Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MENUMBUHKAN KONSEP CERDAS FINANSIAL DALAM PEMBERIAN UANG JAJAN DAN PEMBIASAAN MENABUNG Rochmah, Siti Noor; Jumiatin, Dedah
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p26-32.2045

Abstract

Penulisan makalah dengan metode literatur ini adalah untuk memberikan pemahaman bahwa konsepsi cerdas finansial dapat ditumbuhkan sedini mungkin. Kecerdasan finansial merupakan kecerdasan yang dapat dibentuk, ditumbuhkan dan dikembangkan sejak kanak-kanak yaitu masa usia dini. Berbagai kegiatan sehari-hari, dapat dikonsepsikan sebagai bagian dari proses ini. Sebagai contoh adalah dalam proses pemberian uang jajan dan proses pembiasaan menabung. Dua hal tersebut merupakan hal yang biasa dilakukan oleh sebagian besar orang tua terhadap anaknya. Kedua hal tersebut merupakan kebiasaan yang jika dilakukan dengan benar dapat menumbuhkan kecerdasan finansial bagi anak. Tulisan ini dipaparkan dengan menggunakan metode studi literatur. Paparan akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan kecerdasan finansial dan bagaimana menumbuhkan kecerdasan finansial dalam proses pemberian uang jajan dan pembiasaan menabung. Konsep pemberian uang jajan dan pembiasaan menabung berkaitan dengan penumbuhan konsep budgeting, penentuan skala prioritas, problem solving, pengambilan keputusan serta pengendalian diri. Semua kemampuan tersebut diuji ketika seorang anak memiliki otoritas untuk menentukan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan uang yang diberikan oleh orang tua.Kata kunci: kecerdasan finasial, pemberian uang jajan, menabung
NATIVE SPEAKER: MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM MEMPERKENALKAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK USIA DINI Jumiatin, Dedah; Lestari, Ririn Hunafa
Tunas Siliwangi Vol 7 No 1 (2021): VoL 7 NO 1, APRIL 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v7i1p%p.2142

Abstract

Penguasaan bahasa Inggris merupakan kemampuan yang perludimiliki oleh generasi muda di era modern untuk memperolehinfomasi dari berbagai negara. Bahasa Inggris dapatdiperkenalkan kepada anak sejak dini di Taman Kanak-kanakmelalui media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang saat ini sedang berkembang. Berdasarkan hasil temuan tersebut penelitian ini dilakukandengan metode penelitian studi kasus di salah satu Taman Kanak-kanak di Kota Cimahi. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi pembelajaran bahasa Inggris untuk anakusia dini dan wawancara terhadap guru dan pendiri sekolah. Setelah diperoleh, data dianalisis dengan menggunakan analisistematik sesuai dengan pertanyaan penelitian. Dari hasilpenelitian diperoleh bahwa media pembelajaran berbasis TIK dapat membantu guru sebagai alata peraga dalammemperkenalkan bahasa Inggris dari native speaker sesuaidengan kompetensi pedagogi dan profesional guru dalammemanfaat TIK dalam proses pembelajaran. Maka dari itu dapatdisimpulkan bahwa bahasa Inggris yang dijelaskan oleh native speaker dapat diperkenalkan melalui media pembelajaranberbasis TIK.
Pengembangan Media Pembelajaran Dadu Abjad Flanel untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Ammukarromah, Eulis Lulu; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyak anak usia dini yang kesulitan untuk berbicara secara fasih sehingga ada kata-kata yang tidak dapat dimengerti oleh pendidiknya. Diantaranya, kurangnya stimulus yang diberikan oleh orang tua maupun guru disekolah dalam meningkatkan kemampuan berbicaranya. Beberapa faktor yang melatar belakangi kurangnya keterampilan dan kemampuan berbicara pada anak antara lain, yakni strategi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran masih cenderung monoton atau teacher center, kurangnya media pembelajaran dan pembelajaran masih terpaku kepada Lembar Kerja Anak (LKA). Dengan demikian, peneliti berusaha untuk membuat sebuah media pembelajaran yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun, yaitu “Dadu Abjad Flanel”. Tujuan penelitian yang dilakukan di TK Miftahul Jannah ini, untuk mengetahui keefektifitan media pembelajaran dadu abjad flanel dalam peningkatan kemampuan berbicara. Adapun dalam penelitian ini menggunkan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menciptakan suatu produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut, dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket, observasi dan wawancara, dengan analisis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu rancangan produk yang dikembangkan peneliti mendapatkan kategori sangat layak, guru dan anak menunjukkan respon baik dan antusias, serta keterampilan berbicara anak menjadi meningkat. There are still many early childhood children who have difficulty speaking fluently so there are words that cannot be understood by their educators. Among them, is the lack of stimulus given by parents or teachers at school in strengthening their speaking skills. Some factors that underlie the lack of skills and abilities to speak in children include, namely, the strategies used by teachers in learning still tend to be monotonous or teacher-centered, the lack of learning media, and learning is still focused on Children's Worksheets (LKA). Thus, researchers try to create a learning medium that can be used to improve the speaking skills of children aged 5-6 years, namely "Flannel Alphabet Dice." The purpose of the research conducted at Miftahul Jannah Kindergarten is to determine the effectiveness of flannel alphabet dice learning media in improving speaking skills. This study uses the research and development method (research and development), namely a research method used to create a particular product and test the effectiveness of the product, with research subjects aged 5-6 years. Data collection techniques in this study were questionnaires, observations, and interviews, with quantitative and qualitative research analysis. The results of this study are that the product design developed by the researcher was categorized as very feasible, teachers and children showed good and enthusiastic responses, and children's speaking skills improved.
Strategi Guru PAUD dalam Meningkatkan Seni Tari pada Anak Usia Dini melalui Video Pembelajaran Rosidah, Eulis; Zahro, Ifat Fatimah; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.26459

Abstract

This research was motivated by the lack of interest among some students in dance at PAUD Istiqomah. Therefore, this study aims to implement dance activities that are easy and engaging for children to support their physical motor development. Various aspects can be developed through dancing, including physical motor skills, cognitive abilities, and affective domains, all of which are interconnected. Therefore, dance can serve as a medium for teaching various life values. One solution for teachers facing challenges in the field is to teach dance movements to children using instructional video media. This study aims to identify teacher strategies to enhance young children's dance skills through the use of instructional videos. The subjects of this research were Group B children aged 5–6 years and homeroom teachers at PAUD Istiqomah Bandung. Data were collected through observation, interviews, and documentation. This study employed a qualitative descriptive approach. The results of the study show an improvement in children's dance skills through teacher strategies implemented using video-based learning media. The development of children's dance abilities was watched to improve based on field observations.
Meningkatkan Kecerdasan Moral Agama Anak Usia Dini melalui Kisah Nabi Halimatussya’diah, Nurhabibah; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masih banyak anak yang berperilaku buruk, belum dapat membedakan mana yang baik dan buruk sehingga kurangnya sopan santun terhadap orang lain. Begitu juga di RA As-Sa’aadah seperti berkata kasar, tidak menghargai teman, maka peneliti memilih kisah nabi yang memiliki pesan moral serta menarik untuk diterapkan pada pembelajaran untuk mencapai tujuan meningkatkan moral agama anak, adapaun  tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan moral agama anak kelompok B di RA As-Sa’aadah melalui kisah nabi menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan desain Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah anak kelompok B RA As-Sa’aadah. Data di kumpukan melalui observasi, kemudian di kaji untuk data deskriptif kuantitatif dalam bentuk rumus persentase. Hasil peneltian menunjukan  bahwa adanya peningkatkan kecerdasan agama dan moral anak, dimana sebelum tindakan (pra siklus) yakni 41% dengan kriteria mulai berkembang, meningkat pada siklus I menjadi 56,52% dengan kriteria berkembang sesuai harapan, dan meningkat kembali pada siklus II sebesar 73,66% dengan kriteria berkembang sesuai harapan mendekati kriteria berkembang sangat baik. Maka dapat disimpukan bahwa melalui kisah nabi dapat meningkatkan kecerdasan moral agama kelompok B di RA As-Sa’aadah.   Many children continue to face difficulties in distinguishing between appropriate and inappropriate behavior, often resulting in a lack of manners toward others. A similar condition was observed at RA As-Sa’aadah, where some children spoke rudely and showed limited respect for their peers. To address this issue, Prophet stories containing moral values were used as engaging learning media to foster children’s religious and moral intelligence. This study aimed to improve the moral intelligence of Group B children at RA As-Sa’aadah through the use of Prophet stories, applying Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart design. The participants were Group B students, with data collected through observation and analyzed using descriptive quantitative techniques with percentage formulas. The results indicated notable improvements in children’s religious and moral intelligence. Before the intervention (pre-cycle), the percentage was 41% with the criterion “beginning to develop.” In Cycle I, it increased to 56.52% with the criterion “developing as expected.” In Cycle II, it rose to 73.66%, approaching the criterion “developing very well.” These findings demonstrate that Prophet stories can serve as an effective strategy to enhance young children’s religious and moral intelligence at RA As-Sa’aadah.
Pengembangan Bisnis UMKM Santri Disabilitas Tuna Netra pada Bidang Inovasi dan Pemasaran di Cianjur Jawa Barat Atika, Ayu Rissa; Iradianty, Aldilla; Jumiatin, Dedah; Hendriawan, Deri
JOM Vol 5 No 1 (2024): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, March 2024
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v5i1.4959

Abstract

This study delves into Community Service at the Generasi Qurani Disability Islamic Boarding School in Cianjur, West Java, with the primary objective of economically empowering visually impaired students through a blend of academic, religious education, and entrepreneurship training. An integral facet of this empowerment initiative is the establishment of a mat business, spearheaded by visually impaired students and employing a door-to-door marketing approach. However, despite its noble intentions, the mat business encounters various challenges that necessitate strategic intervention. Firstly, there exists a dearth of innovation in the mat products, hampering their competitiveness in the market. Secondly, the marketing strategy deployed thus far has failed to maximize outreach, thus limiting market penetration. To address these challenges effectively, the research adopts a structured approach comprising three key stages. Initially, extensive training sessions are conducted to foster innovation skills in mat product development, emphasizing novel designs and manufacturing techniques. Subsequently, practical workshops focus on leveraging internet technologies to establish and manage online stores, coupled with targeted online marketing strategies. Finally, specialized training in financial management equips participants with essential skills in budget planning, expenditure management, and capitalization strategies. The outcomes of this research endeavor yield notable accomplishments. Firstly, the creation of innovative mat products characterized by appealing and distinctive designs, including those inspired by characters. Secondly, the successful establishment and operation of a dynamic online store, leveraging popular platforms such as Instagram, WhatsApp, and e-commerce channels. Thirdly, enhanced visibility for the business through strategic mass media publications and engaging promotional video content. Lastly, the attainment of legal recognition through trademark registration for the mat products. In conclusion, this research endeavors to uplift the income and economic well-being of visually impaired students engaged in the mat business while simultaneously fostering inclusivity and expanding economic opportunities for individuals with visual disabilities.