Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : GreenTech

Manajemen Proyek Perencanaan Diverifikasi Produk Olahan Bengkuang dengan Menggunakan Metode Gantt Chart Saputra, Aan; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.34

Abstract

Bengkuang merupakan salah satu komoditas unggulan bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang, yang bahkan mendapat julukan sebagai “Kota Bengkuang.” Namun, dengan semakin beragamnya sumber bahan baku dalam industri makanan, eksistensi produk berbahan dasar bengkuang semakin terancam. Hal ini tercermin dari menurunnya tingkat produksi bengkuang, khususnya di wilayah Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang manajemen proyek dalam perencanaan diversifikasi produk olahan bengkuang dengan menggunakan metode Gantt Chart. Diversifikasi produk olahan bengkuang diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing bengkuang sebagai komoditas lokal yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pangan fungsional. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur (literature review). Proses diawali dengan pencarian referensi melalui artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, menggunakan aplikasi Harzing’s Publish or Perish dalam rentang tahun 2014–2024, mencakup publikasi nasional maupun internasional. Kata kunci yang digunakan meliputi “Manajemen Proyek Agroindustri,” “Teknik Diversifikasi Produk Pangan/Umbi-umbian,” dan “Produk Olahan Bengkuang.” Selanjutnya, dilakukan penerapan metode Gantt Chart yang dapat memberikan gambaran waktu secara terstruktur dan efisien untuk setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi produk hingga rekomendasi potensi produk olahan berbahan dasar bengkuang. Diharapkan hasil dari riset ini dapat menjadi acuan strategis bagi pelaku UMKM dan pengembangan agroindustri dalam merancang inovasi produk olahan berbasis komoditas lokal seperti bengkuang.
Simulasi dan Penerapan Linear Programming dalam Mengoptimalkan Laba Aktual vs Optimal pada Agroindustri Rajo Bengkoang Saputra, Aan; Santosa, Santosa
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.24

Abstract

Optimalisasi penggunaan sumber daya dalam agroindustri merupakan langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah dan mendukung kesejahteraan pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual dan optimal pada agroindustri bengkuang di agroindustri bengkuang yaitu di Rajo Bengkoang yang beralamat di kompleks GOR H. Agus Salin, kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi aktual dan optimal agroindustri berbahan baku bengkuang serta selisih penerimaan sebelum optimasi (kondisi aktual) dan setelah optimasi (kondisi optimal). Metode yang digunakan adalah studi kasus dan penentuan lokasi secara sengaja (Purposive) dari jurnal yang relevan dengan kondisi usaha Rajo Bengkoang. Analisa data menggunakan Linear Programming. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi aktual dengan menggunakan bahan baku adalah 40 kg untuk rendang bengkuang, 20 kg untuk keripik bengkuang dan 20 kg untuk brownis bengkuang. Sedangkan berdasarkan penggunaan tenaga kerja adalah 24 JKO untuk rendang bengkuang, 4 JKO untuk keripik bengkuang dan 4 JKO untuk brownis Bengkuang, sehingga dengan 30 kg rendang bengkuang, 12 Kg keripik bengkuang dan 17,5 kg brownis bengkuang diperoleh penerimaan sebesar Rp. 2.505.000. Kondisi optimal agroindustri bengkuang Rajo Bengkoang menunjukkan dengan bahan baku 39,67 kg untuk rendang, 40,33 kg keripik bengkuang dan tidak memproduksi brownis bengkuang. Penggunaan tenaga kerja adalah 23,83 kg JKO rendang, 8,14 JKO untuk keripik bengkuang. Sehingga dengan produksi 29,83 kg rendang bengkuang dan 35,37 kg keripik bengkuang diperoleh penerimaan sebesar Rp. 2.552.716 dengan selisih sebelum dan sesudah optimasi adalah sebesar Rp. 47.716.