Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Linguistik Korpus: Sarana dan Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Leksikologi dan Leksikografi di Perguruan Tinggi Rona Almos; Pramono Pramono; Seswita Seswita; Rahma Asdaqul Asma; Nurfazira Okta Putri
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2023): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v14i1.11705

Abstract

Linguistik korpus umumnya digunakan dalam berbagai bidang penelitian linguistik. Korpus adalah kumpulan teks asli yang disimpan secara elektronik, baik transkripsi tertulis maupun lisan. Salah satu kegunaan linguistik korpus dalam dunia pedagogi adalah untuk mempelajari korespondensi kata atau sinonim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manfaat linguistik korpus sebagai sarana dan media pembelajaran mata kuliah leksikologi dan leksikografi. Penelitian ini diterapkan dalam mata kuliah leksikologi dan leksikografi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan informasi lengkap tetang “Linguistik Korpus: Sarana dan Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Leksikologi dan Leksikografi”. Pada saat pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara terhadap mahasiswa yang mengambil mata kuliah leksikologi dan leksikografi. Beriringan dengan kegiatan tersebut, dilakukan juga perekaman dan pencatatan. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan korpus sangat membantu peserta didik dalam pembelajaran leksikologi dan leksikografi. Peserta didik telah dapat membedakan lema dan sublema karena perbedaan tersebut tergambar dalam fitur konkordansi yang berupa gabungan kata atau bukan. Konkordansi tersebut menentukan kelas kata pada sebuah lema. Konteks yang hadir dalam konkordansi juga berguna untuk mendefenisikan lema. Selain itu, korpus ini juga mendorong mahasiswa untuk dapat belajar secara mandiri karena dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
LEKSIKON GERAK TARI BUAI-BUAI Ike Efrita; Lindawati Lindawati; Rona Almos
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i2.175

Abstract

This study aims to classify the forms of language units of the Buai-Buai Dance lexicon and the lexicon meanings of the names of the Buai-buai Dance movements in Pauh, Padang City. In this study, an anthropolinguistic approach is used to study the intricacies of language whose study is related to culture.Based on the results of data analysis, 31 linguistic unit lexicon data were obtained in the form of words, phrases, and clauses. The word lexicon found 19 data consisting of 8 complex and 11 single data lexicons. The phrase data contains ten data, which are nine attributive endocentric phrase lexicons and one modified endocentric phrase lexicon data. The clause data has 3 data, namely intransitive clauses.
LANGUAGE AND COMMUNITY RESPONSE ON THE APPEAL AND ANNOUNCEMENT OF COVID-19 Ladyanna, Sonezza; Almos, Rona; Merina, Yola
TELL - US JOURNAL Vol 6, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.804 KB) | DOI: 10.22202/tus.2020.v6i2.4423

Abstract

Language in appeals and announcements regarding Covid19 in public spaces is an important factor in communication regarding the handling of this pandemic. In this regard, this article describes the language and reactions of the public to the appeals and announcements regarding Covid19. The data source in this study is the language of appeals and announcements regarding Covid19 in public spaces in West Sumatra Province, Indonesia. The data in this study are linguistic variations and people's responses to linguistic variations in the Covid19 appeal and announcement. Data collection was carried out through observation and questionnaires. The analysis was carried out in the framework of sociolinguistic study. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the languages used are Indonesian with formal and informal varieties, English, and Minangkabau language, also found the use of abbreviations, acronyms, and mixing-code. People have different reactions regarding the use of the language, some agree and disagree, on the other hand there are those who are affected and not. This difference is influenced by age and education. The novelty in this research is the finding that appeals and announcements relating to handling Covid19 will be more optimal if they are equipped with the number of victims of this virus.
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS ILUMINASI NASKAH KUNO MINANGKABAU DALAM PENINGKATAN USAHA RUMAH BATIK DEWI BUSANA DAN CANTING BUANA Pramono Pramono; Eka Meigalia; Fauzan Misra; M. Yusuf; Rona Almos; Yerri Satria Putra; Bahren Bahren; Nur Ahmad Salman Herbowo
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i1.634

Abstract

The development and utilization of ancient manuscript illumination need to be done. One of them is designing cloth motifs or batik motifs. The activity was carried out from August to December 2022 with partners Canting Buana Kreatif Padang Panjang and Dewi Busana Pesisir Selatan. The method used is counseling and training. The activity was carried out in six stages. First, preparations include administration, preparation of implementation schedules, licensing processes, and guidelines from August 19 to September 30, 2022. Second, clustered discussions to produce exotic narratives of batik motif designs on October 3 and 4, 2022. Third, batik production training is attended by batik artisans and prospective artisans and students from October 5 to 14, 2022 at Canting Buana Kreatif and Dewi Busana. Fourth, batik production from October 14 to 26, 2022. Fifth, digital marketing training on October 31 and November 1, 2022, at Andalas University. Sixth, an exhibition of batik products produced by the participants will be held from November 3 to December 4, 2022, at the Minangkabau Corner, Andalas University. This activity involves the participation of partners and students. 10 (ten) Students are actively involved in this activity. The benefits of this activity are expected to be the formation of a community ecosystem that is aware of the utilization of cultural heritage (ancient manuscripts) for the creative industry. This activity aims to develop and utilize the treasures of cultural heritage in the form of ancient manuscript illumination treasures for the enrichment of Minangkabau batik motif designs. This activity concludes that artisans from both batik houses and partner participants can develop and understand the philosophy of the motifs for developing Minangkabau ancient manuscript illumination.
AKSESIBILITAS DAN INKLUSIVITAS ORANG TULI DI RUANG PUBLIK Herry Nur Hidayat; Rona Almos; Alies Poetri Lintangsari
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i4.8346

Abstract

Ruang publik harus memberikan kenyamanan bagi seluruh warga negara. Namun dalam praktiknya, hak-hak penyandang disabilitas masih terbatas. Pemahaman tentang penyandang disabilitas di Indonesia tampaknya masih cenderung pada orientasi fisik, yaitu disabilitas netra dan pengguna kursi roda. Penyandang Tuli, pada beberapa fasilitas transportasi publik tampak terabaikan haknya. Artikel ini memaparkan hasil observasi terhadap aksesibilitas disabilitas di ruang transportasi publik yang belum mengakomodasi kebutuhan dan hak penyandang Tuli. Keterbatasan Tuli dalam berkomunikasi belum terakomodasi secara optimal oleh layanan transportasi publik. Hasil pengamatan menunjukkan kurang maksimalnya penyediaan fasilitas bagi penyandang Tuli di terminal bus, stasiun, dan bandar udara. Regulasi peraturan perundangan yang telah ada tidak secara maksimal dilaksanakan oleh penyelenggara layanan transportasi publik. Hasil analisis menunjukkan tidak tersedianya fasilitas bagi penyandang Tuli santara lain tidak adanya koordinasi antarinstansi pemangku kebijakan. Di samping itu, aspek pengawasan juga terabaikan. Rekomendasi yang diberikan melalui artikel ini adalah pembuatan tanda visual real time bagi penyandang Tuli, baik berupa gambar, teks berjalan, maupun lampu. Di samping itu, kinerja Komisi Nasional Disabilitas harus dimaksimalkan untuk memantau dan mengawai penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak disabilitas termasuk penyandang Tuli.
Intellectual mapping of the sign language role in deaf education: forecasting future reforms Almos, Rona; Lintangsari, Alies Poetri; Hidayat, Herry Nur
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 14, No 1: February 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v14i1.28265

Abstract

Over the five decades, debatable approaches on deaf education are tangled in the issues of oralism and manualism. The later has valued sign language as the significant factor in the effort of providing quality deaf education. This research aims at mapping the intellectual reports on sign language position in deaf education from 1972 until 2023 including 1,000 documents from Web of Science database. This research use VOS Viewer by implementing co-citation analysis, bibliographic coupling and co-occurrence analysis to see the development of the research, the network and the emerging topical focus. The results suggest that sign language plays the pivotal role in deaf education that predict the future reforms of education for the deaf in form of bilingual education and technology integration. Other significances related to the top discussed themes, the leading authors, the influential publishers are also discussed to seek the interweaving connection among the subemergent research foci.
CORPUS LINGUISTICS: UTILIZATION OF A MORPHOLOGICAL PERSPECTIVE Almos, Rona; Seswita, Seswita; Asdaqul Asma, Rahma
TELL - US JOURNAL Vol 10, No 4 (2024): Applied Linguistics in the Digital Age and Cultural Context
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/tus.2024.v10i4.9118

Abstract

This research aims to examine the use of corpus linguistics from a morphological perspective. Corpus linguistics, as an empirical method that utilizes collections of texts or speech, allows researchers to carry out language analysis on a large scale with a higher level of accuracy. In the field of morphology, this approach is used to identify and analyze the frequency and distribution of morphemes, morphological variations, and distribution patterns of affixes in various linguistic contexts. Through comprehensive corpus data analysis, this research is expected to reveal morphological patterns that are not visible in small or introspective studies. The research results show that the corpus-based approach provides deeper and broader insights into the morphological structure of language, although there are several challenges such as the representativeness of the corpus and complex data processing. This research makes a significant contribution to the understanding of morphological variation and distribution and offers recommendations for a more effective corpus research methodology.
MAKIAN DALAM BAHASA MINANGKABAU DI KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @BARUAKTAMVAN Ikhlas, Yulia Hidayatul; Almos, Rona; Bahren, Bahren
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.193

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan satuan lingual, makna, dan fungsi umpatan dalam bahasa Minangkabau yang terdapat di kolom komentar akun Instagram @baruaktamvan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data penelitian berupa komentar-komentar yang mengandung umpatan pada unggahan akun Instagram  periode Maret hingga September 2020. Analisis data dilakukan dengan metode padan translasional dan pragmatis, serta mempertimbangkan konteks interaksi virtual.Hasilnya menunjukkan bahwa satuan lingual umpatan bervariasi dalam bentuk kata (leksem tunggal dan reduplikasi), frasa, klausa, dan kalimat. Makna umpatan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga konotatif (merendahkan, mengejek), tematik (penekanan), dan afektif (ekspresi emosi). Fungsi umpatan yang teridentifikasi meliputi ekspresi marah, kesal, menyesal, heran, menghina, dan menirukan dialog dalam konten media.Penggunaan umpatan dalam bahasa Minangkabau di media sosial merupakan fenomena linguistik yang kompleks, dipengaruhi oleh dinamika interaksi daring dan konteks konten. Umpatan tidak hanya sekadar kata kasar, tetapi juga alat ekspresi multifungsi dengan makna pragmatis yang beragam. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran berbahasa, literasi media, dan peran pendidikan dalam mempromosikan komunikasi daring yang lebih santun. Penelitian lanjutan disarankan untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan dan interpretasi umpatan di media sosial.
CAMPUR KODE DALAM VIDEO INSTAGRAM JONAN_55 Putri, Meri Andani; Almos, Rona; Bahren, Bahren
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi satuan lingual yang membentuk campur kode dan bahasa yang terlibat dalam percampuran kode dalam tuturan video Instagram Jonan_55, seorang konten kreator dari Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap dan catat. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan tataran lingual (kata, frasa, klausa, kalimat) dan jenis percampuran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode terjadi pada semua tataran lingual, dengan dominasi pada tataran kata. Bahasa yang terlibat dalam percampuran kode adalah bahasa Minangkabau, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, dengan pola yang paling umum adalah penyisipan unsur bahasa Indonesia ke dalam tuturan berbahasa Minangkabau. Penelitian ini juga menemukan adanya percampuran tiga bahasa dalam satu tuturan. Fenomena campur kode ini diduga kuat sebagai strategi komunikasi untuk menciptakan kelucuan dan menjangkau audiens yang lebih luas di media sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian sosiolinguistik mengenai penggunaan bahasa di ranah digital dan implikasinya bagi kreator konten serta pengajaran bahasa.
Folktale Animations with Sign Language as Cultural Literacy Materials for Deaf People Hidayat, Herry Nur; Almos, Rona; Firmansyah, Okta
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijds.2025.12.1.9

Abstract

The absence of culturally relevant and accessible literacy materials for the deaf community is a pressing concern that has persisted due to the failure of existing materials to adequately address the unique needs of this demographic. This article expounds on the endeavors to mobilize and promote a culture-based literacy movement for people with disabilities, with a particular focus on Deaf community. In this context, cultural literacy is defined as the understanding and appreciation of a culture's values, beliefs, and practices and the ability to express and interpret these elements through various forms of communication. Visual media constitutes the predominant medium for cultural literacy promotion among Deaf community. The Minangkabau folktale is selected due to its cultural richness. Beyond the transmission of values and norms, folktales are believed to play a pivotal role in shaping and reinforcing the Minangkabau identity of Deaf community. The collection of Minangkabau folktales is curated based on its cultural values. The selected folktale is then adapted into illustrated stories and transformed into animations. These animations, when presented in sign language by JBI (Juru Bahasa Isyarat, or” Sign Language Interpreters”), who play a crucial role in translating the content into sign language, are expected to not only make the content accessible but also to inspire and empower Deaf community. The creation of these animated folktales is poised to serve as a model for enriching cultural literacy materials, particularly for Deaf people.