Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Community-Based Training for Pesantren Cadres in Producing Celery Extract Drinks to Support Hypertension Prevention Firdaus, Abraham Ahmad Ali; Sari, Paramita; Puspitasari, Mia; Jannah, Ken Putri Raudhatul; Zain, Dewi Adila Sonia; Permana, Alief Aditya; Fardian, Ghalief Fernanda Putra; Kamil, Din Farhan; Sheena, Mufidah
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261399

Abstract

 Non-communicable diseases are the leading cause of death globally, with hypertension being one of the most prevalent conditions characterized by elevated blood pressure above normal limits. In Sampang Regency, Madura, more than 15,000 hypertension cases were reported in 2022, reflecting significant public health concern. Poor health literacy, high-salt and high-fat dietary habits, and lack of physical activity contribute to the growing incidence. This community service program was conducted at Darussalam Al-Faisholiyah Islamic Boarding School in Sampang, aiming to improve the capacity of pesantren cadres in hypertension prevention through training on producing herbal drinks made from celery extract as a complementary therapy. The program included educational sessions on hypertension, hands-on practice in herbal drink preparation, and pre-test and post-test evaluations. Fifteen pesantren cadres actively participated in the activity. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from 7.4 to 8.4, indicating better understanding and practical skills. The program successfully enhanced health literacy, promoted healthy lifestyle awareness, and empowered the pesantren community to engage in preventive health practices. This initiative has the potential to be replicated in other pesantren to expand its preventive impact on hypertension, with continued mentoring and cadre monitoring recommended for sustainability.
POLA HIDUP SEHAT CEGAH HIPERTENSI PADA REMAJA DI PP. HIDAYATULLAH AL-MUHAJIRIN MADURA Mia Puspitasari; Abraham Ahmad Ali Firdaus; Muhammad Irfan Adi Wibowo; Elqisha Avatry Maula; Nurul Hidayatih; Qurrotul Ayun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37410

Abstract

Hipertensi yang terjadi pada usia remaja memiliki kemungkinan besar untuk berkembang sampai usia dewasa. Masih cukup banyak remaja yang kurang pengetahuan terkait upaya pencegahan hipertensi. Peningkatan pengetahuan pada remaja dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan. Selain pendidikan kesehatan, remaja perlu pemeriksaan faktor risiko hipertensi berupa pemantauan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pengukuran tekanan darah. Metode, yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah ceramah dan tanya jawab , sedangkan dalam pemeriksaan faktor risiko dengan demonstrasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring dan evaluasi. Kegiatan pendidikan kesehatan dihadiri 21 santri yang tergolong remaja dengan berusia 17-19 tahun. Hasil dan pembahasan, Nilai pre dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran terkait pencegahan hipertensi pada remaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa pretest dan posttest memiliki N-gain = 0,88 yang artinya N-gain = 0,88 > 0,7 sehingga dikategorikan peningkatan skornya adalah tinggi. Sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model edukasi pencegahan hipertensi pada Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin Madura yaitu efektif. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan sebagian besar sasaran puas dengan kegiatan yang dilakukan. Pemeriksaan faktor risiko hipertensi menunjukkan angka kelebihan berat badan sebesar 11,7%, obesitas sebesar 18,3%, dan angka hipertensi sebesar 21,7%. Kesimpulan, Terdapat peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil analisis pre-post test sedangkan penggunaan model edukasi pencegahan hipertensi dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman santri.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN SINDROM KORONER AKUT (SKA) DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Abraham Ahmad Ali Firdaus; Mochamad Faishal Riza; Regina Ayu Fristiyanti; Nur Sophia Matin; Shafira Cahyani Rakhmawati; Naila Irtabaza Rosyida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38787

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) berkontribusi sebesar 32% terhadap angka kematian global dan merupakan 85% penyebab kematian akibat penyakit jantung. Terdapat berbagai faktor predisposisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya SKA, antara lain usia >45 tahun, jenis kelamin, potensi genetik, riwayat keluarga, hipertensi, dislipidemia, merokok, obesitas, diabetes melitus, dan pola hidup dengan aktivitas fisik rendah. Namun berdasarkan kajian epidemiologi terkini dilaporkan bahwa kejadian SKA meningkat pada usia ?45 tahun. Maka perlu adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan terkait SKA dengan penekanan pada upaya dan pengendalian SKA di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan yang meliputi kunjungan lapangan dan survei kebutuhan mitra agar materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan serta pengurusan perizinan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan penyampaian materi, diskusi kelompok dan tanya jawab interaktif. Tingkat pengetahuan peserta kegiatan dapat diukur dengan menganalisis rerata skor pre-test dan post-test peserta kegiatan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan rerata skor. Dari hasil yang diperoleh dilakukan uji paired sample T test dan diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tentang SKA yang diberikan berdampak pada peningkatan pengetahuan peserta kegiatan.
Community-Based Training for Pesantren Cadres in Producing Celery Extract Drinks to Support Hypertension Prevention Abraham Ahmad Ali Firdaus; Paramita Sari; Mia Puspitasari; Ken Putri Raudhatul Jannah; Dewi Adila Sonia Zain; Alief Aditya Permana; Ghalief Fernanda Putra Fardian; Din Farhan Kamil; Mufidah Sheena
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261399

Abstract

 Non-communicable diseases are the leading cause of death globally, with hypertension being one of the most prevalent conditions characterized by elevated blood pressure above normal limits. In Sampang Regency, Madura, more than 15,000 hypertension cases were reported in 2022, reflecting significant public health concern. Poor health literacy, high-salt and high-fat dietary habits, and lack of physical activity contribute to the growing incidence. This community service program was conducted at Darussalam Al-Faisholiyah Islamic Boarding School in Sampang, aiming to improve the capacity of pesantren cadres in hypertension prevention through training on producing herbal drinks made from celery extract as a complementary therapy. The program included educational sessions on hypertension, hands-on practice in herbal drink preparation, and pre-test and post-test evaluations. Fifteen pesantren cadres actively participated in the activity. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from 7.4 to 8.4, indicating better understanding and practical skills. The program successfully enhanced health literacy, promoted healthy lifestyle awareness, and empowered the pesantren community to engage in preventive health practices. This initiative has the potential to be replicated in other pesantren to expand its preventive impact on hypertension, with continued mentoring and cadre monitoring recommended for sustainability.