Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Pepadu

PERAGAAN METODE SUPERPOSISI DALAM ANALISIS RANGKAIAN LISTRIK UNTUK SISWA SMAN 5 MATARAM Jurnal Pepadu; Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; Abdul Natsir; Ida Ayu Sri Adnyani; Sabar Nababan
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2281

Abstract

Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Mataram terletak di jalan Udayana No. 2A, Kecamatan Selaparang, Mataram.Sekolah ini berdiri sejak tahun 1992 dan menjadi salah satu sekolah berprestasi di NTB. Prestasi ini terbukti dari banyaknya alumni yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Alumni di terima di Perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional dan seleksi bersama masuk perguruan tingi negeri. Jalur seleksi nasional yang dinilai adalah raport siswa pada lima mata pelajaran. Untuk jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi nasional adalah nilai hasil test. Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi sekolah perlu partisipasi dan peran aktif dari masyarakat umum, pemerintah dan lembaga terkait. Universitas Mataram sebagai lembaga pendidikan di Mataram ikut berperan aktif meningkatkan prestasi sekolah dengan sharing pengetahuan dengan menggunakan module peraga. Sharing pengetahuan mengangkat materi analisa rangkaian listrik, menggunakan metode superposisi,yang tercakup dalam mata pelajaran Fisika. Module peraga dapat mempercepat dan pemerataan pemahaman siswa terhadap kasus rangkaian listrik. Selanjutnya siswa berlatihan dengan mengambil kasus rangkaian listrik yang terdiri dari dua buah sumber arus, dua buah sumber tegangan dengan posisi sumber bervariasi. Soal-soal latihan dikerjakan secara berkelompok dengan teman sebangkunya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat aktif dalam berlatih soal-soal dengan kasus yang bervariasi. Mereka semakin paham dengan elemen-elemen yang terrangkaian secara seri maupun secara pararel. Dari 32 siswa yang mengikuti kegiatan, sebagian besar bisa menganalisa kasus dengan lancar. Simulasi rangkaian dapat dikerjakan dengan baik. Indikator secara kuantitatif kemajuan siswa setelah pelaksanaan kegiatan meningkat 84,37 %, diambil dari hasil kuisioner sebelum dan setelah kegiatan.
PENTINGNYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) KELISTRIKAN DI AREA HUNIAN BAGI MASYARAKAT DESA SANDIK KECAMATAN BATULAYAR Adnyani, Ida Ayu Sri; Seniari, Ni Made; Supriyatna, Supriyatna; Natrsir, Abdul; Nababan, Sabar; Wiryajati, I Ketut
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.5920

Abstract

Pemahaman masyarakat tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan di Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, masih tergolong rendah. Masyarakat cenderung mengabaikan potensi bahaya dari instalasi listrik yang tidak aman, seperti risiko kebakaran, sengatan listrik, dan ledakan. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan sosialisasi dan edukasi mengenai K3 Kelistrikan kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini meliputi pengenalan potensi bahaya, cara pengecekan dan pemeliharaan instalasi listrik, serta pelatihan pemasangan instalasi listrik yang sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan setelah dilakukan edukasi. Dari 30 responden yang terlibat, 70% menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa edukasi tersebut penting dan perlu ditingkatkan. Namun, masih terdapat 13,33% responden yang belum sepenuhnya memahami pentingnya keselamatan kelistrikan, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, namun pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keselamatan kelistrikan di Desa Sandik tetap terjaga.
PELATIHAN PEMBUATAN FILE PRESENTASI DI SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-AZIZIAH KABUPATEN LOMBOK BARAT Ch, Syafaruddin; Wiriastro, Giri Wahyu; Saputra, Suthami Aries; Darmawan, Budi; Nababan, Sabar
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4965

Abstract

Penggunaan komputer beserta beberapa program aplikasinya dalam dunia pendidikan pada zaman sekarang merupakan sesuatu yang tidak asing lagi. Hal ini sejalan tuntutan peningkatan kualitas kemampuan para guru dalam membuat dan menyajikan bahan ajar merupakan suatu hal yang perlu untuk direspon para guru. Para guru diharapkan memanfaatkan komputer dalam mengemas materi ajar dalam bentuk bahan ajar yang akan dikomunikasikan kepada para siswa. Agar materi ajar yang akan ditransfer menjadi suatu pengetahuan dan mudah diserap secara maksimal oleh anak didik, maka peran bentuk dan media penyajian materi merupakan hal yang tidak bisa diabaikan. Untuk itu diperlukan suatu pelatihan pembuatan file-file presentasi yang lebih menarik dan komunikatif. Selain hal di atas, maka perlu pula mengadakan pelatihan atau kursus singkat mengenai cara membuat blog bagi para guru dan siswa untuk mengoptimalkan proses belajar-mengajar di sekolah.
PENTINGNYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) KELISTRIKAN DI AREA HUNIAN BAGI MASYARAKAT DESA SANDIK KECAMATAN BATULAYAR Adnyani, Ida Ayu Sri; Seniari, Ni Made; Supriyatna, Supriyatna; Natrsir, Abdul; Nababan, Sabar; Wiryajati, I Ketut
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.5920

Abstract

Pemahaman masyarakat tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan di Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, masih tergolong rendah. Masyarakat cenderung mengabaikan potensi bahaya dari instalasi listrik yang tidak aman, seperti risiko kebakaran, sengatan listrik, dan ledakan. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan sosialisasi dan edukasi mengenai K3 Kelistrikan kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini meliputi pengenalan potensi bahaya, cara pengecekan dan pemeliharaan instalasi listrik, serta pelatihan pemasangan instalasi listrik yang sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan setelah dilakukan edukasi. Dari 30 responden yang terlibat, 70% menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa edukasi tersebut penting dan perlu ditingkatkan. Namun, masih terdapat 13,33% responden yang belum sepenuhnya memahami pentingnya keselamatan kelistrikan, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, namun pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keselamatan kelistrikan di Desa Sandik tetap terjaga.
MODEL INTEGRATIF KULIAH LAPANGAN DAN CASE-BASED LEARNING DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO Muljono, Agung Budi; Adnyani, Ida Ayu Sri; Harjian, Muhammad Rivaldi; Nababan, Sabar
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.7922

Abstract

This integrative learning activity aims to develop the competencies of Electrical Engineering students through a learning model that combines Field Study and Case-Based Learning (CBL) in the Substation Technology course. Technical competence in the field of substations requires a strong theoretical foundation as well as practical skills in solving real-world problems in the field. The activity was carried out through visits to substations owned by industry partners and the development and resolution of case studies based on actual field situations. The final evaluation results show that this model had a significant impact on academic achievement, with 60.2% of students achieving excellent grades, 34.4% good, and 5.4% satisfactory. In addition, the questionnaire analysis, consisting of 10 indicators, revealed a high level of satisfaction, with 55.357% of respondents strongly agreeing and 39.285% agreeing with the effectiveness of this learning model. This model has proven to be effective as a learning strategy for strengthening student competencies while also serving as a tangible contribution of higher education in fostering synergy with society and industry.