Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT INDONESIA PADA ORANG TULI DALAM BUDAYA MINANGKABAU Almos, Rona; Hidayat, Herry N
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v10.i1.179

Abstract

The use of Indonesian Sign Language by The Deaf in Minangkabau, particularly in West Sumatra, has become a significant topic to discuss within the context of culture and communication. Sign language serves as an effective communication tool for deaf individuals, enabling them to interact and participate in society in the same way as others. However, there is a significant disparity between the number of deaf individuals and the number of sign language interpreters in West Sumatra, indicating the need for further efforts to promote and support the use of sign language. This research explores how sign language adapts and integrates into Minangkabau culture and its impact on the values, norms, and behaviors within that culture. The research findings indicate that sign language plays a crucial role in the identity of deaf individuals and their integration into society. Furthermore, the study highlights the importance of developing local and national sign language as a crucial step to ensure that deaf individuals have equal access to communication and participation in society. This research emphasizes the importance of understanding and valuing the human rights of deaf individuals, including the right to use sign language, as part of efforts to create an inclusive and fair society.
CAMPUR KODE DALAM VIDEO INSTAGRAM JONAN_55 Putri, Meri Andani; Almos, Rona; Bahren, Bahren
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (1) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi satuan lingual yang membentuk campur kode dan bahasa yang terlibat dalam percampuran kode dalam tuturan video Instagram Jonan_55, seorang konten kreator dari Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap dan catat. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan tataran lingual (kata, frasa, klausa, kalimat) dan jenis percampuran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode terjadi pada semua tataran lingual, dengan dominasi pada tataran kata. Bahasa yang terlibat dalam percampuran kode adalah bahasa Minangkabau, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, dengan pola yang paling umum adalah penyisipan unsur bahasa Indonesia ke dalam tuturan berbahasa Minangkabau. Penelitian ini juga menemukan adanya percampuran tiga bahasa dalam satu tuturan. Fenomena campur kode ini diduga kuat sebagai strategi komunikasi untuk menciptakan kelucuan dan menjangkau audiens yang lebih luas di media sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian sosiolinguistik mengenai penggunaan bahasa di ranah digital dan implikasinya bagi kreator konten serta pengajaran bahasa.
MAKIAN DALAM BAHASA MINANGKABAU DI KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @BARUAKTAMVAN Ikhlas, Yulia Hidayatul; Almos, Rona; Bahren, Bahren
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.193

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan satuan lingual, makna, dan fungsi umpatan dalam bahasa Minangkabau yang terdapat di kolom komentar akun Instagram @baruaktamvan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data penelitian berupa komentar-komentar yang mengandung umpatan pada unggahan akun Instagram  periode Maret hingga September 2020. Analisis data dilakukan dengan metode padan translasional dan pragmatis, serta mempertimbangkan konteks interaksi virtual.Hasilnya menunjukkan bahwa satuan lingual umpatan bervariasi dalam bentuk kata (leksem tunggal dan reduplikasi), frasa, klausa, dan kalimat. Makna umpatan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga konotatif (merendahkan, mengejek), tematik (penekanan), dan afektif (ekspresi emosi). Fungsi umpatan yang teridentifikasi meliputi ekspresi marah, kesal, menyesal, heran, menghina, dan menirukan dialog dalam konten media.Penggunaan umpatan dalam bahasa Minangkabau di media sosial merupakan fenomena linguistik yang kompleks, dipengaruhi oleh dinamika interaksi daring dan konteks konten. Umpatan tidak hanya sekadar kata kasar, tetapi juga alat ekspresi multifungsi dengan makna pragmatis yang beragam. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran berbahasa, literasi media, dan peran pendidikan dalam mempromosikan komunikasi daring yang lebih santun. Penelitian lanjutan disarankan untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan dan interpretasi umpatan di media sosial.