Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Gaba-Gaba

PELATIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKS BAGI GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KEPULAUAN ARU Somelok, Grace; Pesiwarissa, Leonora Farilyn; Hiariej, Chrissanty; Latupapua, Falantino Eryk
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 2 No 2 (2022): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol2iss2pp78-84

Abstract

Perkembangan pendidikan semakin menuntut pengetahuan dan kompetensi yang wajib dimiliki guru. Hal ini disebabkan oleh factor peran guru sebagai fasilitator atau penyalur ilmu pengetahuan. Guru dituntut memiliki kompetensi yang harus dikembangkan mencakup kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompeten sisosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi. Dengan demikian, guru harus punya kompetensi dengan cara merencanakan dan mengembangkan pembelajaran. Cara yang dapat dikembangkan adalah dengan membentuk strategi pembelajaran supaya dapat mengacu pada karakteristik peserta didik, materi ajar, kompetensi yang ingin dicapai, serta menyusun rancangan pembelajaran. Cara seperti ini lebih mudah diaplikasikan melalui pembelajaran berbasisteks, karena teks dijadikan sebagai sarana penyalur kreativitas dan pengalaman. Namun, kenyataannya, tidaksemua guru mengembangkan pembelajaran berbasis teks, termasuk pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tidak semua guru dapat mengaplikasikan pengetahuan melalui pembelajaran berbasis teks dengan mudah. Guru kadang tidak mampu memilah dan memilih teks yang sesuai dengan kebutuhan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai, padahal pertimbangan teks yang sesuai dapat diperoleh dari konteks sosial dan konteks budaya sebagai keberagaman wujud teks. Oleh karena itu, perlu pelatihan yang muatannya berupa strategi pembelajaran berbasis teksbagi guru mata pelajaran bahasa Indonesia, sebagai upaya pendampingan pengembangan kompetensi guru khususnya di Kabupaten Kepulauan Aru.
Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia dalam Perancangan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal di SMAN 5 Ambon Latupapua, Falantino Eryk; Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 4 No 1 (2024): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol4iss1pp34-42

Abstract

The purpose of this community service activity is to strengthen the professional competence of Indonesian language teachers at SMAN 5 Ambon in designing contextual learning based on local wisdom. Contextual learning that is integrated with local cultural values is considered to be able to increase the relevance of teaching materials and shape the character of students who love local culture. The target of this activity is Indonesian language teachers at SMAN 5 Ambon who are active in teaching and show commitment to developing innovative learning strategies. The method of activity implementation includes identification of partner needs through an initial survey, training through workshops, focus group discussions (FGDs), and direct assistance in the preparation of learning tools in the form of contextual lesson plans based on Maluku local wisdom. Activities were carried out offline with a participatory, collaborative, and reflective approach. The results of the activities showed a significant increase in teachers' understanding and skills in designing contextual learning. Based on the analysis of evaluation questionnaire data with a descriptive statistical approach, the average competency improvement score was 87.9%, which indicates a very good category. All participants also stated that this activity was very relevant and applicable to be applied in daily learning. In addition, the lesson plans show the integration of local cultural values explicitly and creatively. Based on the analyzed questionnaire results, it can be concluded that training based on contextual approaches and local culture is effective in improving teachers' pedagogical competencies. This competency strengthening also contributes to cultural preservation efforts through education and encourages the realization of a more meaningful and humanistic learning process in Indonesian language classes.
IDENTIFIKASI BENTUK PERUNDUNGAN (BULLYING ) DI SMP NEGERI 5 TELUK ELPAPUTIH Latupapua, Falantino Eryk; Umkeketony, Sarleoky Nancy; Rehatta, Revannry Th.; Soumena, M. Farik; Tuhepaly, Fadly
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 1 No 1 (2021): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol1iss1pp16-21

Abstract

Perundungan atau bullying sering terjadi di lingkungan persekolahan, baik dilakukan secara sadar maupun tidak sadar, baik direncanakan maupun tidak direncanakan. Dalam konteks kelompok masyarakat Maluku, hal itu turut terlestarikan dengan adanya budaya basengaja sebagai prasyarat penerimaan dalam lingkungan sosial, termasuk lingkungan persekolahan di Maluku Tengah. Dengan demikian, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah dengan tujuan mengidentifikasi bentuk dan pola perundungan di dalam lingkungan persekolahan di Kabupaten Maluku Tengah; sebagai data awal untuk merencanakan tindak lanjut prefentif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan dengan kombinasi aktivitas permainan serta wawancara personal serta diakhiri dengan pelantikan Duta Anti Perundungan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa berbagai bentuk perundungan terjadi di SMP Negeri 5 Teluk Elpaputih kerap terjadi perundungan, kebanyakan tidak ditangani dengan baik, dibiarkan oleh warga sekolah karena dianggap sebagai kewajaran dan bisa diselesaikan sendiri oleh siswa.
LOKAKARYA VIRTUAL PENYUSUNAN BAHAN AJAR ANTIKORUPSI DALAM MAPEL BAHASA INDONESIA Hiariej, Chrissanty; Latupapua, Falantino Eryk
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 1 No 3 (2021): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol3iss1pp104-109

Abstract

Teks Cerita Rakyat Maluku belum banyak digunakan sebagai teks/bahan ajar antikorupsi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal itu disebabkan pengetahuan pendidik yang belum memadai, kemampuan mengkreasikan bahan ajar masih belum terasah, serta penguasaan metode dan model pembelajaran yang sesuai masih belum baik. Secara asumtif, menyelenggarakan pengabdian masyarakat (PKM) yang membuka wawasan guru tentang pembelajaran berbasis teks dalam kerangka pendidikan antikorupsi dapat menjadi solusi yang sesuai untuk, secara perlahan-lahan, mengubah cara pandang serta menambah pengetahuan dan pengalaman belajar guru untuk diaplikasikan dalam pembelajaran pada berbagai satuan pendidikan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk webinar/lokakarya yang diikuti oleh para guru serta para sejawat lainnya, termasuk mahasiswa. Narasumber kegiatan berasal dari tim pelaksana dan ahli lainnya yang dianggap sesuai dengan kebutuhan materi dan rekam jejak ahli. Metode pelaksanaan PKM yang dilaksanakan yaitu secara virtual lewat aplikasi Zoom. Hasil kegiatan ini mencakup peningkatan pengetahuan dan memperluas wawasan guru tentang pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks, termasuk pembelajaran antikorupsi berbasis teks cerita rakyat Maluku; selain itu, pembelajaran berbasis teks merupakan pendekatan yang sesuai untuk diterapkan karena dimulai dengan membangun konteks, berakhir pada menautkan dengan teks lain, sehingga pemahaman peserta diharapkan akan utuh dan dapat diterapkan dalam pembelajaran.