Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI BAWANG GORENG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PERAJANG BERPUTAR UNTUK BAWANG MERAH SEGAR Elfiana, E; Ridwan, Ridwan; Prihatin, Nanang; Rahmahwati, Cut Aja; Intan, Syarifah Keumala; Zaini, Halim; Harunsyah, Harunsyah; Fauzan, Reza; Satriananda, Satriananda; Pardi, Pardi
Jurnal Vokasi Vol 7, No 2 (2023): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i2.4130

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan pada mitra masyarakat ekonomi produktif pengahasil bawang goreng kemasan di desa Mon Geuddong Kota Lhokseumawe Kecamatan Banda Sakti Provinsi Aceh. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah pada bidang produksi dimana proses pengrajangan bawang menggunakan pisau iris membutuhkan waktu yang lama dan kapasitas produksi maksimum hanya 0,5 kg/jam atau 8 kg/hari. Sehingga kegiatan PKM ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan  produksi dengan ketidaksiapan mitra dalam memenuhi permintaan konsumen adalah dengan mengimplementasikan mesin perajang bawang segar otomatis berbahan stainless steel foodgrade dapat dioperasikan dengan cepat, praktis, ekonomis, dan  menghasilkan bawang rajang yang seragam.  Pelaksanaan PKM dilakukan di lokasi mitra dimulai dengan observasi tim pelaksana PKM ke lokasi mitra, pembekalan materi, perancangan mesin pengrajang bawang, demonstrasi, pengoperasian, dan perawatan.   Hasil implementasi mesin rajang terbukti dapat meningkatkan kapasitas produksi bawang rajang dari 0,5 kg/jam menjadi 12 kg/jam atau meningkatkan kapasitas bawang goreng dari 3,5 kg/hari menjadi 35 kg/hari
Peningkatan Ekonomi Kreatif Masayarakat Desa Alue Lim Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Putra, Alfian; Intan, Syarifah Keumala; Majuar, Edi; Helmi, Helmi
Jurnal Vokasi Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.943 KB) | DOI: 10.30811/vokasi.v2i1.671

Abstract

Salah satu bentuk peningkatan ekonomi masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan yang mudah dan murah, seperti halnya pada desa Alue Liem Kecamatan Blang Mangat. Dengan tingkat perekeomian yang cukup memmadai keberadaan desa ini dilintasi oleh jalan Line Pipa dan Jalan menuju Simpang keramat sangat potensi untuk pengembangan usaha kreatif seperti pembuatan sabun cair. Pealtihan ini dilakukan oleh Tim Politeknik Negeri Lhokseumawe yang diikuti oleh ibu-ibu dan remaja putrid desa tersebut. Dari hasil pelatihan para peserta dapat melakukan pembuatan sabun caiar secara mandiri dan direncanakan adanya pemasaran dengan harga yang bersaing dengan sabun kemasan namun dengan kualitas yang sesuai dengan standar sabun yang digunakan pada umumnya. Langkah selanjutnya adalah melakukan bimbingan terhadap pengembangan usaha melalui pendampingan terhadap perijinan dan bantuan pemsaran.Kata kunci: Ekonomi, Sabun cair, Pelatihan, KreatifPENDAHULUANDesa Alu Lim Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe dengan jarak hanya lebih kuang 6 Km dari kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe memiliki jumlah penduduk sebanyak 2939 jiwa. Sebagian besar mata pencarian penduduk-nya adalah Tukang, Buruh, Petani dan Pedagang dan rata-rata tingkat pendidikan masyarakatnya adalah Tingkat SD dan SMP. Lokasi desa ini berada pada lintasan jalan Line pipa antara Exxon Mobil ke Petra Arun Gas (PAG), sehingga ini menjadi salah satu potensi dalam pengembangan perekonomian dan peningkatan tarap hidup masyarakat.Potensi ini belum termanfaatkan secara maksimal
Utilization of a Mixture of Peuyeumization Market Waste-Derived RDF (Refuse-Derived Fuel) and Coconut Shell Charcoal (CSC) into Bio-Briquettes with Coal-Calorific Value Elfiana, Elfiana; Intan, Syarifah Keumala; Ruhana, Ruhana; Rahmahwati, Cut Aja; Zaini, Halim
Jurnal Teknologi Vol 25, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v25i2.6887

Abstract

The accumulation of market waste and coconut shells poses a significant environmental challenge, necessitating effective management strategies by both local governments and academic institutions. This study explores the conversion of organic market waste into Refuse-Derived Fuel (RDF) through a dry fermentation (peuyeumization) process using 5% EM4 bio-activator over a 21-day incubation period. Concurrently, coconut shells were carbonized to produce high-carbon Coconut Shell Charcoal (CSC). Both RDF and CSC, ground to a 100-mesh particle size, were utilized to produce cylindrical bio-briquettes (7 cm height, 3.6 cm outer diameter, 1.6 cm inner diameter) using a compaction method. Various RDF:CSC ratios (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, and 100:0) were tested with three concentrations of tapioca starch adhesive (6%, 8%, and 10%). The quality of the resulting briquettes was evaluated based on the Indonesian National Standard (SNI 01-6235-2000), assessing parameters such as moisture content, ash content, density, fixed carbon content, and calorific value. Combustion characteristics were further examined through ignition time and combustion rate measurements. The optimal briquette was produced at a 25:75 RDF:CSC ratio with 6% adhesive, achieving a weight of 30 g, density of 0.46 g/mL, fixed carbon content of 75.51%, moisture content of 5.25%, ash content of 5.91%, calorific value of 6117.38 cal/g, ignition time of 63.78 minutes, and combustion rate of 1.55 g/min. These findings indicate that the bio-briquettes meet the calorific standard of young coal, supporting their potential use as an environmentally friendly alternative fuel.
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF PROYEK PENGGANTIAN JEMBATAN BLANG CUT II KECAMATAN BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE Dzaky, Muhammad; Munardy, Munardy; Intan, Syarifah Keumala
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 7, No 01 (2024): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan mempunyai batas waktu (deadline) yang terikat di dalam kontrak, yang berarti proyek harus diselesaikan sebelum atau dalam waktu yang ditentukan. Keterlambatan pengerjaan proyek dapat dicegah dengan percepatan pelaksanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan biaya dan mendapatkan waktu optimal yang dibutuhkan. Metode yang dipakai adalah Time Cost Trade Off (TCTO) dengan 4 skenario jam lembur yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data RAB dan Time Schedule dari pekerjaan yang ditinjau yaitu“Penggantian Jembatan Blang Cut II Kec. Blang Mangat, Kota Lhokseumawe”. Program Primavera P6 digunakan untuk perencanaan waktu pelaksanaan untuk mengetahui total waktu proyek dan mendapatkan lintasan kritis. Dari hasil pembahasan mekanisme pengendalian waktu dengan metode Time Cost Trade Off (TCTO) diperoleh bahwa biaya dan waktu yang optimal yakni sebesar Rp1,307,720,769.46 dari biaya normal sebesar Rp1,301,233,570.00 dengan durasi 168 hari dari durasi normal 178 hari.kerja. Dengan melakukan penambahan waktu lembur 1 jam. Persentase kenaikan biaya total proyek sebesar 0.5% dan mempercepat durasi total sebesar 6%. Kata Kunci : Optimalisasi, Biaya, Waktu, Primavera P6
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jembatan Rangka Baja Namploh, Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen) Yustina, Zuchra; Hasan, Afdhal; Intan, Syarifah Keumala
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 2, No 01 (2019): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu proyek konstruksi faktor yang menjadi indikator keberhasilan suatu proyek adalah harus tepat biaya, waktu, dan mutu. Faktor waktu dan biaya dapat saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Karena kedua faktor tersebut dapat saling mempengaruhi maka dibutuhkan manajemen kontrol proyek yang terintegrasi antara faktor biaya dan waktu, Dengan begitu tingkat keterlambatan dan kurangnya biaya dapat diminimalisasi atau bahkan dihindari. Salah satu metode dalam mengontrol suatu proyek adalah dengan menggunakan metode Earned Value. Metode ini digunakan untuk menganalisis kinerja pelaksanaan dan membuat perkiraan penyelesaian proyek yang memberikan informasi kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan menghasilkan estimasi biaya dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan proyek. pembangunan jembatan Rangka Baja Namploh Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen ini mengalami keterlambatan serta kerugian. Didalam penulisan tugas akhir ini disajikan hasil analisa Konsep Nilai Hasil pada minggu ke-13 dengan BCWS = Rp4.725.352.051,20, BCWP = Rp 1.564.656.994,56, dan ACWP = Rp1.417.580.913,28. Ditinjau dari varian biaya (CV) proyek mengalami keuntungan Rp 147.076.081,28 dengan Indek Kinerja Biaya (CPI) 1 sehingga didapat biaya penyelesaian proyek sebesar Rp 6.867.459.128,38 atau 9,40% lebih kecil dari anggaran rencana. Sedangkan dari aspek jadwal proyek mengalami penambahan waktu -121,9% atau dari jadwal rencana 32 minggu menjadi 71 minggu ditunjukan dengan nilai Indeks Kinerja Waktu (SPI) 1.
KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN TERHADAP PENGOPERASIAN JALAN NASIONAL KRUNG MANE –BUKETRATA, RUAS 008 PROVINSI ACEH Martunis, Martunis; Kurniati, Kurniati; Intan, Syarifah Keumala
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 3, No 02 (2020): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ka-amdal (kajian dampak lingkungan) sangat penting didalam suatu pengerjaan proyek yang berdampak langsung dengan lingkungan masyarakat, contohnya seperti proyek pengerjaan jalan penghubung antara satu daerah dengan daerah lainnya. Didalam sebuah pengerjaan proyek jalan, banyak hal-hal yang harus diperhatikan, seperti dampak lingkungan yang terjadi pada kawasan atau perkampungan yang berkenaan/bersinggungan langsung dengan jalan tersebut. Maka perlu diperhatikan dampak positif dan negatif, aspek-aspek lingkungan, komponen biologi, komponen social ekonomi budaya dan Kesehatan masyarakat. Dengan adanya ka-amdal dan pengerjaan sesuai dengan SOP yang berlaku, perekonomian masyarakat dapat bergerak lebih cepat daripada sebelumnya, tidak mencemari lingkungan sekitar, mempercepat/mempermudah akses dalam pembangunan infrastruktur guna membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian penulis yaitu: kuisioner dan wawancara dengan masyarakat setempat sebagai responden dan pengolahan data menggunakan sistem rekapitalisasi dengan metode statistic, hasil penelitian penulis dinyatakan valit atau reliabel. Kata kunci : Ka-Amdal, SOP, Infrastruktur, Kuisioner,Rekapitalisasi 
KOMPARASI ESTIMASI BIAYA DENGAN ANALISA AHSP DAN EI PADA PROYEK JALAN ALUE BILIE NAGAN RAYA Ajrina, Dini; Siddik, Jafar; Intan, Syarifah Keumala
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 4, No 02 (2021): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEstimasi awal pada sebuah proyek akan digunakan untuk studi, alternatif desain yang mungkin dan pemilihan desain yang optimal dalam suatu proyek yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan suatu rencana anggaran biaya untuk suatu proyek yang dipilih dengan teliti, cermat dan memenuhi syarat. Penulisan komparasi dilakukan (perbandingan) analisa dari 2 analisa yaitu AHSP dan EI. Metode yang digunakan dalam menghitung komparasi yaitu dengan menelaah atau memahami perbedaan dari ke dua analisa dilihat dari koefisien, harga, dan produktifitas. Proyek Jalan berlokasi di Alue Bilie Kab Nagan Raya dengan panjang pekerjaan 1012 M lebar jalan 20 M , lebar satu jalur 7,6 m , tebal 6 cm. Hasil komparasi mendapat total selisih harga sebesar sebesar Rp 384.668.036,91 (Tiga Ratus Delapan Puluh Empat Juta Enam Ratus Enam Puluh Delapan  Ribu Tiga Puluh Enam Ribu Sembilan Satu Rupiah  Rupiah) dengan menggunakan Analisa AHSP di peroleh hasil sebesar Rp 4.236.252.451,60 (Empat Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Enam Juta Dua Ratus Lima Dua Ribu  Empat Ratus Lima Puluh Satu Ribu  Enam Puluh Rupiah) dan Analisa EI di peroleh hasil Rp 4.620.920.488,51 (Empat Milyar Enam Ratus Dua Puluh Juta Sembilan Ratus Dua Puluh Ribu Empat Ratus Delapan  Puluh Delapan Ribu Lima Puluh Satu Rupiah). Kata kunci : Komparasi , Analisa EI , AHSP  
TINJAUAN REVIEW DESAIN TEBAL PERKERASAN LENTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN BATAS KOTA LANGSA-PROVINSI SUMATERA UTARA Pratama, Andrian; Hanafiah, Hanafiah; Intan, Syarifah Keumala
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Sipil Sains Terapan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Batas Kota Langsa-Provinsi Sumatera Utara (2 Jalur Kota Tamiang) Sta 463+200 s/d Sta 464+970, termasuk jenis jalan alteri kelas I.A, dengan panjang jalan 1.770 meter, jumlah jalur 2, 4 lajur dan 2 arah, lebar per-jalur 8 meter. Tinjauan dari penulisan ini adalah untuk mereview kembali tebal perkerasan lentur berdasarkan Analisa Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2013, menghitung rencana anggaran biaya berdasarkan Analisa EI (2012), dan membandingkan terhadap hitungan konsultan yang menggunakan metode AASHTO 1993 untuk perkerasan dan untuk rencana anggaran biaya mengunakan Analisa EI (2014). Dari hasil perhitungan diperoleh tebal lapisan timbunan pilihan 60 cm, tebal lapisan pondasi atas 30 cm, lapisan permukan AC-Base 18 cm, lapisan permukaan AC-BC 6 cm dan lapisan permukaan AC-WC 4 cm. Rencana anggaran biaya yang didapatkan untuk timbunan pilihan sebesar Rp. 1.526.883.623,07,-. pekerjaan pondasi atas sebesar Rp. 2.223.297.448,61,-. Pekerjaan prime coat sebsesar Rp 208.629.244,69,-. Pekerjaan tack coat sebesar Rp 124.303.2224,38,-. Pekerjaan laston aus AC-WC sebesar Rp 3.934.708.704,00,-. Pekerjaan laston antara AC-BC sebesar Rp 5.734.950.472,08,- dan pekerjaan laston lapis pondasi AC-Base sebesar Rp. 8.951.200.964,15,-. Berdasarakan hasil perbandingan terhadap konsultan, diperoleh selisih biaya adalah sebesar Rp 6.909.320,000,00,-. Perbedaan harga ini terjadi karena tebal tiap lapisan yang berbeda, Perhitungan dalam penelitian ini tidak memasukkan rencana anggaran biaya untuk drainase, median jalan, lampu jalan dan trotoar. Dalam perhitungan tebal lapisan perkerasan metode Bina Marga 2013 tidak mencamtumkan untuk perhitungan lapisan pondasi bawah sehingga digunakan Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2013
PERENCANAAN WAKTU DAN BIAYA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JEMBATAN BLANG CEURIEH GAMPONG AREE REUBEE KECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE Syawal, Afdhalul; Intan, Syarifah Keumala; Zulfikar, Zulfikar
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 6, No 02 (2023): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJembatan Blang Ceurieh Gampong Aree Reubee Kecamatan Delima Kabupaten Pidie adalah jembatan  konvensional  yang  menghubungkan  antara  Kecamatan  Padang  Tiji  denganKecamatan Indra Jaya. Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, perencanaan merupakan fungsi yang paling pokok dalam mewujudkan keberhasilan proyek, sehingga dalam penyelesaian proyek ini, penulis tertarik untuk mencoba merencanakan anggaran pelaksanaan jembatan menggunakan Microsoft Project. Microsoft Project adalah software aplikasi yang memudahkan manejemen proyek untuk penjadwalan dan merencanakan biaya pelaksanaan dengan efektif dan efisien. Tujuan yang akan dicapai adalah untuk mengetahui seberapa efektif kemampuan aplikasi Microsoft Project dalam merencanakan waktu dan biaya proyek. Metode penjadwalan yang digunakan yaitu Gantt Chart, Precedence Diagram Method  (PDM),  Resource  Usage  dan  Cash  flow.  Dari hasil penelitian  penulis  dengan menggunakan aplikasi Microsoft Project, waktu yang diperlukan untuk pembangunan jembatan Blang Ceurieh yaitu 104 hari kerja dengan total biaya sebanyak Rp.1.915.371.270,- (Satu Milyar Sembilan Ratus Lima Belas Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Dua Ratus Tujuh Puluh Rupiah). Proses dalam penjadwalan dan merencanakan waktu dan biaya pelakasanaan dengan Microsoft Project sangat efektif karena ditunjang dengan informasi alokasi waktu yang dibutuhkan untuk tiap proses, serta kebutuhan sumber daya untuk setiap proses sepanjang waktu.. Kata Kunci: Jembatan, Waktu, Biaya, Microsoft Project.  
Evaluasi Kinerja Saluran Drainase Pada Jalan Nasional Di Kawasan Politeknik Negeri Lhokseumawe Ibrahim, Ibrahim; Tursina, Tusina; Reza, Muhammad; Irwansyah, Abdullah; Ibrahim, Salwa Fitria; Intan, Syarifah Keumala
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.246

Abstract

Abstract Inadequate drainage management compromises community safety and comfort, leading to recurrent flooding in the areas surrounding the Politeknik Negeri Lhokseumawe campus, Cut Mutia General Hospital, and nearby areas. During periods of high rainfall intensity, approximately 100–150 mm/day, flooding commonly occurs in these areas almost every year. Flood depths can reach 50–100 cm, preventing vehicles from passing and resulting in long traffic congestion. This study aims to predict the magnitude of excess runoff discharge in the drainage channels along the studied road section. The Storm Water Management Model (SWMM) was employed to analyse channel capacity using data from existing drainage inventories, topographic maps, rainfall data, and land-use information. The results of the performance analysis and evaluation indicate that the design rainfall for the 2-year and 5-year return periods at the station are 106.01 mm/day and 155.56 mm/day, respectively. The flow pattern in the study area is divided into two outfalls, discharging into the Alue Raya tributary and the Alue Awe channel. The flood discharge in the channel leading to the Alue Awe tributary is 4.05 m³/s for the 2-year return period and 6.15 m³/s for the 5-year return period. Based on the discharge associated with the 2-year return period and the existing channel condition, which is filled with sediment up to a height of 50 cm, the channel is unable to accommodate the flow. As a result, overtopping occurs with a flood volume of 22,083.00 m³. This overflow has the potential to cause inundation around the drainage channel or along the road within the study area.Keywords:Drainage; Flooding; Raifall AbstrakPengelolaan drainase yang kurang baik sering menjadi sumber berbagai permasalahan, terutama ketika rasa aman dan nyaman masyarakat terhadap ancaman banjir dan pencemaran tidak terpenuhi. Permasalahan serupa juga terjadi di kawasan Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rumah Sakit Umum Cut Mutia, serta wilayah sekitarnya, yang kerap mengalami gangguan drainase berupa banjir. Ketika hujan dengan intensitas tinggi, sekitar 100–150 mm/hari, kawasan tersebut sering mengalami banjir terjadi hampir setiap tahun. Ketinggian genangan air dapat mencapai 50–100 cm yang menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas dan terjadi antrean panjang. Penelitian ini bertujuan memprediksi besaran debit air yang melimpah pada saluran diruas jalan ini. Metode yang digunakan untuk menganalisa kapasitas saluran dengan menggunakan software SWMM (Storm Water Management Model) dimana data yang digunakan berupa inventarisasi saluran drainase yang sudah ada, peta topografi, curah hujan dan tutupan lahan. Dari hasil analisis dan evaluasi kinerja menunjukkan bahwa curah hujan rencana periode ulang 2 tahun dan 5 tahun stasiun adalah 106.01 mm/hari dan 155.56 mm/hari. Pola aliran pada kawasan studi terbagi kepada dua outfall yaitu ke anak sungai Alue Raya dan Alue Awe. Debit banjir pada saluran yang menuju anak sungai Alur raya adalah 4.05 m3/det untuk periode ulang 2 tahun dan 6.15 m3/det untuk periode ulang 5 tahun. Berdasarkan debit dengan periode ulang 2 tahun dan kondisi saluran existing (dipenuhi dengan sedimen setinggi 50 cm) maka saluran ini tidak dapat menampung debit. Akibatnya terjadi luapan dengan volume air sebesar 22.083,00 m3 yang berpotensi terjadinya genangan disekitar saluran atau pada jalan di sepanjang daerah studi.Kata Kunci:Banjir; Drainase; Hujan