Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Propeller

Pengaruh Variasi Sudut Potong Pahat Dan Kedalaman Potong Mesin Bubut Terhadap Tingkat Kekasaran Benda Kerja Hodo, Yeremias Lake; Fahrizal, Fahrizal; Priyono, Priyono; Manesi, Damianus
Propeller Jurnal Permesinan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pertahanan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/pjp.v1i1.11098

Abstract

Proses pemesinan sangat penting dan sering digunakan dalam dunia industri. Salah satu proses pemesinan adalah proses pembubutan. Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang mengerjakan benda kerja (biasanya berbentuk silindris) dengan cara menyayat dan bergerak secara berputar.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui berapa Besar tingkat Kekasaran Permukaan benda uji Dengan Variasi Sudut Yang Berbeda Dan Kedalaman Potong Terhadap Tingkat Kekasaran Benda Kerja (2) Untuk bisa mengetahui dan menentukan parameter sudut potong dan kedalaman potong mesin bubut dan juga untuk mengetahui tingkat kekasaran tertinggi dan tingkat kekasaran terendah. Dari hasil percobaan pembubutan rata dengan variasi sudut yang pertama yaitu sudut 90° kedalaman potong 0,3, 0,5, dan 0,7 sebanyak 3 kali percobaan eksperimen pertama tingkat kekasaran terendah 7,902pm kedalaman pemakanan 0,7 .percobaan sudut kedua 80° kedalaman potong 0,3, 0,5, dan 0,7 eksperimen kedua tingkat kekasaran tertinggi 9,661 pm kedalaman pemakanan 0,3 .dan percobaan sudut ketiga 70° kedalaman potong 0,3, 0,5, dan 0,7 eksperimen ketiga tingkat kekasaran tertinggi 7,588 pm, kedalaman potong 0,3.Data percobaan diolah kedalam bentuk tabel Anova dengan mendapatkan SNR dengan pengaruh tertinggi yaitu faktor sudut dengan delta sebesar 3,36 dan Depth Of Cut (kedalaman potong) sebesar 2,25 .Dan dari hasil analisis anova menunjukkan sudut 80° ,dan kedalaman potongnya 0,3 mendapat nilai tingkat kekasaran tertinggi 9,661 pm dan sudut sudut 90° dengan kedalaman potong 0,7 menghasilkan nilai kekasaran terendah 2,953 pm.
Analisa Kuat Tekan Balok Komposit Serat Buah Lontar Hanmina, Marsianus; Pell, Yeremias; Bunganaen, Wenseslaus; Manesi, Damianus
Propeller Jurnal Permesinan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pertahanan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan material baru pengganti kayu. Seiring perkembangan teknologi di bidang teknik, kita juga dapat memanfaatkan serat lontar sebagai bahan dasar pembuatan komposit khususnya pembuatan balok komposit. Karakterristik salah satu spesies tanaman lokal ini dapat diperoleh dari pemanfaatan tanaman lontar yang memiliki  kandungan  sarat yang tinggi, yang dapat   digunakan   dalam   pembuatan   komposit.   Proses   pembuatan   spesimen menggunakan  metode  press  hand  lay–up,  dengan  resin  unsaturated  polyester (UPRs) jenis Yukalac 157 BQTN. Serat yang digunakan adalah serat buah lontar. Sedangkan perlakuan alkali (NaOH) pada serat adalah 5% selama 2 jam. Fraksi volum (Vf) sebesar 35 %.  Variasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu variasi arah serat yaitu serat acak dan serat sejajar. Spesimen uji kuat tekan dibuat   dengan   menggunakan   standar   ASTM   D   695-02a.   Hasil   penelitian menunjukan  bawah nilai kekutan tekan rata-rata tertinggi pada komosit dengan arah serat  acak yaitu 13240  MPa sedangkan  nilai kekuatan  tekan rata-rata terendah  ada pada komposit  dengan orientasi   serat tegak lurus yaitu  11900 MPa.  Nilai  tegangan  rata-rata  tertinggi  paka  komposit  dengan  orientasi  serat acak yaitu 82,088, sedangkan nilai tegangan rata-rata terendah pada  komposit dengan  orientasi  serat tegak  lurus  yaitu  73,780.  Nilai  regangan  terendah  pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 0,181, sedangkan  regangan terendah pada  komposit  dengan  orientasi  serat  tegak  lurus  pembebanan  yaitu  0,102. Sedangkan nilai modulus elastisitas tertinggi pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 881,505 dan nilai modulus  elastisitas terendah pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 488,211.
Analisa Kuat Tekan Balok Komposit Serat Buah Lontar Hanmina, Marsianus M F; Pell, Yeremias M; Bunganaen, Wenseslaus; Manesi, Damianus; Rohi, Jemssy R
Propeller Jurnal Permesinan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pertahanan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/pjp.v1i2.14587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan material baru pengganti kayu. Seiring perkembangan teknologi di bidang teknik, kita juga dapat memanfaatkan serat lontar sebagai bahan dasar pembuatan komposit khususnya pembuatan balok komposit. Karakterristik salah satu spesies tanaman lokal ini dapat diperoleh dari pemanfaatan tanaman lontar yang memiliki kandungan sarat yang tinggi, yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit. Proses pembuatan spesimen menggunakan metode press hand lay–up, dengan resin unsaturated polyester (UPRs) jenis Yukalac 157 BQTN. Serat yang digunakan adalah serat buah lontar. Sedangkan perlakuan alkali (NaOH) pada serat adalah 5% selama 2 jam. Fraksi volum (Vf) sebesar 35 %. Variasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu variasi arah serat yaitu serat acak dan serat sejajar. Spesimen uji kuat tekan dibuat dengan menggunakan standar ASTM D 695-02a. Hasil penelitian menunjukan bawah nilai kekutan tekan rata-rata tertinggi pada komosit dengan arah serat acak yaitu 13240 MPa sedangkan nilai kekuatan tekan rata-rata terendah ada pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 11900 MPa. Nilai tegangan rata-rata tertinggi paka komposit dengan orientasi serat acak yaitu 82,088, sedangkan nilai tegangan rata-rata terendah pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 73,780. Nilai regangan terendah pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 0,181, sedangkan regangan terendah pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus pembebanan yaitu 0,102. Sedangkan nilai modulus elastisitas tertinggi pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 881,505 dan nilai modulus elastisitas terendah pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 488,211
Analisis Uji Tarik Pada Hasil Pengelasan Busur Listrik Menggunakan Elektrroda Berdiameter 2.6 mm Pada Plat St 40 Dengan Ketebalan 4 mm Tnunay, Imanuel Adam; Manesi, Damianus; Hanmina, Marsianus M F; Bistolen, Boy; Lopo, Elkanan Bilak
Propeller Jurnal Permesinan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pertahanan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/pjp.v1i2.14590

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan peralatan material benda logam yang digunakan dalm konstruksi bangunan maupun konstruksi peralatan mesin dimana pengunan elektroda las san berpengaruh pad material yg disambungkan. Dengan penerapan pada material Baja St 40 dan elektroda berdiameter Ø 2,6 mm maka dari hasil penelitian ini menunjukan analisa bahwa pnggunaan bahan pengelasan Elektroda Ø 26 mm memiliki kekuatan tarik yang lebih baik (96,7 kg/mm). Tegangan Nominal yang dihasilkan dari hail pengelasan menggunkan elektroda Ø 26 mm adalah sebesar 90,72 kg/mm², Regangan yang dihasilkan apabilai bandingkan dengan pengelasan dasar maka didapat hasil sebesar 0,75 kg/mm², Sedangkan reduksi yang dihasilkan sebesar 6,2 kg/mm². hal ini menunjukan bahwa pengunaan elektroda Ø 26 mm masih menjadi rekomendasi dalam penggunaannya
Penerapan Network Planning Pada Rekondisi Electric Motor Rustibus 2000 MV. Meratus Malino Adiwijaya, Puji Alphatehah Putra Tri Surya; Tnunay, Imanuel Adam; Manesi, Damianus
Propeller Jurnal Permesinan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pertahanan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electric Motor or what is called as dynamo is a driving motor that converts electrical energy into kinetic energy. This energy change is carried out due to differences in the magnetic field in the coil so that when the coil is electrified, there will be a difference in the magnetic field which causes movement. Rustibus 2000 is a rust removal machine (scaling machine) that removes rust from the surface of ships. The role of the dynamo on the Rustibus is very continuous so maintenance must be scheduled and routine. Dynamo maintenance is carried out using a parallel work system and is carried out sequentially without paying attention to work priorities. Here, researchers apply the method of network planning with the CPM (critical path method) approach by looking for critical paths so that the electric motor reconditioning work which originally took 18 hours at a cost of Rp. 2,700,000 to 17.5 hours at a cost of Rp. 2,625,000.
Analisis Keandalan dan Kinerja Pompa Air Kampus Ben Mboy: Studi Kasus dan Rekomendasi Tnunay, Imanuel Adam; Adiwijaya, Puji Alphatehah Putra Tri Surya; Manesi, Damianus
Propeller Jurnal Permesinan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pertahanan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the reliability and performance of the water pump at Ben Mboy Campus, focusing on identifying issues and causes of failures, and developing improvement recommendations. An efficient water distribution system is crucial for supporting academic and operational activities at the campus. However, the pump used to transfer water from Rotiklot Dam frequently experiences failures, impacting water supply and operational costs. This research employs a descriptive quantitative method, collecting data through observations, interviews, and performance measurements to evaluate the frequency of pump failures in relation to operational time and workload. Regression analysis reveals a positive relationship between operational time and pump failure frequency, with recommendations to enhance maintenance scheduling and workload monitoring to reduce failures and improve system reliability. The research findings are expected to provide data-driven solutions for improving the water distribution system at Ben Mboy Campus and increasing its operational efficiency.