Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Parameter Fisik Air Sumur sebagai Sumber Air Bersih di Desa Singaraja Kabupaten Indramayu Tahun 2024: Analisis Parameter Fisik Air Sumur sebagai Sumber Air Bersih di Desa Singaraja Kabupaten Indramayu Tahun 2024 Najmalia, Risa Nurun; Nuraeni, Tating; Nisa, Roifatun; Fitriyah, Sukhriyatun
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i3.427

Abstract

Pada tahun 2019 sekitar 3,21% rumah tangga di Kabupaten Indramayu masih menggunakan air sumur sebagai sumber air minum dengan jumlah penduduk yang memiliki akses air minum dengan risiko rendah dan sedang yaitu 52,1%. Di Desa Singaraja Kabupaten Indramayu, masih banyak rumah-rumah yang memiliki sumur dengan jarak yang dekat dengan sumber pencemar seperti tempat pembuangan limbah, jamban, septic tank, kandang binatang ternak, dan sebagainya. Kondisi ini dapat menimbulkan risiko pencemaran pada sumber air yang dapat berdampak negatif pada kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Parameter Fisik (Suhu, Total Dissolved Solid, dan Bau) Air Sumur sebagai Sumber Air Bersih Di Desa Singaraja Kabupaten Indramayu Tahun 2024. Metode Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil pengukuran parameter suhu air pada 38 sampel (100%) telah sesuai dengan standar baku mutu. Pada pengukuran parameter Total Dissolved Solid (TDS) didapatkan hasil, 36 sampel (95%) air sumur tidak sesuai dengan standar baku mutu, sementara 2 sampel (5%) lainnya sesuai dengan standar baku mutu. Sedangkan untuk pengukuran parameter bau pada air sumur diperoleh 8 sampel (21%) tidak sesuai dengan standar baku mutu dan 30 sampel (79%) lainnya telah sesuai dengan standar baku mutu dari Permenkes RI No. 2 Tahun 2023.
Health Literacy Model to Improve Adolescent Reproductive Health Nuraeni, Tating; Okvitasari, Yenny; Judijanto, Loso; Setianti, Yanti; Ulfah, Bardiati; Aisa, Sitti
Oshada Vol. 2 No. 3 (2025): Oshada Journal - June
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/3hpd8t83

Abstract

Adolescent reproductive health is an important aspect of public health development in Indonesia, where many adolescents face challenges in accessing accurate information and health services. Lack of reproductive health education, cultural stigma, and limited access to health services exacerbate this problem, so comprehensive sexual education (CSE) and improvements in service delivery are needed. The development of a health literacy model that utilizes digital tools and educational resources is essential to empower adolescents to make informed decisions and reduce risks related to early sexual activity and other reproductive health problems.This study employs a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative techniques. The first stage uses Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) to test the impact of various factors on adolescent reproductive health literacy, while the second stage applies qualitative analysis using the Miles and Huberman Model to gain deeper insights into the collected data. The results of the study stated that the Adolescent Reproductive Health Literacy model through a factor-based approach that affects reproductive health literacy has the potential to increase adolescents' understanding of sexual and reproductive health. With a focus on key components such as the Kesprorem Team, Media Literacy Program, Reproductive Health Media Production, Adolescent Reproductive Health Campaign, and Reproductive Health Research, the program is expected to have a positive impact on adolescents at the village and school levels. Interrelated factors, such as knowledge, attitudes, media access, social support, policies, and technological innovations, work together to create an ecosystem that supports adolescent reproductive health literacy.
PENGARUH METODE HANDWASHING DANCE TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU CUCI TANGAN PADA SISWA SD NEGERI TUNAS HAARAPAN DESA LOSARANG TAHUN 2023 Fitriyah, Sukhriyatun; Nuraeni, Tating; Purbaningrum, Dwi Nur
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v11i1.832

Abstract

Latar belakang: Salah satu tindakan pencegahan dan penanggulangan penyakit yang menjadi program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah menurut pemerintah adalah cuci tangan. Pada tahun 2021 data masyarakat ber-PHBS di Kabupaten Indramayu sebesar 50,59% dimana angka tersebut cukup rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat (Dataset Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2021). Data BPS menunjukan presentase kepatuhan masyarakat dalam mencuci tangan yaitu sebesar 75,38% (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2021). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Handwashing Dance pada siswa SD Negeri Tunas Harapan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yaitu metode quasi eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan disproposionate stratified random sampling dan didapatkan 100 sampel yang terbagi di setiap kelas. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar Pre-tes and Post-test. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan untuk tingkat pengetahuan memiliki kategori Baik sebanyak 10%, Cukup 68% dan Kurang 22%. Sikap responden sebelum perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 24%, Cukup 59% dan Kurang 17%. Perilaku responden sebelum perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 8%, Cukup 70% dan Kurang 22%. Setelah diberikan perlakuan terjadi perubahan tingkat pengetahuan dengan kategori Baik sebanyak 27%, Cukup 53%, dan Kurang 20%. Sikap responden setelah perlakuan dengan kategori Baik sebanyak 28%, Cukup 59%, dan Kurang 9%. Perilaku responden setelah perlakuan didapatkan hasil dengan kategori Baik 22%, Cukup 76%, dan Kurang 2%. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada pegawai PT. Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan Sutangi, Sutangi; Amelia, Kiki Rizki; Nuraeni, Tating
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.368

Abstract

Menurut WHO pada tahun 2018 sebanyak 285 juta orang atau 4,24% dari total populasi di dunia mengalami gangguan penglihatan berupa low vision ketajaman penglihatan yang rendah dan kebutaan dengan distribusi sebesar 246 juta orang atau 65% dari populasi tersebut mengalami low vision, sedangkan di Indonesia diperkirakan sejumlah 3 juta orang mengalami gangguan penglihatan. Tujuan penelitian yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian computer vision syndrome (CVS) pada pegawai PT. Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Populasi target pada penelitian ini adalah 45 pegawai pengguna komputer di PT. Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian diperoleh jenis kelamin (p=0,000), durasi penggunaan komputer (p-=0,000), penggunaan kacamata (p=0,005) terdapat hubungan dengan kejadian computer vision syndrome (CVS) dan jarak penglihatan pandang mata terhadap komputer (p=0,221) tidak terdapat hubungan dengan kejadian CVS pada pegawai PT. Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan Tahun 2022. Bagi perusahan sebaiknya membuat poster/stiker bergambar yang perlu dilakukan sesuai SOP dalam menggunakan komputer seperti posisi duduk yang baik, serta jarak pandang, dan sebagainya.
Identifikasi Potensi Bahaya Bekerja di Ketinggian (Working at Height) pada Pekerja Repainting di PT. X Tahun 2023 Wardani, Siti Pangarsi Dyah Kusuma; Savira, Intan; Nuraeni, Tating
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i2.289

Abstract

Bekerja di ketinggian (working at height) merupakan suatu kegiatan yang dikategorikan sebagai pekerjaan dengan resiko tingi, berdasarkan laporan Labour Force Survey (LFS2) UK, penyebab terjadinya kecelakaan yang berdampak pada cidera serius dan kematian adalah terjatuh dari atas ketinggian dan sebagian besar terjadi pada pekerja bidang konstruksi. Sebagai upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja, perlu diidentifikasi potensi bahaya yang ada serta dilakukan pengendalian yang memadai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Informan berjumlah 4 orang. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis pengolahan data yang digunakan yaitu transkripsi, koding, kategorisasi, review tema/ pattern matching, mendefinisikan dan menamai tema serta membuat akhir tema. Identifikasi potensi bahaya pekerjaan di ketinggian pada proyek repainting di PT. X adalah potensi bahaya mekanis berupa drop object dan tali lanyard terlilit pada pipa scaffolding. PT. X agar lebih memperhatikan proteksi terhadap berbagai potensi bahaya yang terdapat dalam proyek repainting dengan menyediakan safety net untuk melindungi pekerja dari potensi bahaya drop object. PT. X menyediakan sebuah media alat berupa skylift truck untuk lebih memastikan keamanan pekerja saat melakukan perpindahan posisi saat mengecat, sehingga potensi untuk terpeleset dan terlilit tali lanyard dapat diminimalisir. Peneliti selanjutnya dapat melengkapi dokumen yang diperlukan untuk penelitian dengan tema identifikasi potensi bahaya.Kata kunci: Identifikasi, Pekerjaan Ketinggian, Potensi Bahaya