Articles
PENGARUH PROFITABILITAS, STRUKTUR MODAL, KEPEMILIKAN PUBLIK DAN BONUS PLAN TERHADAP INCOME SMOOTHING
Wanti Nurani;
Vaya Juliana Dillak
JASa (Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi) Vol 3 No 1 (2019): Vol 3 No 1 April 2019
Publisher : Program Studi Akuntansi Universitas Langlangbuana Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.975 KB)
|
DOI: 10.36555/jasa.v3i1.477
Income Smoothing (perataan laba) merupakan praktik akuntansi yang dilakukan oleh manajemen dengan tujuan agar laba yang diperoleh perusahaan tidak berfluktuasi. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian dari investor, dimana investor cenderung untuk melihat laba dalam menentukan keputusan investasinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh secara simultan dan parsial antara profitabilitas, struktur modal, kepemilikan publik dan bonus plan terhadap income smoothing pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2017. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif verifikatif dengan jenis penelitian asosiasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan memeroleh 29 sampel perusahaan dengan kurun waktu 4 tahun sehingga diperoleh 116 unit sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi logistik dengan menggunakan software SPSS 25.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas, struktur modal, kepemilikan publik dan bonus plan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap income smoothing. Secara parsial, profitabilitas yang diproksikan return on assets (ROA) berpengaruh negatif terhadap income smoothing. Struktur modal yang dipoksikan dengan debt to asset ratio (DAR) berpengaruh positif terhadap income smoothing. Sementara variabel kepemilikan publik dan bonus plan tidak berpengaruh signifikan terhadap income smoothing.
Pengaruh Tingkat Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Tingkat Suku Bunga da Pertumbuhan Ekonomi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan
Mifta Indriati;
Vaya Juliana Dillak;
Djusnimar Zultilisna
JASa (Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi) Vol 3 No 2 (2019): Vol 3 No 2 Agustus 2019
Publisher : Program Studi Akuntansi Universitas Langlangbuana Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.745 KB)
|
DOI: 10.36555/jasa.v3i2.535
Indeks Harga Saham Gabungan diartikan sebagai sebuah indeks yang merangkum perkembangan harga-harga yang ada di Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kondisi pasar secara umum untuk mengukur apakah harga saham di Indonesia mengalami kenaikan atau penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Tingkat Suku Bunga, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data triwulanan Indeks Harga Saham Gabungan selama periode 2009-2018. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik sampling total atau sensus. Sampel dalam penelitian ini adalah data triwulanan Indeks Harga Saham Gabungan sebanyak 4 data pertahun selama 10 tauhn sehingga didapat 40 sampel yang diobservasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi Eviews Versi 9.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Tingkat Suku Bunga dan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh terhadap IHSG. Sedangkan secara parsial, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi tidak berpengaruh terhadap IHSG, nilai tukar rupiah berpengaruh dengan arah positif terhadap indeks harga saham IHSG dan tingkat suku bunga berpengaruh dengan arah negatif terhadap IHSG. Sehingga tingkat suku bunga dan nilai tukar rupiah dapat menjadi pertimbangan karena dapat mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan.
Pengaruh Intellectual Capital dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan
Ayu Anjani;
Vaya Juliana Dillak
JASa (Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi) Vol 3 No 3 (2019): Vol 3 No 3 Desember 2019
Publisher : Program Studi Akuntansi Universitas Langlangbuana Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.56 KB)
|
DOI: 10.36555/jasa.v3i3.720
Maximizing firm value is one of the company's goals. The high value of the firm indicates that the firm is able to maintain business continuity and is able to improve the prosperity of shareholders. This study aims to determine the effect of intellectual capital (VACA, VAHU, STVA) and company size (Ln of Total Assets) on firm value (PBV). The research was conducted at the consumer goods manufacturing company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2017. The sampling technique used was purposive sampling and obtained 18 companies that 72 sample data were obtained. The method of data analysis in this study is multiple linear regression analysis using SPSS 23 software. The results of the study show that simultaneously value added capital employed (VACA), value added human capital (VAHU), structural capital value added (STVA) and company size (Ln of Total Asset) have a significant effect on firm value (PBV).
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN PER USAHAAN TERHADAP PER ATAAN LABA (Studi Kasus Pada Perusahaan Se ktor Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2013 – 2015)
Hendro Susilo;
Deannes Isynuwardhana;
Vaya Juliana Dillak
Kajian Akuntansi Volume 18, No. 1, 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/ka.v17i2.2515
Perataan laba merupakan upaya manaje men dala m s uatu perus ahaan untuk menjaga s tabilitas laba yang dihas ilkan perus ahaan. Hal ini dila kukan untuk menarik perhatian dari inves tor, dimana diyakin i bahwa fokus utama inves tor dalam menentukan keputus an inves tas inya kerap kali didas arkan pada profit yang dihas ilkan oleh perus ahaan. Laba perus ahaan yang s tabil menggambarkan bahwa perus ahaan me miliki kelangs ungan us aha yang baik. Pe rataan laba dilakukan dengan cara menunda atau me mpercepat informas i keuangan perus ahaan.Penelit ian ini d ila kukan untuk mengetahui pengaruh s ecara s imultan dan s ecara pars ial variabel profitabilitas , leverage dan ukuran perusahaan terhadap variabel perataan laba pada perus ahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Burs a Efek Indones ia pada tahun 2013 – 2015. Metode dalam penelitian in i merupakan metode penelitian kuantitatif. Tekn ik pengamb ilans ampel yang digunakan pada penelitian ini ada lah teknik purposive sampling yang me mperoleh59 s a mpel penelitian dala m kurun wa ktu 3 tahun s ehingga didapat 177 units a mpel. Metode analis is yang digunakan dalam penelitian in i adalah analis is regres i logis tik dengan menggunakan software SPSS 23.0.Berdas arkan has il penelit ian, variable profitabilitas , leverage dan ukuran perus ahaan dapat men jelas kan atau me mpengaruhi variabel perataan laba s ebes ar 10% , s edangkan s is anya 90% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelit ian. Has il penelitian in i menunjukkan bahwa profitabilitas , leverage dan ukuran perus ahaan me miliki pengaruh s ecara s imu ltan yang s ignifikan terhadap perataan laba. Secara pars ial, leverage tidak me miliki pengaruh yang s ignifikan terhadap perataan laba, s edangkan profitabilitas berpengaruh s ignifikan terhadap perataan laba dengan arah pos itif dan ukuran perus ahaan berpengaruh s ignifikan terhadap perataan laba dengan arah negatif.
PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PERATAAN LABA
Pandu Nugraha;
Vaya Juliana Dillak
JRAK Vol 10 No 1 (2018): Edisi April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Pasundan, Bandung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.445 KB)
|
DOI: 10.23969/jrak.v10i1.1061
Income smoothing is an action performed by the company’s management in order to reduce fluctuations earnings This is done with the motivation to show good performance to investors, by showing stable corporate profits. Income smoothing is done by adding or reducing the company’s actual profit, to be moved to certain period. This study used a quantitative research method. Purposive sampling method was used, that is 59 samples in the period of 3 years. Therefore, the obtained samples were amounted to be 177 in total. Logistic regression analysis was used. The result showed that profitability, leverage and firm size have influence simultaneously significant to income smoothing. Partially, profitability have a positive effect, while the leverage and firm size do not have an effect to income smoothing.
ARUS KAS OPERASI, LEVERAGE, SALES GROWTH TERHADAP FINANCIAL DISTRESS
Melsa Aninda Fitri;
Vaya Juliana Dillak
JRAK Vol 12 No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Pasundan, Bandung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jrak.v12i2.3039
The purpose of this study is to determine how the influence of operating cash flow, leverage and sales growth ratios on the occurrence of financial distress. The research method used in this study is a quantitative method. While the data collection techniques used in this study are purposive sampling. The population in this study is the textile and garment subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2018 as many as 14 companies with observational data of 56 samples. This study uses panel data regression analysis techniques. Simultaneous variable operating cash flow, leverage, and sales growth have a significant effect on financial distress. And then, leverage has a significant effect on financial distress. While the operating cash flow and sales growth partially did not have significant effect on financial distress.
FINANCIAL DISTRESS, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, PROFITABILITAS TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI
Hasby Muhammad Syifa;
Farida Titik Kristanti;
Vaya Juliana Dillak
JRAK Vol 9 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Pasundan, Bandung, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.973 KB)
|
DOI: 10.23969/jrak.v9i1.361
Financial report describes the performance of a company. Accounting conservatism makes accountants have to note the possibility of losses as soon as possible and also note the profit when it is realized. This study aims to analyze the effect of financial distress, institutional ownership, and the profitability towards accounting conservatism. The population in this study is the food and beverages companies that listed in IDX (Indonesia Stock Exchange) in 2011-2015. The sampling method used in this research is purposive sampling method, in which the population sample are the companies that publishing its financial reports and annual reports for 5 periods started from 2011 to 2015. In the result, it is obtained a sample of 8 companies with 40 units of observation data. The analysis method of data analysis used is panel of data regression analysis. The results of this study showed that simultaneous variable financial distress, institutional ownership, and profitability have significantly influenced to accounting conservatism. Furthermore, in partial variable, financial distress and profitability have positive impact to accounting conservatism. Meanwhile, institutional ownership variable has no impact to accounting conservatism.
INCOME SMOOTHING: UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PROFITABILITAS, DAN UMUR PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan yang Termasuk dalam Indeks KOMPAS100 Tahun 2013 s.d. 2017)
M. Nur Fachruzi Jaya;
Vaya Juliana Dillak
PEKBIS Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.416 KB)
|
DOI: 10.31258/pekbis.11.2.96
Income smoothing is one of the ways that management does in the earningsmanagement of a company to maintain the stability of profits generated by thecompany from year to year in order to show good financial performance. This isdone to attract interest from investors, where it is believed that one of the mainfactors of investors in determining their investment decisions is often based onprofits generated by the company. Income smoothing is done by delaying oraccelerating, reducing or increasing the company's financial information related tocompany profits from a certain year range. This research was conducted with theaim of examining the effect of simultaneous and partial company size, leverage,profitability, and company age on income smoothing on KOMPAS100 index sharesin the period 2013-2017. This study uses quantitative methods. The samplingtechnique in this study was purposive sampling technique. The sample in this studywas 34 samples in a period of 5 years so that 170 total samples were obtained. Theanalysis technique used in this study is logistic regression analysis using the IBMSPSS Statistics version 23 application. Based on the results of the study, thevariable company size, leverage, profitability and company age simultaneously havea significant effect on income smoothing, where the variable profitability, leverage,and firm size can affect income smoothing by 8.7% and the rest 91.3% is influencedby other factors outside the research variable. Partially, company size variables andprofitability variables have a significant effect on the negative direction of incomesmoothing. While the leverage variable and company age variable have no effect onincome smoothing.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Proposal Bisnis Bagi Pengelola Desa Wisata Alamendah
Vaya Juliana Dillak;
Arif Partono Prasetio;
Annisa Nurbaiti;
Siska P Yudowati;
Kurnia Kurnia
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 3 (2022): September 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33633/ja.v5i3.578
Program pelatihan dan pendampingan pembuatan proposal bisnis bagi Desa Wisata Alamendah merupakan Desa Alamendah merupakan salah satu desa wisata yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pengelola Desa Wisata Alamendah merupakan anggota Karang Taruna setempat yang berlatar belakang pendidikan SMA dan sederajat. Sebagai pengelola desa wisata membutuhkan kemampuan untuk membuat proposal bisnis yang dapat digunakan untuk mendapatkan bantuan dana dari lembaga keuangan untuk mendukung pengembangan dan inovasi bagi Desa Wisata Alamendah. Dengan adanya kegiatan pengabdian pelatihan dan pendampingan pembuatan proposal bisnis, para pengelola desa wisata mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan dalam pembuatan proposal bisnis. Metode yang digunakan dalam pelatihan dan pemdampingan ini yaitu ceramah, diskusi dan tanya jawab. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelatihan dan pendampingan, para peserta mengisi kuesioner kegiatan dan hasil kuesioner didapatkan nilai 97,67% dari nilai tersebut menunjukkan kegiatan pengabdian berada pada rentang sangat baik.
Pengaruh Operating Capacity, Ukuran Perusahaan, Gender Diversity dan Mekanisme Pengawasan terhadap Financial Distress
Sekarayu Pancawitri;
Vaya Juliana Dillak
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 5, No 2 (2022): July - December
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37531/sejaman.v5i2.2017
Perusahaan yang didirikan akan berlangsung dalam jangka waktu panjang, sehingga diharapkan dapat menciptakan laba. Melihat situasi ekonomi di Indonesia yang kurang mapan berdampak pada tujuan didirikan perusahaan tidak bekerja seperti yang diharapakan. Hal ini terlihat pada beberapa perusahaan yang sudah berjalan beberapa waktu tertentu gulung tikar yang disebabkan oleh kondisi kesulitan keuangan (financial distress) bahkan berpotensi bangkrut. Rata-rata financial distress yang paling rendah pada perusahaan hotel, resor dan kapal pesiar pada tahun 2017-2020 adalah tahun 2017 yang disebabkan oleh laba yang rendah dibandingkan dengan tahun 2018-2020. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi dampak operating capacity, ukuran perusahaan, gender diversity, dan mekanisme pengawasan terhadap financial distress. Financial distress diproksikan dengan menggunakan model Altman Z-score. Perusahaan hotel, resort, dan kapal pesiar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2017 hingga 2020 termasuk dalam populasi pada penelitian ini. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan terdapat 60 unit sampel. Metode analisis data penelitian ini menggunakan regresi logistik yang diolah dengan menggunakan software SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel operating capacity¸ukuran perusahaan, gender diversity, dan mekanisme pengawasan berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Secara parsial, variabel operating capacity, ukuran perusahaan dan gender diversity tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Mekanisme pengawasan berpengaruh signifikan kearah positif terhadap financial distress.