Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ners Muda

Penerapan Terapi Non-Farmakologis Mengurangi Nyeri dan Menurunkan Kadar Asam Urat Lansia Gout Arthritis Evodius Marianto Toto; Sudarwati Nababan
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i1.11488

Abstract

Gout arthritis adalah masalah kesehatan umum pada agregat lansia.  Penderita gout arthritis di Seksi Kesejahteraan Sosial Padu Wau Waipare sebanyak 18 dari 65 lansia. Penderita gout yang mengalami inflamasi sendi, jika tidak mendapat terapi dapat mengakibatkan kecacatan fisik. Terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan asam urat adalah edukasi diet rendah purin, rendah lemak dan mengatur aktivitas fisik tingkat sedang. Tindakan terapeutik pemberian kompres jahe serai hangat adalah salah satu intervensi keperawatan manajemen nyeri. Jahe mengandung gingerol limonene, acid aspartic sedangkan serai mengandung minyak astiri yang bermanfaat untuk penghangat dan anti radang. Kompres hangat dapat menstimulasi vasodilatasi memperlancar sirkulasi darah sehingga dapat mengurangi sensai nyeri. Studi kasus ini bertujuan untuk mengurangi nyeri dan menurunkan kadar asam urat lansia gout arthritis setelah dilakukan tindakan keperawatan terapi non-farmakologis. Penelitian ini menggunakan metode case study, responden 2 lansia dengan kriteria inklusi keluhan nyeri, tingkat aktivitas rendah <600MET, kadar asam urat darah >7mg/dl dan tidak rutin minum obat. Hasil studi kasus pada kedua subjek menunjukkan penurunan nyeri dan kadar asam urat setelah terapi selama 1 minggu. penurunan kadar asam urat subjek studi 1 sebesar 5,8 mg/dl sedangkan subjek studi 2 sebesar 3,5 mg/dl. Penurunan skala nyeri kedua subjek studi kasus sebesar 2 poin.
Intervensi kompres ekstrak daun binahong untuk mengatasi pruritus dan meningkatkan integritas kulit pada lansia dermatitis Lewuk, Maria Ansila Banun; Nababan, Sudarwati
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.14009

Abstract

Dermatitis atopik adalah peradangan kronik dengan gejala kulit kering, kemerahan dan pruritus yang mendorong seseorang untuk menggaruk, menimbulkan lesi rekuren yang dapat mengganggu kualitas hidup lansia. Penatalaksanaan keperawatan dermatitis dengan intervensi prinsip Observasi, Terapi, Edukasi dan Kolaborasi (OTEK) penerapan terapi kompres dingin ekstrak daun binahong. Studi ini bertujuan untuk mengatasi pruritus dan meningkatkan integritas kulit lansia dermatitis. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek studi kasus adalah lansia dermatitis. Subjek sebanyak 2 orang yang diambil dengan kriteria inklusi. Pemberian kompres dingin ekstrak daun binahong dilakukan 2 kali sehari selama 2 minggu. Setiap kali kompres dilakukan selama 20 menit. Instrumen untuk menentukan tingkat keparahan pruritus menggunakan kuesioner baku Pruritus Saverity Scale (PSS). Hasil studi diketahui bahwa ada penurunan poin skala tingakat keparahan pruritus dan peningkatan integritas kulit, setelah penerapan terapi. Kompres dingin ekstra daun binahong sebagai alternatif terapi yang dapat menurunkan tingkat keparahan pruritus dan meningkatkan integritas kulit.