Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Ryan Andana Putra; Daim Triwahyono; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan fasilitas yang digunakan sebagai tempat penyimpanan koleksi media cetak, pengembangan budaya, serta pengembangan ilmu dan teknologi. Jumlah perpustakaan di Indonesia saat ini hanya berjumlah 154.000 atau 20% dari kebutuhan nasional. Jumlah total Perpustakaan Umum berjumlah 26% dari kebutuhan 91.191. Perpustakaan Umum ini berlokasi di Kota Malang yang merupakan salah satu kota yang memiliki julukan “Kota Pendidikan” karena sarana pendidikan yang banyak. Perancangan ini diawali dari mengumpulkan isu/data yang berkaitan dengan obyek yang dirancang untuk kemudian dianalisa. Setelah menganalisis data, maka akan menghasilkan ide dalam memunculkan suatu Konsep yang nantinya akan dikembangkan menjadi Skema Perancangan. Untuk menarik minat pengunjung, maka perancangan yang dilakukan mengutamakan bentuk dari bangunan. Oleh karena itu, tema Arsitektur Metafora dengan jenis Combined Metaphors dipilih sebagai tema yang digunakan. Diharapkan Perpustakaan Umum dengan Tema Arsitektur Metafora ini mampu meningkatkan minat membaca masyarakat dan meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui desain perpustakaan yang menarik dan nyaman.
GEDUNG DPRD KABUPATEN ENDE TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Fitransah Ibrahim; Daim Triwahyono; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DPRD adalah salah satu lembaga aspirasi masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan atapun menerima aspirasi masyarakat.Dalam permasalahan ini bukan lagi hal yang tabu bagi kita mendengar kabar DPRD korupsi atapun tidur dalam keadaan berlangsungnya rapat. Pada saat ini maraknya masalah yang meresahkan masyarakat antara lain kurangnya transparansi antara pemerintah dan masyarakat yang menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPRD berkurang. Perancanaan akan menggunakan tema aristektur neo vernakular dan didominasi penerapan konsep kebudayaan tetapi ada unsur modern dalam penerapan material. Analisanya dalam bentuk sketsa maupun teori-teori lainnya sehingga mendukung karakter bangunan monumental yang transparansi tetapi tetap ada jarak antara pengguna utama dan pengunjung. Untuk hasilnya menggunakan konsep rumah adat yang secara spesifik sangat dekat dengan masyarakat, penerapan secara keseluruhan bukan hanya bentuk rumah adatnya tetapi juga ruang dalam ataupun ruang luar,sehingga adapun beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapannya.
PERPUSTAKAAN KOTA PADANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Randika Junivan Putra; Daim Triwahyono; Lalu Mulyadi
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya pelayanan perpustaakan untuk kualitas sumber daya manusia. Perpustakaan Umum seharusnya memperhatikan 3 hal : (1) gedung/bangunan perpustakaan,(2) koleksi bahan pustaka dan (3) pelayanan pengguna perpustakaan (Sulistyo,Basuki.1994:15).Perpustakaan Kota Padang kurang diminati oleh warga dikarenakan tidak representatif. Kecilnya bangunan dan kurang maksimalnya pelayanan membuat warga Kota Padang enggan untuk mengunjungi perpustakaan. Bukan hanya itu,minimnya koleksi buku perpustakaan dan status bangunan yang masih menumpang juga menjadi kendala baik dari pengguna maupun pengurus atau pemilik perpustakaan tersebut. Di Kota Padang saat ini memang sangat membutuhkan sebuah perpustakaan yang memadai dan lengkap bagi masyarakat Kota Padang.Maka dari itu tujuan perancangan bangunan perpustakaan di Kota Padang ialah agar berguna bagi masyarakat guna meningkatkan angka minat baca yang masih terlalu rendah dan juga guna meningkatkan pelayanan pada perpustakaan berupa kenyamanan, ketenangan, dan kelengkapan koleksi buku yang ada.
PRIVATISASI DALAM RUANG PUBLIK: Studi Kasus: Taman Merbabu Malang Ghoustanjiwani Adi Putra; Daim Triwahyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.932 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i01.133

Abstract

Ruang Publik dalam sebuah produksi ruang di dalam kota menghasilkan berbagai disffungsi ruang salah satu nya adalah “Privatisasi”. Terbentuknya ruang publik yang berbasis Sosio Culture nyatanya mampu menjadi permasalahn yang perlu diselesaikan oleh pada aktor di dalam kota, yang dimaksud aktor disini adalah: masyarakat kota dengan multivariasi gender, status, kewenangan dan kepentingan yang tentunya berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran fenomen Privatisasi sebagai salah satu bentuk “after effect” dari sebuah produksi ruang publik kota yang telah diproduksi melalui proses gagasan, perencanaan dan perancangan, hingga aplikasi kedalam bentuk fisik ruang tersebut. Analisin Diskriptif digunakan untuk mendetailakan dan memberikan batas dan kejelasan bias Fenomena yang terpilih pada Studi kasus yang terpilih yaitu: ”Privatisasi dalam Taman Merbabu”. Dari penelitian ini dapat disimpulkan gejala privatisasi dapat dikendalikan dengan adanya pengendalian karakteristik fisik spasial ruang publik dan karakteruistik social pada ruang publik.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PEMBANGUNAN DI KELURAHAN ARJOSARI, KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG Titik Poerwati; Daim Triwahyono; Bambang Joko Wiji Utomo
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.223 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i01.139

Abstract

Sejak tahun 2009 di setiap kelurahan di Kota Malang mendapatkan dana bantuan dari pemerintah kota malang yang berupa dana hibah kepada masyarakat kelurahan melalui LPMK sebesar Rp. 500.000.000,- per tahun, dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat kelurahan, serta untuk pembangunan fisik kelurahan yang belum tersentuh oleh pembangunan timgkat kota. Dengan adanya bantuan dana yang cukup besar untuk kelurahan dan harus dipertanggungjawabkan secara profesional maka LPMK dan kelurahan harus dapat mengalokasikan dana tersebut secara tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat untuk pembangunan masyarakat kelurahan. Untuk hal tersebut kelurahan membutuhkan data kondisi masyarakat yang benar-benar akurat dan dapat di pertanggungjawabkan, baik data kondisi sosial ekonomi masyarakat maupun sarana prasarana yang di butuhkan oleh masyarakat. sehingga di butuhkan pendataan ulang kondisi sosial ekonomi maupun sarana dan prasarana kelurahan yang lebih valid dan realible. sehingga dapat di manfaatkan sebagai pedoman dalam penyusunan program pembangunan kelurahan baik yang di biayai oleh dana hibah kepada masyarakat maupun yang didanai oleh dana APBD pemerintah Kota Malang.
POTENSI DAN PERMASALAHAN DRAINASE DI KELURAHAN ARJOSARI, KEC. BLIMBING, KOTA MALANG Bambang Joko Wiji Utomo; Daim Triwahyono; Soeranto Darsopuspito
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 02 (2019): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.292 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v3i02.888

Abstract

Sejak tahun 2009 di setiap kelurahan di kota Malang mendapatkan dana bantuan dari pemerintah kota malang yang berupa dana hibah kepada masyarakat kelurahan melalui LPMK sebesar Rp. 500.000.000,- per tahun, dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat kelurahan, serta untuk pembangunan fisik kelurahan yang belum tersentuh oleh pembangunan timgkat kota. Dengan adanya bantuan dana yang cukup besar untuk kelurah dan harus dipertanggungjawabkan secara profesional maka LPMK dan kelurahan harus dapat mengalokasikan dana tersebut secara tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat untuk pembangunan masyarakat kelurahan. Untuk hal tersebut kelurahan membutuhkan data kondisi masyarakat yang benar-benar akurat dan dapat di pertanggungjawabkan, baik data kondisi sosial ekonomi masyarakat maupun sarana prasarana yang di butuhkan oleh masyarakat. sehingga di butuhkan pendataan ulang kondisi sosial ekonomi maupun sarana dan prasarana kelurahan yang lebih valid dan realible. sehingga dapat di manfaatkan sebagai pedoman dalam penyusunan program pembangunan kelurahan baik yang di biayai oleh dana hibah kepada masyarakat maupun yang didanai oleh dana APBD pemerintah kota Malang.
RUANG TEMPORER SOSIAL SEBAGAI SALAH SATU BENTUK RUANG SOSIAL DAN ASPIRASI MASYARAKAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN RUANG PUBLIK KOTA Ghoustanjiwani Adi Putrag; Daim Triwahyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.183 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v4i01.2348

Abstract

Ruang temporer sosial dipahami sebagai ruang publik yang terbentuk dariproses sosial. Dalam (Lefebvre 2000) “production of space” ruang sosoaldigambarkan kedalam bentuk ruang yang terstruktur dari waktu (Time).Pada studi kasus terpilih yaitu: Festival kampung sedjarah Tawangsari,penulis melakukan kajian evaluasi secara deskriptif dari kajian literatur danhasil penelitian terkait. Penulis menemukan bahwa ruang sosial temporerpada studi kasus dipengaruhi oleh 3 faktor jaringan pembentuk antara lain:Ikatan Antar aktor pembentuk yang simetris, ikatan antar individu aktor padajaringan masyarakat yang lebih luas dan adanya struktur ikatan sosial yangterhubung .
Analisa kualitas visual dan non visual ruang publik yang berbasis CSR. : Studi kasus: Taman Nivea Malang Ghoustanjiwani Adi Putra; Daim Triwahyono
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v4i02.2810

Abstract

Taman nivea merupakan salah satu ruang publik dikota Malang yang menjadi salah satu taman dari program CSR (Coorperate Social Responsibilty) dari Nivea yang keberadaanya menjadi salah satu alternative masyarakat kota malang untuk berkumpul. Pada analisa studi kasus ini penulis akan melakukan analisa deskriptif secara kualitatif menggunakan data literature dan data primer berupa hasil penelitian-penelitan terdahulu dalam mengevaluasi kualitas ruang publik berdasarkan kualitas visual nan non visual menggunakan 6 kriteria kualitas ruang publik dengan pedoman assessment ruang publik dari PPS (Public space project) dan mengacu pada Smardon. R.C (1986) melaui Foundation For Visual Project Analysis yang telah dipakai diberbagai riset ruang publik baik riset kualitatif maupun riset kuantitatif. Dari hasil evaluasi kualitatif ini didapt kesimpulan bahwa ruang publik merupakan ruang yang cukup memiliki kualitas visual dan non visual yang cukup baik.
GEDUNG PAGELARAN MUSIK DAN PAMERAN DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Bayu Himawan Nugroho; Daim Triwahyono; Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota malang semakin kekurangan wadah bagi musisi dan seniman untuk menggelar pertunjukan, dibangunnya gedung ini berfungsi sebagai wadah yang dapat menampung dan menyediakan fasilitas untuk pelaku seni di Kota Malang dalam pertunjukan musik dan seni. Diharapkan dapat memenuhi kebutuhan musisi dan seniman di Kota Malang guna memajukan industri di bidang kesenian. Kota Malang merupakan salah satu barometer musik. Pengaplikasian gaya kontemporer pada bangunan diharap bangunan menjadi mencolok dibanding dengan bangunan yang ada di sekitar, dengan penataan ruang dan sirkulasi yang efisien diharap para pengguna bangunan dapat menggunakan bangunan dengan nyaman. Diharap Gedung Pagelaran Musik dan Pameran yang bertemakan Arsitektur Kontemporer ini dapat digunakan dengan maksimal oleh para pelaku seni khusunya di kawasan Kota Malang untuk berekspresi juga dapat meningkatkan pengembangan industri seni di Kota Malang.
PUSAT KARANTINA PASIEN COVID-19 DI KOTA MALANG TEMA: GREEN ARCHITECTURE Wahyu Dwi Putranto Satrio Wicaksono; Daim Triwahyono; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan daerah dengan kasus covid-19 yang relatif tinggi di Jawa Timur. Jumlah kasus covid-19 di Kota Malang bahkan menjadi yang tertinngi ke 8 di Indonesia apabila dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Dengan jumlah kasus yang tinggi, fasilitas karantina yang tersedia di Kota Malang sangat minim dan tidak mampu menampug jumlah pasien yang ada. Untuk mencukupi kebutuhan fasilitas karantina dan fasilitas perawatan perlu disediakan wadah khusus untuk menampung pasien dengan kriteria tertentu. Fasilitas ini nantinya juga akan menajdi pusat screening dan vaksinasi di kota malang. Pada pusat karantina ini nantinyahanya akan menampung pasien yang memiliki penyakit bawaan dan pasien lanjut usia. Dengan menerapkan tema green architecture, diharapkan bangunan ini akan menimbulkan kesan nyaman, aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar bangunan. Pemilihan metode perancangan berdasar judul dan tema yang membutuhkan pendekatan fungsi ruang dalam dan luar dengan penyelesaian arsitektur.