Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Senam Hamil Dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Dan Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan St. Malka; Musni; Mutmainnah; Irawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v3i2.1821

Abstract

Pregnancy exercise is physical exercise in the form of certain movements that are carried out specifically to improve the health of pregnant women. Pregnancy exercise is a movement therapy therapy given to pregnant women to prepare themselves, both physically and mentally to face and prepare for fast, safe and spontaneous delivery. This community service activity is to improve the health of pregnant women and readiness for childbirth in pregnant women in the Bajoe Village. The method used is direct counseling to pregnant women and the practice of pregnancy exercise. The results of this activity are expected that pregnant women understand the benefits of pregnancy exercise and are willing to carry it out routinely at home so that their health during pregnancy is maintained and ready for delivery so that delivery goes smoothly, mother and baby are healthy.
Penyuluhan dan Video Demonstrasi Pengolahan MP-ASI Untuk Mencegah Stunting di Desa Pallawa Rukka Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone St. Malka; Mutmainnah Mutmainnah; Musni Musni; Desy Heryana
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4101

Abstract

Stunting is a problem of insufficient nutritional intake during the first 1000 days of a child's life, causing failure to grow and develop in children. Stunted children will generally look the same as other normal children, but the differences will be clearly visible when the child is 2 years old, which is characterized by a height that is not appropriate for children his age, and his face looks older than his age. After identification, 50% of mothers who have babies and toddlers are not aware of stunting. The aim of this service is to provide health education to mothers of babies and toddlers through counseling and video demonstrations of MP-ASI processing to increase understanding as an effort to prevent stunting. The method of service carried out is counseling about stunting and a video demonstration of the MP-ASI innovation, namely making vegetable chicken sempol. The results of the implementation evaluation before being given counseling were in the sufficient knowledge category (28.6%) and after being given counseling it was (85.7%) meaning that the counseling was successful.
Penyuluhan kesehatan tentang terapi pijat komplementer untuk mengurangi nyeri punggung ibu hamil Malka, St.; Mutmainnah, Mutmainnah; Musni, Musni
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2365

Abstract

Background: A study in Indonesia reported that approximately 73% of pregnant women experience lower back pain, with 54% experiencing moderate pain. Back pain is a common complaint experienced by most pregnant women, especially in the second and third trimesters. This is caused by changes in posture, weight gain, and stretching of ligaments due to hormonal changes. Many pregnant women are unaware that certain massage therapies can help relieve these complaints safely and naturally. Lack of knowledge about the types of massage therapies that are safe for pregnant women, as well as their benefits and how to apply them, is a major factor contributing to the low utilization of this method. Furthermore, there is still a perception that massage during pregnancy is risky or prohibited. However, when performed with the correct technique and by a trained professional, massage therapy can significantly contribute to maternal comfort during pregnancy. Purpose: To provide knowledge about complementary midwifery care and training in safe massage therapy as an effort to reduce back pain in pregnant women in the second and third trimesters. Method: This community service activity was carried out on June 23, 2025 in Ulaweng Cinnong Village, Ulaweng District, Bone Regency. The activity was attended by 14 people from the Ulaweng Cinnong Village community and attended by related health workers, cadres, midwives, and local village officials. The main target of this outreach activity was pregnant women in Ulaweng Cinnong Village. The activity was carried out with an interactive and applicative approach regarding complementary midwifery care, one of which was the types of massage therapy to improve the quality of maternal health and how to overcome back pain in pregnant women in the 2nd and 3rd trimesters. The level of knowledge was measured using a questionnaire given before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Descriptive assessments were given based on observations when participants practiced complementary therapy. Results: Participants' knowledge of complementary midwifery care before the pre-test was 42.9% in the poor category and 57.1% in the adequate category. After the post-test, the knowledge was 85.7% in the good category and 14.3% in the adequate category. Descriptively, after the educational activity, most participants experienced increased motivation and confidence in solving problems independently, and most participants also understood the indicators for implementing complementary therapies. Conclusion: Interactive and applicable complementary health education activities have been shown to increase the knowledge, skills, and confidence of pregnant women in managing their health independently. Complementary massage has an effect on back pain in pregnant women, indicating that complementary therapy is effective in reducing pain levels, increasing muscle relaxation, and improving maternal quality of life during the second and third trimesters of pregnancy. Suggestion: It is important for village health workers to introduce these various massage techniques, especially to health cadres and pregnant women, so they have a safe, independent, and side-effect-free alternative for pain management. In the future, complementary massage can be implemented as part of village maternal health programs, alongside routine antenatal checkups. Keywords: Back pain; Health education; Massage therapy; Midwifery care; Pregnant women Pendahuluan: Sebuah studi di Indonesia pada tahun 2023 melaporkan bahwa sekitar 73% ibu hamil mengalami nyeri punggung bawah, dengan 54% di antaranya mengalami nyeri pada tingkat sedang. Nyeri punggung merupakan keluhan umum yang dialami oleh sebagian besar ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Hal ini disebabkan oleh perubahan postur tubuh, peningkatan berat badan, dan peregangan ligamen akibat perubahan hormonal. Banyak ibu hamil yang belum mengetahui bahwa terapi pijat tertentu dapat membantu meredakan keluhan ini secara aman dan alami. Kurangnya pengetahuan tentang jenis-jenis terapi pijat yang aman untuk ibu hamil, serta manfaat dan cara penerapannya, menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan metode ini. Selain itu, masih terdapat anggapan bahwa pijat selama hamil berisiko atau dilarang, padahal jika dilakukan dengan teknik yang benar dan oleh tenaga terlatih, terapi pijat dapat sangat membantu kenyamanan ibu selama kehamilan. Tujuan: Memberikan pengetahuan mengenai asuhan kebidanan komplementer dan pelatihan terapi pijat yang aman sebagai upaya mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil di masa kehamilan semester 2 dan 3. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2025 di Desa Ulaweng Cinnong, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone. Kegiatan diikuti 14 orang yang merupakan masyarakat Desa Ulaweng Cinnong dan di hadiri tenaga kesehatan terkait, kader, bidan, serta aparatur desa setempat. Sasaran utama dalam kegiatan penyuluhan ini adalah ibu-ibu hamil di Desa Ulaweng Cinnong. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan interaktif dan aplikatif tentang asuhan kebidanan komplementer salah satunya yaitu jenis-jenis terapi pijat untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan cara mengatasi nyeri punggung pada ibu hamil trimester 2 dan 3. Tingkat pengetahuan di ukur dengan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Penilaian deskriptif diberikan berdasarkan observasi ketika peserta melakukan praktik terapi komplementer. Hasil: menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta mengenai asuhan kebidanan komplementer sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah sebesar 42.9% dalam kategori kurang dan sebesar 57.1% dalam kategori cukup, sedangkan sesudah kegiatan edukasi (post-test) menunjukkan sebesar 85.7% dalam kategori baik dan sebesar 14.3% dalam kategori cukup. Secara deskriptif, setelah kegiatan edukasi sebagian besar peserta mendapatkan peningkatan motivasi dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan masalah secara mandiri dan sebagian besar peserta juga memahami indikator dalam penerapan terapi komplementer. Simpulan: Kegiatan penyuluhan kesehatan komplementer secara interaktif dan aplikatif terbukti dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan percaya diri ibu hamil dalam mengelola kesehatan secara mandiri. Pemijatan komplementer memberikan efek terhadap nyeri punggung ibu hamil, hal ini menunjukkan bahwa terapi komplementer efektif dalam menurunkan tingkat nyeri, meningkatkan relaksasi otot, serta memperbaiki kualitas hidup ibu selama kehamilan trimester kedua dan ketiga. Saran: Penting bagi tenaga kesehatan di desa untuk mengenalkan berbagai teknik pijat ini, khususnya kepada kader kesehatan dan ibu hamil, agar mereka memiliki alternatif pengelolaan nyeri yang aman, mandiri, dan tanpa efek samping. Di masa mendatang, penerapan pijat komplementer dapat menjadi salah satu bagian dari program kesehatan ibu di desa, berdampingan dengan pemeriksaan antenatal rutin.
The Effect Of Maryam Song Therapy On Anxiety Levels Among Pregnant Women Prior To Childbirth Musni, Musni; Mutmainnahi, Mutmainnahi; Malka, St.; Mas’ud, Alfian
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24568

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan masalah psikologis yang umum terjadi dan dapat memengaruhi kesiapan mental dalam menghadapi persalinan serta berpotensi meningkatkan risiko maternal. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, dapat diterima secara kultural, dan bernuansa spiritual untuk membantu menurunkan kecemasan pada akhir masa kehamilan. Salah satu intervensi tersebut adalah terapi Lagu Maryam yang diadaptasi dari lantunan Surah MaryamTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Lagu Maryam terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III menjelang persalinanMetode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di Desa Barebbo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone pada bulan Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 25 ibu hamil trimester III yang memenuhi kriteria inklusi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 15 orang (60%) dan kecemasan ringan sebanyak 10 orang (40%). Setelah diberikan terapi Lagu Maryam, proporsi kecemasan sedang menurun menjadi 7 orang (28%), sedangkan kecemasan ringan meningkat menjadi 18 orang (72%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p 0,05), yang menandakan adanya penurunan tingkat kecemasan yang bermakna setelah intervensi.Kesimpulan: Terapi Lagu Maryam merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Terapi ini memberikan efek relaksasi psikologis melalui stimulasi auditif bernuansa spiritual, sehingga meningkatkan ketenangan dan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan.Saran: Terapi Lagu Maryam dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal sebagai pendekatan komplementer untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil pada akhir masa kehamilan. Kata Kunci : Kecemasan; Ibu Hamil; Lagu Maryam; Trimester III; Terapi Nonfarmakologis ABSTRACT Background:Anxiety in third-trimester pregnant women is a common psychological problem that can affect mental readiness for childbirth and potentially increase maternal risks. Non-pharmacological interventions that are safe, culturally acceptable, and spiritually oriented are needed to help reduce anxiety during late pregnancy. One such intervention is Maryam Song therapy, adapted from the recitation of Surah Maryam.Objective:This study aimed to determine the effect of Maryam Song therapy on anxiety levels among third-trimester pregnant women prior to childbirth.Methods: This study employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The research was conducted in Barebbo Village, Barebbo District, Bone Regency, in December 2025. A total of 25 third-trimester pregnant women who met the inclusion criteria were recruited as respondents. Anxiety levels were measured using a questionnaire before and after the intervention. Data were analyzed using univariate analysis and the Wilcoxon test.Results: Before the intervention, most respondents experienced moderate anxiety (15 participants; 60%) and mild anxiety (10 participants; 40%). After the implementation of Maryam Song therapy, the proportion of moderate anxiety decreased to 7 participants (28%), while mild anxiety increased to 18 participants (72%). The Wilcoxon test revealed a p-value of 0.000 (p 0.05), indicating a statistically significant reduction in anxiety levels following the intervention.Conclusion: Maryam Song therapy is an effective non-pharmacological intervention for reducing anxiety in third-trimester pregnant women. This therapy promotes psychological relaxation through spiritually based auditory stimulation, thereby enhancing maternal calmness and readiness for childbirth.Recommendation: Maryam Song therapy may be incorporated into antenatal care services as a complementary approach to support maternal mental health during late pregnancy. tolong translate ke bahasa Indonesia Keywords: Pregnancy; Anxiety; Maryam Song; Third Trimester; Non-Pharmacological Therapy