagaan guna menjamin adopsi teknologi sistem usahatani tanaman kakao yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah SWOT ANALYSIS yaitu identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini dengan menerapkan metode Participatory Research Appraisal (PRA), untuk menggali masalah yang dihadapi oleh petani tanaman kakao. Alternatif intervensi yaitu dibentuknya beberapa kelompok tani atau dapat disebut Gapoktan yang diberi nama Usaha Bersama, diskusi singkat tentang sistem usahatani tanaman kakao , melihat kebutuhan mendesak kelompok tani, dan menghubungkannya dengan lembaga pendukung. Bedasarkan hasil PRA maka permasalahan yang diperioritaskan adalah (1) Bibit kakao yang berkualitas yang masih kurang sampai kepetani, (2), modal, () pupuk bersubsidi, (4) pertemuan antara kelompok. dan (5) bimbingan teknis untuk tanaman kakao. Tujuan menemukan perlakuan/intervensi yang efektif dan meningkatkan pemberdayaan, serta kerja sama kelembagaan guna menjamin adopsi teknologi sistem usahatani tanaman kakao yang berkelanjutan.
Potensi, Kendala dan Solusi Peremajaan Karet Dalam Mewujudkan Pertanian Maju Mandiri-Modern di Tengah Perubahan Iklim dan Pandemi Covid 19 Di Provinsi Jambi Suharyon, Suharyon
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.128 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v5i1.12999

Abstract

Provinsi Jambi merupakan penghasil karet terbesar ketiga di Indonesia. Komoditas ini memainkan sebuah peran penting dalam perekonomian disemua kabupaten di Provinsi Jambi. Areal perkebunan karet di Provinsi Jambi luasnya mencapai 567.042 ha, dengan hasil olahan karet sebanyak 312.292 ton. Kondisi luas areal perkebunan karet terdiri dari 105.666 ha merupakan hasil panen (TM), 330.820 ha adalah tanaman belum menghasilkan dan 130. 656 ha merupakan tanaman tua dan rusak (TR). Kondisi ini menyebabkan rendahnya tingkat produktivitas tanaman karet rata-rata hanya 714 kg / ha / th, oleh karena itu perlu adanya Peremajaan karet di Jambi menjadi prioritas utama pemerintah dan masyarakat. Beberapa masalah peremajaan ditemukan pada petani karet yang kurang pengetahuan dan teknologi, kurangnya kesiapan petani dan kelompok tani, kesiapan dana, masih kurangnya dukungan pemerintah dalam memberikan semacam kredit lunak kepada petani khususnya petani karet Penerapan teknologi budidaya karet yang baik dan benar merupakan saran yang akan meningkatkan produktivitas perkebunan karet dalam jangka panjang, serta kerjasama yang diperlukan antara Dinas Perkebunan, Lembaga Penelitian, BPN, Perbankan, dan Bapelluh Bakorluh, serta seluruh pemangku kepentingan fasilitas terkait sebagai penyedia transfer teknologi, lembaga pembiayaan, dan lembaga terkait lainnya sehingga selanjutnya diharapkan penyedia sarana produksi karet di Jambi bisa dijalankan sesuai dengan program peremajaan.
Analisis Rekayasa Sub-Sistem Penunjang Di Salah Satu Sentra Pertanaman Duku, Desa Muara Jambi, Kabupaten Muaro Jambi Suharyon, Suharyon; Purnama, Hendri; Rustam, Rustam
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.737 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v5i1.13000

Abstract

Dalam upaya mengembangkan sistem usahatani dan kelembagaan tanaman dukudi suatu wilayah diperlukan pendekatan hubungan antara kelompok tanidengan kelembagaan lain yang mendukung. Dengan memberdayakan kelembagaan yang mendukung adopsi teknologi yang diberikan kepada kelompok tani FSA (Farming System Analysis) dalam bentuk kerja sama akan membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi petani. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka perlu dilakukan kajian analisis rekayasa kelembagaan penunjang teknologi usahatanitanaman duku. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo,Kabupaten Muaro Jambi,dengan tujuan menemukan perlakuan/intervensi yang efektif dan meningkatkan pemberdayaan, serta kerja sama kelembagaan guna menjamin adopsi teknologi sistem usahatani tanaman duku yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah SWOT ANALYSIS yaitu identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini dengan menerapkan metode Participatory Research Appraisal (PRA), untuk menggali masalah yang dihadapi oleh petani tanaman duku. Berdasarkan hasil PRA maka permasalahan yang diprioritaskan adalah (1) Penyakit kanker batang yang disebabkan oleh Jamur Pytoptora sp, (2) Mulai menyempitnya lahan petani karena adanya cagar budaya yang sedang berkembang, (3) Bibit yang digunakan selama ini bukan bibit unggul tetapi adalah bibit yang tumbuh begitu saja dekat batang induknya, (4)modal,(5)pupuk bersubsidi untukmenunjang pemupukan sesuai rekomendasi(6) pertemuan antara kelompok belum maksimaldan (7) bimbingan teknis untuk tanaman duku. Tujuan Pengkajian yaitu menemukan perlakuan/intervensi yang efektif dan meningkatkan pemberdayaan, serta kerja sama kelembagaan guna menjamin adopsi teknologi sistem usahatani tanaman dukuyang berkelanjutan.
Percepatan Diseminasi VUB Padi Balitbangtan Melalui UPBS Di Provinsi Jambi Suharyon, Suharyon; Murni, Widya Sari; Bobihoe, Julistia
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Issue 2, Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.49 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v5i2.15956

Abstract

Kegiatan perbenihan melalui Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) Padi TA 2021 telah dilaksanakan di Desa Rawa Medang, Kecamatan batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.Mulai Januari s/d Desember 2021.Paket teknologi yang digunakan adalah teknologi produksi/perbanyakan benih sumber padi sawah yang mengacu pada pedoman umum produksi benih sumber padi Badan Litbang Pertanian (2013).Varietas Unggul Baru yang yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Kelas benih FS yakni Inpara 3, Inpari IR Nutri Zinc dan Baroma. Pada akhir kegiatan produksi benih yang dihasilkan adalah Varietas Inpara 3 sebanyak 3.9 ton), Inpari IR Nutri Zinc sebanyak 3.95 ton) dan Baroma sebanyak 4.2 ton) total kelas benih yang diperoleh pada kegiatan ini adalah 11.05 ton. Keberhasilan kegiatan ini selain karena petani penangkar yang menjadi mitra kegiatan telah melaksanakan teknologi perbanyakan benih yang disampaikan juga didukung oleh dukungan semua pihak seperti PPL, Petugas PHT, Dinas terkait serta sistem irigasi yng terdapat di lokasi.Penyebaran informasi kegiatan UPBS Padi dilakukan dengan melaksanakan kegiatan koordinasi dengan Instansi/dinas sampai dengan tingkat Kecamatan, Sosialisasi/pertemuan dengan petani dan petugas lapang baik secara formal maupu informal. Penggunaan varietas unggul baru padi mendapat respon yang baik dari petani maupun pengguna lainnya
Potensi dan Strategi Pengembangan Perbenihan Komoditas Kayu Manis di Kabupaten Kerinci Firdaus, Firdaus; Adri, Adri; Suharyon, Suharyon
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.354 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v6i1.19331

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum ) merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Kerinci, namun pembudidayaannya masih bersifat alami dan belum banyak tersentuh oleh kemajuan inovasi teknologi. Tujuan pengkajian adalah untuk : 1) mendapatkan bibit kayu manis varietas unggul lokal berkualitas sesuai standar yang ditetapkan, 2) melihat potensi dan strategi pengembangannya. Metodologi pengkajian melakukan pendampingan teknologi perbenihan kayu manis pada kelompok tani penangkar secara partisipatif. Teknologi anjuran meliputi; pengambilan sumber bibit dari Pohon Induk Terpilih (PIT) dalam kebun Blok Penghasil Tinggi (BPT), melakukan penyeleksian bibit, pendederan, penanaman dalam polybek, pemupukan, dan pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT). Hasil pengkajian didapatkan bahwa bibit yang dihasilkan dengan perlakuan teknologi berhasil mencapai + 90 % sesuai kriteria bibit rekomendasi. Sedangkan bibit yang dihasilkan dari pembibitan dengan cara petani tidak bisa disetifikasi. Sumberdaya alam sangat Kerinci merupakan potensi komparaatif yang sangat besar untuk pengembangan komoditi ini dengan strategi pengembangan adalah melakukan kerja sama dengan kelompok tani penangkar, meningkatkan aktifitas penyuluhan kepada petani dan menyediakan biji kayu manis yang dibutuhkan.
eningkatan Kinerja Reproduksi Sapi Masyarakat melalui Pendampingan Perbaikan Pakan di Tanjung Jabung Timur Zubir, Zubir; Bustami, Bustami; Susilawati, Endang; Suharyon, Suharyon
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v6i2.22962

Abstract

Upaya meningkatkan efisiensi reproduksi ternak sapi melalui IB sudah diterapkan secara luas di masyarakat. Pelaksanaan program IB juga mencakup penanganan beberapa kasus kegagalan reproduksi pada ternak betina. Kebanyakan penyebab terjadinya kasus gangguan reproduksi berakar pada permasalahan kualitas pakan. Oleh karenanya perbaikan pakan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kinerja reproduksi ternak sapi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh respon dari ternak dan peternak terhadap penerapan pakan sapi introduksi pada kelompok tani dalam kondisi eksisting. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2019 di Desa Kotabaru Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pemilihan lokasi pengkajian dan kelompok tani kooperator ditentukan secara purposive. Kegiatan dimulai dengan koordinasi, peninjauan lokasi, identifikasi kepemilikan dan status reproduksi ternak. Hasil identifikasi ditetapkan dua kelompok tani sebagai kooperator yaitu kelompok tani Sukamaju dan kelompok tani Sumber Jaya. Diperoleh data bahwa 10 ekor sapi betina yang layak mendapat perlakuan dari kedua kelompok tani tersebut. Perlakuan berupa introduksi penggunaan bahan pakan basal dan aditif, terdiri dari daun indigofera, solid sawit dan aditif minoxvit. Pelaksanaan pemberian pakan introduksi dilakukan selama 60 hari dan pengamatan perkembangan reproduksi dilakukan hingga bulan keempat semenjak perlakuan. Hasil pengamatan menunjukan bahwa 70% dari sapi perlakuan mengalami perbaikan kondisi reproduksi dibanding kondisi sebelumnya. Sebanyak 3 dari 4 ekor induk yang mengalami postpartum anestrus (PPA) sebelumnya telah dinyatakan bunting 2 ekor dan estrus 1 ekor. Separuh dari 4 ekor dara yang mengalami anestrus telah menunjukan gejala estrus. Satu ekor sapi yang mengalami repeat breading karena sudah 4 kali di-IB tidak kunjung bunting telah dinyatakan bunting pada bulan ke 3. Introduksi penggunaan bahan pakan alternatif berhasil meningkat kinerja reproduksi sapi bali betina di lokasi pengkajian. Peternakan juga memberikan respon yang baik terhadap penggunaan pakan tersebut.
ANALYSIS OF INSTITUTIONAL ENGINEERING IN ONE OF THE WET CLIMATE DRY LAND AGROECOSYSTEM VEGETABLE PLANTING Suharyon, Suharyon; Adri, Adri; Firdaus, Firdaus
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 7 No. 2 (2023): Volume 7, Nomor 2, December 2023
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v7i2.29180

Abstract

This study is the first to apply a relationship approach between farmer groups and other supporting institutions to develop a farming system and rice crop institutions in a region. The study aims to solve the problems faced by rice farmers in Rawa Medang village, West Tanjung Jabung Regency, by facilitating the adoption of sustainable rice farming system technology through institutional cooperation. The methodology used in this study applies the Participatory Research Appraisal (PRA) method, to explore the problems faced by rice farmers. Alternative interventions include the formation of several farmer groups or Gapoktan, named Joint Enterprises, a short discussion about the rice farming system, looking at the urgent needs of farmer groups, and connecting them with supporting institutions. Based on the PRA results, the problems prioritized are (1) Rice stem disease by Blas, (2) The presence of snail pests, (3) Seedlings, (4) Capital, (5) Subsidized fertilizer, (6) Meetings between groups, and (7) Technical guidance for rice plants. The novelty of this study is that it introduces a new framework of institutional engineering analysis supporting rice farming technology, based on the FSA (Farming System Analysis) concept. The study also provides empirical evidence of the effectiveness of the relationship approach in improving the productivity and profitability of rice farming in the region. The study contributes to the literature on agricultural development and innovation by highlighting the role of institutional cooperation in enhancing the adoption of sustainable rice farming system technology.
CHARACTERISTICS OF VEGETABLE FARMERS AND THEIR IMPLICATIONS FOR THE APPLICATION OF FARMING TECHNOLOGY Firdaus, Firdaus; Adri, Adri; Suharyon, Suharyon; Edi, Syafri
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 7 No. 2 (2023): Volume 7, Nomor 2, December 2023
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v7i2.29181

Abstract

The Paal Merah Village area, Paal Merah Jambi District, City is dominated by dry land with a wet climate, so the developing farming pattern is based on dry land with a wet climate. This paper aims to study the characteristics of farmers in dry land with wet climates and their implications for the application of farming technology. The research was conducted in Paal Merah Village, Paal Merah District, Jambi City, in 2020, involving 25 farmers who were randomly selected as respondents. Through descriptive data analysis, the following picture is obtained: First, vegetable farming at the research location has the potential to be developed intensively and sustainably. Second, support from the characteristics of farmers of productive age, a fairly high level of education, and farming experience will motivate farmers. To increase its business intensively. Third, opportunities to increase farming productivity are still wide open through optimizing the use of potential farming land resources based on farmers' strengths and weaknesses. Fourth, to increase productivity in dry land areas with wet climates, the strategy is to diversify businesses (multi enterprises); implementing integrated farming patterns, accelerating technology dissemination and encouraging the growth of partnership collaboration networks. For the multi-enterprise strategy to be implemented, it is necessary to have a soft credit scheme policy whose implementation is accompanied by assistance from extension workers and researchers.