Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Manajemen Pengendalian Kadar Gula Darah Melalui Peningkatan Kemampuan Aktivitas Fisik Secara Mandiri Yoyoh, Imas; Irawati, Popy; Sekarsari, Rita
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10725135

Abstract

Diabetes melitus (DM), merupakan  salah satu dari 10 besar penyebab kematian global dan prevalensinya  terus meningkat setiap tahun, Indonesia merupakan peringkat ke-7 terbanyak di dunia. Salah satu manajemen mandiri untuk pengendalian DM dalam mengatasi masalah ketidak seimbangan kadar glukosa darah dapat dilakukan melalui senam kaki yang saat ini walaupun sebagian  masyarakat sudah tahu, namun masih belum dilaksanakan secara rutin, Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan managemen diabetes dan meningkatkan keterampilan mandiri pasien dalam melakukan latihan fisik yang mampu menstabilkan kadar gula darahnya. Metode yang dilakukan melalui edukasi tentang manajemen diabetes dan demonstrasi senam kaki diabetes Hasilnya terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan melakukan senam kaki pada pasien diabetes melitus serta mampu mempertahankan tingkat kadar gula yang stabil. sehingga sangat penting untuk dapat mengaplikasikan secara rutin dan melibatkan pasien secara aktif mandiri, agar dapat mempertahankan kualitas hidupnya.
Pengalaman Pasien Sindroma Koroner Akut yang Mengalami Serangan Jantung Berulang Jaya, Irvantri Aji; Waluyo, Agung; Sekarsari, Rita; Siswanto, Bambang Budi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.23049

Abstract

ABSTRACT Acute Coronary Syndrome (ACS), as the acute manifestation of Coronary Heart Disease (CHD), remains a major contributor to global morbidity and mortality, accounting for 85% of deaths from heart attacks and strokes (Universitas Muhammadiyah Magelang, 2025). In Indonesia, while the specific CHD prevalence was reported at 0.85% in 2023 (SKI, 2023), the incidence of ACS cases is high, exemplified by 840 cases reported in the ED of NCCHK Jakarta (January–May 2025). Recurrent ACS is a serious threat, primarily driven by poor patient adherence to secondary prevention regimens (Universitas Muhammadiyah Magelang, 2025) and atherosclerosis progression(Universitas Hasanuddin, 2025). This is compounded by profound physical (chronic fatigue, pain) and psychological impacts (anxiety, PTSD) (Jackson, 2021; Lee & Chen, 2023). Given the complexity of medication management challenges (Smith, 2021) and the need for holistic healthcare support (Brown, 2020), this study aims to explore the subjective experiences and preventive behaviors of patients facing recurrent ACS. Method: This qualitative study utilized an exploratory phenomenological approach to describe preventive behaviors and analyze risk factors for recurrent heart attacks in ACS patients. Results: Five key themes were identified: 1) Physical Impact, including chest pain, weakness, and reduced functional capacity. 2) Psychosocial Impact, encompassing anxiety, fear, restlessness, and thoughts of death. 3) Post-Attack Medication Management, highlighting adherence barriers and treatment ineffectiveness due to irregular medication consumption. 4) Behavioral Changes, involving the adoption of positive healthy behaviors. 5) Healthcare Support, indicating a strong need for more optimal, comprehensive, and continuous health education from healthcare providers. Conclusion: The study identifies five core themes detailing the complex post-recurrent ACS experience, dominated by significant physical and psychological burdens. Non-adherence to treatment exacerbates this experience, underscoring the necessity for more holistic, patient-centered healthcare support.  Keywords: Patient, Experience, Recurrent ACS     ABSTRAK Sindrom Koroner Akut (SKA), sebagai manifestasi akut Penyakit Jantung Koroner (PJK), merupakan kontributor signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas global, menyumbang 85% kematian akibat serangan jantung dan stroke (Universitas Muhammadiyah Magelang, 2025). Di Indonesia, meskipun prevalensi PJK spesifik berada pada 0,85% pada tahun 2023 (Survei Kesehatan Indonesia, 2023).Angka kejadian SKA di indonesiacukup tinggi dimana  berdasarkan Data Laporan Unit Gawat Darurat  di National Cardiovascular Center Harapan Kita (NCCHK) Jakarta terdapat 840 kasus SKA periode bulan Januari 2025 sampai Mei 2025.Serangan SKA berulang menjadi ancaman serius, terutama akibat ketidakpatuhan pasien terhadap regimen pengobatan sekunder (Universitas Muhammadiyah Magelang, 2025) dan progresivitas aterosklerosis (Universitas Hasanuddin, 2025), yang diperparah oleh dampak fisik (kelelahan kronis) dan psikologis mendalam, termasuk kecemasan, depresi, dan PTSD (Jackson, 2021; Lee & Chen, 2023). Mengingat kompleksitas tantangan manajemen pengobatan (Smith, 2021) dan kebutuhan akan dukungan layanan kesehatan holistik (Brown, 2020).  Penelitian kualitatif fenomenologi dengan eksploratif gambaran prilaku pencegahan  terhadap risiko serangan jantung berulang dan menganalisa faktor risiko serangan jantung berulang pada pasien SKA. Tema pertama yang teridentifikasi adalah dampak fisik, berupa gejala fisik dan penurunan kapasitas fungsional, gejala nyeri dada, lemas, kaku leher, sesak nafas. Tema kedua yang teridentifikasi adalah dampak psikososial serangan jantung berulang, yaitu perasaan cemas, takut, gelisah, hingga munculnya pikiran akan kematian Temaketiga Managemen pengobatan paska serangan meliputi kepatuhan pengobatan dan inefektif pengobatan, ketidakteraturan dalam konsumsi obat merupakan hambatan utama dalam efektivitas pengobatan pada pasien Sindrom Koroner Akut (SKA). Tema keempat perubahan perilaku, yaitu melakukan perubahan perilaku positif. Temakelima dukungan layanan kesehatan paska serangan berulang, yaitu menunjukkan kebutuhan yang kuat terhadap dukungan layanan kesehatan yang lebih optimal dalam bentuk edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan. Penelitian ini mengidentifikasi lima tema kunci yang menggambarkan pengalaman kompleks paska serangan jantung berulang, dimulai dari dampak fisik yang signifikan dan psikososial. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan keseluruhan pengalaman ini diperburuk oleh tantangan dalam manajemen pengobatan dan kebutuhan akan dukungan layanan kesehatan yang lebih holistik yang  berpusat pada pasien. Kata Kunci:  Pasien, Pengalaman , SKA berulang
PENGALAMAN PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSJPD HARAPAN KITA TERHADAP PERAWATAN DIRINYA DI RUMAH: STUDI FENOMENOLOGI Widiastuti, Ani; Nurachmah, Elly; Sekarsari, Rita; Budi, Indra
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i2.5789

Abstract

Gagal jantung menjadi masalah kesehatan yang progresif dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di negara maju maupun negara berkembang. Tingginya angka readmission juga menyebabkan tingginya biaya perawatan yang harus dikeluarkan, oleh karena itu diperlukan pendekatan penanganan yang baik dengan meningkatkan efektifitas perawatan diri di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman yang mendalam tentang pengalaman, kebutuhan dan harapan pasien gagal jantung dalam melaksanakan perawatan dirinya (self care) di rumah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan partisipan diambil dengan cara purposive sampling sebanyak delapan orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan membuat pertanyaan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah Colaizzi sehingga dapat disimpulkan tema-tema sesuai pengalaman partisipan. Dari hasil analisa data ditemukan dua belas tema utama yaitu : (1) pengetahuan gagal jantung (2) Tanda dan gejala yang dialami (3) respon terhadap penyakit (4) mengatur pola makan (5) mengkonsumsi obat (6) olah raga dan aktifitas (7) kontrol ke dokter (8) hambatan yang dihadapi (9) dukungan keluarga (10) dukungan informasi (11) sumber informasi (12) harapan pasien. Melalui penelitian ini, kebutuhan pasien, kesulitan yang dihadapi serta harapan terhadap perawatan dirinya dapat teridentifikasi dengan jelas. Pasien gagal jantung yang melakukan perawatan diri di rumah membutuhkan dukungan keluarga serta dukungan informasi untuk dapat menjalankan program pengobatan dengan baik. Melalui penelitian ini dapat direkomendasikan untuk disusun media edukasi dan informasi yang dapat memudahkan pasien gagal jantung dalam melakukan perawatan dirinya di rumah sehingga harapan pasien untuk dapat ditangani dengan baik dapat terlaksana.