Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ALTERNATIF PERCEPATAN WAKTU DENGAN PENERAPAN METODE TIME COST TRADE OFF PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN (Studi Kasus: Proyek Pekerjaan Jembatan Rangka Baja Namploh Kec. Samalanga Kab. Bireuen, Aceh) Syarifah Keumala Intan; Abdul Muhyi; Nana Maulana Tengku
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v10i2.984

Abstract

Pelaksanaan memiliki batas waktu (deadline) yang terikat dalam kontrak, artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Keterlambatan pekerjaan proyek dapat diantisipasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan biaya dan mendapatkan waktu optimal yang dibutuhkan. Metode yang dipakai adalah Time Cost Trade Off (TCTO). Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data RAB dan kurva “S” dari pekerjaan yang ditinjau yaitu “Pembangunan Jembatan Rangka Baja Namploh Kec. Samalanga Kab Bireuen”. Perencanaan waktu pelaksanaan untuk mengetahui waktu total proyek dan mendapatkan lintasan kritis digunakan program Microsoft Project 2016. Dari hasil pembahasan mekanisme pengendalian waktu dengan metode Time Cost Trade Off (TCTO) diperoleh kesimpulan bahwa biaya dan waktu yang optimal yakni sebesar Rp.7.136.781.877,73 dari biaya normal sebesar Rp.6.890.880.412,85 dengan waktu 202 hari dari waktu normal 210 hari kerja. Dengan melakukan penambahan waktu lembur 2 jam. Presentase kenaikan biaya total proyek sebesar 4% dan mempercepat durasi total sebesar 4 %.
APLIKASI SOFTWARE SWMM UNTUK STUDI PERMASALAHAN BANJIR PADA KAWASAN POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Ibrahim Ibrahim; Abdullah Irwansyah; Syarifah Keumala Intan
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v10i1.969

Abstract

Drainase berfungsi untuk memutus kelebihan air permukaan sehingga tidak mengganggu aktivitas manusia dan merusak infrastuktur lainnya. Kawasan Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe dan sekitarnya terdapat permasalahan drainase ini terutama banjir. Banjir ini terjadi hampir setiap tahunnya sehingga menggangu aktivitas perkantoran dan menyebabkan kerusakan dan ketidaknyaman. Untuk menjawab permasalahan ini perlu dilakukan analisa untuk mendapatkan sumber permasalahan dan solusi yang dapat dilakukan dalam rangka menyelesaikan permasalahan banjir pada Kawasan Politeknik Negeri Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan untuk meninventarisasi sistem/saluran drainase yang sudah ada/existing; mendapatkan peta topografi kawasan Penelitian; menganalisa kapasitas  saluran dengan menggunakan software SWMM (Storm   Water Management Model); dan merekomendasi sistem dan dimensi saluran. Berdasarkan hasil running model yang telah dilakukan, dihasilkan bahwa pada pias dari j29 (depan Jurusan Teknik Sipil) sampai dengan o5 (saluran di pintu masuk utama) terjadi permasalahan yaitu adalah luapan pada dua lokasi yaitu pada lokasi depan Mesjid dan lokasi depan kantin). Untuk mengatasi masalah ini salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperbesar dimensi saluran pada lokasi tersebut. Berdasarkan hasil model SWMM dimensi yang sesuai untuk lokasi pertama adalah dengan ukuran 50 x 50 cm dan lokasi kedua adalah dengan ukuran 60 x 80 cm.
Kajian Potensi Genangan dan Waktu Tiba Tsunami Di Kota Lhokseumawe Ibrahim; Tursina; Syarifah Keumala Intan; Mirza Fahmi; Zairipan Jaya; Abdullah Irwansyah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lhokseumawe was one of the towns affected by the 2004 tsunami. During the last tsunami, tsunami waves arrived last on the coast of Lhokseumawe compared to the western and northern coastal areas of Aceh. Therefore, this tsunami modelling study was conducted to determine the arrival time of tsunami waves onthe coast of Lhokseumawe city and to determine the affected areas from the tsunami inundation map information. The method used is tsunami numerical modelling using the COMCOT (Cornell Multi Grid Coupled Tsunami Model) model. The earthquake source used to generate the tsunami is a 9.15 Mw earthquake of the magnitude of the 2004 earthquake, 8.0 Mw and 8.5 Mw earthquake scenarios. Bathymetric data were used to provide information on sea depth and topographic data to provide information on land elevation in the study area. Observation points were placed on the coast to record when the waves reached the coast. The maximum tsunami height occurred in Blang Mangat subdistrict with a tsunami height of 5 m and inundation distance of 1 km. The arrival time of the tsunami in Lhokseumawe town was 75-80 min after the earthquake. This information on tsunami height and arrival time can be used as preliminary information for tsunami mitigation planning and rapid response in the event of an earthquakewith tsunami potential.
Analisis Risiko Konstruksi Bangunan Gedung Bertingkat Sedang Dengan Metode HIRARC Reisya Nabila Hasibuan; Syarifah Keumala Intan; Herri Mahyar
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Construction projects are inherently dynamic and entail a certain degree of risk, particularly in the context of the construction of an eight-story building. The occurrence of risks within a project can result in financial losses, necessitating the identification and evaluation of potential risks. In this study, a construction risk analysis was conducted on a medium-rise building comprising eight floors, employing the Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (Hirarc) method. A quantitative descriptive research study was conducted using a purposive sampling method, with a total of 36 respondents. The primary data were collected in the form of questionnaires, while the secondary data were sourced from Job Safety Analysis (JSA), K3 audit reports, and plan drawings. The quantitative descriptive questionnaire instrument was found to be valid and reliable. The results of the hazard identification process, based on data obtained from secondary sources, identified 45 potential risks. These were then subjected to a risk assessment based on probability and severity. The risk assessment results indicate that there is one high-risk activity, namely the modification of the structural design of the columns, beams, and floor plates. Additionally, there are 44 risks classified as moderate-risk. The most effective risk control strategy from an engineering perspective is to implement a flexible material procurement schedule, which facilitates improved communication and coordination. From an administrative standpoint, monitoring and evaluation represent key risk control measures.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI BAWANG GORENG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PERAJANG BERPUTAR UNTUK BAWANG MERAH SEGAR Elfiana, E; Ridwan, Ridwan; Prihatin, Nanang; Rahmahwati, Cut Aja; Intan, Syarifah Keumala; Zaini, Halim; Harunsyah, Harunsyah; Fauzan, Reza; Satriananda, Satriananda; Pardi, Pardi
Jurnal Vokasi Vol 7, No 2 (2023): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i2.4130

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan pada mitra masyarakat ekonomi produktif pengahasil bawang goreng kemasan di desa Mon Geuddong Kota Lhokseumawe Kecamatan Banda Sakti Provinsi Aceh. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah pada bidang produksi dimana proses pengrajangan bawang menggunakan pisau iris membutuhkan waktu yang lama dan kapasitas produksi maksimum hanya 0,5 kg/jam atau 8 kg/hari. Sehingga kegiatan PKM ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan  produksi dengan ketidaksiapan mitra dalam memenuhi permintaan konsumen adalah dengan mengimplementasikan mesin perajang bawang segar otomatis berbahan stainless steel foodgrade dapat dioperasikan dengan cepat, praktis, ekonomis, dan  menghasilkan bawang rajang yang seragam.  Pelaksanaan PKM dilakukan di lokasi mitra dimulai dengan observasi tim pelaksana PKM ke lokasi mitra, pembekalan materi, perancangan mesin pengrajang bawang, demonstrasi, pengoperasian, dan perawatan.   Hasil implementasi mesin rajang terbukti dapat meningkatkan kapasitas produksi bawang rajang dari 0,5 kg/jam menjadi 12 kg/jam atau meningkatkan kapasitas bawang goreng dari 3,5 kg/hari menjadi 35 kg/hari
Peningkatan Ekonomi Kreatif Masayarakat Desa Alue Lim Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Putra, Alfian; Intan, Syarifah Keumala; Majuar, Edi; Helmi, Helmi
Jurnal Vokasi Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.943 KB) | DOI: 10.30811/vokasi.v2i1.671

Abstract

Salah satu bentuk peningkatan ekonomi masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan yang mudah dan murah, seperti halnya pada desa Alue Liem Kecamatan Blang Mangat. Dengan tingkat perekeomian yang cukup memmadai keberadaan desa ini dilintasi oleh jalan Line Pipa dan Jalan menuju Simpang keramat sangat potensi untuk pengembangan usaha kreatif seperti pembuatan sabun cair. Pealtihan ini dilakukan oleh Tim Politeknik Negeri Lhokseumawe yang diikuti oleh ibu-ibu dan remaja putrid desa tersebut. Dari hasil pelatihan para peserta dapat melakukan pembuatan sabun caiar secara mandiri dan direncanakan adanya pemasaran dengan harga yang bersaing dengan sabun kemasan namun dengan kualitas yang sesuai dengan standar sabun yang digunakan pada umumnya. Langkah selanjutnya adalah melakukan bimbingan terhadap pengembangan usaha melalui pendampingan terhadap perijinan dan bantuan pemsaran.Kata kunci: Ekonomi, Sabun cair, Pelatihan, KreatifPENDAHULUANDesa Alu Lim Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe dengan jarak hanya lebih kuang 6 Km dari kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe memiliki jumlah penduduk sebanyak 2939 jiwa. Sebagian besar mata pencarian penduduk-nya adalah Tukang, Buruh, Petani dan Pedagang dan rata-rata tingkat pendidikan masyarakatnya adalah Tingkat SD dan SMP. Lokasi desa ini berada pada lintasan jalan Line pipa antara Exxon Mobil ke Petra Arun Gas (PAG), sehingga ini menjadi salah satu potensi dalam pengembangan perekonomian dan peningkatan tarap hidup masyarakat.Potensi ini belum termanfaatkan secara maksimal
Utilization of a Mixture of Peuyeumization Market Waste-Derived RDF (Refuse-Derived Fuel) and Coconut Shell Charcoal (CSC) into Bio-Briquettes with Coal-Calorific Value Elfiana, Elfiana; Intan, Syarifah Keumala; Ruhana, Ruhana; Rahmahwati, Cut Aja; Zaini, Halim
Jurnal Teknologi Vol 25, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v25i2.6887

Abstract

The accumulation of market waste and coconut shells poses a significant environmental challenge, necessitating effective management strategies by both local governments and academic institutions. This study explores the conversion of organic market waste into Refuse-Derived Fuel (RDF) through a dry fermentation (peuyeumization) process using 5% EM4 bio-activator over a 21-day incubation period. Concurrently, coconut shells were carbonized to produce high-carbon Coconut Shell Charcoal (CSC). Both RDF and CSC, ground to a 100-mesh particle size, were utilized to produce cylindrical bio-briquettes (7 cm height, 3.6 cm outer diameter, 1.6 cm inner diameter) using a compaction method. Various RDF:CSC ratios (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, and 100:0) were tested with three concentrations of tapioca starch adhesive (6%, 8%, and 10%). The quality of the resulting briquettes was evaluated based on the Indonesian National Standard (SNI 01-6235-2000), assessing parameters such as moisture content, ash content, density, fixed carbon content, and calorific value. Combustion characteristics were further examined through ignition time and combustion rate measurements. The optimal briquette was produced at a 25:75 RDF:CSC ratio with 6% adhesive, achieving a weight of 30 g, density of 0.46 g/mL, fixed carbon content of 75.51%, moisture content of 5.25%, ash content of 5.91%, calorific value of 6117.38 cal/g, ignition time of 63.78 minutes, and combustion rate of 1.55 g/min. These findings indicate that the bio-briquettes meet the calorific standard of young coal, supporting their potential use as an environmentally friendly alternative fuel.
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF PROYEK PENGGANTIAN JEMBATAN BLANG CUT II KECAMATAN BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE Dzaky, Muhammad; Munardy, Munardy; Intan, Syarifah Keumala
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 7, No 01 (2024): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan mempunyai batas waktu (deadline) yang terikat di dalam kontrak, yang berarti proyek harus diselesaikan sebelum atau dalam waktu yang ditentukan. Keterlambatan pengerjaan proyek dapat dicegah dengan percepatan pelaksanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan biaya dan mendapatkan waktu optimal yang dibutuhkan. Metode yang dipakai adalah Time Cost Trade Off (TCTO) dengan 4 skenario jam lembur yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data RAB dan Time Schedule dari pekerjaan yang ditinjau yaitu“Penggantian Jembatan Blang Cut II Kec. Blang Mangat, Kota Lhokseumawe”. Program Primavera P6 digunakan untuk perencanaan waktu pelaksanaan untuk mengetahui total waktu proyek dan mendapatkan lintasan kritis. Dari hasil pembahasan mekanisme pengendalian waktu dengan metode Time Cost Trade Off (TCTO) diperoleh bahwa biaya dan waktu yang optimal yakni sebesar Rp1,307,720,769.46 dari biaya normal sebesar Rp1,301,233,570.00 dengan durasi 168 hari dari durasi normal 178 hari.kerja. Dengan melakukan penambahan waktu lembur 1 jam. Persentase kenaikan biaya total proyek sebesar 0.5% dan mempercepat durasi total sebesar 6%. Kata Kunci : Optimalisasi, Biaya, Waktu, Primavera P6
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jembatan Rangka Baja Namploh, Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen) Yustina, Zuchra; Hasan, Afdhal; Intan, Syarifah Keumala
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 2, No 01 (2019): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu proyek konstruksi faktor yang menjadi indikator keberhasilan suatu proyek adalah harus tepat biaya, waktu, dan mutu. Faktor waktu dan biaya dapat saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Karena kedua faktor tersebut dapat saling mempengaruhi maka dibutuhkan manajemen kontrol proyek yang terintegrasi antara faktor biaya dan waktu, Dengan begitu tingkat keterlambatan dan kurangnya biaya dapat diminimalisasi atau bahkan dihindari. Salah satu metode dalam mengontrol suatu proyek adalah dengan menggunakan metode Earned Value. Metode ini digunakan untuk menganalisis kinerja pelaksanaan dan membuat perkiraan penyelesaian proyek yang memberikan informasi kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan menghasilkan estimasi biaya dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan proyek. pembangunan jembatan Rangka Baja Namploh Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen ini mengalami keterlambatan serta kerugian. Didalam penulisan tugas akhir ini disajikan hasil analisa Konsep Nilai Hasil pada minggu ke-13 dengan BCWS = Rp4.725.352.051,20, BCWP = Rp 1.564.656.994,56, dan ACWP = Rp1.417.580.913,28. Ditinjau dari varian biaya (CV) proyek mengalami keuntungan Rp 147.076.081,28 dengan Indek Kinerja Biaya (CPI) 1 sehingga didapat biaya penyelesaian proyek sebesar Rp 6.867.459.128,38 atau 9,40% lebih kecil dari anggaran rencana. Sedangkan dari aspek jadwal proyek mengalami penambahan waktu -121,9% atau dari jadwal rencana 32 minggu menjadi 71 minggu ditunjukan dengan nilai Indeks Kinerja Waktu (SPI) 1.
KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN TERHADAP PENGOPERASIAN JALAN NASIONAL KRUNG MANE –BUKETRATA, RUAS 008 PROVINSI ACEH Martunis, Martunis; Kurniati, Kurniati; Intan, Syarifah Keumala
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 3, No 02 (2020): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ka-amdal (kajian dampak lingkungan) sangat penting didalam suatu pengerjaan proyek yang berdampak langsung dengan lingkungan masyarakat, contohnya seperti proyek pengerjaan jalan penghubung antara satu daerah dengan daerah lainnya. Didalam sebuah pengerjaan proyek jalan, banyak hal-hal yang harus diperhatikan, seperti dampak lingkungan yang terjadi pada kawasan atau perkampungan yang berkenaan/bersinggungan langsung dengan jalan tersebut. Maka perlu diperhatikan dampak positif dan negatif, aspek-aspek lingkungan, komponen biologi, komponen social ekonomi budaya dan Kesehatan masyarakat. Dengan adanya ka-amdal dan pengerjaan sesuai dengan SOP yang berlaku, perekonomian masyarakat dapat bergerak lebih cepat daripada sebelumnya, tidak mencemari lingkungan sekitar, mempercepat/mempermudah akses dalam pembangunan infrastruktur guna membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian penulis yaitu: kuisioner dan wawancara dengan masyarakat setempat sebagai responden dan pengolahan data menggunakan sistem rekapitalisasi dengan metode statistic, hasil penelitian penulis dinyatakan valit atau reliabel. Kata kunci : Ka-Amdal, SOP, Infrastruktur, Kuisioner,Rekapitalisasi