Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Empowering Youth: the Impact of Basic Life Support (BLS) Training on Knowledge, Skills, and Attitude Development in Adolescents Maria, Insana; Wardhani, Annalia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4172

Abstract

The community, especially teenagers, really needs knowledge, attitudes and skills in providing Basic Life Support (BLS) so that first aid to victims of illness or accidents can be saved and avoid death. Objective: This study analyzes the effect of basic life support training using seminars, booklets, and video methods on increasing the knowledge, skills, and attitudes of teenagers in Syamsudin Noor Village. Method: This research uses a quasi-experimental design with a control design. The population in this study were teenagers in Syamsudin Noor Village, with a sample of 30 people from each group. The variables include teenagers' knowledge, skills and attitudes regarding BLS, as well as educational media in the form of videos on handling essential life support and booklets on handling critical life support. The instruments used in this research were questionnaires, observation sheets, and learning media. The analysis uses the t-test at a significance level of 5% (0.05). Results: There was an increase in teenagers' knowledge, attitudes and skills regarding essential life support. The results of analysis using the t-test obtained a p-value for each variable of knowledge (p=0.005), attitudes (p=0.004) and skills (p= 0.0014) after implementing BLS training. Conclusion: There is an effect of increasing the knowledge, attitudes and skills of teenagers in the community regarding essential life support after being given education through learning videos, seminars and booklets.
PENGUATAN PENATALAKSANAAN BANTUAN HIDUP DASAR MENGGUNAKAN MEDIA “SEBOVI” DI KELURAHAN SYAMSUDIN NOOR Maria, Insana; Wardhani, Annalia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1442-1447

Abstract

Penatalaksanaan Bantuan Hidup Dasar merupakan suatu prosedur kegawatdaruratan pada situasi korban yang mengalami henti napas dan henti jantung. Media SEBOVI diyakini sebagai media yang effektif digunakan dalam pemberian pendidikan kesehatan terutama prosedur BHD. Tujuan Pengabdian penguatan penatalaksanaan bantuan hidup dasar menggunakan media SEBOVI pada remaja di kelurahan Syamsudin Noor. Metode pengabdian dirincikan dalam tiga tahap meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil penatalaksanaan BHD diketahui kategori tingkat pengetahuan baik 15% meningkatkan setelah dilakukan upaya peningkatan pengetahuan menggunakan media SEBOVI kategori tingkat pengetahuan baik meningkat sebanyak 35%. Pelaksanaan secara berkelanjutan mengenai tata cara penatalaksanaan BHD terutama pada masyarakat di kelurahan Syamsudin Noor agar dapat tercapai kesiapannya.
Efektivitas Video Latihan Terhadap Ketepatan Bantuan Hidup Dasar di Luar Rumah Sakit Maria, Insana; Wardhani, Annalia
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v8i2.498

Abstract

Efforts to manage emergencies by performing basic life support outside the hospital are closely related to the knowledge and attitudes of lay people as caregivers. Emergency measures with a safe airway, inspiratory and expiratory breathing processes, and smooth blood circulation are efforts of basic life support. Quick and appropriate management of basic life support emergencies will be able to save and avoid severe trauma that the victim is at risk of experiencing. This study aims to determine the effectiveness of video training on the accuracy of basic life support outside the hospital. The research design was quasi-experimental using questionnaires and the use of training videos in handling basic life support. A total of 60 respondents participated in this study, which was divided into pre and post-test groups. Data were analyzed using paired t-tests. The results showed that the p-value sig-0001 <0.05, which means there is an effectiveness of video training on the accuracy of BHD administration. Significant effectiveness results of 1.14 in video viewing, and significant results of 2.80 viewing video training on the ability of basic life support actions. Proper management of basic life support through knowledge and attitudes in the presence of video training.
GAMBARAN PENGETAHUAN MENGGUNAKAN METODE BOOKLET PADA PENATALAKSANAAN BANTUAN HIDUP DASAR SISWA SMKN 1 SUNGAI PINANG Maria, Insana; Fitriani, Fitriani; Hasaini, Asni; Chrisnawati, Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i1.605

Abstract

Basic Life Support (BHD) is an emergency measure to clear the airway, assist breathing, and maintain blood circulation without using assistive devices. Knowledge and ability are needed through a form of BHD training for lay people so that professional and skilled human resources can be obtained when carrying out first aid measures for victims of illness or accidents through providing basic life support properly and correctly. This research aims to determine the description of knowledge using the booklet method in the management of Basic Life Support for Students at SMKN 1 Sungai Pinang. This research method is descriptive, this research design will use media in the form of booklets in the counseling process regarding Basic Living Assistance to Students of SMKN 1 Sungai Pinang. The sample in this research was 145 students at SMKN 1 Sungai Piang. The results of the research show that the level of knowledge of SMKN 1 Sungai Pinang students using the Booklet Method in the management of Basic Life Support is 39% in the enough Criteria. Conclusion: BHD training for lay people using the booklet method provides significant meaning in increasing knowledge. So that BHD training education will be effective using the booklet method.
Pengalaman Ibu Merawat Balita Dengan Diare: Studi Kualitatif: Mothers' Experiences in Caring for Toddlers with Diarrhea: A Qualitative Study Jumiyati, Jumiyati; Ikasari, Filia Sofiani; Maria, Insana; Rusdiana, Rusdiana
Journal of Intan Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v4i2.422

Abstract

Pendahuluan: Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada balita dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran sentral dalam penanganan awal diare di rumah. Namun, kajian yang mengeksplorasi pengalaman ibu secara mendalam dalam merawat balita dengan diare masih terbatas, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam merawat balita yang mengalami diare, meliputi aspek penanganan, kendala, respon emosional, dukungan keluarga, dan upaya pencegahan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan sebanyak 12 ibu dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 127 ibu yang memiliki balita dengan riwayat diare. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Analisis data menghasilkan lima tema utama, yaitu: (1) penanganan diare di rumah secara farmakologis dan nonfarmakologis, termasuk penggunaan pengobatan tradisional; (2) kendala dalam perawatan, seperti kelelahan fisik dan tekanan emosional; (3) respon ibu berupa kecemasan, kepanikan, dan upaya pencarian informasi; (4) dukungan keluarga sebagai faktor penguat dalam proses perawatan; dan (5) upaya pencegahan melalui peningkatan kebersihan makanan dan minuman anak. Kesimpulan: Pengalaman ibu dalam merawat balita dengan diare dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kondisi emosional, serta dukungan sosial keluarga. Edukasi berbasis keluarga dan penguatan peran tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketepatan penanganan diare dan mencegah komplikasi pada balita.
EFEKTIVITAS EDUKASI DAN PENDAMPINGAN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA MENGALAMI PENYAKIT DEGENERATIF Barus, Ihwannur Yahya; Maria, Insana; Sukmawaty, Martini Nur; Hidayat, Taufik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55539

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang terus meningkat di Indonesia dan menyebabkan tingginya angka morbiditas, mortalitas, beban ekonomi pada masyarakat. Pemahaman keluarga tentang penyakit degeneratif dan mengatasi kecemasan dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dan pendampingan terhadap penurunan tingkat kecemasan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit degeneratif di wilayah kelurahan Syamsudin Noor Banjarbaru. Didapatkan hasil p value sebesar 0.000, dimana p < 0.005 sehingga adanya efektivitas edukasi dan pendampingan terhadap penurunan tingkat kecemasan keluarga dengan anggota keluarga mengalami penyakit degeneratif. Penilitian kuantitatif dengan Quasy Eksperimental Desain dengan menggunakan metode two group pretest postest with control design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kelurahan Syamsudin Noor Banjarbaru. Sampel 60 orang responden. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini melalui metode Consecutive sampling. Instrumen yang digunakan penelitian ini yaitu dengan kuesioner, kuesioner tentang tingkat kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Didapatkan hasil p value sebesar 0.000, dimana p < 0.005 sehingga adanya efektivitas edukasi dan pendampingan terhadap penurunan tingkat kecemasan keluarga dengan anggota keluarga mengalami penyakit degeneratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan secara signifikan lebih efektif  menurunkan tingkat kecemasan keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit degeneratif dibandingkan dengan pemberian edukasi saja.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH DAN NADI PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSD IDAMAN KOTA BANJARBARU Risda, Nor; Muhlisoh, Muhlisoh; Raziansyah, Raziansyah; Maria, Insana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55583

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan insidensi meningkat. Hemodialisis pada pasien ESKD dapat menimbulkan kecemasan yang memengaruhi tekanan darah dan frekuensi nadi serta berdampak pada stabilitas kardiovaskular dan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan terhadap tekanan darah dan nadi pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di RSD Idaman Banjarbaru pada Desember 2025, dengan populasi 80 pasien dan sampel 71 responden menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner GAD-7, sphygmomanometer, dan oksimeter, serta analisis data menggunakan uji Spearman rho. Didapatkan hasil p value = 0.011 (p < 0.05) dan r = -0.0301 adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan frekuensi nadi, pada pasien hemodialisis di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Dengan adanya pengukuran tingkat kecemasan pasien hemodialisis disarankan untuk mengelola kecemasan melalui edukasi, konseling, atau teknik relaksasi agar repons fisiologis tubuh tetap terkontrol Mayoritas pasien tidak cemas dan mengalami hipertensi dengan nadi umumnya normal. Kecemasan tidak berhubungan dengan tekanan darah, tetapi berhubungan sangat lemah dengan nadi, sehingga perubahan hemodinamik lebih dipengaruhi faktor fisiologis.
Perbandingan Penggunaan dan Waktu Pelaksanaan Metode Triage Emergency Severity Index (ESI) dan Simple Triage and Rapid Treatment (START) di Instalasi Gawat Darurat Wardhani, Annalia; Maria, Insana; Rusdi, Rusdi; Nugraha, Fir'ad Setya; Sari, Winda; Fadhila, Zahara Noor
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.668

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan kesehatan yang memberikan penanganan segera kepada pasien dengan kondisi kegawatdaruratan. Ketepatan dalam menentukan prioritas pasien melalui sistem triage sangat penting untuk mencegah keterlambatan penanganan pada pasien kritis. Beberapa metode triage yang umum digunakan adalah Emergency Severity Index (ESI) dan Simple Triage and Rapid Treatment (START). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan penggunaan serta waktu pelaksanaan metode triage ESI dan START dalam menentukan prioritas pasien di instalasi gawat darurat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan komparatif yang dilaksanakan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura. Sampel penelitian berjumlah 25 perawat yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode accidental sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi waktu pelaksanaan triage, kuesioner penggunaan metode triage, serta rekam medis pasien sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat menggunakan metode ESI sebanyak 18 orang (72%), sedangkan metode START digunakan oleh 7 orang (28%) dengan perbedaan yang signifikan (χ² = 4,840; p = 0,028). Rata-rata waktu pelaksanaan triage metode ESI adalah 18,39 ± 2,45 detik, sedangkan metode START adalah 11,29 ± 1,11 detik. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua metode (Z = -3,786; p < 0,001) dengan effect size besar (r = 0,76). Dapat disimpulkan bahwa metode START lebih cepat dalam pelaksanaan triage, sedangkan metode ESI memberikan klasifikasi kegawatan pasien yang lebih komprehensif.