Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN MANAJEMEN DIRI TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI Alisa, Wila; Mahdarsari, Mayanti; Yullyzar, Yullyzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa semester akhir harus mengambil mata kuliah skripsi, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana. Mahasiswa harus melalui berbagai tahapan diantaranya dapat menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan perkuliahan. Mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi banyak menghadapi kendala yang berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor tersebut dapat menimbulkan stres bagi mahasiswa sehingga dapat menghambat proses penyelesaian skripsi. Oleh sebab itu, perlu adanya manajemen diri untuk mengatasi berbagai stres yang dialami. Manajemen diri merupakan salah satu proses untuk mengarahkan perilaku individu kearah yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan manajemen diri terhadap stres yang dialami oleh mahasiswa keperawatan dalam proses mengerjakan skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala yang sedang mengambil mata kuliah skripsi dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 130 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner manajemen diri dan Depression Anxiety and Stress Scales 42 (DASS 42). Penelitian ini dianalisis dengan uji chi-Square. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan manajemen diri terhadap tingkat stres (p-value = 0,000). Diharapkan kepada mahasiswa agar dapat mengelola manajemen diri dengan baik seperti berfikir positif, mengelola perasaan dan mengelola emosi agar dapat meminimalisir stres yang dialami.
Sikap perawat terhadap pengelolaan limbah medis di ruang rawat inap kelas III Mahdarsari, Mayanti; Rachmah, Rachmah; Ulfitria , Nissa
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.3075

Abstract

Background: Environmentally conscious hospitals focus not only on external aspects but also on internal ones, including the management of medical waste as the end product of healthcare services. Improper medical waste management can pose Occupational Safety and Health (OHS) risks, such as injuries and infections. Purpose: To determine nurses' attitudes toward medical waste management in Class III inpatient wards. Method: This descriptive quantitative study, using a cross-sectional design, was conducted from October 22-29, 2025. The population in this study was all 135 nurses working in Class III inpatient wards at Meuraxa Regional Hospital, Banda Aceh City. The sampling technique used was stratified random sampling, with inclusion criteria being nurses who were willing to participate and had signed a consent form, as well as nurses who were actively working at the time of data collection. The sample size was determined using the Slovin formula, resulting in a sample of 101 respondents. The research instrument was an attitude questionnaire with univariate data analysis. Results: Most respondents (68 respondents (67.3%) had worked in inpatient wards for 1-5 years, and 62 respondents (61.4%) had attended occupational health and safety training. Overall, respondents' attitudes toward medical waste management were positive. However, negative attitudes were still found in four stages, such as sorting (2%) and packaging and storage (1%). Conclusion: The majority of nurses in class III inpatient wards have positive attitudes toward medical waste management. The conservation department is expected to maintain this positive attitude through routine training and periodic supervision. Suggestion: Future research could use mixed methods or include direct observation to provide a more comprehensive picture of medical waste management practices. Additionally, expanding the study location to other wards or different hospitals could provide a broader comparison of medical waste management implementation across healthcare settings.   Keywords: Class III Inpatient Ward; Medical Waste Management; Nurses' Attitudes.   Pendahuluan: Rumah sakit yang peduli lingkungan tidak hanya difokuskan pada aspek eksternalnya saja, tetapi pemahaman akan aspek internal juga sangat diperlukan, diantaranya adalah pengelolaan limbah medis sebagai produk akhir pelayanan kesehatan. Pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan risiko terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti cedera dan infeksi. Tujuan: Untuk mengetahui sikap perawat terhadap pengelolaan limbah medis di ruang rawat inap kelas III. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, dilakukan pada tanggal 22-29 Oktober 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap kelas III RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh sebanyak 135 perawat. Sementara teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dengan kriteria inklusi perawat yang bersedia menjadi responden dan telah menandatangani lembar persetujuan partisipasi, serta perawat yang aktif berkerja pada saat pengambilan data dilakukan. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin, sehingga didapatkan sampel sebanyak 101 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner sikap dengan analisis data secara univariat. Hasil: Sebagian besar responden sudah berkerja di ruang rawat inap selama 1-5 tahun sebanyak 68 responden (67.3%), dan sebanyak 62 responden (61.4%) sudah mengikuti pelatihan K3. Berdasarkan sikap responden terhadap pengelolaan limbah medis secara keseluruhan menunjukkan sikap yang positif. Namun, pada keempat tahapan masih ditemukan sikap negatif, seperti tahap pemilahan (2%), tahap pewadahan dan  penyimpanan (1%). Simpulan: Mayoritas perawat di ruang rawat inap kelas III memiliki sikap yang positif dalam pengelolaan limbah medis. Bidang keperawatan diharapkan terus mempertahankan kondisi ini melalui pelatihan berkala dan supervisi rutin. Saran: Penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode campuran atau menambahkan observasi langsung agar gambaran tentang praktik pengelolaan limbah medis lebih komprehensif. Selain itu, memperluas lokasi penelitian ke ruang perawatan lain atau ke rumah sakit berbeda dapat memberikan perbandingan yang lebih luas mengenai implementasi pengelolaan limbah medis di berbagai setting pelayanan kesehatan.   Kata Kunci: Pengelolaan Limbah Medis; Ruang Rawat Inap Kelas III; Sikap Perawat.