p-Index From 2021 - 2026
0.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL ILMIAH PLATAX
Tilaar, Ferdinand F.
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Macroalgae Community Structure in Tanjung Merah Waters, Bitung City Achmad, Febrio V.; Kepel, Rene Ch.; Mandagi, Stephanus Vianny; Tilaar, Ferdinand F.; Tombokan, John L.; Ngangi, Edwin L. A.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.34427

Abstract

Seaweed is a component of coastal ecosystems that makes a major contribution to the Indonesian economy. This marine plant is a potential food source and industrial raw materials that can be used to improve people's welfare as these marine macroalgae are widely distributed in Indonesian waters. This study was carried out because of its important role for the ecosystems and the economy of the country. The purpose of this research is to determine the community structure of this macroalgae in the waters of Tanjung Merah Village of Matuari District of Bitung City. The data were collected from January 2021 to March 2021 using a transect of 1 x 1 m2 which was placed along a 100 m line transect with 5 m intervals. The macroalgae found were 6 species consisting of 2 types of Chlorophyta class and 4 species of Rhodophyta class. The macroalgae diversity index of around is 1.06 categorized as moderate diversity; the index of dominant is 0.44 moderate and the evenness index is 1.79 or low.Keywords: Macroalgae; Community; Diversity.AbstrakRumput laut merupakkan komponen ekosistem wilayah pesisir yang memberikkan kontribusi yang besar bagi ekonomi Indonesia. Potensi sumberdaya hayati laut Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung yang cukup potensial untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan bahan baku industri guna peningkatan kesejahteran masyarakatkarena makroalga termasuk salah satu sumberdaya hayati laut yang banyak terdapat di perairan Indonesia. Makroalga memiliki potensi besar untuk dikembangkan, karena memiliki peranan penting baik dari aspek ekologi dan memiliki nilai ekonomi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makroalga yang ada di perairan Kelurahan Tanjung Merah Kecamatan Matuari Kota Bitung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2021 sampai Maret 2021. Data dikumpulkan dengan cara di sampling menggunakan kuadrat berukuran 1x 1 m2 yang diletakkan pada garis transek sepanjang 100 m dengan interval 5 m. Makroalga yang ditemukan 6 spesies yang terdiri atas Kelas Chlorophyta berjumlah 2 jenis, dan kelas Rhodophyta 4 jenis. Indeks keanekaragaman makroalga sekitar 1.06 dikategorikan sedang, indeks dominasi 0.44 dikategorikan rendah dan untuk indeks kemerataan 1,79 dikategorikkan rendah.Kata kunci: Makroalga; Komunitas; Keanekaragaman
Identification And Diversity Of Crab In Pondang And Lopana Beach Waters, South Minahasa Lepa, Bryan Gabriel; Paransa, Darus Saadah J; Mantiri, Desy M. H; Boneka, Farnis B; Lumoindong, Frans; Tilaar, Ferdinand F.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.38004

Abstract

There are crab species that live in the forest and supratidal areas, on sandy, rocky, and muddy coastal areas. The aim of this research is to identify the morphology, of meristic crabs and the effect of the moon phase on species diversity. Sampling locations were on the coast of Pondang Village and Lopana Village, sampling using the roaming method and carried out at the two lowest low tide phases during the dead moon and full moon phases, during the lowest low tide crabs were generally found with walking legs. Based on the identification of the morphology of crabs found on the coast of Pondang Village and Lopana Village, East Amurang District, South Minahasa Regency, there are six species of them Ocypode ceratophthalmus (Stimpson, 1858), Grapsus albolineatus (Latreille in Milbert, 1892), Eriphia sebana (Shaw and Nodder, 1803), Atergatis floridus (Linnaeus, 1767), Pilumnus vespertilio (Fabricius, 1793), Episesarma mederi (Edwards, 1853). Keywords: Coastal; Habitat; Crabs; Morphology; meristic AbstrakTerdapat jenis kepiting yang hidup di daerah hutan dan supratidal, di daerah pesisir pantai berpasir, berbatu dan berlumpur. Tujuan penelitian mengidentifikasi secara morfologi, meristik kepiting dan pengaruh fase bulan terhadap keanekaragaman spesies. Lokasi pengambilan sampel di pesisir pantai Kelurahan Pondang dan Desa Lopana, pengambilan sampel menggunakan metode jelajah serta dilakukan pada dua fase surut terendah saat fase bulan mati dan purnama, saat surut terendah umumnya dijumpai kepiting yang memiliki kaki jalan. Berdasarkan identifikasi morfologi kepiting yang ditemukan di pesisir pantai Kelurahan Pondang dan Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, terdapat enam spesies antaranya Ocypode ceratophthalmus (Stimpson, 1858), Grapsus albolineatus (Latreille dalam Milbert,1892), Eriphia sebana (Shaw dan Nodder, 1803), Atergatis floridus  (Linnaeus, 1767), Pilumnus vespertilio (Fabricius, 1793), Episesarma mederi (Edwards, 1853). Kata Kunci : Pesisir; Habitat; Kepiting; Morfologi; Meristik
Meristic And Morfometric Characteristics Of Scad Mackerel Decapterus macarellus (Cuvier, 1833) Karundeng, Christian; Lohoo, Anneke V.; Manginsela, Fransine B.; Tilaar, Ferdinand F.; Sangari, Joudy R. R.; Kusen, Janny D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41285

Abstract

Fish are cold-blooded vertebrates, whose body movements and balance are mainly using fins, breathing through gills, and living in an aquatic environment. Most vertebrates in the world are fish covering 48.1%, mammals (10.8%), reptiles (14.4%), amphibians (6.0%), and birds (20.7%). One of the fish consumed in North Sulawesi is scad mackerel locally called malalugis. This research focused on the meristic and morphometric characteristics of blue scad. The samples were caught in Makalehi waters and then landed in Manado Bay. Meristic observations (related to the number) included the number of spines and soft dorsal fin, pectoral fin, pelvic fin, anal fin (anal), and caudal fin. There were 9 spines on the first dorsal (D1), 2 spines and 30-37 soft rays on the second dorsal (D2), 3 spines and 24-31 soft rays on the anal fin (A), and 1,327 linea lateralis (LL). The morphometric observations cover total length, standard length, fork length, head length, tail stem length, eye width, body width, pectoral fin length, and anal fin length (anal). The total length ranged from 180 mm to 303 mm with a mean of 223 mm and a standard deviation of 25 mm.Keywords: fin, linea lateralis, Makalehi waters.AbstrakIkan merupakan hewan vertebrata berdarah dingin, yang pergerakan dan keseimbangan tubuhnya terutama menggunakan sirip dan umumnya bernapas dengan insang serta hidup dalam lingkungan air. Spesies hewan vertebrata terbanyak di dunia adalah ikan dengan persentase 48,1 persen dari keseluruhan hewan vertebrata yang ada, pada mamalia memiliki presentase 10,8 persen, reptile memiliki 14,4 persen, amfibi hanya 6,0 persen dan spesies burung 20,7 persen. Salah satu ikan yang dikenal dan dikonsumsi di Sulawesi Utara adalah ikan layang biru atau disebut ikan malalugis. Penelitian ini mengenai karakteristik meristik dan morfometrik ikan layang biru. Penelitian sampel ikan layang biru yang ditangkap di Perairan Makalehi dan kemudian didaratkan di Teluk Manado. Pengamatan meristik (berkaitan dengan jumlah) meliputi jumlah jari-jari keras dan jari-jari lemah pada sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anal (dubur) dan sirip ekor. Terdapat 9 duri sirip pada dorsal pertama (D1), 2 duri dan 30-37 sirip lemah pada dorsal kedua (D2); 3 duri dan dan 24-31 sirip lemah pada anal (A), dan 13-27 linea lateralis (LL). Pengamatan morfometrik (berkaitan dengan ukuran antara lain panjang total, panjang standar, panjang garpu,panjang kepala, panjang batang ekor, lebar mata, lebar badan, panjang sirip dada, panjang sirip anal (dubur). Panjang total berkisar 180-303 mm dengan rerata 223 mm dan standar deviasi 25 mm.Kata kunci: Sirip; Linea lateralis; perairan Makalehi. 
Morphometric and Meristic Yellowstrip Scad Selaroides leptolepis (Cuvier, 1833) Landed at TPI Tumumpa and PPI Kema Fajar Vafry; Manginsela, Fransine B.; Wantasen, Adnan S.; Mandagi, Stephanus V.; Tilaar, Ferdinand F.; Rimper, Joice R.T.S.L
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.44335

Abstract

This research about morphometric and meristic character of yellow stripscad. Fish samples were selected from various sizes in order to represent the various sizes of yellow stripscad that existin nature. Samples of yellow stripscad were taken from fish landed at TPI Tumumpa as many as 60 tail and PPI Kema as many as 60 tail. The purpose of this study was to determine how the morphometric and meristic character of yellow stripscad landed in TPI Tumumpa and PPI Kema. Data analysis with K-mean cluster method using SPSS 25 and Ms. Excel 2019. Yellow stripscad landed in TPI Tumumpa and PPI Kema have different morphometric character with percentage difference of 95%. For meristic character have a fairly small lavel of difference with a difference of 29%. Keywords : yellow stripscad, morphometric, meristic, TPI Tumumpa, PPI Kema. Abstrak Penelitian ini mengenai karakter morfometrik dan meristik ikan selar kuning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel ikan akan dipilih dari berbagai macam ukuran agar dapat mewakili berbagai macam ukuran ikan selar kuning yang ada di alam. Sampel ikan selar kuning diambil dari ikan yang didaratkan di TPI Tumumpa sebanyak 60 ekor dan di PPI Kema sebanyak 60 ekor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakter morfometrik dan meristik ikan selar kuning yang didaratkan di TPI Tumumpa dan PPI Kema. Analisis data dengan metode K-mean cluster menggunakan program SPSS 25 dan Ms. Excel 2019. Ikan selar kuning yang didaratkan di TPI Tumumpa dan PPI Kema memiliki karakter morfometrik yang berbeda dengan persentase perbedaan sebesar 95%. Untuk  karakter meristiknya memiliki tingkat perbedaan yang cukup kecil dengan tingkat perbedaan sebesar 29%.  Kata- kata kunci : ikan selar kuning, morfometrik, meristik, TPI  Tumumpa, PPI Kema.  
Morphological characteristics of dolphinfish Coryphaena hippurus Linnaeus 1758 landed in Kalinaun Village, East of Likupang District, North Sulawesi Mantiri, Nicola R. K.; Tilaar, Ferdinand F.; Pratasik, Silvester B.; Sinjal, Henky; Lohoo, Anneke V.; Rondonuwu, Ari B.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.44916

Abstract

This study aimed to determine the size group of fish caught, compare the morphometric characteristics between sexes, and describe the meristic characteristics of the dolphinfish Coryphaena hippurus. This study used a descriptive method. The morphometric characteristics were measured using a ruler and tape at the accuracy of 1 mm and 5 m, respectively, while the meristic characteristics were obtained by counting the number of spines. This study found a total of 57 individuals of the dolphinfish that had a size range of 48–89 cm, the male from 48 to 95 cm, and the females from 49 to 84 cm, respectively. Four morphometric parameters of male and 2 parameters of female dolphinfish could be used to predict the total length. The dolphinfish also had 59 dorsal soft rays, 25 soft pelvic rays, 22 soft pectoral rays, 26 soft anal rays, and 48 hard caudal rays. Keywords: descriptive, morphometric, meristic, size. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok ukuran ikan yang tertangkap, membandingkan karakteristik morfometrik antar jenis kelamin, dan mendeskripsikan karakteristik meristik ikan Lemadang Coryphaena hippurus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Karakteristik morfometrik diukur menggunakan penggaris dan meteran dengan ketelitian masing-masing 1 mm dan 5 m, sedangkan perhitungan meristik dilakukan dengan cara menghitung jari-jari sirip. Penelitian ini menemukan sebanyak 57 individu ikan Lemadang yang memiliki kisaran ukuran 48-89 cm, jantan 48-95 cm, dan betina berkisar 49-84 cm. Empat parameter morfometrik ikan Lemadang jantan dan 2 parameter ikan lemadang betina dapat digunakan untuk menduga panjang total. Ikan Lemadang juga memiliki 59 jari-jari lemah sirip punggung, 25 jari-jari lemah sirip perut, 22 jari-jari lemah sirip dada, 26 jari-jari lemah sirip dubur, dan 48 jari-jari keras sirip ekor. Kata kunci: deskriptif, morfometrik, meristik, ukuran.