Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI PENDAMPINGAN PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2TP2A) TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KABUPATEN MERANGIN Nanik Istianingsih dan Fina Afriany
Normative Jurnal Ilmiah Hukum Vol 8 No 1 April (2020): Normative Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cases of violence against men, women, and even children often make headlines in various media. However, many cases have not been revealed, because this violence case is considered as an insignificant matter, especially the problem of violence against children. So many cases of violence that occur in children but only a few cases that are followed up. In Merangin District, Jambi Province cases of violence have increased in recent years. The purpose of this study was to determine the assistance strategy for the Integrated Service Center for Women's Empowerment and Child Protection (P2TP2A) for children victims of sexual violence in Merangin District. The sample in this study amounted to 8 people who are informants who are in direct contact with programs and cases of violence against children. This type of research is descriptive qualitative with data analysis techniques using data triangulation. The results of the study found that in handling cases of violence against children the Integrated Service Center for Women's Empowerment and Child Protection (P2TP2A) was in accordance with standard operating procedures stipulated by the State Ministerial Regulation for Women Empowerment and Child Protection Number 5 of 2010. In carrying out the assistance of P2TP2A officers also has a strategy implemented for handling cases. However P2TP2A officers still encountered obstacles including difficulty in communication from the family and the lack of facilities, especially shelter or safe houses for victims of violence against children. So the suggestion from this research is that the victim's family should be more open to P2TP2A officers so that violence cases can be resolved properly. And the government should provide shelter facilities or safe houses for victims of violence.
Analisa Gangguan Kecemasan Ditinjau dari Tipe Kepribadian Afriany, Fina; Zahlimar, Zahlimar
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.728

Abstract

Gangguan kecemasan dapat terjadi pada siapa saja dan beberapa faktor dapat menjadi penyebabnya termasuk tipe kepribadian yang mempengaruhi kemungkinan dan intensitas dari gangguan kecemasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan teknik analisa kualitatif dengan cara deduktif. Berbagai tipe kepribadian yang dimiliki oleh individu memungkinkan untuk dapat mengalami gangguan kecemasan karena adanya kekuatan dan kelemahan dari masing-masing tipe. Maka dari itu setiap individu harus memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi dan kondisi yang dapat menjadi pemicu, stimulus atau stressor. Memiliki strategi coping yang tepat, memiliki konsep diri positif, tingkat spiritualitas dan regulasi emosi dapat membantu individu mengatasi dirinya dan dapat terhindar dari gangguan kecemasan.
Psychological Well Being Pada Masa Quarter Life Crisis Afriany, Fina; Dwi, Hany Ruh; Mardansyah, Mardansyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12292

Abstract

Individu yang mengalami kondisi krisisnya dengan tidak menyenangkan pada usia 18-29 tahun biasa mengalami fase yang bernama quarter life crisis. Saat mengalami quarterlife crisis individu tanpa henti mempertanyakan masa depan mereka. Hal ini terjadi saat individu bertransisi dari masa remaja ke masa dewasa dan juga bertransisi dari dunia akademis ke dunia kerja. Psychological well being yang di miliki individu berguna untuk dapat terlepas dalam berbagai macam gangguan. Hal ini dapat berdampak pada kehidupan pribadi, hubungan pernikahan, keluarga, karir bahkan hidup bermasyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan teknik analisa kualitatif dengan cara deduktif. Hasil penelitian ini adalah individu dewasa awal dapat berada pada masa quarter life crisis yang akan mengalami gejolak emosi yang datang dari dalam maupun luar dirinya. Maka dari itu untuk dapat melewati masa ini diperlukan kondisi psikologis yang sehat dan baik, dapat merasa bahagia jika memiliki kualitas hidup yang baik atau memiliki kesejahteraan psikologis (Psychological well being). Jika psychological well being seseorang baik maka ia akan mampu mengatasi masa quarter life crisisnya.