Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Political Aspects in Educational Leadership: A Case Study in ASEAN Economic Community Era Ferry Doringin; Kristianus Oktriono
Humaniora Vol. 8 No. 4 (2017): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v8i4.3725

Abstract

The objective of this research was to see the political aspects in the success of educational leader using qualitative case study method. Leaders must realize their roles as a CEO, as an academician, and as a political leader. The research problem was why did the educational leaders had difficulty to take their role as political leaders and how to inspire them doing the role? The research applied a qualitative method by using “how” and “why” questions for analysis. There were some complicated issues in educational activities that were difficult to be solved but became easier if educational leaders have skills in persuading, negotiating, and using political process. The significant of the study was to inspire the educational leaders that they did not only take their role as the CEO, or the academician, but also the role as political leaders to be more successful in leading. Vocational and Training institutions in Indonesia face some challenges to be successful in ASEAN Economic Community (AEC) era. The leaders of the institutions will be more successful if they understand the political roles, political process, and political techniques.
The 4Cs Learning Model in Teacher Professional Development Program Sunardi Sunardi; Ferry Doringin
Humaniora Vol. 11 No. 2 (2020): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v11i2.6508

Abstract

The research aimed to analyze the effectiveness of 4Cs models (communication, collaboration, critical thinking and problem-solving, as well as creativity and innovation) to improve teachers’ performance in the 21st-century era. The development of technology in the era, especially in the way of learning of students, was responded to lately by schools and teachers. Using a qualitative case study, the research analyzed the school’s professional development program using the 4Cs model. The research result shows that the model of 4Cs gives enthusiasm, and a deep impression on teachers in their classroom activities accelerates the competences of teachers in using technology. Besides, it shows the level of importance of the model: communication, then creativity, collaboration, and critical thinking. The research has limitations in assessing the performance of students who are taught by trained teachers. So, further research is proposed to analyze the performance of students regarding the 4Cs competences.
The Role of the Education Foundation for the Success of Private Schools in Jakarta Ferry Doringin
Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v13i1.7410

Abstract

The research discussed the role of education foundation in the success of Catholic schools in Jakarta. Based on the memories of the school's success and the current facts about school quality degradation as the background, the research asked about the importance of the foundation's role and its performance for school achievement. The research applied a qualitative approach and collected data using a deep interview method. Ten respondents were interviewed, including foundation (executive board), school leaders, and other education actors. The research used the respondents' answers to analyze the effectiveness of foundation management in running and leading the development of Catholic schools. The research concludes that foundation management is essential in guiding and leading schools to achieve their vision, mission, and objectives. The problem arises when the people in the foundation are chosen not because of their ability and function but because of other not significant reasons. Many education foundation personnel lack the knowledge of education principles and have no time to do their duties.
Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Aro Gapopin pada Mata Kuliah Anatomi Fisiologi Umum dengan Menggunakan Model Pembelajaran Picture and Picture Nensi Mesrani Tarigan; Ferry Doringin
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 2 (2021): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/fjik.v8i2.9859

Abstract

Dalam masa pandemi ini, upaya pendidikan tetap harus dijalankan melalui pembelajaran jarak jauh atau daring, hal ini mendorong pendidik untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik salah satunya melalui model pembelajaran picture and picture untuk meningkatkan daya serap pemahaman mahasiswa pada mata kuliah Anatomi Fisiologi Umum. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian true experiment dengan desain penelitian yang digunakan adalah control group pretest-posttest yang dilaksanakan dalam dua siklus. Kelas IA merupakan kelas eksperimen dan Kelas IB merupakan kelas kontrol. Hasil penelitian yang didapat pada siklus I menunjukkan bahwa rata-rata daya serap pemahaman mahasiswa sebesar 82,51 meningkat pada siklus II sebesar 88,2. Model pembelajaran picture and picture efektif meningkatan hasil belajar mahasiswa Aro Gapopin pada masa pembelajaran jarak jauh ini.
Hubungan Kejadian Katarak dengan Diabetes Melitus di Puskesmas Tanjung Harapan, Marga Tiga, Lampung Timur Dwi Budi Santoso; Ferry Doringin; Murni Marlina Simarmata; Karla Sasia
Jurnal Mata Optik Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between the incidence of cataracts and diabetes mellitus in patients at the Tanjung Harapan Health Center, Marga Tiga District, East Lampung Regency. The population in this study were outpatients for the period January - May 2021 using a case-control design with 38 subjects divided into 19 case groups (cataract patients) and 19 control groups (patients without cataracts). History of diabetes mellitus data seen from the patient's medical record and processed using the chi square test with a significance level of p <0.05. Analysis of hypothesis testing using SPSS version 21, the results of this study the asymp sig value of 0.020, which is <0.05, which means Ho is rejected, this proves that there is a significant relationship between the incidence of cataracts and Diabetes Mellitus. This data deserve to be tested with Chi Square because there is no Expected value less than 5
PERANCANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM SEBAGAI KATALISATOR PEMBELAJARAN BERBASIS PEDAGOGI DIGITAL UNTUK PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Agustinus Purna Irawan; Ferry Doringin; Yehezkiel Panji Pamungkas
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v10i3.21654

Abstract

Learning Management System (LMS) yang menjawab kebutuhan sekolah menjadi masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini, karena banyak sekolah mengaku sudah memiliki LMS tetapi LMS itu sulit untuk diimplementasikan, serta tidak sesuai dengan karakter siswa yang menjadi generasi kekinian. Tujuan penelitian ini terkait dengan pengumpulan data mengenai LMS apa yang dibutuhkan sekolah, upaya membuat LMS yang menjawab kebutuhan siswa, orangtua, guru, dan sekolah, serta umpan balik terhadap LMS yang sudah dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode neuroresearch yang menggabungkan model kualitatif dan kuantitatif dengan tiga tahap, yakni: eksploratori, eksplanatori, dan konfirmasi. Peneliti menggali informasi terkait model LMS yang dibutuhkan (eksploratori), membuat LMS sesuai kebutuhan (eksplanatori), dan menggali umpan balik dari pengguna (konfirmasi). Hasil penelitian ini berupa data terkait model LMS yang dibutuhkan sekolah, pembuatan LMS yang sesuai dengan model yang dibutuhkan sekolah, serta respon pengguna bahwa LMS yang mereka gunakan sudah menjawab kebutuhan, berguna dan mudah diimplementasikan, terintegrasi, dengan fitur yang cukup lengkap.
Mengevaluasi Tata Kelola Lembaga Pendidikan Menggunakan Konsep Total Quality Management Ferry Doringin; Johny Natu Prihanto; Lorentius Wahana Dika; Nensi Mesrani Tarigan
Jurnal Humanipreneur Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Humanipreneur
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.137 KB) | DOI: 10.53091/jhup.v1i1.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep Total Quality Management (TQM) bisa membantu memahami kualitas Tata Kelola sebuah Akademi Kesehatan di Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap tiga pimpinan Yayasan dan akademi (n=3) Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara dari tiga responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TQM cukup efektif meneropong kualitas Lembaga Pendidikan di bidang produk (lulusan), proses, organisasi, pemimpin, dan komitmen anggota.
KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN REFRAKSIONIS OPTISI OPTIK NAY DI SERANG BANTEN Tituk Yuana Widiyati; Ferry Doringin
Jurnal Mata Optik Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mata Optik
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine customer satisfaction with the service of Optical Refractionist at Optik Nay Serang Banten. The population in this study are consumers or customers at Optik Nay. This type of research is field research that uses facultative methods using a system of observation, interviews and documentation in the form of photos during the interview process. The sampling system used in this study is purposive, namely respondents who meet 3 criteria, namely patients or regular customers, adult age (30-50 years) and reactive respondents. The first step is to get 15 respondents and the second step is to sort out the results of the interviews, where the same opinion and response will be represented by one person and the researcher gets 6 respondents to be included in this study. Data analysis was carried out by comparing the results of interviews from 6 respondents. The results showed that the responses about RO services at Optik Nay from the six respondents were different, there were negative and positive responses.
Analisis Manajemen Sumberdaya Manusia Pendidikan Tinggi Berskala Kecil (Studi Kasus pada Sebuah Akademi Optometry di Jakarta) Karla Sasia; Ferry Doringin
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 3 (2023): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v11i3.10670

Abstract

Manajemen sumber daya manusia yang efektif sangat penting untuk setiap organisasi, dan ini sangat penting dalam pendidikan tinggi. Hal ini karena manajemen sumber daya manusia tidak hanya menunjukkan kualitas dan prestasi lembaga, tetapi juga memainkan peran yang menentukan dalam menghasilkan lulusan yang berilmu dan berketerampilan tinggi. Namun, institusi pendidikan skala kecil seringkali mengabaikan aspek ini. Untuk mengatasi masalah ini, studi kasus kualitatif dilakukan di Akademi Optometri skala kecil. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kecukupan dan tingkat kompetensi sumber daya manusia utama akademi (yaitu dosen), mengidentifikasi proses pengembangan sumber daya manusia yang ada, dan menganalisis kendala yang dihadapi lembaga. Kajian menemukan bahwa Akademi A cukup memperhatikan bidang SDM, memiliki dosen yang berkompeten (meski dalam jumlah terbatas), melakukan proses pengembangan kompetensi dosen (termasuk memberikan studi lanjutan), dan mampu menganalisis kendala pengembangan. Studi kasus ini memberikan wawasan berharga bagi institusi, peneliti, dan dosen tentang kebutuhan mendesak untuk mengembangkan sumber daya manusia pendidikan tinggi, terlepas dari ukuran institusi.
PENGARUH PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KEMAJUAN OPTIK Wahyu Pramono Hadi; Nataputtaka Vijjadhara Acinnadhamma; Nisa Zakiati Umami; Ferry Doringin
Jurnal Mata Optik Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v4i2.142

Abstract

Optik sebagai penyelenggara jasa pelayanan kesehatan harus memenuhi standar kompetensinya. Kinerja pegawai yang rendah akan berdampak pada kemajuan usaha optik. Untuk itu diperlukan pelatihan sebagai salah satu cara pengembangan sumber daya manusia. Untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai optik Metode yang digunakan adalah medtode kualitatif dan study literatur yang diambil dari beberapa jurnal nasional, e-book, dan artikel ahli yang diakses online. Studi literatur ini menyajikan materi yang telah diterbitkan sebelumnya dan menganalisis suatu fakta baru. Sumber pustaka yang digunakan dalam penyusunan melibatkan 10 pustaka. Pemilihan artikel sumber pustaka dilakukan dengan melakukan peninjauan pada judul, abstrak, dan hasil yang membahas Pengelolaah Sumber Daya Manusia yang Baik Terhadap Kemajuan Optik Dalam kaitannya dengan spesifikasi atau kriteria RO atau Optometris yang mampu melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pelayanan di Optik maka kita perlu memahami lebih jauh tentang kompetensi yang harus dimiliki seorang RO atau Optometris meliputi kompetensi akdemik, ketepatan, mahir dalam menggunakan alat, dan attitude pegawai. Dari hasil penelitian dari beberapa study literatur yang telah dibaca menunjukan adanya hubungan pengaruh yang signifikan antara pengelolaan sumber daya manusia yang baik terhadap kemajuan optik.