Articles
PONDOK PESANTREN KHALAFIAH TINGKAT MA DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR ISLAMI
Mashudul Ikhsan;
Daim Triwahyono;
Bambang Joko Wiji Utomo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebutuhan akan pembinaan akhlak merupakan suatu hal yang saat ini tidak bisa dihindari karena merupakan suatu kebutuhan pokok dimanapun individu itu bertempat. Disisi lain, masin-masing indvidu juga perlu adanya ilmu pengertahuan umum agar tidak ketinggalan dengan ilmu pengetahuan yang ada saat ini. Sehingga dengan mempertimbangkan dua hal tersebut, Pondok Pesantren Khalafiah yang berfokus pada pembinaan akhlak namun tetap mengikuti kurikulum dari pemerintah untuk ilmu umum dengan menerapkan sistem sekolah ber-asrama, merupakan salah satu opsi yang bisa membantu untuk mewujudkannya. Maka perancangan pondok pesantren dengan memilih tema modern islami diharapkan mampu menjadi wadah yang standar dari segi fasilitas dan tampilan yang mengikuti perkembangan zaman juga dari segi kurikulum yang diterapkan nantinya.
DENPASAR PUBLIC LIBRARY TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER
Krisfa Rizky Agung Pambudi;
Daim Triwahyono;
Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perpustakaan merupakan salah satu pusat pendidikan dan informasi bagi masyarakat. Adapun konteks perpustakaan umum dalam hal ini ialah bagaimana mewadahi kegiatan perpustakaan guna memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat ini dengan mempertimbangkan perkembangan pada saat ini. Tak terkecuali pengadaan akan perpustakaan umum di Kota Denpasar yang juga memiliki kegiatan yang cukup padat. Melihat minat baca di Kota Denpasar yang tiap tahunnya makin meningkat serta pustakawan-pustakawan yang kiat meningkat maka dibutuhkannya sebuah Perpustakaan Umum sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari permasalahan tersebut. Pada perancangan perpustakaan umum ini didasari oleh konteks arsitektur kontemporer sehingga harus menimbulkan suatu konteks yang berhubungan dengan budaya, konsep tata ruang “Sangga Mandala” adalah salah satu yang berhubungan dengan hal budaya tersebut. Adapun bentuk perpustakaan umum merupakan perpustakaan hybrid yang merupakan kombinasi antara perpustakaan digital dan konvensional yang bias digunakan pada perancangan ini.
GALERI SENI LUKIS TEMA: ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI
Muhammad Ifant;
Daim Triwahyono;
Bambang Joko Wiji Utomo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di kota malang terdapat banyak seniman yang menghasilkan karya-karya seni yang kemudian mereka terbagi secara individual dalam pengelolaannya, selain itu kurangnya perhatian dalam ruang lingkup seni lukis seperti halnya wadah yang mempersatukan karya pun menjadi masalah baru sehingga penyaluran hasil karya, penjualan hasil karya pun masih kurang efektif. Perencanaan dan perancangan suatu wadah atau arsitektur yang dapat menampung semua hasil karya seni lukis dari segala aliran seni lukis maupun kalangan seniman junior dan senior. Metode yang diterapkan adalah teknik pengumpulan data sekunder dan primer yang didapat melalui studi kasus atau studi banding dari beberapa lokasi pameran karya seni di kota malang. Ketersediaan wadah atau fasilitas yang dapat mempersatukan hasil-hasil dari karya seni lukis oleh para seniman merupakan sisi penting yang perlu diperhatikan karena memiliki pengaruh penting terhadap nilai budaya. Dekonstruksi merupakan buah dari suatu perkembangan karya arsitektur atau aliran arsitektur yang muncul pada saat itu karena efek dari kebosanan dengan teori-teori dan aturan yang membatasi ruang gerak karya arsitek yang terkesan kaku pada masa itu. Menurut Peter Einsenman. Dekonstruksi bersifat bebas, tidak terikat, menantang konsep matematika, mencoba melawan teori struktur, bersifat organik dengan penggunaan material yang mampu meng-ekspresikan ide-ide organik.
PONDOK PESANTREN ANAK JALANAN TEMA: ARSITEKTUR ISLAM
Mariana Umar;
Daim Triwahyono;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Malang salah satu kota pendidikan yang memiliki berbagai perguruan tinggi, lembaga formal dan non formal namun kondisi beberapa penduduk kota Malang, termasuk penduduk menengah kebawah belum mendapatkan pendidikan dengan baik. Seperti putus sekolah dan belum pernah merasakan bangku sekolah, Salah satunya adalah anak jalanan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) kota Malang jumlah anak jalanan tahun 2016 sebanyak 104, 2017 sebanyak 108 dan 2018 sebanyak 176. Dari data tersebut menandakan bahwa tiap tahun jumlah anak jalanan semakin bertambah. Alasan anak jalanan tidak mengenyam pendidikan dikarenakan faktor ekonomi dan disfungsi keluarga yang berdampak kurang baik dalam pembentukan kepribadian anak. Tujuan Perancangan pondok pesantren anak jalanan menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan anak jalanan. baik dari segi ekonomi, pembentukan karakter, skill dan sebagai jembatan antara anak jalanan dengan masyarakat, sehingga anak jalanan tidak dipandang sebelah mata. Selain itu sistem kurikulum dan rancangan bangunan disesuaikan dengan karakter anak jalanan, nilai-nilai pondok pesantren serta penyesuaian tema arsitektur islam terhadap objek rancangan.
GALERI MOTOR CUSTOM DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Zulhija Nur Bimantara;
Daim Triwahyono;
Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Galeri motor custom di Kota Malang adalah suatu bangunan yang merupakan pusat aktifitas seni di bidang otomotif dan pusat kegiatan edukasi otomotif masyarakat Kota Malang, memberikan serta menyajikan informasi mengenai hasil otomotif anak muda di Kota Malang, sedangkan motor custom adalah mengubah dan menciptakan sendiri bentuk motor sesuai keinginan pemilik maupun dari bengkel tersebut baik dari segi suku cadang, aksesoris dan desainnya. Terakhir adalah Kota Malang yaitu salah satu kota yang berada di provinsi jawa timur yang terletak didataran tinggi dengan luas 145,28 KM2 Tujuan dari galeri tersebut adalah sebagai tempat konservasi , penelitian dan pengkoleksian benda benda yang berkaitan dengan modifikasi motor custom dan wadah pengembangan otomotif roda 2 di Kota Malang. Hasil penelitian yang diperoleh ialah kurangnya sebuah tempat untuk memamerkan dan mengedukasi hasil dari sebuah modifikasi kendaraan roda 2 tersebut.
AUDITORIUM KAMPUS 2 ITN MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Ahmad Ifananda Dwi Rama;
Daim Triwahyono;
Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Auditorium Kampus 2 ITN Malang sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa yang ingin mendapatkan ilmu tambahan dari jam normal perkuliahannya. Auditorium ini berfokus dalam memfasilitasi mahasiswa pada sektor bidang akademik dan non akademik. Pada dasarnya gedung auditorium hanya difungsikan sebagai tempat pertunjukan, namun kali ini fungsi gedung auditorium ITN Malang akan lebih dari itu yaitu dapat memfasilitasi semua porses kegiatan tambahan mahasiswa mulai dari interaksi antar mahasiswa, rancangan desain yang dipamerkan, kegiatan rapat, acara wisuda, hingga pertunjukan yang berkesan. Dalam gedung auditorium diberi ruang pamer dimana dalam bangunan tersebut terdapat lobby/ruang pamer yang ditampilkannya karya-karya terbaik mahasiswa dari setiap jurusannya yang akan dipilih dan dipajang. Sehingga mahasiswa lainya dapat mencontoh sebagai acuan untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Bentuk bangunan dengan tema arsitektur modern ini menyesuaikan dengan ekspresi dari pengunjung yang sedang berbahagia (bebas), dibangun dengan berdasarkan segi estetika dan menonjolkan bentuk bangunan. Diharapkan auditorium ini bisa meningkatkan potensi-potensi mahasiswa pada bidang akademik dan kesenian/non akademik dan tempat berkumpulnya mahasiswa untuk saling bertukar pikiran mengenai bidang kesenian.
PUSAT PEMBINAAN ANAK KORBAN KEKERASAN DI MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU
Maria Ratu Santa Insani;
Daim Triwahyono;
Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pusat pembinaan anak korban kekerasan merupakan sebuah tempat untuk memberi pemulihan kondisi fisik maupun psikis anak dari tindakan kejahatan. Fasilitas ini dibuat untuk menjadi wadah bagi anak – anak korban kekerasan yang memerlukan pendampingan, pembinaan, serta keamanan dalam menjalani pemulihan dengan fasilias yang memadahai serta bertujuan untuk memberikan suatu komunitas yang dapat memberikan ‘awareness’ serta perlindungan kepada masyarakat terutama untuk membantu anak yang membutuhkan bantuan dan menambah kurangnya fasilitas pembinaan yang ada di Malang. Dalam mendukung perancangan bangunan ini, metode yang digunakan perlu untuk memperhatikan kondisi perilaku atau mental dari anak serta kondisi dari lingkungan sekitar tapak, hal ini tentunya merupakan salah satu upaya dalam merancang bangunan yang nyaman dan memperhatikan kesehatan mental anak. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat, terutama anak dalam menjalani pemulihan dengan kondisi lingkungan yang baik dan aman dengan memperlihatkan efek dari bangunan serta kondisi sekitar terhadap proses pembinaan.
GALERI SENI TENUN IKAT SUMBA TIMUR TEMA: ARSITEKTUR TROPIS
Ignatia Angeline;
Daim Triwahyono;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seni tenun ialah salah satu bidang seni yang terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, namun bila dibandingkan dengan bidang seni lain, seni tenun masih tertinggal. Seperti misalnya seni tenun ikat dari budaya Sumba Timur. Faktor yang paling berpengaruh dalam hal ini tidak lepas dari jumlah peminat seni tenun ikat Sumba Timur ini sangat banyak dan tidak terbatas untuk masalah umur, baik pelaku seninya maupaun penikmat seni tersebut. Melalui pendekatan arsitektur secara tipologi, yakni pendekatan yang dilakukan dengan mengidentifikasi dan mendnatural objek perancangan, diharapkan Galeri Seni Tenun Sumba Timur dapat menjadi bangunan yang bukan hanya mewadahi senin tenun ikat namun juga menjadi angunan yang menjadi symbol dari kesenian tenun ikat dan wilayah Sumba Timur itu sendiri. Dengan kata lain pendekatan ini mempelajari lebih mendalam tentang kasus dari segi fungsi, langgam dan tentunya bentuk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya Galeri Tenun Ikat Sumba Timur diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara kesenian dengan masyarakat, tetapi juga memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengetahui sendiri kondisi perkembangan kesenian itu yang terjadi di Indonesia khususnya di daerah mereka sendiri.
PUSAT KEGIATAN MAHASISWA TEMA: GREEN ARCHITECTURE
Devaredo;
Daim Triwahyono;
Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar, Seiring dengan perkembangan populasi pelajar yang sangat pesat, nyatanya hingga saat ini tanpa adanya perencanaan dan pembangunan fasilitas umum yang memadai, kebutuhan mahasiswa masih menumpang dari masyarakat sekitar. erta kurangnya fasilitas umum dan infrastruktur pendukung kebutuhan mahasiswa yang mewadahi berbagai aktifitas mahasiswa terutama di luar area kampus. Kota Malang memerlukan suatu wadah sebagai pusat interaksi dan kolaborasi bersama mahasiswa yang pada dasarnya terpisahkan oleh almamater kampus. Pusat kegiatan mahasiswa merupakan bangunan multifungsi dengan tujuan rekreasi, edukasi, kolaborasi dan kehidupan umum di luar lingkup kampus. Banyaknya aktivitas mahasiswa maupun event kreatif di kota Malang namun terbatasi oleh tempat acara yang biasanya diadakan di café ataupun co-working space yang kurang memfasilitasi kegiatan dan terbatasi dalam lingkup internal kampus. Sehingga perlunya pusat kegiatan mahasiswa sebagai ajang mahasiswa mewadahi minat dan bakat mereka, dan menjadi tempat yang menyediakan fasilitas untuk mahasiswa dalam menghabiskan waktu kosong setelah selesai kuliah serta mengkolaborasikan mahasiswa antar perguruan tinggi di kota Malang.
ESPORTS CENTER DI KOTA SURABAYA TEMA: ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI
Syarizal Gozali;
Daim Triwahyono;
Redi Sigit F
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bentuk bangunan dan tata ruang esport saat ini sangat kurang dan belum didefinisikan dengan baik, walupun esports merupakan salah satu sumber kekuatan ekonomi utama. Tetapi saat ini dengan banyaknya kompetisi esport yang diadakan di Indonesia tidak banyak venue yang di gunakan untuk menyelenggarakan kompetisi tersebut. Banyak kompetisi-kompetisi yang masih menggunakan bangunan lain untuk menggelar kompetisi. Tentu ini terjadi karena tidak adanya bangunan yang mewadahi kegiatan esports. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsi bangunan harus representatif dari kegiatan esports, dan fungsi tersebut dapat diwakilkan dalam tema dekonstruksi salah satunya bentuk bidang dan garis yang bersilangan, terbagi, terpecah dan tidak ada hal mutlak di dekonstruksi.