Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bali Health Published Journal

GAMBARAN KEJADIAN KARIES GIGI DAN TINGKAT KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI ASRAMA KOMPI SENAPAN B YONMEK 741/GN MASCETI GIANYAR Idrus Sardi; Kadek Agus Dwija Putra
Bali Health Published Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Juni : Bali Health Published Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.07 KB) | DOI: 10.47859/bhpj.v4i1.64

Abstract

Latar Belakang : Karies gigi disebabkan oleh multi faktor, salah satunya yaitu terjadi karena anak gemar mengkonsumsi makanan manis dan lengket yang digolongkan sebagai makanan kariogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian karies gigi dan tingkat konsumsi makanan kariogenik pada anak usia prasekolah. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrpitif. Dengan menggunakan teknik sampling nonprobability (purposive sampling), jumlah sampel 33 anak dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdapat 10 pernyataan, analisa data dengan analisis univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan responden sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, Sebagian besar berumur 5 tahun, tingkat konsumsi makanan kariogenik paling banyak pada  kategori sedang (60,6%), serta 87,9% anak mengalami karies gigi. Simpulan: Dari hasil penelitian didapatkan tingkat konsumsi makanan kariogenik pada anak usia prasekolah memiliki tingkat konsumsi makanan kariogenik pada tingkat sedang dan menyebabkan hampir seluruh anak mengalami karies gigi.
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA YANG TINGGAL DENGAN KELUARGA DI DESA GUMBRIH I Made Yudi Antara; Kadek Agus Dwija Putra; NLP. S Yudhawati; I Gede Yudiana Putra
Bali Health Published Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Juni : Bali Health Published Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.305 KB) | DOI: 10.47859/bhpj.v4i1.83

Abstract

Latar belakang: Peningkatan jumlah lanjut usia membutuhkan penanganan yang serius, ini dikarenakan secara alamiah lansia mengalami penurunan baik dari segi fisik, biologi maupun mentalnya. Hasil penetitian yang dilakukan sebelumnya didapatkan hasil bahwa kebanyakan lansia mengalami depresi ringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada lanjut usia yang tinggal di desa Gumbrih, berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Status Perkawinan dan Tempat tinggal. Metode: Observasional yang bersifat deskriptif, untuk pengambilan datanya menggunakan kuisioner Geriatric Disstres Scale (GDS) dengan 15 item pertanyaan yang dilakukan selama 7 minggu. Hasil: Pada penelitian didapatkan subyek penelitian rata-rata berusia 60-69 tahun sebanyak 56,1%, Dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu 51,5%, rata-rata berpendidikan terakhir SD (Sekolah Dasar) sebanyak 54,4%, sudah menikah yaitu sebanyak 80,1%, dan tinggal dengan keluarga sebanyak 94,2%. Pada penelitian diperoleh 71,3% yang normal/tidak depresi, 25.7% yang depresi ringan, 1,8%  mengalami depresi sedang dan 0.6% mengalami depresi berat. Simpulan: Sebagian besar responden berusia 60-69 tahun, Berjenis kelamin laki laki, berpendidikan sekolah dasar (SD) dan memiliki tingkat depresi normal (Tidak depresi).
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN I ABIANSEMAL BADUNG Ni Putu Eka Febianingsih; Kadek Agus Dwija Putra; Gede Yudiana Putra
Bali Health Published Journal Vol. 1 No. 1 (2019): Juni : Bali Health Published Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.981 KB) | DOI: 10.47859/bhpj.v1i1.102

Abstract

Background: High prevalence of anemia exists in the developing country where its causes are multi-factorial. One of the most vulnerable populations are adolescent girl. This study aims to know the prevalence and risk factor of anemia among adolescent girls in Abiansemal High School Methods: Cross sectional study was conduct with a total of 254 individuals comprising healthy participated. The relevant information was collected with interviews, anthropometric measurements and Hemoglobin assay. Multivariate Poisson Regression analysis was done to analysis the risk factor. Results: The prevalence of anemia was found to be 71.3% (22.8% mild anemia, 47.2% moderate anemia and 1.2% severe anemia). Mean age of the adolescent girls was 15.5 ± 0.66 years old. Multivariate analysis showed that the strongest predictors of anemia associated with adolescent girls is eating frequency ? 2 times a day (aPR:1.55; 95% CI: 1.32 to 1.81), excessive menstrual bleeding (aPR: 1, 35; 95% CI 1.17 to 1.56), vegetarian diet (aPR: 1.23; 95% CI 1.08 to 1.41) and drinking tea during meals (aPR: 1.17; 95% CI 1.01 to 1.36). However, the level of knowledge, socioeconomic status, and BMI did not contribute significantly in this study. Conclusions: High prevalence of anemia in adolescent girls of Abiansemal High School. Anemia screening should be done regularly and giving iron tablets to adolescent girls.
Gambaran Kadar Asam Urat, Gula Darah Dan Kolesterol Pada Lansia Di Br. Dinas Kutuh Kelod, Kerambitan, Tabanan Ni Komang Putri Agustini; Kadek Agus Dwija Putra
Bali Health Published Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Desember : Bali Health Published Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.467 KB) | DOI: 10.47859/bhpj.v2i2.241

Abstract

Background: The world's elderly population reached 13.4% in 2013 and is predicted to increase to 25.3% in 2050. The prevalence of high uric acid levels in the elderly in Indonesia reaches 11.9%, high blood sugar levels reach 35.3. %, and high cholesterol levels as much as 10%. This study aims to determine the level of uric acid, blood sugar and cholesterol in the elderly. Methods: This study used a descriptive analytic design with a cross sectional approach. The research sample used was the elderly aged ? 60 years and over by using the simple random sampling technique in Banjar Dinas Kutuh Kelod, Kerambitan, Tabanan. Data collection was carried out from 7 to 8 June 2020 by means of face-to-face interviews using questionnaire guidelines for respondent characteristics data, and direct examination of uric acid, blood sugar and cholesterol levels using Easy Touch GCU. The data obtained were analyzed using the univariate spss application. Results: Based on univariate analysis, it was found that most of the respondents were 13.2% aged 60 and 69 years, 55.3% were female, 65.8% at the primary education level (SD), and 39.5% worked as farmers. In the bivariate analysis, it was found that most of the respondents or 55.3% had abnormal uric acid levels, 39.5% had abnormal blood sugar levels and 44.7% had abnormal cholesterol levels. Conclusion: Most of the respondents have abnormal uric acid levels while blood sugar and cholesterol are mostly still in the normal category. It is hoped that related parties will continue to carry out screening or early detection, especially in the elderly group, in order to reduce the incidence of non-communicable diseases (PTM) in the elderly.