Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Rasio Antara Kekuatan dan Berat untuk Beberapa Jenis Konfigurasi Jembatan Rangka Kayu Handika Setya Wijaya
Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2017): JURNAL REKAYASA TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/rjrs.v2i1.189

Abstract

  Jembatan merupakan infrastruktur vital di Indonesia. Salah satu jenis jembatan adalah jembatan kayu. Jembatan kayu adalah jembatan dengan material yang dapat diperbaharui yaitu kayu. Tujuan penulisan artikel adalah memberikan informasi mengenai perhitungan rasio antara kekuatan dan berat jembatan dari beberapa jenis rangka pada jembatan kayu. Dengan adanya perhitungan rasio ini akan didapat struktur jembatan rangka kayu yang kuat dan ekonomis. Dimensi keseluruhan batang dari beberapa jenis rangka sama yaitu berdimensi 40 x 40 mm. Analisis struktur jembatan menggunakan software Staad Pro 2004 untuk memperoleh gaya-gaya dalam pada struktur jembatan. Beban maksimal yang dikenakan adalah 250 kg. Dalam penelitian ini, rangka yang akan dibandingkan adalah rangka Baltimore, Howe, Pratt, Warren, dan K-Truss. Dari segi kekuatan yang diwakili oleh lendutan, dapat dilihat bahwa lendutan terbesar adalah pada tipe rangka Howe dengan 1.294 mm, sedangkan lendutan terkecil pada rangka K-Truss dengan 0.925 mm. Dari segi berat jembatan, dapat dilihat bahwa berat terbesar terdapat pada tipe rangka Baltimore dengan 60.92 kg, sedangkan berat terkecil terdapat pada tipe rangka Howe, Partt dan Warren dengan 50.64kg. selanjutnya didapatkan rasio antara kekuatan dan berat jembatan yang hasilnya menunjukkan menunjukkan bahwa K-Truss mempunyai rasio kekuatan dan berat jembatan yang paling kecil jika dibandingan rangka lain dengan rasio 52.7. 
Pengaruh Penambahan Fly Ash pada Sifat Mekanik Beton Daur Ulang dengan Mutu Beton fc’ = 19.3 MPa Diana Ningrum; Handika Setya Wijaya; Virginia Soares
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 4 (2021): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of development in Indonesia is increasing along with population growth, as a result of the increasing development, environmental aspects need to be considered, because the use of cement, sand and coral (gravel) which is taken from nature must be limited in its taking or use. So the researchers used recycled coarse aggregates (RCA), from the remaining test objects of the Tribhuwana Tunggadewi University Laboratory malang as a substitute for the use of part of the coarse aggregate with a variation of 0%, 75% and fly ash waste as a partial substitution of cement use, this fly ash functioned as a filter to fill the cavities in the RCA. The methods used are experimental methods and the tests carried out are compressive strength testing and bending strength testing with a treatment / curing period of 7 days. The results of the study were carried out with the addition of fly ash to RCA in terms of the results of compressive strength testing showing that the maximum compressive strength of concrete is in the variation of fly ash 20% against RCA 0% with an increase in compressive strength of 21,535 MPa while the minimum compressive strength is at a variation of fly ash 30% against RCA 75% of 13,501 MPa, the compressive strength of concrete experiences a significant decrease in compressive strength often the addition of fly ash variations due to the wear value of RCA which is quite high. When compared, the test results of bending strength, which was reviewed from the load-deflection relationship of fly ash variations of 0% and 20% against RCA 75% had a maximum P load of 2600 kg, with small deflection. Therefore, fly ash and RCA can be used as materials in concrete mixtures with certain variations.
KAJIAN PERUBAHAN TINGKAT KEKUMUHAN KAMPUNG TUMENGGUNGAN LEDOK SEBELUM dan SESUDAH BERUBAH MENJADI KAMPUNG WISATA TRIDI Fifi Damayanti; Handika Setya Wijaya
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.127 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i02.880

Abstract

Salah satu permukiman kumuh yang ada di kota Malang adalah kampung Tumenggungan Ledok, di RW 12, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing. Kampung ini telah menjadi sebuah kampung wisata sejak tahun 2016 dengan nama Kampung 3D (Kampung Tridi). Dengan adanya kampung wisata tersebut, masyarakat telah berupaya untuk meningkatkan kualitas kampung dengan cara melakukan perbaikan drainase, jalan kampung serta melakukan pengolahan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan kampung Tumenggungan Ledok menjadi kampung wisata 3D terhadap tingkat kekumuhan kampung tersebut. Penelitian mengenai slum area ini menggunakan metode kuantitatif dengan membandingkan tingkat kekumuhan kampung sebelum dan sesudah adanya Kampung Tridi. Berdasarkan hasil observasi dan analisis menunjukkan bahwa meski terjadi penurunan nilai kekumuhan kampung dari 580 menjadi 510, tapi tidak terjadi perubahan tingkat kekumuhan kampung. Tingkat kekumuhan kampung Tumenggungan Ledok tetap berada di tingkat kawasan kumuh sedang. Sehingga dapat diartikan bahwa adanya perubahan kampung menjadi kampung wisata tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kekumuhan kampung tersebut. Oleh sebab itu perlu adanya pembenahan di Kampung 3D dengan melihat faktor-faktor penyebab kekumuhan kampung. Selain itu penilaian tingkat kekumuhan perlu dilakukan secara berkala sebagai evaluasi dari setiap solusi yang dilakukan.
Penambahan Limbah Cacahan Tempurung Kelapa terhadap Uji Kuat Tekan dan Lentur Beton pada Mutu Beton (Fc’19,3 Mpa) Handika Setya Wijaya; Blima Oktaviastuti; Andy Kristafi A; Yosef Emanuel Gusi
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 1 No. 3 (2022): August 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v1i3.1076

Abstract

Tempurung kelapa merupakan limbah (sisa pengelolahan) dari rumah tangga atau industri yang meggunakan kelapa sebagai bahan utama untuk itu dilakukanlah inovasi-inovasi bahan pencampuran beton untuk di uji coba agar bahan penyusunannya menjadi lebih ekonomis sehingga dapat memberikan alternatif untuk pemanfaatan limbah-limbah yang belum termanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui penambahan limbah cacahan tempurung kelapa dalam campuran beton dapat meningkatkan uji kuat tekan dan lentur beton; 2) mengetahui kuat lentur beton fc’ = 19,3 MPa dengan variasi tempurung kelapa 0%, 5%, 7,5% dan 10%. Pada penelitian ini, jika dilihat dari kuat tekan dan lentur plat tempurung kelapa dimanfaatkan untuk proporsi campuran. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimential dengan merancang komposisi campuran beton untuk masing-masing variasi penambahan limbah cacahan tempurung kelapa. Sampel beton dibuat sebanyak 24 buah dimana masing-masing campuran dibuat 3 sampel uji kuat tekan dan uji kuat lentur beton. Dari hasil penelitian, nilai kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari tanpa penambahan limbah tempurung kelapa dengan nilai rata-rata dari 0% (beton normal) sebesar 24,78 MPa. Sedangkan kuat tekan rata-rata dengan penambahan limbah tempurung kelapa dengan variasi penambahan 5%, 7,5% dan 10% adalah sebagai berikut. Pada penambahan limbah tempurung kelapa 5% menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata 21,65 MPa, pada penambahan limbah tempurung kelapa 7,5%  memperoleh nilai kuat tekan rata-rata 16,17 MPa, pada penambahan limbah tempurung kelapa 10% memperoleh nilai kuat tekan rata 10,86 MPa. Untuk nilai  kuat  lentur rata-rata pada variasi 0% dengan nilai momen maksimum  sebesar 102,39 kN.m, variasi 5% dengan nilai momen maksimum  sebesar 106,84 kN.m, variasi 7,5% dengan nilai momen maksimum  sebesar 97,74 kN.m dan variasi 10% dengan nilai momen maksimum sebesar 89,03 kN.m. Jadi benda uji yang menahan beban terbesar pada pengujian kuat lentur adalah persentase 5% mengalami peningkatan dengan nilai momen maksimum 106.84 kN.m.
Effect of Treatment Age on Mechanical Properties of Geopolymer Concrete Diana Ningrum; Handika Setya Wijaya; Elisabeth Van
Asian Journal Science and Engineering Vol 1 No 2 (2022): Asian Journal Science and Engineering
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.811 KB) | DOI: 10.51278/ajse.v1i2.544

Abstract

There are the same compound content, fly ash does not have the ability to bind, so it requires an alkaline activator for the polymerization reaction or binding reaction to occur. The alkali activators commonly used are sodium hydroxide and sodium silicate. The use of these materials makes concrete with fly ash known as geopolymer concrete. Geopolymer concrete is an alternative to conventional concrete, so it must have optimal strength like conventional concrete, therefore researchers are interested in testing the value of compressive strength, split tensile strength and mode of elasticity of geopolymer concrete using 10 molar alkali activator with a ratio of 3:2. for variations in the age of concrete 7, 14, 21, and 28 days; and the conversion value of geopolymer concrete using 10 molar alkali activator with a ratio of 3:2 for variations in the age of concrete 7, 14, 21, and 28 days. This research is an experimental study using variations in the age of concrete 7, 14, 21, and 28 days for geopolymer concrete using 10 molar alkali activator with a ratio of 3:2. The results of this study indicate that there is an effect of variations in the age of concrete on the value of compressive strength, split tensile strength, and modulus of elasticity of geopolymer concrete. Where the compressive strength, split tensile strength, and modulus of elasticity of geopolymer concrete at the age of 7 days are 31.40%; 35.44%; and 23.32% which at the age variation of 28 days increased by 100%. In addition, in this study, it is known that the conversion value at the age of 28 days for variations in the age of 7 days, 14 days, 21 days, and 28 days, respectively, is 0.31; 0.73; 0.97; 1.00 Keywords: Geopolymer Concrete, Compressive Strength, Modulus of Elasticity
Pembuatan Video Tutorial Pengolahan Gula Aren Tradisional di Kabupaten Manggarai Barat, NTT sebagai Sarana Pemberdayaan Masyarakat di Era Pandemi COVID-19 Luthfi Indana; Madre Volenta Adil; Handika Setya Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 2 (2022): Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Ma Chung 2022: Mengevaluasi Dampak Program Mas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.436 KB)

Abstract

Pandemi COVID-19 yang masuk ke Indonesia mulai Maret 2020 menyebabkan lumpuhnya berbagai aktifitas sosial yang dilakukan di luar rumah. Berbagai kegiatan ekonomi mengalami penurunan namun berbeda halnya dengan permintaan gula aren sebagai bahan untuk pembuatan minuman herbal untuk penambah stamina pencegah virus COVID-19. Permintaan yang tetap banyak inilah yang menyebabkan tim pengabdi untuk membuat video tutorial pembuatan gula aren secara tradisional. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membuat produk digital sebagai sarana edukasi untuk masyarakat. Bahan yang melimpah di alam menjadi salah satu keunggulan juga dari tutorial pembuatan gula aren ini. Hasil dari pengabdian ini adalah video tutorial pembuatan gula aren secara tradisional. Video ini diupload di youtube sehingga bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas. Dampak bagi masyarakat adalah adanya video tutorial ini memberikan edukasi kepada mereka bagaimana membuat gula aren secara tradisional. Berdasarkan wawancara, video edukasi pembuatan gula aren tradisional ini hanya berpengaruh 5 – 10% pada kegiatan masyarakat.
Experimental Study of Glued Laminated Timber (Glulam) from Jackfruit Wood and Coconut Wood for Timber Beams of Level Houses in East Nusa Tenggara Handika Setya Wijaya; Yurnalisdel; Diana Ningrum; Galih Damar Pandulu; Yerian Hamba Banju
Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology Vol. 1 No. 6 (2023): July 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/marcopolo.v1i6.5228

Abstract

Wood is a construction material that is familiar to the wider community. Wood can be used in construction. The purpose of this study was to determine the specifications of the physical properties, mechanical properties, tensile strength and flexural strength of laminated wood (glulam), in jackfruit and coconut wood beams originating from the East Nusa Tenggara region in multi-storey house buildings. The tests carried out included testing the water content, testing the tensile strength and bending strength, testing the tensile strength and bending strength on glulam beams using epoxy glue adhesives. The results of this study showed that jackfruit wood and coconut wood aged 15 years and 20 years had an average moisture content of 15 years, namely 15% and 26%, the average specific gravity was 0.54 (tons/m3) and 0.46 (tons/m3). Meanwhile, the average water content for 20 years is 15% and 32%, the average specific gravity is 0.58 (Ton/m3) and 0.45 (Ton/m3). The tensile strength of intact and glulam wood of jackfruit and coconut wood was obtained from laboratory results on SNI 7973-2013 calculations, the average tensile strength of intact jackfruit and coconut wood was 84.40 MPa and 80.73 MPa. The flexural strength of intact beams and glulam of jackfruit and coconut wood aged 15 years was obtained from laboratory results on SNI 7973-2013 calculations of the flexural strength of intact beams for 15 years, the average being 71.81 MPa and 26.07 MPa. At 15 years of age, the flexural strength of glulam beams was the highest variation 1 and variation 2 (Jackfruit, Coconut, Jackfruit) mean 76.00 MPa and 41.85 MPa. The flexural strength of intact beams and gulam of jackfruit and coconut wood aged 20 years was obtained by laboratory results on SNI 7973-2013 calculations of flexural strength of intact beams, which were 80.27 MPa and 29.73 MPa respectively. At the age of 20 years, the highest flexural strength of glulam beams were variations 1 and 2 (Coconut, Jackfruit, Coconut) with an average of 80.40 MPa and 48.76 Mpa.
EFEKTIVITAS DETACHED BREAKWATER DAN GROIN TERHADAP PERUBAHAN MORFOLOGI PANTAI PASIR PANJANG SINGKAWANG Nikodemus Nikodemus; Khusnul Setia Wardani; Handika Setya Wijaya; Dian Noorvy Khaerudin
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2023.v22i1.7926

Abstract

Pantai Pasir Panjang merupakan destinasi wisata di Provinsi Kalimantan Barat yang sedang berkembang dicirikan oleh proses erosi dan sedimentasi pantai. Untuk melindungi pantai dari permasalahan tersebut telah dibangun struktur pelindung pantai. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendapatkan karakteristik gelombang signifikan, pasang surut, dan arus; mendapatkan laju erosi dan sedimentasi; dan mengetahui efektivitas bangunan pantai eksisting terhadap erosi dan sedimentasi. Penelitian ini diawali dengan survei identifikasi kondisi bangunan pantai selanjutnya dilakukan model numerik Delft3D dengan coupling modul flow-morphology dan wave dengan mempertimbangkan dua musim, yaitu muson barat dan muson timur; kondisi tidak ada struktur dan adanya struktur; dan waktu simulasi dari tanggal 17 September hingga 1 Oktober 2022. Berdasarkan hasil simulasi numerik dalam waktu yang relatif singkat, perbedaan perubahan topografi setelah mengerahkan gelombang muson barat deposisi sedimen terjadi di belakang detached breakwater karena transpor sedimen menuju laut terhambat oleh bangunan detached breakwater, sementara itu penumpukan sedimen di sekitaran Groin tidak terlalu signifikan. Sedimen bergerak sepanjang pantai ke arah Barat Daya pada masing-masing struktur tergantung pada perubahan musim arah gelombang lepas pantai. Struktur detached breakwater dan groin terlihat efektif pada saat mengerahkan gelombang muson timur dengan cenderung terjadi keseimbangan pada pantai. Sedangkan setelah mengerahkan gelombang muson barat struktur groin terlihat kurang efektif cenderung terjadi erosi pada pantai dan sedimentasi terjadi di belakang struktur detached breakwater.
REVIEW DESAIN GEDUNG PELAYANAN TERPADU UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG DENGAN KONSTRUKSI BAJA ningrum, Diana; Setya Wijaya, Handika; Umbu Lele, Ardinand Antonius
Jurnal Qua Teknika Vol 13 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/quateknika.v13i1.2700

Abstract

The application of engineering in the field of civil engineering is growing rapidly, requiring more productivity, creativity, and innovation from structural engineers, especially in the field of structural engineering. To get the optimal cross-sectional dimensions, the magnitude of the forces or loads acting on the structure needs to be analyzed for beams and columns. Under the influence of the working load, the moment bearing capacity will deform evenly throughout the elements. In a flexible structure, the load acting on each structural element needs to be taken into account the moment of deformation. As a design review material, the Tribhuwana Tunggadewi University Integrated Service Building is an integrated service building consisting of 5 floors, which in its main structure uses steel construction, a design review will be conducted, which aims to determine the strength and reliability of the construction. The results of the Review on the Design of the Integrated Service Building, Tribhuwana Tunggadewi University, Malang, are Column(1) steel using the WF profile. 350 . 175 . 7. 11, safe against moments, shear forces, axial forces and buckling or buckling. Column (2) concrete 30 cm x 60 cm is safe against tensile forces, shear forces and axial forces. Block (1) uses WF. 350 .175 . 7. 11, beam (2) uses WF 200 . 100 .5.5 .8 , block (3) uses WF.400.2000.8.13, block (4) uses WF 250 . 125 . 6.9, to the required cross-sectional height and secondary flexural stresses. The floor slab uses 0.75 mm bond with 10 cm concrete and 10 - 200 cm diameter reinforcement (f) which is safe against moments, shear forces and deflections. Connections using Type A-325 bolts with a diameter of 19, safe against tensile forces, shear forces, and bearing forces. Supports using base plates and anchors are safe against tensile forces, shear forces and axial forces.
APLIKASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) MENGGUNAKAN SOFTWARE TEKLA STRUCTURES 2022 PADA KONSTRUKSI GEDUNG KLINIK MULTAZAM, PASURUAN Wijaya, Handika Setya; Supriyanti, Dipa; Dea, Johanes Claudio Vandem
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2024):
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v12i2.48184

Abstract

Building Information Modeling (BIM) memiliki prinsip dasar dapat memodelkan struktur bangunan secara 3D sampai 7D. Tekla Structures adalah salah satu perangkat lunak yang diklasifikasikan kedalam BIM. Tujuan penelitian ini untuk memodelkan struktur bangunan pada Gedung Klinik Multazam, Pasuruan secara 3D, 4D dan 5D menggunakan software Tekla Structures 2022. Hasil yang didapatkan yaitu dapat memodelkan ukuran, detail tulangan dan jumlah Sengkang pada pondasi, sloof, kolom, balok serta pelat lantai secara 3D. Desain struktur 3D pada bangunan ini, menggunakan pondasi yang berdimensi (2x2) m dengan ketebalan 0,6 m pada pile cap serta terdapat 6 tiang pancang berdiameter 30 cm dan kedalaman tiang 6m. Untuk Sloof menggunakan dimensi (30x60) cm dengan tulangan 12D20 dan sengkang Ø10-100. Kolom berdimensi (60x60) cm, tulangan 14D20 dan sengkang Ø10-100. Balok terdiri dari balok B1 dan B2 berdimensi (30x60) cm dan (20x30) cm, tulangan tumpuan lapangan atas dan bawah 9D20+6D20 dan 6D16+3D16 serta sengkang Ø10-100 dan Ø8-60. Pelat lantai dengan tulangan D10-200 dan tebal 12 cm. Secara 4D (Penjadwalan Proyek) dengan memanfaatkan menu task manager didesain pekerjaan dimulai pada tanggal 09-02-2024 dan selesai pada tanggal 19-07-2021. Secara 5D (Perhitungan RAB) memanfaatkan menu inquire object dan excel diperoleh dana RAB untuk struktur Klinik Multazam sebesar Rp. 2.262.300.000,00.