Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemberian Edukasi Kesehatan Reproduksi dengan Menggunakan Media Film pada Remaja di Puskesmas Kota Cirebon Elfi, Elfi; Padmawati, Rinela
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v3i2.653

Abstract

Film is one of teaching and learning interaction tools that combines two kinds of sense organs at the same time in helping the learning process. Film media can increase the knowledge of school dropout adolescents about the adolescent reproductive health. (Elfi, Rinela P, 2019). Nowadays, adolescents can easily access the internet via smartphones, so that it can have a negative impact on using the internet. Community Service Activities are carried out to provide education on reproductive health education including the information on female / male reproductive organs, puberty, sexual behavior and genitalia hygiene through film. The method of implementation is film screening to assess the level of knowledge and attitudes of adolescents before and after screening. The target of this activity is adolescents aged 15 to 19 years in the Work Area of Puskesmas Majasem, Cirebon City The results showed an increase in the knowledge and attitudes of adolescents after given the health education about reproductive health through film. Counseling using well-packaged film can increase adolescent interest, so that can increase adolescent knowledge and attitudes. Keywords: Film, knowledge, attitudes
Ethics Politic Kari Palonen of Weberian Perspective Elfi, Elfi; Tri Hadi, Rahmad
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 16 No. 1 (2024): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v16i1.13501

Abstract

This study aims to describe and analyze the political ethics of Kari Palonen's thoughts. The method used in this study is a descriptive-analytical method with a Weberian approach. The primary data used in this research is the works of Kari Palonen himself. While the secondary data in this study are books, journal articles, and other websites that discuss Kari Palonen's thoughts. The results of the study show that political ethics in Kari Palonen's perspective includes five dimensions, viz political (political action), polity (facilities; institutions), policy (policy; purpose), politicking (political activity), and politicisation. The five elements in the Weberian perspective constitute a scope of complexity that cannot be separated and are interrelated in forming and understanding a country's political ethics.
Marcus Aurelius' Stoicism and its Solution to Overthinking Saputra, Muhammad Kevin; Rais, Zaim; Elfi, Elfi
Islamic Thought Review Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/itr.v1i1.6422

Abstract

This research was library research with overthinking as its material object and the Stoicism of Marcus Aurelius as a formal object. The main problem in this study is how Marcus Aurelius' Stoicism becomes a solution to overthinking. This research used critical analysis and heuristics methods. The data source in this research refers to the book or personal record of Marcus Aurelius, namely Meditations, which is supported by other sources that are closely related to the problems of Stoicism and overthinking. There are some critical points as the solution to the overthinking of Marcus Aurelius' Stoicism, namely, first, living in harmony with nature, where things beyond human control are on the scale of nature. Second, regarding the treatment of others, the actions and words of others are beyond human control, and what should be controlled is their perception. Third, self-restraint is in of control of humans. Everything that comes from out of control will not affect and interfere if in of control can be managed with the argumentation that humans as a whole are human beings that have a ratio; then this is the core of Marcus Aurelius' Stoicism.
Analisis Kesiapan Pengguna SIMRS dalam Implementasi KRIS Menggunakan Kerangka Kerja HOT-FIT Maulidiyah, Fuji; Elfi, Elfi; Subianto, Totok; Aryani, Bhakti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7671

Abstract

Implementasi kebijakan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) mendorong transformasi digital di sektor pelayanan kesehatan, khususnya dalam penguatan peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk mengelola data pasien secara terintegrasi, akurat, dan real-time. Kebijakan ini menuntut kesiapan sistem serta sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi secara optimal. Namun, dalam praktiknya, keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan pengguna, dukungan organisasi, serta kesesuaian sistem dengan kebutuhan kerja di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pengguna SIMRS dalam mendukung implementasi KRIS menggunakan kerangka kerja Human, Organization, Technology-Fit (HOT-FIT). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh petugas rekam medis di Rumah Sakit Ciremai sebanyak 21 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi HOT-FIT berada pada kategori siap, dengan nilai rata-rata human sebesar 4,76, organization 4,18, technology 4,36, dan net benefit 4,00. Dimensi human menunjukkan skor tertinggi, sedangkan net benefit terendah namun tetap dalam kategori siap. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengguna SIMRS telah siap mendukung implementasi KRIS, namun optimalisasi sistem tetap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan manfaat layanan kesehatan.
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kamarang Amanulloh, Hibban; Khasanah, Lina; Elfi, Elfi; Subianto, Totok
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8249

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh ketepatan waktu pelayanan, salah satunya adalah waktu tunggu pasien pada layanan rawat jalan. Waktu tunggu yang tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal berpotensi menurunkan tingkat kepuasan pasien serta persepsi terhadap mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kamarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, di mana pengukuran variabel dilakukan secara bersamaan dalam satu periode waktu. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik kuota sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung waktu tunggu menggunakan alat ukur waktu, serta kuesioner kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami waktu tunggu sesuai standar (≤60 menit) sebesar 77,1% dengan rata-rata waktu tunggu 38,01 menit, sedangkan 22,9% mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit. Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa 76% responden merasa puas dan 24% tidak puas. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien. Disimpulkan bahwa efisiensi waktu tunggu berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pasien, meskipun faktor lain juga turut memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan di puskesmas.
Pengembangan Materi Ajar Bahasa Inggris Berbasis Nilai-Nilai Keislaman : Islamic Value Based- English for Journalist and Broadcaster Elfi, Elfi; Reni Susanti
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1556

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh kebutuhan akan materi Bahasa Inggris yang sesuai berdasarkan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendapatkan informasi mendalam tentang kebutuhan untuk merancang materi Bahasa Inggris berdasarkan nilai-nilai Islam bagi mahasiswa jurnalistik dan penyiaran, (2) untuk merancang materi Bahasa Inggris berdasarkan nilai-nilai Islam bagi mahasiswa jurnalistik dan penyiaran, dan (3) untuk memvalidasi materi Bahasa Inggris berdasarkan nilai-nilai Islam bagi mahasiswa jurnalistik dan penyiaran. Penelitian ini menggunakan R&D dengan menggunakan model ADDIE yang dilakukan dalam tiga fase. Pertama adalah Analisis yang terdiri dari menganalisis kebutuhan materi Bahasa Inggris untuk jurnalis dan penyiar. Kedua adalah Perancangan dan ketiga adalah Fase Pengembangan di mana peneliti merancang model prototipe yang dibangun, dievaluasi. Terakhir adalah validasi ahli di mana para ahli dilibatkan untuk meninjau model guna membantu penyempurnaan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif Miles dan Huberman. Responden penelitian ini adalah 40 mahasiswa KPI yang mengambil mata kuliah Bahasa Inggris untuk Jurnalistik dan Penyiaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi Bahasa Inggris untuk jurnalis dan penyiaran sangat dibutuhkan. Sementara itu, dalam fase perancangan dan pengembangan, draf Bahasa Inggris untuk jurnalistik dan penyiaran berbasis konten Islami disusun dengan cermat. Draf ini dirancang menggunakan materi berbasis fungsi, otentik dan semi-otentik, serta memasukkan unsur pembentukan karakter. Terakhir, hasil penilaian ahli menunjukkan bahwa Bahasa Inggris berbasis nilai Islami untuk jurnalis dan penyiaran mendapat nilai 85,21 atau sangat valid. Namun, perlu direvisi dari segi aspek mekanis dan konten. Akhirnya, hasil penilaian ahli untuk video pembelajaran adalah 82,19 (sangat valid).