Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Inovasi Gastronomi Kerajaan Buton Dengan Teknik Fusion Food Pada Kuliner Bau-Bau Sulawesi Tenggara Renita Cahyani Putri; Dewi Andriani; Nila Sartika Achmadi
Home Journal. Vol 5, No 2 (2023): HOME: Hospitality and Gastronomy Research Journal
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61141/home.v5i2.406

Abstract

Kuliner Bau-Bau Sulawesi Tengggara tradisional dapat diolah dengan perpaduan penyajian teknik fusion food menjadi hidangan tradisional yang dikenal di masyarakat umum sehingga menimbulkan ide-ide dari penulis dalam inovasi kuliner tradisional daerah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui inovasi fusion food dan daya terima masyarakat terhadap kuliner Bau Bau Sulawesi Tenggara dari aspek rasa, aroma, warna, dan tekstur. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan menggunakan Uji Hedonik. Populasi terdiri dari mahasiswa dan dosen Politeknik Bosowa dengan alokasi proportional sebanyak 45 orang dipilih sebagai sampel untuk menguji rasa, warna, aroma, dan tekstur pada kuliner. Terdapat enam kuliner yaitu kapusunosu, sup ikan parende, lapa-lapa, ikan katapai, konduru, dan onde onde gola dengan menggunakan resep baku tradisional. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Nilai rata rata tertinggi dari rasa adalah onde-onde dengan skor 4.77 dari skor maksimum 5. Dari segi warna, panelis kebanyakkan memilih lapa lapa dengan nilai rata rata sebanyak 4.36 dan kapusunosu skor sebanyak 4.12. Dari segi aroma, panelis kebanyakan memilih ikan parende dengan nilai rata rata sebanyak 4.29 dan ikan katapai skor sebanyak 4.55. Aspek tekstur kebanyakkan panelis memilih konduru dengan nilai rata rata sebanyak 4.38 dan onde onde skor sebanyak 4.47. Dilihat dari hasil penilaian rata-rata panelis mendapatkan kriteria sangat suka dengan menggunakan skala likert data ordinal diperoleh nilai rata rata tertinggi secara keseluruhan. Rumusan masalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana inovasi fusion food dan daya terima masyarakat terhadap kuliner Bau-Bau Sulawesi Tenggara dari segi rasa, warna, aroma, dan tekstur.
KESADARAN HALAL DAN LABEL HALAL TERHADAP MINAT BELI PRODUK MAKANAN DI RESTORAN JEPANG (STUDI KASUS PADA ENAM RESTORAN JEPANG DI KOTA MAKASSAR) Novianti Novianti; Dewi Andriani; Riska Veronika
Home Journal. Vol 3, No 2 (2021): VOLUME 3, NOMOR 2, JULI 2021
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61141/home.v3i2.184

Abstract

Dengan semakin meningkatnya populasi Muslim tiap tahunnya, maka haltersebut juga berdampak pada meningkatnya permintaan konsumsi atas produkmakanan halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesadaran halal dan label halal terhadap minat beli produk makanan di 6 restoran Jepang di Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di 6 restoran Jepang di Kota Makassar, yaitu di restoran De’Sushi, Takigawa Not Takikawa, Hanashobu Japanese Noodle Bar Makassar, Marugame Udon Resto Jepang, Sushi Tei Makassar, dan Golden Suki. Variabel yang diteliti yaitu kesadaran halal dan label halal terhadap minat beli. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel pada pada penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data kuantitatif menggunakan kuesioner skala likert yang diberikan kepada pengunjung restoranJepang. Teknik analisis data menggunakan distribusi tabel frekuensi denganmenampilkan frekuensi dan presentasi dari hasil responden. Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, Kesadaran Halal Dan Label Halal Terhadap Minat Beli Produk Makanan Di Restoran Jepang (Studi Kasus Di 6 Restoran Jepang Di Kota Makassar) secara keseluruhan sudah sangat baik, karena nilai rata-rata keseluruhan yang diberikan oleh responden pada masing-masing pernyataan disetiap indikator kuesioner berada di atas 4,0 dan di bawah 5,0.Kata kunci : Halal; Minat Beli; Restoran; Makanan; Kuantitatif.
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG SORGUM TERHADAP TINGKAT KESUKAAN BEPPA BANGKE KHAS SIDRAP Muhammad Nur Aliem Bahar; Dewi Andriani; Rafika Hayati
Home Journal. Vol 2, No 2 (2020): Home Journal Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61141/home.v2i2.82

Abstract

Adanya budidaya sorgum di Sulawesi Selatan, sorgum dapat diolah menjadi tepung sebagai bahan campuran pembuatan makanan. Berkembangnya ide-ide yang kreatif dalam memodifikasi bahan dalam pembuatan kue. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk olahan baru dari tepung sorgum. Jenis penelitian ini adalah subtitusi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan menggunakan teknik pruposive sampling. Pembuatan beppa bangke ini menggunakan 2 macam perlakuan yaitu TT50TS50(pembuatan beppa bangke dengan tepung terigu 50% dan tepung sorgum 50%), dan TS100(pembuatan beppa bangke dengan tepung sorgum 100%). Parameter yang diamati adalah uji hedonik(rasa, tekstur, warna, dan aroma). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hedonik pada produk beppa bangke yang disukai dari aspek rasa adalah perlakuan TT50TS50 dengan nilai rata-rata 3.175, dari aspek tekstur yang disukai dari adalah perlakuan TT50TS50 dengan nilai rata-rata 3.375, pada aspek warna yang paling disukai adalah perlakuan TT50TS50 dengan nilai rata-rata 3.275, dan pada aspek aroma yang paling disukai adalah perlakuan TT50TS50 dengan nilai rata-rata 3.4. jika dilihat dari interval angka, semua perlakuan pada setiap aspek termasuk dalam kriteria suka.Kata kunci: Sorgum, tepung, beppa bangke .
UJI COBA PEMANFAATAN JAGUNG MENJADI SELAI TANPA GULA TEBU Nial Rinaldi Aslam; St. Hadijah; Dewi Andriani
Home Journal. Vol 1, No 1 (2019): Volume 1, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61141/home.v1i1.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan jagung manis dan jagung pulut menjadi selai tanpa tambahan gula tebu dan daya terima masyarakat terhadap selai tersebut .Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Parameter yang diamati adalah uji hedonik yaitu rasa, tekstur, warna, dan aroma pada selai jagung tanpa penambahan gula tebu yang dihasilkan. Pembuatan selai ini menggunakan lima macam perlakuan yaitu A1 (100% Jagung manis dan 0% jagung pulut),A2 (75% jagung manis dan 25% jagung pulut), A3 (50% Jagung manis dan 50% jagung pulut), A4 (25% jagung manis dan 75% jagung pulut), A5(0% jagung manis dan 100% jagung pulut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang paling disukai pada aspek rasa yaitu perlakukan A4 dengan nilai 3.83, pada aspek tekstur yaitu perlakuan A3 dengan nilai 3.66, pada aspek warna yaitu perlakuan A1 dengan nilai 4.04, pada aspek aroma yaitu perlakuan A4 dengan nilai 3.89.Berdasarkan kriteria kesukaan dapat disimpulkan bahwa semua perlakuan pada setiap aspek termasuk dalam kriteria suka.
Pemberdayaan Keluarga Nelayan Melalui Pengolahan Ikan Asap untuk Produksi Bajabu Abon Khas Bugis Makassar di Pulau Karanrang Kabupaten Pangkajene Dewi Andriani; Syahrul Mustafa; Sherry Adelia
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 1 (2023): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i1.6337

Abstract

This community service aims to empower fishermen's families in Karanrang Island through fish processing to produce Bajabu shredded typical of Bugis Makassar. The service method used initial observation, assistance with partner conditions, field data collection, and implementation of alternative solutions for product creation and evaluation. The service partners were a group of fishermen from Karanrang Island. This service created a product in the form of a Fish Smoking House (FSH) made entirely of stainless steel. It also created the Bajabu product, a roasted shredded Bugis Makassar delicacy packed and labeled for increased marketability.