Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Perbandingan Kualitas Gizi dan Daya Terima Cookies berbahan Dasar Labu Kuning (Curcubita Moschata Durch) dengan Kabocha (Curcubita maxima) Wiwik Endah Rahayu
Jurnal Ilmiah Ilmu dan Teknologi Rekayasa Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : UPPM Polsub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu kuning dan kabocha banyak ditemukan di daerah Subang dan pemanfaatannya belum maksimal dilakukan. Pemanfaatan labu kuning menjadi cookies merupakan salah satu cara meningkatkan nilai dari tanaman labu. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak dengan 3 ulangan dan 3 perlakuan. Perlakuan terdiri dari : Tidak ditambah puree labu (P1), Penambahan puree labu kuning sebanyak 10 % (P2), Penambahan puree kabocha sebanyak 10 % (P3) . Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah proksimat (kadar air, kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat) dan daya terima konsumen melalui uji hedonik. Berdasarkan analisis proksimat yang dilakukan, perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, protein, lemak yang dihasilkan tetapi tidak berpengaruh terhadap kandungan karbohidrat pada cookies. Panelis lebih menyukai cookies perlakuan P1 pada segi rasa dan kerenyahan tetap lebih menyukai cookies pada perlakuan P2 dan P3 dari segi warna.
DAYA TERIMA DAN ANALISIS EKONOMI KAMABOKO JENIS IKAN LAUT DALAM MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PRODUKSI IKAN SUBANG Wiwik Endah Rahayu
Jurnal Ilmiah Ilmu dan Teknologi Rekayasa Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : UPPM Polsub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subang adalah salah satu kabupaten penghasil ikan laut di Jawa Barat. Potensi hasil ikan laut yang besar di Subang merupakan modal dalam peningkatan nilai tambah dan diversifikasi produksi ikan di Subang. Kamaboko adalah salah satu olahan ikan yang banyak digemari oleh masyarakat. Kamoboko dapat dibuat dari berbagai jenis ikan terutama ikan yang berdaging putih dan berprotein tinggi. Ikan tenggiri (Scomberomorus commerson), ikan sebelah (Psettodes erume) dan ikan manyung (Arius thalassinus) banyak dihasilkan di Subang dan merupakan ikan berdaging putih. Daya terima dan analisis ekonomi usaha kamaboko berbahan dasar ikan tenggiri, sebelah dan manyung bisa menjadi alternatif dalam pengembangan produk ikan di Subang. Hasil organoleptif menunjukkan bahwa warna, rasa, aroma dan tekstur yang diuji berbda nyata pada setiap perlakuan. kamaboko berbahan dasar ikan tenggiri banyak disukai oleh panelis dari segi warna, rasa, aroma dan tekstur dibandingkan dengan ikan lain. Rendemen kamaboko paling tinggi dihasilkan dari kamaboko berbahan darar ikan tenggiri yaitu sebesar 94,18 %. Hasil analisis ekonomi kamaboko berbahan dasar ikan tenggiri menghasilkan keuntungan lebih besar dibandingkan ikan lainnya. Net B/C Rasio ikan tenggiri sebesar 1,25 sehingga layak untuk diusahakan.
Pemanfaatan Esktrak Daun Ceremai (Phylanthus ccidus (L.) Skeels) dengan Konsentrasi Alkohol Dan Triklosan Berbeda Pada Pembuatan Hand Sanitizer: Utilization of Star Gooseberry Leaf Extract (Phyllanthus acidus L. Skeels) with Different Alcohol and Triclosan Concentrations in Hand Sanitizer Production Rahayu, Wiwik Endah
Jurnal Agroindustri Terapan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): January 2025
Publisher : Department of  Agriculture, Subang State Polytechnic, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gel pembersih tangan merupakan gel yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri dan umumnya memiliki bahan aktif senyawa golongan alkohol dengan konsentrasi ± 60% sampai 90% dan bahan aktif triklosan. Ekstrak daun ceremai dengan penambahan alkohol dan triklosan dapat menjadi inovasi baru pada produk hand sanitizer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun ceremai dengan perbandingan alkohol dan triklosan berbeda terhadap sifat fisikokimia (daya sebar, pH, dan daya hambat bakteri) dan sifat sensori (warna, aroma, tekstur) produk hand sanitizer ekstrak daun cereamai serta untuk mengetahui perlakuan terbaik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam proyek akhir ini adalah praktik langsung dan studi pustaka. Rancangan analisis proyek akhir ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor S (konsentrasi daun ceremai (5 ml dan 6 ml)) dan faktor A (Perbandingan alkohol dan triklosan (3 ml : 2 g dan 2 ml : 1,5 g)). Parameter yang diuji berupa sifat sensori (aroma, warna dan tekstur), kemampuan daya sebar, pH, dan daya hambat bakteri. Pengolahan data hasil pegujian menggunakan analisis ragam pada α=5%, data yang berpengaruh nyata selanjutnya dilakukan uji lanjut dengan Pada Hasil uji analisis ragam sifat fisikokimia menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh nyata terhadap parameter daya sebar hand sanitizer ekstrak daun ceremai, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap daya hambat bakteri dan pH hand sanitizer. Perlakuan S1A2 memiliki daya sebar terbaik sebesar 21,7 mm. Berdasarkan hasil uji hedonik menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata pada uji hedonik warna, aroma dan tekstur hand sanitizer.
The effect of biostimulant applicationt on vegetatif growth of delayed transplant melon seedlings Audia, Fitri; Rahayu, Wiwik Endah; Romalasari, Atika; Jaenudin, Nasywa Mutiara
Jurnal Agrotek Ummat Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v12i3.32651

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) is a high-economic-value horticultural commodity whose production success greatly depends on optimal early vegetative growth. Melon seedlings transplanted late are prone to physiological stress that can hinder vegetative development, requiring strategies to support plant adaptation. This study serves as a preliminary research to assess the effectiveness of the recommended dosage of 1% on the vegetative growth of delayed transplanted melon seedlings (16 days after sowing). The experiment was conducted with two treatments: no biostimulant application as control (P0) and 1% biostimulant application (P1), each with 16 replications, resulting in a total of 32 experimental units. Observed parameters included plant height, leaf number, stem diameter, and internode length at 7, 14, and 21 days after transplanting (DAT). The t-test results showed that biostimulant application had no significant effect (p<0.05) on all observed variables through the end of the vegetative phase. This study indicates that applying biostimulant at a 1% concentration was ineffective in restoring vegetative growth in delayed-transplant melon seedlings, suggesting the need for further research with different doses and application frequencies.
The Influence Of Food Quality Improvement Assistance On Increasing The Welfare Of People's Farmers Fathurohman, Ferdi; Mukminah, Nurul; Rahayu, Wiwik Endah; Sangadah, Hanik Atus
Jurnal Ekonomi Teknologi dan Bisnis (JETBIS) Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/jetbis.v2i4.60

Abstract

Feed is a very important factor in the world of animal husbandry. Subang Regency is one of the beef cattle breeding centers in West Java and even in Indonesia and occupies the top 5 beef cattle populations in Indonesia. In Subang Regency, 1,500 families depend on beef cattle and other livestock businesses for their income, with an average of 3 to 4 livestock per family. but breeders in Subang Regency only focus on conventional livestock production processes and have not touched modern livestock. so that the level of welfare of farmers in Subang Regency is still not optimal. The biggest cost for livestock in Subang Regency is still the high price of concentrate and forage feed. This research aims to increase the knowledge of beef cattle breeders through counseling and coaching regarding the management of beef cattle in terms of improving the quality of feed so that it has added value. The research was carried out in Cibogo District, Subang Regency from July to November 2022 using the focus group discussion, training and monev methods. The results of this study are that the feed problem at the smallholder farmer level is the poor quality of the feed due to the lack of knowledge of breeders on how to process and store feed. Processing and storage are applied at the farmer level, namely storing forage fodder using the silage method and increasing knowledge of feed management. Breeders who are members of a group of beef cattle and are able to develop institutional management with standards for the production and management of feed in the group. There is a positive and significant influence between the provision of assistance in making feed on increasing the welfare of farmers.
Karakteristik Fisikokimia Cookies Tersubstitusi Tepung Suku (Artocarpus artilis): Physicochemical Characteristics of Cookies Substituted with Breadfruit Flour (Artocarpus artilis) Romalasari, Atika; Rahayu, Wiwik Endah
Jurnal Agroindustri Terapan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): January 2024
Publisher : Department of  Agriculture, Subang State Polytechnic, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/jati.v1i2.174

Abstract

Breadfruit flour is gluten free so it is good to use as an alternative food in making cookies that can help children with autism and celiac diseases. The purpose of this research were to determine the effect of breadfruit flour on physicochemical characteristics of cookies as a substitute for wheat flour. This research used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications of breadfruit flour as a substitute for wheat flour, namely, FI=0%:100%, F2=20%:80%, F3=40%:60% and F4=60%: 40%. The parameters tested were water content, acid insoluble ash content, protein content and color test. The data were analyzed using ANOVA and further tests were carried out with DMRT analysis at a significant level of 5% and protein content using Microsoft Excel. The used of breadfruit flour substitute wheat flour had no significant effect on the water content, protein content, and acid of insoluble ash content. The results showed that all cookies with breadfruit flour substitution produced water content and acid insoluble ash content that still exceeded from SNI standards, while the protein content of all cookies met SNI standards. The resulting cookies each have a darker brownish color as the amount of breadfruit flour is added as a substitute.
Perubahan Karakteristik Kimia Selai Ubi Ungu terhadap Pemberian Variasi Bubur Nanas: The Chemical Changes in The Characteristics of Purple Sweet Potato Jam With The Variation of Pineapple Puree Aprilliani, Fenny; Rahayu, Wiwik Endah
Jurnal Agroindustri Terapan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Department of  Agriculture, Subang State Polytechnic, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/jati.v2i1.187

Abstract

Selai merupakan produk makanan berupa pasta yang terbuat dari buah, sayuran atau umbi-umbian yang dihancurkan menjadi bubur dengan penambahan gula, asam, bahan pengental, serta bahan tambahan pangan yang diijinkan. Ubi ungu merupakan komoditas yang dapat dikembangkan menjadi selai. Substitusi bubur nanas dilakukan untuk meningkatkan cita rasa pada selai yang diproduksi. Tujuan pengujian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh variasi substitusi bubur nanas terhadap karakteristik kimia selai. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu substitusi bubur buah nanas yang terdiri dari P0 (0%), P1 (35%), P2 (40%) dan P3 (45%) dengan 3 kali pengulangan. Pengolahan data menggunakan ANOVA, yang dilanjutkan dengan Uji DNMRT taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan substitusi bubur buah nanas yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap karakteristik kimia selai. Perlakuan terbaik dihasilkan dari sampel P3 dengan kandungan substitusi nanas sebesar 45% dengan karakteristik kadar air: 38,98±0,47d, pH: 4,29±0,01a, TPT: 8,00±0,10d%, TAT: 2,13±0,11d%, dan Vitamin C: 119,68±0,00d mg/100g.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN DAYA TERIMA INOVASI PRODUK MOCHI NANAS (MONAS) Safitri, Laras Sirly; Mukminah, Nurul; Rahayu, Wiwik Endah
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v12i1.7868

Abstract

This research aims to analyze the financial feasibility of the pineapple mochi product innovation (Monas) and determine its acceptability based on sensory quality. This research was conducted in May - August 2023 using a quantitative descriptive research design. The financial feasibility of Monas products was analyzed based on the NPV, IRR, Payback Period and R/C ratio values, while acceptability was analyzed using hedonic quality testing on 20 semi-trained panelists. The research results show that Monas product innovation is feasible to be developed with NPV value of IDR 24,505,289.00,  IRR value of 51 percent,  payback period of 1.79 years, and an R/C ratio value of 1.10. The acceptance of Monas product innovation showed the quality of the bright yellow color, chewy texture, slightly strong aroma typical of pineapple, and the sweet and sour taste typical of pineapple.Keywords:   financial feasibility, hedonic quality, pineapple mochi, product innovation
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN NILAI PRODUK DI KABUPATEN SUBANG Fathurohman, Ferdi; Baharta, Ridwan; Purwasih, Rita; Rahayu, Wiwik Endah; Mukminah, Nurul; Sobari, Enceng; Destiana, Irna Dwi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.155

Abstract

Kabuapten Subang merupakan sentra penghasil buah nanas terbesar di Indonesia. 500 keluarga menggantungkan penghasilannya dari bertani nanas, dengan kepemilikan lahan perkebunan rata-rata 0,4 Ha, namun petani hanya terfokus kepada produksi nenas belum menyentuh kepada pengolahan hasil.sehingga yingkat kesejahteraan petani masih belum optimal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menambah pengetahuan petani melalui penyuluhan dan pembinaan mengenai tata cara pegolahan produk nanas seupaya memiliki nilai tambah. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang selama bulan Juli sampai Oktober 2019 dengan menggunakan metode ceramah, focus group discussion, pelatihan dan pendampingan serta monev. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu masyarakat dapat membuat olahan dari nanas sebagai upaya dalam meningkatkan nilai tambah dari produk nanas itu sendiri. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu pelaksanan kegiatan pengabdian masyarakat mampu membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan nilai produk dan nilai jual dari produk serta masyarakat mampu mengembangkan manajemen kelembagaan.