Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kolaborasi Warga, Pemerintah dan Tenaga Kesehatan Dalam Pencegahan Gawat Darurat Demam Berdarah Herawati, Ade Tika; Abidin, Imam; Rokayah, Cucu; Sarinengsih, Yuyun
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/x5gj5g27

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular dengan risiko tinggi terjadinya kejadian luar biasa (KLB), terutama di wilayah dengan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Di RW 2 Desa Cibeet Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, ditemukan kasus DBD dalam satu minggu terakhir dengan kondisi lingkungan yang berisiko, seperti saluran air tersumbat, genangan air, tidak tersedianya tempat sampah tertutup, serta minimnya fasilitas MCK dan septic tank. Selain itu, kegiatan rutin pemberantasan sarang nyamuk (PSN) belum berjalan optimal dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan masih rendah. Permasalahan ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis masyarakat untuk mencegah potensi KLB DBD. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah terjadinya KLB DBD dengan mengadakan penyuluhan kesehatan tentang DBD yang diawali dengan adanya survei lingkungan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi hasil kegiatan. Edukasi kesehatan dilakukan oleh team pengmas Universitas Bhakti Kencana dan team dari Puskesamas dengan responden masyarakat, tokoh masyarakat dan kader kesehatan. Saran : Perlu peningkatan kolaborasi antara kader kesehatan dengan team kesehatan dalam upaya meningkatkan tingkat pengetahuan, kesadaran masyarakat, partisipasi masyarakat sehingga kesehatan lingkungan dan kejadian KLB demam berdarah dapat dicegah.
PENGARUH EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) TERHADAP TINGKAT AGRESIFITAS PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN Muliani, rizki; Abidin, Imam; Adawiyah, Ridha
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.754 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i2.128

Abstract

Mental disorders are abnormal conditions that are either physical or mental. Out of these neuropsychiatric conditions are recorded patients with different nursing issues, one of which is violent behavior. Aggression is a form of behavior that is intended to harm someone physically and mentally to violent behavior patients. Emotional Freedom Technique (EFT) is one of the therapies to address the problem of aggression in patients at risk for violent behavior, where EFT helps balance the energy in the body causing emotional disturbance. The purpose of this study was to find out the influence of EFT on the aggressiveness of patients' risk of violent behavior at West Java Provincial Hospital. The type of research used is pre-experiment with the design of One Group Pretest Posttest. The sample size was 19 with a purposive sampling technique. Data collection for aggression level using the Aggression Questionnaire, whereas for EFT implementation using EFT therapy implementation guide. EFT is performed for 5 days, 1 day for 7 minutes. Data were analyzed using the Paired T-test. The results showed that aggressiveness before EFT was nearly complete (89.5%) of high-risk patients with high levels of aggression, whereas aggressive levels after partial EFT (52.6%) of high-risk violence patients had high levels of aggression. The results showed p-value = 0.000 and it was concluded that there is an influence of the Emotional Freedom Technique on the level of aggression of patients at risk of violent behavior. Based on the results of this research it is recommended that the Emotional Freedom Technique (EFT) can be an alternative therapy in helping to deal with issues of aggression.
Hubungan Health Locus of control dan depresi dengan self management pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis Jundiah, Raden Siti; Megawati, Sri Wulan; Abidin, Imam
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i1.16593

Abstract

Pasien baru menjalani hemodiasisis setiap minggunya untu mempertahankan hidup sehingga membuat pasien harus mematuhi self management. Walaupun PGK tidak bisa disembuhkan, penatalaksanaan yang tepat dikombinasikan dengan self management dapat mengurangi dan memperlambat perkembangan dan komplikasi penyakit sehingga kualitas hidup pasien baik. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi Self management pada pasien hemodialisis yaitu factor sosiodemografi ( usia, jenis kelamin, stauus perkawinan dan pendidikan),  factor penyakit durasi dan frekuensi hemodialisis dan komplikasi), penegtahuan hemodialisis self efficacy, status psikologis (kecemasan, depresi), dukungan sosial dan health locus of control. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasi  dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan survei dan observasi. Pengambilan sampel secara purposive sampling. ).  Pengukuran  health locus of control menggunakan instrumen Mutidimentional Health Locus of Control (MHLC) yang terdiri dari 3 sub scala  yaitu Internal Health Locus of Control (IHLC), Chance Health Locus of Control (CHLC) dan Powerfull Health Locus of Control (PHLC) .sedangkan untuk mengukur self management menggunakan instrumen instrument Haemodialysis Self Management Instrument (HDSMI-18).  Analisa data menggunakan uji korelasi gamma. Terdapat hubungan antara health locus of control dengan self management pasien hemodialisis dengan keeratan kuat dan tidak terdapat hubungan antara depresi dengan self management pada pasien hemodialisis