Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI PUSKESMAS PASSI BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Sugeha, Inti Rizcy Sari; Fatimawali, Fatimawali; Pertiwi, Junita Maja
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.30411

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor demografi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien dengan gangguan jiwa di Kecamatan Passi Barat. Penelitian menggunakan univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis univariat distribusi responden berdasarkan kepatuhan minum obat dengan mayoritas pada kategori kurang patuh sebanyak 62,5%, berdasarkan tingkat pengetahuan keluarga dengan mayoritas kurang baik sebanyak 56,25%, berdasarkan akses pelayanan Kesehatan dengan mayoritas pada kategori baik sebanayk 56,25%, berdasarkan dukungan keluarga dengan mayoritas kurang baik sebanyak 53,13%, berdasarkan status perkawinan keluarga dengan mayoritas pada kategori yang sudah menikah sebanyak 65,63%, berdasarkan status pekerjaan keluarga dengan mayoritas pada kategori bekerja sebanyak 56,25%, berdasarkan status ekonomi dengan mayoritas pada kategori ekonomi di atas UMK sebanyak 56,25%. Hasil bivariat uji chi square dijelaskan bahwa variabel yang menunjukkan nilai P < 0,05 adalah faktor pengetahuan keluarga, akses pelayanan Kesehatan, pekerjaan keluarga, status ekonomi keluarga, dan faktor dukungan keluarga. Berdasarkan Analisis Multivariat regresi logistik menunjukkan bahwa terdapat dua variabel bebas yaitu faktor pengetahuan dan faktor dukungan keluarga yang sangat berpengaruh signifikan dengan kepatuhan minum obat. Simpulan pada penelitian ini adalah tingkat pengetahuan keluarga dan dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat pasien dengan gangguan jiwa. Tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit jiwa memberikan dampak terhadap kepatuhan minum obat pada orang dengan gangguan jiwa, semakin baik pengetahuan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat.
Determinan Aterosklerosis Pembuluh Darah Intrakranial Dan Ekstrakranial Pada Stroke Iskemik Angeline, Hedy; Pertiwi, Junita Maja; Tangkudung, Gilbert
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 72 No 2 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.72.2-2022-527

Abstract

Introduction: Large artery atherosclerosis is the cause of ischemic stroke. Intracranial atherosclerosis (ICAS) is the main vascular lesion in patients with ischemic stroke in Asia, extracranial atherosclerosis (ECAS) also contributes to mortality or morbidity in 20% to 30% of the cases. Until now there are differences in the determinants of atherosclerosis in each country. Method: A retrospective cross-sectional study, the sample of ischemic stroke patients from 2017-2020, acute onset and post-acute period and had undergone digital subtraction angiography examination, found atherosclerosis and met the inclusion and exclusion criteria. Result: This study sample was 98 patients, consisting of 54 men and 44 women. The majority of ICAD was found in ischemic stroke patients 41%, combination (EICAS) 34%, and ECAS 26%, (p=0.633). In the circulation that had atherosclerosis, the majority was anterior circulation 62%, anterior-posterior 29%, and posterior circulation 9%, (p= less than 0.001). The age difference was more significant for cerebral artery circulation with stenosis (p=0.047). Based on the results of regression analysis, it was found that the age determination affected extracranial atherosclerosis in the posterior circulation by 1.68 times (p=0.030). Conclusion: Age is the determinant of extracranial blood vessel atherosclerosis in the posterior circulation in ischemic stroke patients at Prof. Dr. R.D Kandou Manado; meanwhile, the determinants of atherosclerosis of intracranial was inconsistent.