Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) TERHADAP TINGKAT AGRESIFITAS PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN Muliani, rizki; Abidin, Imam; Adawiyah, Ridha
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.754 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i2.128

Abstract

Mental disorders are abnormal conditions that are either physical or mental. Out of these neuropsychiatric conditions are recorded patients with different nursing issues, one of which is violent behavior. Aggression is a form of behavior that is intended to harm someone physically and mentally to violent behavior patients. Emotional Freedom Technique (EFT) is one of the therapies to address the problem of aggression in patients at risk for violent behavior, where EFT helps balance the energy in the body causing emotional disturbance. The purpose of this study was to find out the influence of EFT on the aggressiveness of patients' risk of violent behavior at West Java Provincial Hospital. The type of research used is pre-experiment with the design of One Group Pretest Posttest. The sample size was 19 with a purposive sampling technique. Data collection for aggression level using the Aggression Questionnaire, whereas for EFT implementation using EFT therapy implementation guide. EFT is performed for 5 days, 1 day for 7 minutes. Data were analyzed using the Paired T-test. The results showed that aggressiveness before EFT was nearly complete (89.5%) of high-risk patients with high levels of aggression, whereas aggressive levels after partial EFT (52.6%) of high-risk violence patients had high levels of aggression. The results showed p-value = 0.000 and it was concluded that there is an influence of the Emotional Freedom Technique on the level of aggression of patients at risk of violent behavior. Based on the results of this research it is recommended that the Emotional Freedom Technique (EFT) can be an alternative therapy in helping to deal with issues of aggression.
Hubungan Health Locus of control dan depresi dengan self management pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis Jundiah, Raden Siti; Megawati, Sri Wulan; Abidin, Imam
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i1.16593

Abstract

Pasien baru menjalani hemodiasisis setiap minggunya untu mempertahankan hidup sehingga membuat pasien harus mematuhi self management. Walaupun PGK tidak bisa disembuhkan, penatalaksanaan yang tepat dikombinasikan dengan self management dapat mengurangi dan memperlambat perkembangan dan komplikasi penyakit sehingga kualitas hidup pasien baik. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi Self management pada pasien hemodialisis yaitu factor sosiodemografi ( usia, jenis kelamin, stauus perkawinan dan pendidikan),  factor penyakit durasi dan frekuensi hemodialisis dan komplikasi), penegtahuan hemodialisis self efficacy, status psikologis (kecemasan, depresi), dukungan sosial dan health locus of control. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasi  dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan survei dan observasi. Pengambilan sampel secara purposive sampling. ).  Pengukuran  health locus of control menggunakan instrumen Mutidimentional Health Locus of Control (MHLC) yang terdiri dari 3 sub scala  yaitu Internal Health Locus of Control (IHLC), Chance Health Locus of Control (CHLC) dan Powerfull Health Locus of Control (PHLC) .sedangkan untuk mengukur self management menggunakan instrumen instrument Haemodialysis Self Management Instrument (HDSMI-18).  Analisa data menggunakan uji korelasi gamma. Terdapat hubungan antara health locus of control dengan self management pasien hemodialisis dengan keeratan kuat dan tidak terdapat hubungan antara depresi dengan self management pada pasien hemodialisis
Minuman Sehat Meningkatkan Imunitas “Sehat Rasa Kiwari, Jamu Rasa Anyar” Di Desa Jambelaer Subang Herawati, Ade Tika; Sarinengsih, Yuyun; Abidin, Imam; Rokayah, Cucu
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cth23396

Abstract

Desa Jambelaer, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, memiliki potensi bahan pangan lokal dan tanaman obat keluarga, seperti nanas, temulawak, dan bunga telang, yang dapat dikembangkan menjadi produk minuman herbal fungsional. Namun, pemanfaatan bahan lokal tersebut masih terbatas pada konsumsi sederhana dan belum banyak diolah menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader desa dalam mengolah bahan lokal menjadi minuman herbal modern melalui inovasi Temulawak Squash dan Bunga Telang Squash. Metode kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung dalam kelompok, tanya jawab, serta evaluasi pascapelatihan menggunakan instrumen terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada 24 November 2025 di Desa Jambelaer dan diikuti oleh 20 kader desa, perangkat desa, dosen, serta mahasiswa Universitas Bhakti Kencana. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 78% kader mampu memahami manfaat bahan herbal dan mempraktikkan pembuatan minuman Kiwari secara mandiri sesuai prosedur, sedangkan 22% kader masih memerlukan pendampingan lanjutan. Pelatihan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif berbasis praktik dapat meningkatkan kapasitas kader dalam pemanfaatan bahan lokal. Program ini juga berpotensi mendukung pemberdayaan masyarakat, peningkatan literasi kesehatan, dan pengembangan UMKM desa berbasis kearifan lokal. Healthy Drinks to Boost Immunity "Sehat Taste Kiwari, Jamu Taste Anyar" in Jambelaer Village, Subang Jambelaer Village, Dawuan District, Subang Regency, has local food resources and family medicinal plants, including pineapple, Javanese turmeric, and butterfly pea, that can be developed into functional herbal drinks. However, these local resources have not been optimally processed into value-added products. This community service program aimed to improve village cadres’ knowledge and practical skills in processing local ingredients into modern herbal drinks through the development of Temulawak Squash and Butterfly Pea Squash. The activity was conducted on November 24, 2025, in Jambelaer Village and involved 20 village cadres, village officials, lecturers, and students of Universitas Bhakti Kencana. The methods included health education, product-making demonstrations, group-based hands-on practice, discussion sessions, and post-training evaluation using structured instruments. The evaluation showed that 78% of cadres were able to understand the benefits of herbal ingredients and independently practice the preparation of Kiwari drinks according to the procedures provided, while 22% still required further assistance. These findings indicate that participatory and practice-based training can strengthen cadres’ capacity to utilize local resources for functional herbal drink innovation. This program also supports community empowerment, health literacy improvement, and the development of village-based micro, small, and medium enterprises.