Tambunan, Elia
STT Salatiga, Direktur-Pendiri Jungle School Salatiga

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Lingkungan dan Iman: Edukasi Deep Ecology dalam Perspektif Ekoteologi di GBI My Home Tanjung Uban Pasaribu, Jabes; Tambunan, Elia; Marisi, Candra Gunawan; Lahagu, Ardianto; Prasetya, Didimus Sutanto B.
Journal Of Social Empowerment Publications Vol 2 No 1: JOSEP (Journal Of Society Empowerment Publications) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69668/josep.v2i1.77

Abstract

Human survival with the existing ecosystem is experiencing imbalance. With data on increasing environmental damage as a call for all organizations to share the spirit of deep ecology which in this PkM is based on Ecotheology with the aim of fostering ecological awareness of the congregation through an ecotheological approach based on the Bible which takes place at GBI My Home Tanjung Uban. The activity was carried out by a team where lecturers and students from the Real Batam Theological College on April 26, 2025 as devotees. The method used is participatory education with a combination of counseling, theological discussions and direct practice of arranging church yards. The results of the activity showed an increase in the congregation's understanding of the relationship between faith and the environment, changes in mindset towards nature, and active involvement in maintaining the cleanliness and beauty of the worship space. So it can be concluded that the environment and faith are one in respecting the ecosystem as a creation in divine nature as a call for the spirit of natural balance and arrangement and continuity of life that coexist. Abstrak Keberlangsungan hidup manusia dengan ekosistem yang ada tengah mengalami ketimpangan. Dengan data yang kerusakan alam yang semankin meningkat sebagai seruan bagi semua organisasi untuk membagikan semangat deep ecology yang dalam PkM ini berpijak pada Ekoteologi dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis jemaat melalui pendekatan ekoteologi yang berlandaskan Alkitab yang bertempat di GBI My Home Tanjung Uban. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dimana dosen dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teologi Real Batam pada tanggal 26 April 2025 sebagai pengabdi. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan kombinasi penyuluhan, diskusi teologis dan praktik langsung menata pekarangan gereja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman jemaat terhadap hubungan antara iman dan lingkungan, perubahan pola pikir terhadap alam, serta keterlibatan aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan ruang ibadah. Maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan dan iman adalah satu kesatuan dalam menghormati ekosistem sebagai ciptaan dalam kodrat ilahi sebagai seruan akan semangat keseimbangan alam dan penataan dan kelangsungan hidup yang berdampingan.
Book Review: Theological Roots of Pentecostalism: Theological Roots of Pentacostalism Tambunan, Elia
THEOLOGIA INSANI: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : STAK Reformed Remnant Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58700/theologiainsani.v4i2.105

Abstract

Penelitian ini mengkaji narasi historis dan teologis dalam karya Donal W. Dayton mengenai asal-usul Pentekostalisme, khususnya dalam konteks Kekristenan Amerika. Dengan pendekatan sejarah teologi dan studi terhadap gerakan Kekudusan abad ke-19, Dayton berargumen bahwa Pentekostalisme Amerika berakar kuat dalam tradisi Wesleyan dan Metodis. Penelitian ini menyoroti kontribusi Dayton sebagai sejarawan gereja Amerika dalam menelusuri warisan teologis para pemimpin Pentekosta klasik. Namun, oleh karena ada penggunaan istilah “akar-akar teologis Pentekostalisme”, klausa itu menunjukkan kecenderungan bagi pembaca untuk melakukan generalisasi atau tepatnya sebagai upaya amerikanisasi atas gerakan tersebut secara global, sehingga menimbulkan kesan bahwa seluruh dinamika teologis Pentekosta di dunia hanya berakar tunggal dari konteks Amerika. Dengan demikian, penelitian ini mengkritisi keterbatasan pendekatan Dayton yang kurang mengakomodasi pluralitas ekspresi Pentekosta seturut konteks sosio-historis di luar Amerika, terutama di wilayah Selatan global seperti Asia (termasuk di Indonesia sejak era Hindia Belanda), Afrika, dan Amerika Latin, yang kini menjadi pusat gravitasi baru Kekristenan dunia.
TERIAKKAN “PUKUL TERUS”: Misiologi Pantekosta dan Pendidikan Agama Kristen Tambunan, Elia; Sembiring, Hesra Oktavianus; Sudjono, Andreas
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.109

Abstract

The paper presents Pantecostal missiology both historically, teaching and learning processes, as well as more recent empirical data. By not dismissing the problems and criticisms from scholars who doubted whether Pantecostalism really had a missiology, and doubted the process of learning about it in Christian religious higher education, here is narrated the dynamics of Pantecostal missiology. This paper presents the Pantecostal Church in Indonesia (PCiI or GPdI) and many things that surround it, the history of its formation since January 6, 1906 in the era of the Dutch East Indies as the object of study. To build a solid argument, based on the finding that there really is a Pantecostal missiology, we use a combined research method of quantitative empirical through a questionnaire survey for the need for a postgraduate thesis and qualitative based on primary data sources from the GPdI senior figures themselves and literature from other researchers as secondary sources. The paper is useful as a conceptual framework for the Indonesian academic field, namely Pantecostal missiology and Christian religious education which has never been the object of study so far that is useful for Christian religious higher education and global studies of Pantecostalism which is currently growing in the international academic arena. Tulisan ini menampilkan misiologi Pantekosta baik itu secara historis, proses belajar mengajar, maupun data empiris yang lebih baru. Dengan tidak menampik adanya problem dan kritik dari sarjana yang banyak meragukan apakah Pantekosta benar-benar memiliki misiologi, dan meragukan proses pembelajaran akan hal tersebut di pendidikan tinggi keagamaan Kristen, di sini dinarasikan dinamika misiologi Pantekosta. Tulisan ini mengetengahkan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dan banyak hal yang mengitarinya sejarah pembentukannya sejak 6 Januari 1906 di era Hindia Belanda sebagai objek studi. Untuk membangun argumentasi yang solid atas dasar temuan bahwa benar ada misiologi Pantekosta, kami menggunakan metode penelitian gabungan antara kuantitatif empiris lewat survei angket untuk kebutuhan tesis pascasarjana dan kualitatif berdasarkan sumber data primer dari tokoh GPdI itu sendiri serta literatur dari peneliti lain sebagai sumber sekunder. Tulisan ini berguna menjadi kerangka konseptual dari ladang akademik Indonesia yakni misiologi Pantekosta dan pendidikan agama Kristen yang belum pernah menjadi objek kajian selama ini yang berguna bagi pendidikan tinggi keagamaan Kristen maupun studi global Pantekostalisme yang sedang menggeliat di arena akademik internasional.