Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengenalan Business Intelligence Guna Meningkatkan Kemampuan Melakukan Analisis Data Nababan, Labuan; Nasution, M. Fachrurrozi; Ginting, Hendro; Sinambela, Lamtiur; Panjaitan, Sri Wahyuni; M. Imam Santoso
ORAHUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Juli
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/orahua.v3i01.163

Abstract

Bisnis Intelegence (BI) adalah serangkaian teknologi, aplikasi, dan praktik yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. Tujuan utama BI adalah untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna yang dapat membantu perusahaan dalam merencanakan strategi, memahami tren pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional.Penerapan BI dapat meningkatkan kemampuan analisis data dengan memberikan berbagai alat dan teknik untuk menggali wawasan yang lebih dalam dari data yang dimiliki. Tujuan Kegiatan pengabdian ini adalah siswa dapat meningkatan kemampuan untuk menganalisis data lebih mendalam, efisien, dan tepat, sehingga siswa dapat mengidentifikasi peluang baru, meningkatkan daya saing, serta mengoptimalkan operasional bisnis. Dengan kemampuan analisis data yang lebih baik, siswa dapat lebih mudah merumuskan strategi bisnis yang tepat dan responsif terhadap perubahan pasar yang dapat mereka terapkan dalam bisnis atau ditempat mereka nantinya jika sudah bekerja.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Desa Terbaik Menggunakan Metode AHP(Analityc Hierarchy Proses) di Kecamatan Sidikalang Nababan, Labuan; Sinambela, Lamtiur
Inventor: Jurnal Inovasi dan Tren Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/inventor.v2i2.1565

Abstract

The government usually selects the best villages to commemorate the Independence Day of the Republic of Indonesia, including the Sidikalang District Government which is located in Dairi Regency, North Sumatra Province. Currently, the process carried out by the committee is still manual, making the system less effective and efficient because requires a long process and determination. To determine the best village selection, you can meet the alternatives and criteria using a decision support system. The objectives of this research are (1) to assist the assessment team in making decisions to determine the best village. (2) Helps reduce errors in judgment. (3) Speed ​​up the calculation process in determining the best village. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method has the main benefit of solving problems and making multi-criteria decisions. This method makes priority weights an alternative by placing objectives, criteria and sub-criteria in a hierarchical structure. In this research, there are 5 criteria, namely Government Services, Environmental Cleanliness, Environmental Beauty, Manners, and Facilities. Meanwhile, there are several villages as alternatives, namely Bintang village, Pancuran village, Hutabaru village, Repelita village and Panji village. By carrying out the stages using the AHPmethod, the best alternative village was obtained, namely Bintang village with the highest score, namely 0.51, which was also proven by all criteria. Therefore, by using this method the same value will not be found in the final results. ABSTRAK Indonesia, termasuk Pemerintah Kecamatan Sidikalang yang terletak di kabuaaten Dairi Provinsi Sumatera Utara, Saat ini proses yang dilakukan oleh pihak panitia masih dengan cara manual sehingga membuat sistem tersebut masih kurang efektif dan efesien karena membutuhkan proses dan penentuan yang lama. Untuk menentukan pemilihan desa terbaik bisa memenuhi alternatif dan kriteria yang menggunakan sistem pendukung keputusan. Tujuan penelitian ini yaitu (1) membantu tim penilai dalam mengambil keputusan untuk menentukan desa terbaik. (2) Membantu mengurangi kesalahan dalam penilaian. (3) Mempercepat proses perhitungan dalam menentukan desa terbaik. Metode Analityc Hierarchy Proses (AHP) manfaat utamanya adalah memecahkan masalah dan pengambilan keputusan multikriteria. Metode ini menjadikan bobot prioritas sebagai alternatif dengan menjadikan tujuan, kriteria, dan subkriteria dalam sebuah struktur hierarki. Dalam penelitian ini yang menjadi bagian kriterianya ada 5 yaitu Pelayanan Pemerintah, Kebersihan Lingkungan, Keindahan Lingkungan, TataKerama, dan Fasilitas. Sedangkan yang menjadi alternatifnya ada beberapa desa yaitu desa Bintang, desa Pancuran, desa Hutabaru, desa Repelita dan Desa Panji. Dengan dilakukannya tahapan tahapan dengan menggunakan metode AHPmaka diperoleh alternatif desa terbaik yaitu desa Bintang dengan nilai tertinggi yaitu 0.51 yang dibuktikan juga dari semua kriteria. Oleh karena itu dengan penggunaan metode ini tidak akan ditemukan nilai yang sama pada hasil akhir.
IMPLEMENTASI METODE TOPSIS DALAM PENERIMAAN MAHASISWA MAGANG PADA YAYASAN PERGURUAN IMMANUEL MEDAN Sinambela, Lamtiur; Nababan, Labuan
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol. 7 No. 2 (2023): Volume 7, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jtik.v7i2.77

Abstract

Magang atau Praktik Kerja adalah aktivitas pembelajaran yang memberikan wawasan dan pengalaman praktis kepada mahasiswa Kependidikan di lembaga pendidikan dan industri sehingga mahasiswa memiliki kompetensi yang memadai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan bidang keahliannya. Praktik kerja bagi mahasiswa kependidikan diarahkan agar mahasiswa memiliki nilai dan wawasan keilmuan pendidikan dan pembelajaran secara teoritik dan aplikatif dalam bingkai budaya Indonesia, dalam perannya sebagai pendidik yang kritis, inovatif, adaptif, dan komunikatif sesuai dengan karakter dan budaya peserta didik di era global. Magang juga memberikan keuntungan untuk mahasiswa/I yang menjalankannya seperti meningkatkan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, tetapi Yayasan Perguruan Immanuel Medan menolak menerima mahasiswa tertentu karena dianggap tidak kompeten. Dalam proses pengambilan keputusan penerimaan calon magang selama ini dilakukan masih secara manual, belum ada sistem yang dapat mempermudah pihak sekolah untuk mengefesienkan waktu. Maka perlu dibangun sebuah sistem pendukung keputusan menggunakan Metode Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang akan membantu dan memudahkan dalam penerimaan mahasiswa/I magang. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah Mengimplementasikan metode TOPSIS sebagai pemodelan pada keputusan penentuan penerimaan mahasiswa magang. Memperkenalkan dan membangun sebuah SPK untuk membantu Decision Maker dalam mengambil sebuah keputusan secara lebih baik, akurat dan cepat, sehingga dalam proses penerimaan mahasiswa nantinya sesuai dengan kriteria yayasan perguruan Immanuel. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi sistem pendukung keputusan yang bermanfaat untuk Perguruan Immanuel Medan.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN BEDAH RUMAH KELUARGA MISKIN MENGGUNAKAN METODE MOORA Nababan, Labuan; Sinambela, Lamtiur
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol. 2 No. 2 (2018): Volume 2, Nomor 2, Juli 2018
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jtik.v2i2.656

Abstract

Metode moora digunakan untuk menguji coba dalam menentukan kelayakan yang bertujuan untuk mengetahui akurasi dengan nilai yang diperoleh oleh sistem. Uji coba yang digunakan diberikan pada nilai bobot kriteria yang paling tinggi dan ujicoba modifikasi yang bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kriteria yang dapat ditambahkan.dimana system pendukung keputusan adalah suatu system yang dapatmenyelesaikan masalah yang terjadi didalam penentuan peringkat dengan cepat serta dapat mengetahui nilai tertinggi sampai terendah dalam sebuah seleks. Desa Bintang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sidikalang kabupaten Dairi Sumatra Utara. Dilihat dari sudut pandang perekonomian, pendidikan dan kehidupan sosial termasuk dalam zona masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah atau bisa dikatakan masyarakat kurang mampu. Belakangan ini pemerintah sering memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada keluarga yang kurang mampu yang dikelola oleh kepala desa. dikarenakan sangat sulit mendapatkan data-data yang akurat dan benar-benar nyata mengenai kemampuan masyarakat kurang mampu sehingga selama ini dalam pembagian kelayakan bedah rumah tidak tepat sasaran dan tidak merata, sehingga yang memperoleh bukannya orang yang kurang mampu atau rumahnya tidak layak huni melainkan keluarga mampu yang kehidupannya menengah ke atas. Sehingga kepala desa mengalami kesulitan dalam menentukan kelayakan bedah rumah. Dengan adanya kendala dan masalah tersebut, penulis meneliti karya ilmiah ini menggunakan system pendukung keputusan dengan penggunaan metode moora. Hal ini memberikan kemudahan pada kepala desa dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kriteria yang digunakan.
Pelatihan Pembuatan Simulasi IoT Smart Home dengan Cisco Packet Tracer di SMK Budi Agung Medan Labuan Nababan; Jane Elnovreny; Lamtiur Sinambela; Andrian Syaputra
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i3.2263

Abstract

The use of technological tools in this day and age is no longer a new thing for society, where children, adolescents, adults and even the elderly are common and even have it. The use of this technology is one way to facilitate work quickly that can be done remotely. In this case, sometimes we as a society or as students can only use it without knowing how to make it. Making this IoT-based application can be used to deepen students' knowledge about the process of making and implementing the Internet of Things. IoT is a design, namely an object that has the ability to transmit data through the internet membrane so that the assistance of computers and users is not required. One example of its use in everyday life is the operation of IoT Smart Home, Smart city and others. an example of the Internet of Things smart home that connects electronic devices, such as turning on and off lights, fans, air conditioners, and opening or closing doors remotely via the internet at home. while examples of smart city implementation are E-Tilang, Traffic Light. Here the author volunteered to conduct training on using the Cisco Packet Tracer application in training on making the Internet of Things to turn on electronic devices remotely, to increase students' knowledge as a community service program. Through training for SMK Budi Agung Medan students, it is hoped that they can take advantage of the Cisco Packet Tracer application to improve science and technology in the field of IoT and as a means of the learning process. Budi Agung Medan Vocational School is one of the SMKs located at Jl. Platina Raya No.7, Rengas Island, Medan Marelan District, Medan City.
Pelatihan Pembuatan Website Peminjaman Buku Perpustakaan pada SMA Methodist 4 Medan Nababan, Labuan; Elnovreny, Jane; Sinambela, Lamtiur; Ginting, Erwin
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i4.2621

Abstract

Websites are usually used as a means of conveying or searching for information, for example in the field of borrowing library books. In the development of technology, students are not enough just to be users but must understand more or less how to create websites. Currently, the Medan 4 Methodist school has never implemented practical learning in creating websites, they have only studied Microsoft Office. With the development of technology, schools should have introduced ways of creating websites at the high school level which can later be applied to the school environment and outside the school environment. After holding discussions with the Medan Methodist 4 High School, they needed a complete briefing on the basics of creating a website. This Community Service is a solution to answer the challenges posed by the Medan 4 Methodist High School. This service will provide training to several high school students to become proficient in creating websites. The priority issues include improving skills in website applications, creating students who are skilled in creating website applications. This training can increase students' knowledge regarding creating library websites which can later be improved to create a book lending website at the Medan 4 Methodist School library. This should be overcome with a website-based library information system, because with a website-based information system library data management can be more effective so that the circulation of book loans can be well documented and more effective. With this training, students will be able to contribute a website to the school as their creation.
PENYULUHAN PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK DATA BASE MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS LINGUISTIK FORENSIK DI KEPOLISIAN SEKTOR GALANG Panggabean, Sarma; Nababan, Labuan; Sinambela, Lamtiur; Lestari, Febrika Dwi; Sihombing, Dame Ifa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.699-707

Abstract

Perkembangan teknilogi sekarang ini mengahruskan setiap manusia mengikuti perkembangan tersebut, salah satunya dalam membantu kinerja manusia guna mempermudah pekerjaan secara cepat dan tepat. Sayangnya Polsek Galang mengalami kendala dalam pengolahan data seperti Terjadinya redundansi data anggota SatResKrim yang menangani kasus kriminal, sebagai akibat dari pencatatan secara berulang-ulang setiap ada laporan dari masyarakat. Kurang tertatanya penyimpan data anggota masyarakat yang pernah terlibat dalam kasus kriminal tertentu,  Banyaknya penggunaan kertas sebagai media pengarsipan data, Tidak adanya otomatisasi Laporan Polisi dengan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat sesudahnya, sehingga penyidik harus kembali mengkaji dengaan teliti laporan yang ada. Tidak optimalnya metode pencarian data dalam satu berkas. Report-report tidak dibuat secara otomatis oleh perangkat lunak. Sehingga pada saat melakukan laporan periode, seorang penyidik harus membongkar berkas yang sudah disimpan di ruangan penyimpanan barang.. Aplikasi yang dirancang bertujuan untuk memudahkan pihak Polsek dalam proses pengolahan data yaitu membuat form data kepolisian, Form Pelapor, form Pelaku, form Pelaporan polisi yang nantinya akan dibuat dalam proses pencarian data secara cepat, dan juga akan dibuat report dari semua form tersebut. Tentu saja ini membutuhkan keterampilan polsek Galang dalam merancang penggunaan databasenya. Hal inilah yang melatarbelakangi pentingnya melaksanakan Penyuluhan Penggunaan Perangkat Lunak Data Base Management System  Berbasis Linguistik Forensik dalam pengelolaan data kasus perkara Kepolisian Sektor Galang. Yang dapat meningkatkan kinerja polsek Galang lebih cepat, mudah dan akurat.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN PAHLAWAN NASIONAL BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN METODE COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION Nababan, Labuan; Sinambela, Lamtiur; Elnovreny, Jane
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol. 7 No. 1 (2023): Volume 7, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jtik.v7i1.39

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu cara atau alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini dilakukan untuk merangsang pola pembelajaran agar dapat menunjang keberhasilan dari proses belajar mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Saat ini teknologi informasi sudah berkembang dengan pesat dan sangat mudah untuk mencari informasi tentang apapun. Tetapi informasi tentang sejarah para pahlawan indonesia dan benda bersejarah pada anak anak Khususnya anak TK dan SD masih banyak di dominasi oleh buku, sehingga menyebabkan siswa siswi malas untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, aplikasi tentang sejarah dan biografi pahlawan revolusi dan pahlawan nasional Indonesia dan benda bersejarah sebagai sarana pembelajaran sangat diperlukan. Dalam penelitian ini,aplikasi dibangun menggunakan teknologi berbasis mobile Android. Dalam konteks ini, penggunaan AR dengan menggunakan CAI pastinya bisa mempermudah dalam memahami suatu bidang ilmu, contohnya pada bidang pengenalan Pengenalan Pahlawan dan Benda Bersejarah, pada umumnya biasanya hanya dapat melihat dan menggunakan media gambar dua dimensi. Dikarenakan komponen pengenalan pahlawan nasional dan benda bersejarah yang banyak menjadikan masyarakat khususnya anak tingkat sekolah dasar cukup sulit memahaminya, untuk mempermudah anak sekolah dasar, pastinya membutuhkan suatu hal yang bisa merepresentasikan pengenalan pahlawan dan benda bersejarah secara nyata, menarik dan interaktif. Dari fenomena tersebuat penulis merancang dan membuat media pembelajaran pengenalan berbagai jenis pengenalan pahlawan nasional dan benda bersejarah dengan menggunakan fasilitas teknologi AR, karena dapat memberikan informasi yang praktis, mudah dipahami dan menyenyangkan untuk digunakan anak anak sekolah.
OPTIMALISASI PLATFORM DIGITAL SEBAGAI INTERAKSI GLOBAL SPIRITUALITAS MELALUI PENDEKATAN SOSIAL, BUDAYA, TEKNOLOGI ERA TRANSMODERNITAS Marbun, Ernida; Nababan, Labuan; Nasution, M. Fachrurrozi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4914

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of digital platform optimization on increasing global interaction and spirituality of young men and women through a social, cultural, and technological approach in the era of transmodernity. The research method uses a mixed methods approach, including a survey of 70 respondents to obtain quantitative data, in-depth interviews with 10 respondents from the survey sample to explore deeper perspectives, and Focus Group Discussions (FGDs) with 17 cross-disciplinary experts (Christianity, Islam, culture, sociology, and digital technology) to obtain interdisciplinary validation and insights. The study also found that the era of transmodernity allows digital technology to function not only as a means of production or consumption, but as an ethical and spiritual space that brings together local and global values equally. Digital platforms can strengthen social cohesion across groups, support inclusive spiritual and cultural practices, and reduce social and cultural inequality. Based on these findings, the study recommends the development of digital platform optimization strategies, such as the design of spiritual community applications, forums for reflection on human values, and social meditation, so that they can become spaces for socially and spiritually meaningful interactions. The research output is in the form of scientific publications in Accredited National Journals, as well as being a reference for the development of digital interaction models that effectively combine technology, culture, and spirituality in the transmodern era.Keyword: culture; global interaction; digital platform; spirituality; transmodernityAbstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh optimalisasi platform digital terhadap peningkatan interaksi global dan spiritualitas pemuda/i melalui pendekatan sosial, budaya, dan teknologi di era transmodernitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, meliputi survei terhadap 70 responden untuk memperoleh data kuantitatif, wawancara mendalam terhadap 10 responden dari sampel survei untuk menggali perspektif lebih mendalam, serta Focus Group Discussion (FGD) dengan 17 ahli lintas disiplin (Kristen, Islam, budaya, sosiologi, dan teknologi digital) untuk memperoleh validasi dan wawasan interdisipliner. Penelitian juga menemukan bahwa era transmodernitas memungkinkan teknologi digital berfungsi bukan hanya sebagai alat produksi atau konsumsi, tetapi sebagai ruang etis dan spiritual yang mempertemukan nilai-nilai lokal dan global secara setara. Platform digital dapat memperkuat kohesi sosial lintas kelompok, mendukung praktik spiritual dan budaya yang inklusif, serta mengurangi ketimpangan sosial dan budaya. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan pengembangan strategi optimalisasi platform digital, seperti desain aplikasi komunitas spiritual, forum refleksi nilai kemanusiaan, dan meditasi sosial, agar dapat menjadi ruang interaksi yang bermakna secara sosial dan spiritual. Luaran penelitian ini berupa platform digital berbasis web, sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan model interaksi digital yang memadukan teknologi, budaya, dan spiritualitas secara efektif di era transmodern.Kata kunci: budaya; interaksi global; platform digital; spiritualitas; transmodernitas.