Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Mewujudkan Generasi Cerdas: Implementasi Kampus Mengajar untuk Peningkatan Literasi, Numerasi, dan Digitalisasi di SMPN 3 Gerung Purnamasari, Nur Asmita; Anggriani, Ni Ketut; Sahnan, Ahmad; Wardana, Ari; Hulfiana, Hulfiana; Dwinata, Nauval Waraqoh
Sinergi dan Harmoni Masyarakat MIPA Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sinonim.v1i2.6325

Abstract

The Kampus Mengajar Program is an initiative by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) aimed at improving the quality of education in Indonesia, particularly in schools facing challenges in literacy, numeracy, and digitalization. SMPN 3 Gerung is one of the target schools of the Kampus Mengajar Batch 7 Program, where issues such as low reading interest, lack of understanding of numeracy concepts, and limited use of technology in learning were identified.The objective of this community engagement is to enhance students’ literacy, numeracy, and digital adaptation skills through various intervention programs designed and implemented by Kampus Mengajar students. The method employed includes school needs assessment, solution-based program design, phased implementation, and evaluation to measure program effectiveness. The literacy program consists of 15-minute reading sessions before lessons, a reading corner, and a literacy clinic. The numeracy program includes a numeracy-rich environment and educational games such as the snake and ladder game and puzzles. Meanwhile, the digital adaptation program encompasses Canva training and the use of digital educational media.The results of this program indicate an improvement in students’ literacy and numeracy skills, as evidenced by increased pre-test and post-test scores. Additionally, students' ability to utilize technology for learning has significantly improved. Thus, this program has positively contributed to enhancing the quality of education at SMPN 3 Gerung and can serve as a model for similar community engagement initiatives in other schools facing comparable challenges.
IMPLEMENTASI METODE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DALAM MENANAMKAN PEMAHAMAN AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VII B DI MTs NURUL HUDA PAGEDONGAN BANJARNEGARA Dzaka Ulfikri, Mohamad; Sahnan, Ahmad
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 2 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i2.518

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, baik secara intelektual maupun spiritual. Dalam konteks pembelajaran agama Islam, partisipasi aktif siswa menjadi faktor kunci dalam mencapai pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai Akidah dan Akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Metode TAI (Team Assisted Individualization) Dalam Menanamkan Pemahaman Akidah Akhlak Siswa Kelas VII B Di MTs Nurul Huda Pagedongan Banjarnegara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas VII B, guru mata pelajaran Akidah Akhlak, dan kepala madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TAI (Team Assisted Individualization) yang diterapkan oleh guru menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa baik secara kognitif maupun afektif melalui tiga tahapan utama: perencanaan yang dimulai dengan penyusunan modul, pemilihan metode pembelajaran, persiapan Asesmen awal, dan pendekatan kurikulum komite dengan kurikulum berbasis cinta (KBC). Pelaksanaan dimulai dengan tahap utama: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Evaluasi dilakukan dengan evaluasi diagnostik, formatif dan sumatif. Siswa juga menunjukkan perkembangan dalam pemahaman materi Akidah Akhlak, keterampilan komunikasi, kerja sama, dan Implementasi Akidah Akhlak Dalam Kehidupan Sehari-hari. Melalui tahapan yang terstruktur guru mampu menciptakan suasana belajar yang religius, kondusif, dan menyenangkan, sehingga mampu memotivasi siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Saran ditujukan kepada guru, siswa, peneliti selanjutnya, dan pihak sekolah untuk pengembangan lebih lanjut.