Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

AKSIOLOGI SAINS Hafizi, Ahmad; Agustari, Jesi; Juliana, Peby; Syarah, Siti; Balitesa, Tiara; Hartati, Yulfi; Harahap, Sahrul Sori Alom
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipkis.v3i2.65

Abstract

The purpose of this study was to determine the Axiology of  Science, the use of scientific knowledge, How to Solve Problems, and the Neutrality of Science. The data collection technique used is analysis and evaluation from several related sources while this type of research exists, it is descriptive qualitative. The results of research on the axiology of science can be concluded that the axiology of science is a value and ethics in studying and understanding Natural Sciences in a bound and arranged manner. Furthermore, in the use of scientific knowledge, there are three theories, first theory as a means of explanation, second theory as a means of fortune telling, and finally theory as a controlling tool. Then the results of research on the way science solves problems can be found that there are three steps in solving problems, first identifying problems, second looking for theories, third reading the literature again and establishing actions. And the neutralization of science can be found that whether or not science is neutral depends on its use and purpose
Patient Satifaction with Telepharmacy Services: Bibliometric Analysis Dasopang, Eva Sartika; Hasibuan, Emilia; Syarah, Siti
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2025.v14i1.50147

Abstract

Telepharmacy, the remote delivery of pharmaceutical services using information and communication technologies, is an increasingly popular trend in healthcare and has great potential to improve patient satisfaction and access to healthcare. The use of bibliometric analysis can provide a more comprehensive understanding of research developments in this area. This study used bibliometric analysis of international publications using the keywords telepharmacy AND patient satisfaction from 2016 to 2023 using data sources from Scopus and further visual analysis using VOSviewer. Fifty-two suitable documents were obtained from 207 documents received. The keyword-related searches yielded 10 articles each in 2021 and 2023, and showed an increasing trend of publications related to telepharmacy and patient satisfaction, especially in 2022 (19 articles). The results also showed the existence of three main clusters related to telepharmacy, namely patient satisfaction, pharmacy and pharmacy services. This study shows that telepharmacy has emerged as an important area of research, especially during the COVID-19 pandemic. Telepharmacy has the potential to improve patient access to pharmaceutical services, increase patient satisfaction and improve the overall quality of healthcare.
Peran Akuntansi Forensik dalam Mendeteksi Fraud Pada Sektor Pemerintahan Erianti, Desi; Hidayah, Nurul; Syarah, Siti; K, Joni Hendra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18490

Abstract

Makalah ini membahas peran akuntansi forensik dalam mendeteksi dan mencegah fraud di sektor pemerintahan, yang merupakan masalah kompleks dengan dampak luas terhadap keuangan negara dan kepercayaan publik. Dalam upaya memahami fenomena ini, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya peningkatan kasus fraud, termasuk penyalahgunaan anggaran dan kolusi, memerlukan metode efektif untuk penanganannya. Akuntansi forensik, dengan teknik analisis mendalam seperti analisis rasio dan pemeriksaan transaksi, terbukti efektif dalam mendeteksi anomali dalam laporan keuangan. Makalah ini juga menyoroti tantangan dalam implementasi akuntansi forensik serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan kesadaran dan keterampilan yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan budaya anti-korupsi sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih transparan dan akuntabel di sektor publik.
Pemberian Eritropoietin pada Pasien End-Stage Renal Disease: Nilai Saturasi Transferin dan Ferritin Serum Dasopang, Eva Sartika; Almunadia, Annisa; Hasibuan, Emilia; Sandika, Thalita; Thaharah, Yelda Ratu; Lince, Verawati; Nuzuliai, Nadia; Syarah, Siti
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2025.v14i2.54229

Abstract

Pasien end-stage renal disease (ESRD) sering mengalami anemia akibat penurunan fungsi ginjal, sehingga produksi hormon eritropoietin (EPO) menjadi berkurang. Jenis anemia pada pasien ESRD ditentukan berdasarkan saturasi transferin, ferritin serum, serum iron dan total iron-binding capacity (TIBC). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa pemberian eritropoietin pada pasien ESRD berdasarkan nilai saturasi transferrin dan ferritin serum serta jenis anemia dan nilai hemoglobin (Hb) yang dicapai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah pasien ESRD yang rutin melakukan hemodialisis dan diberikan terapi EPO di RSUD Dr. Pirngadi, Kota Medan periode Januari hingga Desember 2022, yaitu sebanyak 84 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara retrospektif menggunakan rekam medik sesuai dengan kriteria inklusi (kadar Hb, serum iron, TIBC, ferritin serum, saturasi transferrin). Hasil diperoleh anemia yang paling banyak diderita pada pasien ESRD adalah anemia defisiensi absolut sebesar 1,7 kali dari jumlah anemia defisiensi fungsional dan besi cukup dengan nilai Hb rata-rata 7,73 g/dL. Nilai rata- rata saturasi transferrin dan ferritin serum pada pasien ESRD dengan anemia defisiensi absolut, fungsional dan besi cukup secara berturut, yaitu 16,07 % dan 89,51 ng/mL; 13,26 % dan 390,76 ng/mL; 30,65 % dan 394,33 ng/mL. Target nilai Hb hanya dicapai pada pasien ESRD yang mengalami anemia defisiensi fungsional (20%) dan besi cukup (100%) sedangkan pada penderita anemia defisiensi besi absolut, target Hb tidak pernah tercapai meskipun terapi eritropoietin sudah diberikan. Terapi pemberian EPO belum optimal dalam mencapai nilai hemoglobin yang diinginkan pada pasien ESRD.
Arbritasi dalam Penyelesaian Konflik dan Rekonsiliasi dalam Penyelesaian Konflik Ananda, Wan Richi Samudra; Syarah, Siti; Rejeki, Putri Sri; Ilyas, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1866

Abstract

Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, dinamika sosial, ekonomi, serta hukum menuntut adanya mekanisme penyelesaian konflik yang cepat, efisien, dan berkeadilan. Arbitrasi muncul sebagai alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang menjamin kerahasiaan, fleksibilitas, serta keputusan yang final dan mengikat. Sementara itu, rekonsiliasi memiliki peran strategis dalam memulihkan hubungan sosial dan membangun kembali kepercayaan antar pihak pasca-konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan arbitrasi dalam penyelesaian konflik serta menelaah kontribusi rekonsiliasi dalam memperkuat hasil penyelesaian sengketa. Metode penelitian yang digunakan ialah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berfokus pada analisis sumber-sumber primer dan sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arbitrasi terbukti efektif dalam menyelesaikan sengketa bisnis dan perdata karena prosesnya yang cepat, efisien, dan bersifat rahasia. Namun, penerapannya di negara berkembang masih menghadapi kendala struktural dan pemahaman hukum. Di sisi lain, rekonsiliasi berperan penting dalam membangun perdamaian berkelanjutan melalui pemaafan, komunikasi, dan pemulihan hubungan sosial. Sinergi antara arbitrasi dan rekonsiliasi menghasilkan penyelesaian konflik yang tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menegakkan keadilan dan harmoni sosial.
Edukasi Pencegahan Tuberkulosis melalui Diskusi Interaktif pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Alang-Alang Lebar Utami, Nadira Rifda; Pariyana, Pariyana; Surya, Rezi Fatrima; Syarah, Siti
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.538

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, yang menempati peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Di Indoensia, Kota Palembang khususnya wilayah kerja Puskesmas Alang-Alang Lebar memiliki kontribusi yang besar terhadap angka kejadian/kasus TB secara nasional. Hal ini terjadi karena masih rendahnya tingkat pengaahua masyarakat terkait pencegahan dan penaggulangan TB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai definisi, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan TB. Kegiatan edukasi dilaksanakan pada 15 September 2025 di Puskesmas Alang-Alang Lebar oleh dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Kegiatan edukasi dilakukan dengan melibatkan 23 orang peserta. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab, dengan evaluasi melalui post-test 15 pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (78,2%) memiliki pengetahuan yang cukup baik. Meskipun masih terdapat beberapa mis-informasi pada masyarakt, secara keseluruhan edukasi kesehatan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Kegiatan edukasi diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin untuk mendukung target eliminasi TBC 2030.
Kerukunan Antar Umat Beragama Perspektif Islam, Katolik, dan Protestan Dasopang, Ismail; Syarah, Siti; Arifin, M. Kemal; Silalahi, Amanda Vidura; Siregar, Fitri Helmainun
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1994

Abstract

Penelitian ini membahas kerukunan antar umat beragama dari perspektif Islam, Katolik, dan Protestan dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kepustakaan (library research). Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali ajaran, nilai, serta pandangan teologis dari ketiga agama mengenai pentingnya hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat yang majemuk. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri atas teks-teks suci seperti Al- Qur’an, Hadis, Alkitab, serta dokumen resmi keagamaan. Sedangkan sumber sekunder berupa buku-buku akademik, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang membahas isu pluralisme dan kerukunan antar umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga agama memiliki landasan teologis yang kuat dalam mengajarkan toleransi, perdamaian, dan penghargaan terhadap sesama manusia. Islam menekankan nilai rahmatan lil ‘alamin, keadilan, serta larangan memaksakan agama. Katolik menekankan kasih universal, persaudaraan, serta keterbukaan terhadap dialog lintas iman. Sementara itu, Protestan menekankan kebebasan beriman, penghargaan terhadap perbedaan, serta pentingnya hidup dalam kasih dan pelayanan kepada sesama. Analisis komparatif memperlihatkan bahwa meskipun terdapat perbedaan doktrinal, Islam, Katolik, dan Protestan memiliki titik temu dalam mengedepankan nilai-nilai cinta kasih, keadilan, dan perdamaian yang dapat dijadikan dasar memperkuat kerukunan di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kerukunan antar umat beragama bukan hanya kebutuhan sosial, tetapi juga amanat teologis yang dijunjung tinggi oleh masing-masing tradisi keagamaan.