Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERAWATAN VULVA HYGIENE PADA IBU NIFAS DI RUANGAN PERAWATAN NIFAS DI RSIA PERTIWI MAKASSAR: Implementation of Vulva Hygiene Care for Post Partum in the Postpartum Care Room at RSIA Pertiwi Makassar Rahmatia, Sitti; Laubo, Naharia; Syarif, Kurnia Rahma; Basri, Muhammad; Hartati; Ismail, Nur Rejeki Najibah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1408

Abstract

Post partum merupakan masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali semula sepertisebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. Selama periode pemulihan ini, ibu post partum akanmengalami banyak perubahan fisik yang alami namun dapat menyebabkan ketidaknyamanan awalnya. Salah satu cara untukmencegah resiko infeksi yaitu dengan perawatan vulva hygiene. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk diketahuinyaimplementasi perawatan vulva hygiene pada ibu post partum di ruangan perawatan nifas di RSIA Pertiwi Makassar. Metodepenelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus observasi. Sampel dari penelitian terdiri dari 3 ibupost partum yang berada di RSIA Pertiwi Makassar di ruang nifas. Penelitian ini dilaksanakan di RSIA Pertiwi Makassar. Dalampenelitian ini dilakukan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data dari setiap informan. Dari hasil tindakan perawatan vulva hygiene didapatkan ketiga informan merasa nyaman dan rileks serta mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan vulva hygiene. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa perawatan vulva hygiene terbukti efektif karena dengan adanya perawatan ini dapat membantu ibu post partum dalam mencegah resiko infeksi, iritasi dan keputihan, serta dapat membuat ibu post partum merasa lebih nyaman dalam melakukan aktivitas nya kembali.
BUKU SAKU SELF-CARE SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI IBU DALAM PENERAPAN METODE KANGURU PADA BAYI PREMATUR: Self-Care Pocketbook as an Educational Media for Mothers in the Application of the Kangaroo Method for Premature Infants rahmatia, sitti; Suhartatik; Syarif, Kurnia Rahma; Laubo, Naharia; Basri, Muh.; Al Haya, Sitti Safira
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1763

Abstract

Prematuritas merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi, dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan bayi prematur sering menimbulkan kecemasan serta kesulitan dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman ibu dalam menerapkan metode kanguru serta menilai manfaat buku saku self-care sebagai media edukasi. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan tiga informan ibu yang memiliki bayi prematur di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar, dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa ibu mengalami kecemasan pada awal kelahiran bayi, namun setelah menerapkan metode kanguru, ibu merasakan peningkatan kepercayaan diri, ikatan emosional, dan perbaikan kondisi bayi seperti kestabilan suhu dan ketenangan. Tenaga kesehatan memberikan dukungan penting melalui edukasi dan pendampingan. Buku saku self-care dinilai membantu ibu memahami langkah perawatan secara praktis dan mudah diikuti. Penelitian menyimpulkan bahwa metode kanguru memberikan manfaat fisik dan psikologis bagi bayi dan ibu, sementara buku saku self-care efektif sebagai media edukasi pendukung di rumah
Optimalisasi Produksi ASI melalui Pemberian Terapi Komplementer Massage Endorphin dan Pijat Laktasi pada Ibu Menyusui: Studi Analitik Berbasis Pengabdian Masyarakat Rahmatia, Sitti; Simunati, Simunati
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Celebes Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Celebes Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65852/ajbqza98

Abstract

Suboptimal breast milk production remains a challenge for postpartum mothers. Complementary therapies such as endorphin massage and lactation massage have the potential to enhance the hormonal response to lactation. To analyze the effectiveness of endorphin massage and lactation massage in optimizing breast milk production in breastfeeding mothers through a community service program. This analytic study using a community approach involved 50 breastfeeding mothers. Data were analyzed descriptively, bivariately using the Chi-Square and Fisher’s Exact tests, and multivariately using logistic regression. A total of 82.0% of respondents received endorphin massage and lactation massage. Endorphin massage was significantly associated with increased breast milk production (p=0.025; OR=6.31). Lactation massage was also significant (p=0.035; OR=4.79). Parity and type of delivery did not show a significant association. Complementary therapies have been shown to be effective in increasing breast milk production and are suitable for integration into community-based midwifery services.
Dampak Ketahanan Pangan dan Keanekaragaman Diet terhadap Stunting pada Anak Rahmatia, Sitti; Simunati, Simunati; Rosnah, Rosnah; Sukmawati, Sukmawati
Celebes Advance Health Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Celebes Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65852/59te7j25

Abstract

Background: Stunting remains a major public health problem, particularly in developing countries, and is closely linked to inadequate food access and poor dietary quality. Objective: This study aimed to analyze the impact of household food security and dietary diversity on stunting among children Methods: A cross-sectional study was conducted in Pakeng Village, within the working area of the Lembang Public Health Center, from May to July 2025, involving 80 respondents. Data were collected from health center databases and structured interviews. Stunting status was assessed using height-for-age indicators, while food security and dietary diversity were measured using standardized approaches. Results: Bivariate analysis showed significant associations between all independent variables and stunting (p <0.05). Multivariate analysis revealed that severe household food insecurity was the most dominant factor (AOR = 6.90), followed by low dietary diversity. The model demonstrated good predictive performance. Conclusions: Improving food security and dietary diversity isessential to reduce the burden of Stunting.