Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Penerimaan Aplikasi Samsat Digital Nasional dengan Menggunakan Mobile Technology Acceptance Mode Ardianda, Feri; Ruliansyah, Ruliansyah; Alfresi, Aminullah Imal
Journal of Informatics Management and Information Technology Vol. 5 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jimat.v5i4.732

Abstract

The rapid development of technology requires the government, including the One-Stop Integrated Administration System (SAMSAT), to integrate technology into their services. The One-Stop Integrated Administration System (SAMSAT), has developed various systems, one of which is the National Digital Samsat (SIGNAL). However, the implementation of this system brings concerns regarding user acceptance. The study was conducted to determine the level of acceptance and what factors influence the SIGNAL application at Samsat UPTB 1 Palembang using MTAM (Mobile Technology Accepted Model). This study uses a descriptive quantitative method with data collection methods that will be carried out, namely through interview techniques, questionnaires, and observation. The population and sample in this study are active SIGNAL users at Samsat UPTB 1 Palembang with a simple random sampling technique. The population of SIGNAL users is 9335, so the sample calculated using the Slovin formula, assuming a 95% reliability level, obtained a sample of 384 respondents. Data analysis used PLS-SEM with the Smart-PLS 4 tool. The results of the study showed that the level of acceptance of the SIGNAL application by the community at Samsat UPTB 1 Palembang was classified as accepting, with an average value of 3.23 from 384 respondents. Based on the MTAM analysis, it was found that the variables Mobile Usefulness and Mobile Perceived Financial Resources had a positive effect on Behavioral Intention, while Mobile Ease of Use had a negative effect. On the other hand, the variables Mobile Perceived Compatibility, Mobile Perceived Security Risk, and Mobile Perceived Trust did not show any effect on Behavioral Intention. In addition, Mobile Perceived Compatibility had a negative effect on Mobile Usefulness, while Mobile Perceived Financial Resources had a positive effect on Mobile Usefulness. As for Mobile Ease of Use, only Mobile Perceived Financial Resources had a positive effect, while Mobile Perceived Compatibility had no effect.
Analisis Kinerja Pelayanan Pelanggan dan Pembacaan Meter Air pada PDAM Tirta Musi Seberang Ulu II Palembang Safitri, Safitri; Alfresi, Aminullah Imal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4829

Abstract

Pelayanan air bersih merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat. Perumda Tirta Musi Palembang sebagai perusahaan daerah dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, akurat, transparan, dan berkelanjutan kepada pelanggan. Unit Pelayanan Seberang Ulu II merupakan salah satu unit dengan jumlah pelanggan yang besar dan tingkat interaksi pelayanan yang tinggi, khususnya pada kegiatan pelayanan pelanggan dan pembacaan meter air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan pelanggan dan proses pembacaan meter air yang diterapkan di Perumda Tirta Musi Unit Pelayanan Seberang Ulu II Palembang serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan petugas terkait, dan dokumentasi selama pelaksanaan kerja praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pelanggan dan pembacaan meter air telah didukung oleh sistem informasi berbasis aplikasi, namun efektivitas penerapannya belum optimal. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain masih adanya proses pencatatan manual, keterlambatan penginputan data pembacaan meter, kurangnya integrasi sistem antarbagian, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi oleh petugas. Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan penagihan dan meningkatnya keluhan pelanggan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan integrasi sistem informasi pelayanan dan penagihan, digitalisasi arsip pelanggan, penerapan input meter digital langsung dari lapangan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan sistem informasi guna meningkatkan kualitas pelayanan dan akurasi data pemakaian air.