Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Penilaian Resiko Bahaya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proses Pengelolaan Limbah Medis Padat di RSPAD Gatot Soebroto: Hazard Risk Assessment Analysis on Occupational Health and Safety in the Solid Medical Waste Management Process at Gatot Soebroto Army Hospital Anwar Basuki; Rahmat Supriyatna
Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia Vol 1 No 01 (2021): Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia Volume 1 Nomor 1 September 2021
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.287 KB)

Abstract

Introduction: The high number of work accidents in 2016 which reached 0.30% and in 2017 the temporary accident data reached 0.13%, occurred during the stage of solid medical waste management process at Gatot Subroto Hospital. Objectives: The purpose of this study was to determine the level of risk of occupational safety and health hazards to workers at each stage of the solid medical waste management process at Gatot Soebroto Army Hospital. Methods: The method used is analytical descriptive with semiquantitative risk analysis. Results: The results stated that the highest level of risk in the process stage of solid medical waste management is the needle stabbing, which has a risk value of 1500 with Very High Risk and Risk Reduction level of 40%. It should be supervised, training, socialization K3 and introduction safety for employees, and periodic health checks on employees Conclusion: From the results of the study, it was found that the highest level of hazard risk in the solid medical waste management process at the RSPAD was at the risk of needle sticks. The highest level of hazard risk is the risk of needle sticks which has a risk value of 1500 with a Very High risk level.
Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Kepatuhan Dalam Menjalani Protokol Kesehatan Masyarakat Pasar Agung Depok Inayatul Ulya; Sinta Amalia Putri; Ichsan Al Kautsar; Toto Kuntoro; Rahmat Supriyatna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 01 Nomor 02 April 2022
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.589 KB) | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i02.14

Abstract

Latar Belakang: Di situasi pandemi Covid-19 saat ini, pasar dapat menjadi tempat penularan berbagai penyakit, jika lingkungannya tidak di kelola dengan baik dan sehat sesuai dengan protokol kesehatan. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk melihat bagaimana situasi pasar pada saat pandemi Covid-19 dalam penerapan protokol kesehatan 5M. Pasar Agung Depok berlokasi di Jl. Proklamasi Depok Timur pada Senin, 26 Juli 2021 dengan sasaran penjual dan pembeli. Metode: Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan penyebaran kuesioner secara door to door yaitu dengan mendatangi sasaran penelitian (penjual dan pembeli) untuk dilakukan wawancara dan memberikan edukasi promosi kesehatan terkait 5M. Hasil:  Berdasarkan data dari hasil kegiatan yang telah dilakukan bahwa masih banyak responden yang tidak menerapkan protokol kesehatan 5M di Pasar Agung Depok.  Kesimpulan: Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola Pasar Agung Depok untuk menambah fasilitas penunjang protokol kesehatan tentang pentingnya penerapan 5M, menindaktegas terhadap pelanggaran penerapan protokol kesehatan 5M, menambah jadwal kegiatan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan 5M.
Kesiapan Kader Posyandu dalam Edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional kepada Masyarakat Risky Kusuma Hartono; Rahmat Supriyatna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.759 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v8i04.379

Abstract

Target universal kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum terpenuhi sedangkan kader posyandu belum banyak dilibatkan untuk membantu proses edukasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan kader posyandu dalam melakukan kegiatan edukasi seputar program JKN kepada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian yaitu kader posyandu. Analisis data dilakukan dengan mengulas hasil wawancara mendalam antar informan kader posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi terkait program JKN kepada masyarakat terbatas pada obrolan, di sela-sela kegiatan posyandu, diantara rapat RT dan pemanfaatan grup telekomunikasi. Dukungan yang diberikan dari Puskesmas masih terbatas dan kurangnya pelatihan informasi seputar program JKN kepada kader Posyandu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Belum ada kegiatan terencana, formal dan rutin yang diselenggarakan oleh kader untuk melakukan edukasi program JKN kepada masyarakat. Puskesmas bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebaiknya memberikan pelatihan rutin kepada kader posyandu mengenai informasi seputar program JKN agar edukasi yang disampaikan oleh kader kepada masyarakat semakin komprehensif.
Determinan Efektivitas Program Kader Kesehatan Remaja di SMAN 01 Dramaga Bogor Nina Nina; Rahmat Supriyatna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i02.948

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada remaja lebih banyak karena kecenderungan untuk berperilaku berisiko. Pemerintah melalui Kemenkes RI mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas dengan pelayanan komprehensif seperti kegiatan Posyandu atau Kader Kesehatan Remaja (KKR) di lingkungan Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan, peran tenaga kesehatan, motivasi dan dukungan guru Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap efektivitas program KKR di SMAN 01 Dramaga Bogor tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan analisis regresi logistik berganda. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Oktober 2020. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dalam format google form. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 01 Dramaga yang aktif menjadi KKR dengan pengambilan sampel menggunakan metode incidental sampling dan diperoleh sebanyak 96 responden. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh promosi kesehatan (Pv=0,000; OR=5,070), tenaga kesehatan (Pv=0,011; OR=4.280), motivasi (Pv=0,000; OR=11,000) dan dukungan guru BK (p-value=0,010; OR=3.021) dengan efektivitas program KKR. Analisis multivariat menunjukkan bahwa promosi kesehatan menjadi variabel paling dominan yang berpengaruh terhadap efektivitas Program KKR (B=0,377; Pv=0,000). Diperlukan adanya tinjauan manajemen pelaksanaan program KKR yang disertai pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bekerjasama berinovasi mewujudkan efektivitas program KKR.
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pola Makan, dan Pola Asuh Terhadap kejadian karies pada anak usia 4-6 Tahun di PAUD TAAM Al-Ikhlas Sukmajaya Depok Tahun 2022 Putri Nur Annisa; Rahmat Supriyatna
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v11i1.37643

Abstract

Dental caries is still a major dental and oral health problem, especially in preschool children. The impact of caries is quite serious, which can cause difficulties in chewing, sleeping, and communicating. caries also has an impact on appetite, so it can affect to nutritional status and their physical development. Preschoolers generally not able to maintain their dental health independently, so they still need parents to maintain dental health. this research aims to determine the relationship between Mother's Knowledge, Dietary habit, and Parenting styles with the incidence of caries in children aged 4-6 years at PAUD TAAM Al-Ikhlas Sukmajaya Depok. This research is an observational analytic study with a cross sectional approach. The sampling technique used a total sampling technique which the number of samples was the same as the total population, that is 38 pairs mothers and children respondents. Data collection methods used observation sheets and questionnaires. Analysis of the data used is univariate and bivariate analysis with chi square test analysis to see the relationship between variables. The results showed that on average the mother had good knowledge (57.9%), the dominant child's dietary habit was unhealthy (60.5%), and the democratic parenting styles was the most dominant (86.8%). Then there is a significant relationship on the Dietary habit variable with p-value = 0.007 and Odds Ratio (OR) = 7.125. While the other 2 variables showed no significant relationship, that is the Mother's Knowledge variable with p-value = 0.080 and the Parenting styles variable with p-value = 0.643.
Hubungan Pengetahuan, Pola Makan dan Tingkat Stress terhadap Kejadian Gastritis pada Siswa di SMK PGRI 2 Cibinong Tahun 2022: The Relationship Between Knowledge, Eating And Stress Levels On The Incidence Of Gastritis In Students At SMK PGRI 2 Cibinong In 2022 Rika Nurul Azizah; Rahmat Supriyatna; Nur Rizky Ramadhani
Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jipki.v2i3.73

Abstract

Introduction: The incidence of gastritis is a problem experienced by someone who has been diagnosed by a doctor or someone who has taken gastritis medication. The prevalence of gastritis in Bogor Regency in 2021 will reach 238,452,952 inhabitants or 40.8%. Objectives: The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, diet and stress levels on the incidence of gastritis in students at SMK PGRI 2 Cibinong in 2022 Method: This research uses analytic research with a cross-sectional research design. The number of respondents in this study was 93 respondents. The sampling technique in this study used the Slovin formula. Data collection using a questionnaire. The statistical test used in this study is the Chi-Square Test. Result: The chi-square test results for the relationship between knowledge and the incidence of gastritis obtained a p-value = 0.905. The results of the chi-square test between diet and the incidence of gastritis obtained a p-value = 0.024. The chi-square test results between stress levels and the incidence of gastritis obtained a p-value = 0.008. Conclusion: There is no significant relationship between knowledge and the incidence of gastritis. There is a significant relationship between diet and the incidence of gastritis. There is a significant relationship between stress levels and the incidence of gastritis.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGAWASAN TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN APD PADA PEKERJA PABRIK PLASTIK, PRESSING DAN CASTING PT. WIJAYA KARYA INDUSTRI & KONSTRUKSI TAHUN 2022 Dina Ghassani; Rindu Rindu; Rahmat Supriyatna
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2023): MARET
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkm.v11i2.37926

Abstract

 Personal Protective Equipment (PPE) is the last choice of risk for the safety and health of workers from potential hazards or accidents. To improve compliance with the use of PPE the need for supervisory factors is used to control each activity to achieve the goals that have been set. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and supervision of the behavior of using PPE in production workers in 2022. This type of research is quantitative with a cross-sectional research design. The sample is 128 production workers. The instruments in this study used measurements and questionnaires regarding knowledge, attitudes, and supervision. Data analysis was performed univariate and bivariate using the chi-square test. Based on the results of the study, it is known that there is a significant relationship between knowledge and behavior in the use of PPE, the results of the chi-square test (p-value = 0.029 <0.05) with OR = 2.308, mean that workers with poor knowledge have the opportunity to behave badly towards the use of PPE. PPE compared to workers with good knowledge, Attitude (p = 0.008) Supervision (p = 0.007) it is also known that there is a significant relationship with the behavior of using PPE for workers in Plastic, Pressing and Casting Factory PT. Wijaya Karya Industri & Konstruksi.
Fasilitasi Deteksi Dini Pneumonia Pada Balita Dengan Menggunakan Media Aplikasi Sebar Pesona (Selamatkan Balita Dari Pneumonia) Di Kota Depok Sa'diyah, Halimatus; Supriyatna, Rahmat; Kasih, Bayu Aditya Trisnaning; Ananda, Dea Elsa; Kusumaningrum, Meliana; Pangestu, Riyan; Sarwendah, Sarwendah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 3 No 01 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 03 Nomer 01 Tahun 2022
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v3i01.1712

Abstract

Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada balita saat ini yang salah satunya disebabkan kurangnya pengetahuan ibu. Berdasarkan cakupan penemuan kasus pneumonia yang ditangani di Kota Depok tahun 2018 sebanyak 2.408 (24,39%). Alternatif luaran intervensi pada pelaksanaan Aplikasi ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia. Penelitian ini dibuat dengan metode observasi secara online melalui google formulir dalam jangka waktu April hingga September 2021 di wilayah Kota Depok dengan sasaran ibu yang mempunyai balita sebanyak 20 orang. Berdasarkan hasil yang di dapat dari pretest terdapat 13 orang yang masih belum mengetahui tentang penyakit pneumonia dan berdasarkan hasil post test terdapat peningkatan pengetahuan ibu terhadap penyakit Pneumonia dengan melihat nilai akurasi dari pre test dan post test. Kegiatan ini memiliki kekurangan yaitu jaringan internet yang kurang stabil. Materi aplikasi yang disampaikan mendapat respon yang cukup baik dari responden. Kesimpulan kegiatan ini adalah mengenalkan produk luaran dalam bentuk aplikasi yang berisi tentang edukasi pencegahan penyakit pneumonia pada balita. Diharapkan kepada ibu yang mempunyai balita dapat mempelajari tentang pneumonia pada balita dengan menggunakan media digital berupa aplikasi atau media pembelajaran lainnya sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia pada balita.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PENYAKIT HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS RIMBO TENGAH Supriyati , Supriyati; Supriyatna, Rahmat; Fitrie, Rahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37193

Abstract

Kesehatan adalah salah satu bentuk hak asasi yang diberikan kepada manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan agar setiap orang dapat hidup produktif. Bentuk perwujudan dari kesehatan yaitu adanya pelayanan kesehatan. Salah satu pelaksanaan indikator SPM adalah pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kebijakan standar pelayanan minimal penyakit hipertensi di wilayah kerja puskesmas Rimbo Tengah tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus (case studies) dengan pendekatan kualitatif dimana peneliti melakukan eksplorasi mendalam terhadap program, proses, aktivitas, kejadian, dari implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Penyakit Hipertensi diwilayah Kerja Puskesmas Rimbo Tengah. Lokasi penelitian ini bertempat di Puskesmas Rimbo Tengah. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder, Data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara langsung secara mendalam dengan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SPM bidang kesehatan pada penderita hipertensi. Teknik pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pencapaian SPM yang terdeteksi pada tahun 2021 sebanyak 3535 orang penderita Hipertensi yang mendapatkan Pelayanan sesuai dengan standar sebanyak 2,491. Pada tahun 2022 memiliki jumlah estimasi penderita hipertensi usia 15 tahun keatas sebanyak 3.636 orang sedangkan angka pengidap hipertensi yang sudah dapat layanan kompatibel dengan parameternya berjumlah 709. Pada tahun 2023, penderita Hipertensi diatas 15 tahun berjumlah 4.188 dan penderita hipertensi yang mendapatkan Pelayanan sesuai dengan standar berjumlah 1.500 orang. Perlu dilakukan sosialisasi mengenai aturan SPM Hipertensi untuk menjadi aturan untuk melaksanakan rencana layanan minimum Hipertensi agar dalam implementasinya semua implementor mengetahui terkait kebijakan yang berlaku.
Kesiapan Kader Posyandu dalam Edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional kepada Masyarakat Risky Kusuma Hartono; Rahmat Supriyatna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v8i04.379

Abstract

Target universal kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum terpenuhi sedangkan kader posyandu belum banyak dilibatkan untuk membantu proses edukasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan kader posyandu dalam melakukan kegiatan edukasi seputar program JKN kepada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian yaitu kader posyandu. Analisis data dilakukan dengan mengulas hasil wawancara mendalam antar informan kader posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi terkait program JKN kepada masyarakat terbatas pada obrolan, di sela-sela kegiatan posyandu, diantara rapat RT dan pemanfaatan grup telekomunikasi. Dukungan yang diberikan dari Puskesmas masih terbatas dan kurangnya pelatihan informasi seputar program JKN kepada kader Posyandu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Belum ada kegiatan terencana, formal dan rutin yang diselenggarakan oleh kader untuk melakukan edukasi program JKN kepada masyarakat. Puskesmas bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebaiknya memberikan pelatihan rutin kepada kader posyandu mengenai informasi seputar program JKN agar edukasi yang disampaikan oleh kader kepada masyarakat semakin komprehensif.