Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : journal of innovative and creativity

Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Luka Dengan Perilaku Perawatan Luka Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Yang Pernah Mendapat Edukasi Di Rumat Area Bandung Raya Haniefa, Aulya Ratu; Istianah, Istianah; Purwanti, Tentry Fuji; Manalu, Lisbet Octovia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perilaku perawatan luka yang optimal pada pasien Diabetes Mellitus tipe II sangat penting untuk mencegah risiko infeksi, kekambuhan luka, dan amputasi. Meskipun edukasi telah diberikan secara terstruktur di Rumah Perawatan Luka (RUMAT) Area Bandung Raya, masih banyak pasien yang belum menerapkan perawatan luka sesuai standar. Pengetahuan perawatan luka diduga menjadi faktor predisposisi yang mempengaruhi perilaku perawatan luka pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan perawatan luka dengan perilaku perawatan luka pada pasien Diabetes Mellitus tipe II yang pernah mendapat edukasi di RUMAT Area Bandung Raya. Metode: Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 47 responden dipilih dengan teknik total sampling dari enam unit RUMAT di Area Bandung Raya (Antapani, Cimahi, Kiaracondong, Padalarang, Setiabudi, dan Pasteur). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Foot Care Knowledge (FCK) yang terdiri dari 11 item untuk mengukur pengetahuan, dan Modified Diabetic Foot Care Behaviors (MDFCB) yang terdiri dari 34 item untuk mengukur perilaku perawatan luka. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori tinggi yaitu 28 orang (59,6%) dan perilaku perawatan luka kategori baik yaitu 33 orang (70,2%). Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawatan luka dengan perilaku perawatan luka dengan nilai koefisien korelasi r = 0,400 dan nilai signifikansi p = 0,005 (p < 0,01), yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dengan arah positif. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawatan luka dengan perilaku perawatan luka pada pasien Diabetes Mellitus tipe II di RUMAT Area Bandung Raya. Pengetahuan yang tinggi cenderung diikuti dengan perilaku perawatan luka yang baik, meskipun masih terdapat faktor lain seperti dukungan keluarga, kondisi ekonomi, dan akses layanan kesehatan yang turut mempengaruhi perilaku pasien. Program edukasi perlu melibatkan keluarga dan mempertimbangkan hambatan praktis yang dihadapi pasien.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PERNAFASAN AKIBAT PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DISERTAI EKSASEBRASI AKUT DENGAN PENERAPAN INTERVENSI BATUK EFEKTIF TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RSUD CILILIN TAHUN 2026 Novianti, Fitri; Sutisna, M. Iqbal; Manalu, Lisbet Octovia; Rustandi, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9268

Abstract

Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic lung disease characterized by progressive and not fully reversible airflow limitation. This condition can cause impaired gas exchange leading to chronic hypoxia. Prolonged hypoxia may increase pressure in the pulmonary blood vessels, thereby increasing the workload of the heart, especially the right ventricle, which can eventually lead to cardiac enlargement or Cardiomegaly. Therefore, appropriate nursing care is needed to manage the problems that arise in patients with COPD and cardiomegaly. Objective: To identify and implement nursing care in patients with COPD and cardiomegaly through the nursing process which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Methods: This scientific paper used a case study method with a nursing process approach that includes assessment, determination of nursing diagnoses, planning of nursing interventions, implementation, and evaluation in patients with COPD and cardiomegaly. Results: The results of the nursing care implementation showed that the main nursing problems found in the patient were ineffective airway clearance, impaired gas exchange, and decreased cardiac output. Nursing interventions included monitoring respiratory status, positioning the patient in a semi-Fowler position, deep breathing exercises, effective coughing techniques, and oxygen therapy as indicated. After the nursing interventions were implemented, the patient’s condition improved as indicated by reduced shortness of breath and improved breathing pattern. Conclusion: Nursing care for patients with COPD and cardiomegaly can help overcome nursing problems and improve the patient’s health condition through appropriate and continuous nursing interventions.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN BERBASIS MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI MATA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIWARUGA Agustin, Ferina Fernanda; Manalu, Lisbet Octovia; Arifin, Ahmad; Haryanto, M.Sandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9277

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi mikrovaskular, salah satunya retinopati diabetik yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Upaya pencegahan komplikasi mata pada pasien diabetes melitus sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kesadaran, dan perilaku kesehatan pasien. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan pemahaman pasien terkait pencegahan komplikasi. Pemanfaatan media audiovisual dalam edukasi kesehatan dinilai lebih efektif karena mampu menyampaikan informasi secara lebih menarik dan mudah dipahami melalui kombinasi unsur visual dan audio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis media audiovisual terhadap upaya pencegahan komplikasi mata pada pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Ciwaruga. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur upaya pencegahan komplikasi mata sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan berbasis media audiovisual. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05.. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan upaya pencegahan komplikasi mata setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis media audiovisual. Sebelum intervensi, sebagian besar responden berada pada kategori cukup, sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan kategori upaya pencegahan menjadi lebih baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest.. Kesimpulan : Edukasi kesehatan berbasis media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan upaya pencegahan komplikasi mata pada pasien diabetes melitus tipe II. Media audiovisual dapat direkomendasikan sebagai metode edukasi yang inovatif dan efektif dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan perilaku pencegahan komplikasi pada pasien diabetes melitus.
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Tn. H dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Akibat Congestive Heart Failure dan Chronic Kidney Disease dengan Penerapan Intervensi Posisi Semi Fowler terhadap Peningkatan Oksigenasi di Ruang ICU Oetomo Hospital Tahu Adelia, Wanda; Manalu, Lisbet Octovia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal Jantung kongestif merupakan kurangnya fungsi pompa jantung yang menyebabkan kongesti akibat cairan di paru dan jaringan perifer yang merupakan hasil akhir yang sering terjadi pada banyak proses penyakit jantung. Gagal jantung kongestif terdapat pada sekitar 3 juta orang di Amerika serikat dan lebih dari 400.000 kasus baru dilaporkan setiap tahun. Gambaran klinis bervariasi untuk setiap pasien, tanda dan gejala bergantung pada seberapa cepat gagal jantung terjadi dan apakah hal tersebut mengenai ventrikel kiri, kanan, atau kedua nya (McPhee & Ganong, 2018) The study purpose: menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular akibat congestive heart failure (CHF) dengan penerapan intervensi posisi Semi Fowler terhadap peningkatan oksigenasi di ruang ICU Oetomo Hospital. Materials and methods: Penelitian ini menggunakan metode kasus deskriptif pada satu pasien dengan diagnosis Congestive Heart Failure (CHF) yang dirawat di ruang ICU Oetomo Hospital. Subjek penelitian adalah Tn. H berusia 73 tahun yang mengalami keluhan sesak napas. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa pemberian posisi Semi Fowler dengan elevasi kepala tempat tidur sekitar 150-450 untuk memantu meningkatkan ekspansi paru dan mengurangi kerja pernapasan terhadap peningkatan oksigenasi. Observasi dilakukan terhadap perubahan frekuensi napas, saturasi oksigen, dan tingkat kenyamanan pasien sebelum dan setelah intervensi. Data dikumpulkan melalui pengkajian langsung, observasi tanda-tanda vital, dan dokumentasi keperawatan selama periode perawatan pasien Results: Setelah intervensi berupa posisi Semi Fowler diberikan kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan penurunan keluhan sesak napas, saturasi oksigen mengalami peningkatan, serta peningkatan kenyamanan pasien saat bernapas. Conclusions: Penerapan posisi Semi Fowler dapat membantu meningkatkan oksigenasi dan mengurangu sesak napas pada pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF). Intervensi ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan yang sederhana dan efektif untuk mendukung fungsi pernapasan pada pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF)