Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Pada Pasien Yang Terdiagnosa Diabetes Melitus Tipe II Diwilayah Kerja Puskesmas Pampang Nurfiqrul, Nurfiqrul; Mutmainna, Amriati; Arna Abrar, Eva
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i5.1673

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang cukup serius dimana insulin tidak dapat diproduksi secara maksimal oleh pankreas. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 416 responden dan sampel sebanyak 100 pasien diabetes melitus dan 100 yang tida mengalami diabetes melitus. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi kejadian Diabetes melitus dikategorikan menjadi faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat diubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian DM tipe 2 pada pasien yang terdiagnosa DM tipe 2 yang tercatat pada rekam medik di wilayah kerja Puskesmas Pampang selama 6 bulan terakhir tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 pasien diabetes melitus dan 100 pasien yang tidak mengalami diabetes melitus. Pengumpulan data dianalisis menggunakan uji chi square (p<0.05). hasil uji statistic menunjukkan faktor risiko yang dapat diubah adalah obesitas (p=0.000), hipertensi (p=0.000), kebiasaan merokok (p=0.192), dan faktor risiko yang tidak dapat diubah adalah riwayat keluarga dengan DM (p=0.000), usia (p=0.000), jenis kelamin (p=0.192). Kesimpulan dalam penelitian ini Terdapat hubungan signifikan antara faktor risiko yang dapat diubah yaitu obesitas dan hipertensi dengan terjadinya DM Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu riwayat keluarga dengan DM dan usia sebaliknya tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu jenis kelamin dengan terjadinya DM Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah yaitu kebiasaan merokok.
Efektivitas Aktivitas Jalan Cepat Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Wanita Diabetes Melitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar Yulianti, Yulianti; Mutmainna, Amriati; Arna Abrar, Eva
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i5.1680

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah, yang seiring waktu menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Diabetes melitus juga memiliki gejala klinis seperti banyak  minum  (polidipsi),  banyak  kencing (poliuria),banyak makan (polipagio), berat badan menurun dengan cepat, dan penglihatan menjadi kabur.Penatalaksanaan penyakit diabetes dapat dilakukan secara farmakologi maupun nonfamakologi. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan aktivitas jalan cepat. Brisk walking (Jalan cepat) yaitu salah satu aktivitas fisik berjalan cepat dari pada kecepatan berjalan normal dengan waktu yang ditentukan serta dalam jarak tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari aktivitas jalan cepat terhadap perubahan kadar gula darah sewaktu pada wanita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Pampang kota makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasy Experimental Adapun rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest and posttest design Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2 di. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 22 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisa menggunakan uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perubahan kadar gula darah sewaktu sesudah melakukan aktivitas jalan cepat yaitu menurun sebesar 22.48 mg/dl. Hasil Uji T-test di peroleh p=0,000. Kesimpulan ada pengaruh aktivitas jalan cepat terhadap perubahan kadar gula darah sewaktu pada wanita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar
Pemberian Zat Gizi Enteral Metode Intermittent Feeding terhadap Volume Residu Lambung pada Pasien Kritis Sari Wijayaningsih, Kartika; Mutmainna, Amriati; Mina La Isa, Wa; Ernawati, Ernawati; Mato, Rusni; Darwis, Darwis; Muzakkir, Muzakkir; Khatimah, Husnul
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1025

Abstract

Zat gizi memegang peranan penting pada perawatan pasien dengan penyakit kritis, karena sering dijumpai gangguan zat gizi sehubungan dengan meningkatnya metabolisme dan katabolisme. Masalah primer dari keadaan sakit pasien akan memburuk bila pemberian zat gizinya kurang adekuat, pasien akan sulit sembuh dan kemungkinan akan menderita berbagai komplikasi serta dampak buruk yang terjadi pasien sering mengalami sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat gizi enteral metode intermittent feeding terhadap volume residu lambung pada pasien kritis di Ruang ICU RS AU dr. Dody Sardjoto. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre test post test design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini Consecutive sampling. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 10 orang, teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon Rank Test. Hasil uji statistic Wilcoxon Rank Test diperoleh p-value 0,005 artinya terdapat pengaruh pemberian zat gizi enteral metode intermittent feeding dalam menurunkan volume residu lambung di Ruang ICU RS AU dr. Dody Sardjoto. Diharapkan Rumah Sakit dapat menerapkan metode pemberian zat gizi intermittent feeding menjadi pilihan dalam pemberian zat gizi enteral khususnya pada pasien kritis. 
PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP PRESPEKTIF MASYARAKAT TERKAIT COVID-19 DI WILAYAH KERJA KELURAHAN BANGKALA KOTA MAKASSAR Ernawati, Ernawati; Darwis, Darwis; Mutmainna, Amriati; La Isa, Wa Mina; Mato, Rusni; Askar, M.; Hatma, Hatma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v1i02.44

Abstract

COVID-19 adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang bernama SARS-CoV-2(Servere Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2, Pertama kali penyakit ini ditemukan di Kota Wuhan Provinsi Hubei, China pada akhir Desember 2019. Di Indonesia sendiri kasus COVID- 19 dilaporkan pertama kali pada tanggal 2 Maret 2020. Negara yang melaporkan kasus COVID-19 semakin banyak, sehingga menyebar semakin luas sampai menjangkiti 5 benua, maka dari itu pada tangga 11 Maret 2020 WHO menyatakan kasus tersebut sebagai pandemik. Secara Internasional, Senin, 7 Juni 2021 terdapat 173.005.553 kasus yang dikonfirmasi COVID-19, termasuk 3.727.605 kematian yang dilaporkan kepada WHO. Di Asia Tenggara sebanyak 32.772.064 terkonfirmasi COVID-19. Untuk Sulawesi Selatan per tanggal 7 Juni 2021 kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 62 .378 orang dengan rincian 61010(97,8%) pasien sembuh dan 949(1,) pasien meninggal, Salah satu angka prevalensi COVID-19 di sebabkan presepsi masyakat yang tidak mengindahkan fenomena, Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di Desa Bangkala Kota Makassar, tujuan dilakukan pengabdian masyarakat untuk meningkatan pengetahuan serta meningkatan prespeksi masyarakat terkait COVID-19 , metode yang digunakan yaitu melakukan pre test dan post test groupmetode yang digunakan yaitu melakukan pre test dan post test groupmetode yang digunakan yaitu melakukan pre test dan post test group
PEMBERIAN HEALTH EDUCATION SEKSUALITAS DENGAN GANGGUAN FUNGSI SEKSUAL PADA WANITA MENUPOUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI La Isa, Wa Mina; Ernawati, Ernawati; Mato, Rusni; Mutmainna, Amriati; Darwis, Darwis; Muzakkir, Muzakkir; Indriyani, Ferna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 2 No 05 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v2i05.914

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini berjudul Pemberian Health Education Seksualitas Dengan Gangguan Fungsi Seksual Pada Wanita Menupouse Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengetahui cara Pemberian Health Education Seksualitas Dengan Gangguan Fungsi Seksual Pada Wanita Menupouse Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi.  Menopause bukan gangguan kesehatan,  menopause merupakan proses kehidupan yang dialami setiap wanita. Menopause merupakan suatu proses peralihan dari masa produktif menuju perlahan-lahan ke masa non produktif yang disebabkan berkurangnya hormon estrogen dan progesteron. Metode yang di gunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu Metode yang di gunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pemberian informasi tentang menoupose, seksualitas dan gangguan fungsi seksulitas dengan cara ceramah, setelah dilakukan pemberian edukasi dilakukan sesi klarifikasi materi dengan memberikan pertanyaan seputar materi yang di sampaiakan fungsinya untuk mengetahui bahwa peserta pengabdian kepada masyarakat  memahami dengan apa yang disampaikan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu adanya peningkatan pemahaman ibu terhadap gangguan fungsi fubgsi seksual pada wanita yang mengalami menopause peserta yang mengikut memahami tentang materi yang di sampaikan terkait Penurunan fungsi seksual pada wanita menopause kerap dihubungkan dengan penurunan level hormonal khususnya estrogen. Menurunnya hormone estrogen menyebabkan atrofi vagina, kekeringan vagina, penurunan elastisitas yang menyebabkan penurunan hasrat seksual yang memicu disfungsi seksual pada wanita.  Hasil penelitian didapatkan fungsi seksual perempuan menopause ditinjau dari segi hasratnya ditemukan bahwa hasrat untuk melakukan hubungan seksual pada perempuan menopause itu bervariasi.
Providing Health Education Salt Dietary to Hypertension Patients Muzakkir, Muzakkir; Husaeni, Hermin; Muzdalia, Ika; Mutmainna, Amriati; Maharja, Rizky
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 5 No. 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 Desember 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v5i3.574

Abstract

Hypertension is still a big health problem. It needs treatment in other forms besides medication, namely increasing understanding regarding salt or natrium consumption. Providing information can be done with various approaches, one of which is by using the health education method. The purpose of this study was to determine the effect of providing health education on salt dietary on hypertensive patients in Majene Regency. This research was an experimental research with a One-group pre-post test design with a sample of 32 subjects who met the inclusion criteria. This study used the wilcoxon signed rank test with a significance level of $\alpha$< 0,05. The results of this study indicated that after conducting health education, most of the subjects experienced increased knowledge about dietary salt through the provision of health education information. There were differences in knowledge about the Salt diet before and after being given health education with a p-value of 0,003. Based on the results of this study, researchers recommend that nurses master several learning methods in implementing health education. Maintain the BPJS health prolanis community as a forum for communication with the same problem and become a medium for providing mutual support in improving the quality of life for people with hypertension. Nurses should continue to respect the patient's salt consumption habits slowly. Structured and scheduled in changing the client's salt consumption habits.
PENGARUH KONSUMSI MENTIMUN TERHADAP STABILISASI TEKANAN DARAH PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI DI DI DESA PANAIKANG KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA Mutmainna, Amriati; La Isa, Wa Mina; Ernawati, Ernawati; Hatma, Hatma; Darwis, Darwis; Muzakkir, Muzakkir; Askar, M.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 1 No. 06 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v1i06.334

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan sistolik diukur ?140 mmHg atau tekanan diastolik diukur ?90 mmHg (WHO, 2019). Data World Health Organization (WHO) tahun 2018 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosa hipertensi. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahun 10,44 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya (Kemenkes, 2019). ).The prevalence of hypertension based on the results of measurements in residents aged 18 years was 34.1%, the highest was in South Kalimantan (44.1%), while the lowest was in Papua (22.2%). Hypertension occurs in the age group 31-44 years (31.6%), age 45-54 years (45.3%), age 55-64 years (55.2%). The prevalence of hypertension in Indonesia is 31.7%, which means that almost 1 in 3 of the population aged 18 years and over suffers from hypertension. Various factors related to genetics and lifestyle such as lack of physical activity, intake of salty and fat-rich foods as well as smoking and drinking habits play a role in the soaring rate of hypertension. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengaruh konsumsi mentimun terhadap stabilisasi tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Panaikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh konsumsi mentimun terhadap kestabilan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil yang didapat terdapat tekanan darah yang stabil pada penderita hipertensi setelah mengkonsumsi mentimun. Kesimpulannya adalah ada pengaruh konsumsi mentimun terhadap stabilitas tekanan darah.
ACTIVELY CONTROL HYPERTENSION TO LIVE LONGER IN THE COMMUNITY OF KAPASA RAYA VILLAGE Sari Wijayaningsih, Kartika; Mutmainna, Amriati; Mina La Isa, Wa; Ernawati, Ernawati; Mato, Rusni; Darwis, Darwis; Muzakkir, Muzakkir; Indrayani, Ferna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 3 No. 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v3i02.1089

Abstract

Hypertension has become one of the causes of high mortality and illness and can cause complications such as heart disease, stroke, and kidney failure. The increase in hypertension in Indonesia, including Kapasa Village, is very worrying. Referring to the Government program, this CERDIK activity is considered necessary in order to prevent hypertension complications. The purpose of this research is to implement a community-based government program as an effort to detect and prevent hypertension disease. The method used, the implementation is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The results of the study showed that the respondents suffered from hypertension with a fairly high range and some respondents had experienced increased cholesterol and a lack of knowledge. This discussion suggests that hypertension is caused by negative behavioral triggers, such as the consumption of unhealthy foods and smoking and alcohol behaviors. The recommendations in this activity are to emphasize the community's compliance to carry out routine blood tests, light exercise in the morning, and the need to increase knowledge as a counter measuring tool for CERDIK to reduce the growth rate of hypertension cases in the community