Dina Raidanti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Jakarta, Indonesia.

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ekstrak Daun Sirih untuk Keputihan pada Wanita Usia Subur di SMA Negeri 1 Wanayasa Purwakarta Yulianti, Lia; Rahayu, Sri; Wahidin, Wahidin; Raidanti, Dina
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2022): JIK-Oktober Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i2.584

Abstract

Keputihan merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada wanita. Penyebab keputihan adalah masalah kebersihan pada area organ intim seperti kurang bersih pada saat membersihkan organ intim setelah buang air kecil dan buang air besar. Daun sirih mengandung minyak atsiri, chavikol yang menyebabkan daun sirih memiliki bau yang khas dan memilik khasiat untuk membunuh bakteri yang merupakan tanaman obat tradisional yang telah diketahui efektif dalam mengobati berbagai jenis penyakit secara tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ekstra daun sirih hijau untuk keputihan pada wanita usia subur di SMA Negeri 1 Wanayasa Purwakarta.  penelitian ini adalah rancangan Pra Eksperimen (Pre-Experiment Design) dengan menggunakan desain penelitian Case Control, jumlah sampel yang di ambil yaitu sebanyak 30 orang responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata keputihan yang dialami sebelum diberikan perlakuan adalah 60.00. Setelah dilakukan perlakuan meminum daun sirih dua kali sehari selama jangka waktu seminggu rata-rata keputihan yang dialami adalah 86.7. p-value 0,041. Kesimpulan penelitian ini yaitu  ada efek meminum air rebusan daun sirih terhadap keputihan pada siswi SMA 1Wanayasa Purwakarta. Dapat disarankan kepada wanita usia subur perlu memanfaatkan ekstra daun siri untuk mengurangi masalah keputihan salah satu caranya dengan meminum air rebusan daun sirih.
Pengaruh Pemberian Minuman Kunyit Asam terhadap Perubahan Skala Nyeri pada Siswi Kelas XII SMK Kesehatan Fahd Islamic School dengan Disminore Primer Tahun 2023 Dina Raidanti; Rina Wijayanti; Koswina Pinka; Ardelia Pratiwi; Wahidin Wahidin
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i2.5483

Abstract

Puberty in adolescents is marked by menstruation every month which lasts 5 to 7 days. Menstruation is a natural and natural event, although in reality many of them experience dysmenorrhoea problems ranging from mild to severe because each woman has a different level of pain. Psychologically, dysmenorrhoea will greatly interfere with physical activity even until adolescents do not enter during learning. Dysmenorhoe is a painful period with no cause of symptoms and is not associated with a gynecological disorder. Women with primary dysmenorrhea have higher levels of prostaglandins compared to women without dysmenorrhea. There are 10 students at SMK Kesehatan Fahd Islamic School, 7 of them have dysminorhea and until now the factors causing dysmenorrhea are unknown. In this PKM activity, health counseling is carried out as an effort to increase knowledge and behavior in overcoming pain during menstruation, namely by herbal methods. Turmeric which is processed as a drink is one of the efforts for teenagers to reduce pain during menstruation or known as dysminorea. The delivery media used are leaflets, power points, and videos. An evaluation will be carried out by providing a pre-test before the provision of counseling materials and post-tests after the provision of counseling materials. The results of the study showed that, in the measurement of the pre-pain scale, the results were obtained that the average pain was 1.75 with a median value of 2.00 with the most pain scale of 3 with the lowest pain of 0 and the highest 3. In the measurement of the post pain scale, the average result of after pain was 3.75 with a median value of 4.00 with the most pain scale of 4 with the lowest pain of 1 and the highest 5. The conclusion of the statistical test was that there was an effect of giving sour turmeric drink in the control group on changes in pain scale in female students with primary dysminore.
Pelatihan dan Simulasi Siaga Bencana Banjir dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Kesehatan Wijayanti, Rina; Raidanti, Dina; Lestari, Septia Dwi; Wahidin, Wahidin
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i2.726

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Kesehatan Letris Indonesia 2 merupakan sekolah yang berada di wilayah rawan banjir saat terjadi peningkatan curah hujan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa belum pernah memperoleh pelatihan kesiapsiagaan bencana, belum memahami prosedur evakuasi yang tepat, serta belum memiliki pengalaman praktik dalam menghadapi kondisi darurat banjir. Selain itu, sekolah juga belum memiliki standar operasional prosedur evakuasi banjir yang teruji melalui simulasi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi edukatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa melalui pelatihan siaga bencana dan simulasi evakuasi banjir di lingkungan sekolah. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, penyampaian materi, workshop keterampilan, simulasi evakuasi, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah kegiatan. Peserta kegiatan adalah siswa sekolah menengah kejuruan bidang kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah pelatihan, sebanyak 77% siswa berada pada kategori pengetahuan baik. Penilaian keterampilan praktik saat simulasi juga menunjukkan bahwa 66% siswa mampu melakukan prosedur evakuasi secara mandiri, 28% mampu dengan bimbingan, dan 6% belum mampu. Temuan ini mengindikasikan adanya peningkatan kesiapsiagaan siswa baik pada aspek pengetahuan maupun keterampilan. Pelatihan dan simulasi siaga bencana banjir terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih tangguh dan responsif terhadap potensi bencana banjir.
COMPARATIVE ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF RELAXATION TECHNIQUES AND PHYSICAL EXERCISE ON CONTROLLED BLOOD PRESSURE: A META-ANALYSIS ‎, Wahidin; Raidanti, Dina; Jayanti, Christin; Syaefudin, Didin; Wijayanti, Rina
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN) Vol 9, No 1 (2026): Journal Educational of Nursing (JEN)
Publisher : STIKes RSPAD RSPAD Gatot Soebroto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37430/jen.v9i1.350

Abstract

Background: Hypertension is a major global public health problem, with prevalence increasing, particularly among adults and older adults. Non-pharmacological interventions such as relaxation techniques and physical exercise are widely recommended for blood pressure control. However, evidence directly comparing the relative effectiveness of these two approaches remains limited and inconsistent. Objective: This study aimed to compare the efficacy of relaxation techniques and physical exercise in reducing blood pressure using a meta-analytic approach. Methods: This meta-analysis was conducted in accordance with PRISMA 2020 guidelines. Randomized controlled trials and quasi-experimental studies evaluating relaxation techniques or physical exercise interventions on blood pressure outcomes were included. Statistical analyses were performed using a random-effects model with standardized mean difference (SMD) as the effect size metric. Heterogeneity and subgroup analyses by age group and intervention type were conducted. Results: A total of 33 studies were included in the analysis. Overall, non-pharmacological interventions significantly reduced blood pressure (SMD = −0.744; p < 0.001). Subgroup analysis showed that relaxation techniques produced a greater reduction in blood pressure (SMD = −0.954) than physical exercise (SMD = −0.570). The largest effect size was observed among older adults (SMD = −1.075). Substantial heterogeneity was identified across studies (I² = 74.1%). Conclusion: Both relaxation techniques and physical exercise are effective non-pharmacological interventions for reducing blood pressure, with relaxation techniques demonstrating greater and more consistent effects, particularly among older adults. These findings provide robust comparative evidence to support evidence-based hypertension management strategies.