Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Educatio FKIP UNMA

PENDEKATAN COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING DALAM VIDEO PROJECT YOUTUBE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Titin Kustini
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.043 KB) | DOI: 10.31949/educatio.v5i1.9

Abstract

Motivasi belajar terkorelasi erat dengan peningkatan prestasi belajar bahasa Inggris. Karena pentingnya motivasi bagi peningkatan belajar siswa maka perlu terus dicari cara yang dirasakan tepat bagi siswa. Keaktifan siswa dalam menggunakan bahasa Inggris dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT). Tujuan dari CLT adalah pengajaran kompetensi berbahasa komunikatif. Di samping itu kemajuan ilmu pengetahuan khususnya internet dan teknologi informasi dalam hal ini media sosial termasuk Youtube yang telah menjadi bagian keseharian generasi muda sekarang ini, bisa menjadi alternatif cara meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Penugasan membuat video project yang kemudian diupload ke Youtube diharapkan bisa meningkatkan motivasi siswa belajar bahasa Inggris dan sekaligus merangsang kreatifitas siswa agar tidak hanya menjadi penonton tetapi bisa memetik manfaat dari adanya Youtube. Manfaat pertama yang diharapkan adalah meningkatnya motivasi siswa untuk mempelajari bahasa Inggris ketika video mereka di Youtube ditonton oleh banyak viewers. Manfaat kedua adalah menumbuhkan jiwa wirausaha siswa dengan menjadikan Youtube sebagai salah satu alternatif yang bisa mendatangkan keuntungan ekonomis. Metode yang digunakan dalam peneliti ini adalah kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan upaya untuk memperoleh data berupa deskripsi tentang hal-hal yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penugasan video project dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga meningkatkan prestasi belajar bahasa Inggris namun tidak mampu menjadi salah satu alternatif cara mendatangkan keuntungan ekonomis karena mereka menemui banyak hambatan dalam mencari jumlah viewers yang signifikan terkait kondisi mayoritas siswa yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah
RMD METHOD WITH COLLABORATIVE WRITING APPROACH TO INCREASING STUDENT’S ABILITY TO CREATE A BOOK Titin Kustini; Afief Fakhruddin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.424 KB) | DOI: 10.31949/educatio.v5i2.65

Abstract

Penelitian ini berlangsung di universitas/sekolah tinggi di Kabupaten Majalengka pada mahasiswa semester empat dengan berdasar pada asumsi bahwa kemampuanmenulis harus dikembangkan secara berkesinambungan sebagai salah satu upaya untuk menciptakan budaya literasi di kampus. Metode RMD merupakan pengembangan dari metode RCM yang telah berhasil meningkatkan kemampuan menulis pada siswa SD kelas tinggi. Penulis mencoba mengadaptasinya agar bisa diterapkan pada mahasiswa yang memiliki tingkat kemampuan lebih tinggi. Metode itu dilakukan dengan pendekatan Collaborative Writing untuk membuat pembelajaran writing menjadi lebih menyenangkan dan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk membuat karangan yang layak publikasi. Data penelitian diperoleh dari beberapa cara, yakni melalui analisis dokumen, observasi, kuesioner dan wawancara. Hasil observasi awal, kemampuan menulis mahasiswa masih rendah, mereka sulit menemukan ide dan mengembangkan karangan sehingga perlu dicari metode dan pendekatan yang cocok untuk mengatasinya. Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan metode RMD dikombinasikan dengan pendekatan collaborative writing bisa digunakan karena hal itu memberikan ide dan merangsang imajinasi dan kreatifitas mahasiswa sehingga mereka mampu mengembangkan karangan. Hasil penelitian ini membuktikan kemampuan menulis mahasiswa menigkat signifikan dengan menggunakan metode RMD yang dikombinasikan dengan collaborative writing sehingga mereka mampu membuat buku.
Student’s Learning Strategies During Pandemic To Get A High Score On TOEIC Test Titin Kustini; Afief Fakhruddin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6294

Abstract

TOEIC is one indicator for mastery of English language skills. SMKN 1 Kadipaten and SMKN 1 Majalengka are two vocational schools that get the opportunity for a free TOEIC test from Ministry of Education and Culture. This research was conducted to find out how students' learning strategies in the pandemic dealing with the TOEIC test to achieve high scores related to learning situations during the pandemic. The study was conducted on the12th grade students in two vocational schools. Data were obtained from the distribution of questionnaires to students in the two vocational schools, observations and interviews with English teachers. The most of them said they didn’t prepare specially for the test (61,9%). For learning strategy they used, just prepare by browse and look at TOEIC tutorial video (24,2%), discuss with a friend (11%), and 6,6% said they did the exercise from the sources that teacher shared. Only 1,6% who got guidance from teacher by WhatsApp chat, 4,9% by direct explanation, 0,5% by zoom/google meet. In conclusion, they used learning strategy by self-study. The lack of guidance from the teachers caused their TOEIC test score to be low. This is also correlated with their low awareness of the benefits of taking the TOEC test. They said did the test just for experience (51,9%). To improve test results in the future, it is very necessary to have more intensive guidance from teachers and also to growth motivation so that they have the purpose to get the best results.
Implementation of Phase F Learning in Kurikulum Merdeka: How Well Students Able to Analyze Text? Kustini, Titin; Ilyas, Rahma
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.10431

Abstract

"Kurikulum Merdeka" allows teachers to choose the material they find necessary to teach in class. Phase F is a learning phase for grades 11 and 12 at vocational/senior high schools, with the final learning outcome that students should have standard competence in spoken, written, and visual English to communicate according to the situation, purpose, and audience/reader. In this phase, various texts can be used as the main learning material, as they can help students improve their vocabulary, grammar, interpretation, and ability to analyze and produce texts. However, many students face challenges with their basic English skills. A study was conducted to assess students' abilities in analyzing text, specifically analytical exposition texts. Fourteen students majoring in software engineering were involved in the qualitative descriptive study, and data was collected through observation and assessment. Students were required to analyze the text and record it as videos, aiming to increase their technological literacy through mastery of various applications such as Bandicam.The research findings revealed that students showed very good ability in analyzing the generic structure of the text, but struggled with analyzing language features like simple present tense, conjunctions, and terms related to the context. On the positive side, students demonstrated strong technological literacy as they were able to master various video-making applications.