Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS USAHA BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaues vannamei) DI DESA GEDANGAN KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PURWOREJO Nursetyo Budi Utomo; Eni - Istiyanti; - - Zulfanita
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 1, No 2 (2012): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.485 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) biaya, penerimaan,pendapatan, dan keuntungan, 2) kelayakan usaha, dan 3) sistem pemasaran udang vannamei di Desa Gedangan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pemilihan lokasipenelitian dipilih secara purposive. Pengambilan sampel menggunakan random sampling.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penerimaan budidaya udangvannamei per periode produksi sebesar Rp 11.901.065,00, pedapatan budidaya udang vannamei per periode produksi sebesarRp 4.904.051,00 dan keuntungan usaha budidaya udang vannamei per periode produksi Rp 2.990.589,00. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha budidaya udang vannamei layak diusahakan yaitu R/C = 1,3.Saluran pemasaran udang vannamei ada 2 pola yaitu Pola Pemasaran I, dari produsen ke konsumen dan Pola Pemasaran II, dari produsen ke pedagang besar kemudian ke pedagang pengecer.Kata Kunci : Udang Vannamei, Analisis Usaha, Kelayakan Usaha.
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI GULA KELAPA DI DESA KUNIREJO WETAN KECAMATAN BUTUH KABUPATEN PURWOREJO Gunawan - Wibisono; Eni - Istiyanti; Uswatun - Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 1, No 2 (2012): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) faktor-faktor yangberpengaruh pada produksi gula kelapa dan besar pengaruhnya di Desa Kunirejo Wetan Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo; (2) keuntungan produksi gula kelapa dan efisiensi penggunaan faktor produksi gula kelapa di Desa Kunirejo Wetan Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo.Metode penelitian adalah metode deskriptif sedang metode pengambilansampel menggunakan sensus. Sampel penelitian diambil 26 pengrajin.Berdasarkan hasil penelitian variabel-variabel yang berpengaruh pada produksi gula kelapa adalah jumlah nira (liter), jumlah sodium metabisulpithite (gram),banyaknya tenaga kerja (JKO), banyaknya bahan bakar sekam (karung), jumlah pohon (batang), jumlah modal (Rp) dan jumlah pengalaman berusaha (tahun). Variabel yang mampu dijelaskan dari ke delapan variabel terhadap jumlah produksi gula kelapa adalah sebesar 97,7 % sedangkan sisanya 2,3 % dijelaskan oleh variabel lain.Berdasarkan perhitungan hasil analisis regresi diperoleh t hitung untukjumlah nira 14,486, untuk jumlah sodium metabisulphite 0,234, untuk jumlah tenaga kerja -0,923, untuk jumlah pohon 0,882, untuk jumlah modal 0,000, dan untuk jumlah pengalaman berusaha 2,189. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi gula kelapa adalah jumlah nira dan jumlah pengalaman berusaha. Penggunaan nira pada produksi gula kelapa selama satu bulan belum efisien karena nilai efisiensi harga (k) ≠ 1.Kata Kunci : Penerimaan, Keuntungan, Faktor-faktor Produksi, EfisiensiHarga
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI GULA KELAPA DI DESA KUNIREJO WETAN KECAMATAN BUTUH KABUPATEN PURWOREJO Gunawan - Wibisono; Eni - Istiyanti; Uswatun - Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 1, No 2 (2012): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.574 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) faktor-faktor yangberpengaruh pada produksi gula kelapa dan besar pengaruhnya di Desa Kunirejo Wetan Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo; (2) keuntungan produksi gula kelapa dan efisiensi penggunaan faktor produksi gula kelapa di Desa Kunirejo Wetan Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo.Metode penelitian adalah metode deskriptif sedang metode pengambilansampel menggunakan sensus. Sampel penelitian diambil 26 pengrajin.Berdasarkan hasil penelitian variabel-variabel yang berpengaruh pada produksi gula kelapa adalah jumlah nira (liter), jumlah sodium metabisulpithite (gram), banyaknya tenaga kerja (JKO), banyaknya bahan bakar sekam (karung), jumlah pohon (batang), jumlah modal (Rp) dan jumlah pengalaman berusaha (tahun). Variabel yang mampu dijelaskan dari ke delapan variabel terhadap jumlah produksi gula kelapa adalah sebesar 97,7 % sedangkan sisanya 2,3 % dijelaskan oleh variabel lain.Berdasarkan perhitungan hasil analisis regresi diperoleh t hitung untukjumlah nira 14,486, untuk jumlah sodium metabisulphite 0,234, untuk jumlah tenaga kerja -0,923, untuk jumlah pohon 0,882, untuk jumlah modal 0,000, dan untuk jumlah pengalaman berusaha 2,189. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi gula kelapa adalah jumlah nira dan jumlah pengalaman berusaha. Penggunaan nira pada produksi gula kelapa selama satu bulan belum efisien karena nilai efisiensi harga (k) ≠ 1.Kata Kunci : Penerimaan, Keuntungan, Faktor-faktor Produksi, EfisiensiHarga
ANALISIS USAHATANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI LAHAN TEGALAN DESA KETAWANGREJO KECAMATAN GRABAG KABUPATEN PURWOREJO Ragil Prasetyo Kurniawan; Eni Istiyanti; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 1 (2013): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.688 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan usahatani cabai rawit di desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo; (2) keuntungan usahatani cabai rawit di desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo; (3) kelayakan usahatani cabai rawit di desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Populasi penelitian semua petani cabai rawit di desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo berjumlah 56 orang. Pengambilan petani sampel menggunakan metode random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan pencatatan. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis usahatani cabai rawit menunjukkan rata-rata penerimaan sebesar Rp 5.410.912, pendapatan sebesar Rp 3.126.832, dan keuntungan sebesar Rp 2.226.391 per periode produksi. Hasil analisis menunjukkan R/C rasio 1,69; produtivitas modal > bunga bank (69,9% > 6 %); produktifitas tenaga kerja > tingkat upah (Rp.50.352 < Rp.20.000); penerimaan > BEP penerimaan (Rp.5.410.912 > Rp.430.725,90); produksi > BEP produksi (412,72 kg > 32,85 kg); harga jual > BEP harga (Rp 13.110,37 >  Rp 7.715,93). Berdasarkan analisis deskriptif tersebut dapat disimpulkan bahwa usahatani cabai rawit layak diusahakan.     Kata Kunci : Cabai Rawit, Analisis Usahatani, Kelayakan.
PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LAHAN BEKAS TAMBANG PASIR BESI DESA MUNGGANGSARI KECAMATAN GRABAG KABUPATEN PURWOREJO Ahmad - Zainudin; Eni - Istiyanti; Usawtun - Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 1, No 2 (2012): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.49 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui gambaran karakteristik internaldan eksternal petani; 2) mengetahui persepsi petani terhadap programpemberdayaan masyarakat di lahan bekas tambang pasir besi desa Munggangsari kecamatan Grabag kabupaten Purworejo; dan 3) mengetahui hubungan karakteristik internal dan eksternal petani dengan persepsi petani terhadap Program pemberdayaan masyarakat di lahan bekas tambang pasir besi desa Munggangsari kecamatan Grabag kabupaten Purworejo.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik wawancara dan observasi. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, yaitu desa Munggangsari kecamatan Grabag kabupaten Purworejo. Program pemberdayaan di desa Munggangsari dimulai tahun 2010. Sampel petani 40 orang diambil dari yang mengikuti program pemberdayaan dan yang tidak mengikuti program pemberdayaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pemberdayaan Masyarakat PT. Antam dan Unsoued dipersepsikan petani sebagai inovasi yang memiliki sifat memberikan keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemudahan dapat dicoba dan diamati, akan tetapi dalam pelaksanaanya masih kurang tepat.Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukan bahwa petani yang tidakmengikuti program pemberdayaan mempunyai karakteristik pendidikan nonformal berhubungan sangat nyata dan positif terhadap tingkat kerumitan. Petani yang mengikuti program pemberdayaan mempunyai karakteristik interaksi dengan petani lain berhunbungan nyata terhadap keuntungan relatif.Kata Kunci : Karakteristik Petani, Persepsi, Program PemberdayaanMasyarakat, Tingkat Kerumitan, dan Keuntungan Relatif
Pengembangan Usahatani Cabai Merah di Lahan Pasir Pantai Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo Eni Istiyanti; Uswatun Khasanah; Arifah Anjarwati
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol 1, No 1: January - June 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/agr.112

Abstract

The objective of this research is determine the profit of red chili farming coastal land, the factors that influence of red chili production and efficiency used of production factors on red chili farming on coastal land in Temon subdistrict Kulon Progo Regency. Selection of the location is used purposive method.Fourty farmer sampling were taken as simple random sampling. The analysis method is used Multiple Regression Analysis with Ordinary Least Square (OLS) method. The result showed that the income of red chili farming in coastal land is Rp 9.278.430/0,38 ha and the profit is Rp 3.094.504/0,38 ha. The production factors concists of the soil of area, number of seeds, amount of labors, manure fertilizer, dunk fertilizer, Za chemic fertilizer, SP 36 fertilizer, NPK Mutiara fertilizer, Phonska fertilizer, Furadan insecticide, Ampligo fungicide, Anthracol fungicide, Confidor insecticide, the kind of seeds and used of mulch aggregated influences to red chili production. The production factors number of seeds, amount of labors, manure fertilizer, NPK Mutiara fertilizer, Ampligo fungicide, kind of seeds and used mulch partially influences to red chili production on coastal land. Seed applied on red chili farming on coastal land is efficient.
GERAKAN LUMBUNG HIDUP DENGAN PENERAPAN PERTANIAN TERPADU UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PANGAN Sarjiyah Sarjiyah; Eni Istiyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7420

Abstract

ABSTRAKProgram nasional gerakan menanam tanaman di pekarangan rumah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan sudah dicanangkan sejak tahun 2015. Program jangka pendek dan menengah Kementan RI tahun 2020 -2024 ini dilakukan melalui kegiatan pekarangan pangan lestari dan pertanian keluarga. Beberapa permasalahan yang dihadapi anggota Kelompok Taman TOGA Surya Putri ‘Asyiyah Pandak Barat dalam mengelola pekarangannya adalah pengetahuan dan wawasan dalam pemanfaatan pekarangan masih terbatas, keterampilan dalam budidaya tanaman serta pemeliharaan ikan dan ternak masih kurang. Berdasarkan pada analisis kebutuhan anggota kelompok Taman TOGA Surtri’as Panbar dan kompetensi Tim Pengusul, maka solusi masalahnya adalah pemanfaatan pekarangan secara optimal dan produktif melalui Sistem Pertanian Terpadu dengan penerapan teknologi budidaya tanaman serta pemeliharaan ikan dan ternak, sehingga tersedia bahan pangan dari pekarangannya. Untuk mencapai target luaran sesuai permasalahan yang dihadapi, maka digunakan beberapa metode, yang meliputi penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi/ praktik serta pendampingan pengelolaan pekarangan secara terpadu. Hasil pelaksanaan PKM di kelompok Taman TOGA Surtri’as Panbar dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pemahaman serta keterampilan anggota dalam mengelola lahan pekarangan dengan sistem pertanian terpadu, sehingga dapat  meningkatkan ketersediaan dan kemandirian pangan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: pertanian terpadu; kemandirian pangan ABSTRACTThe national planting movement program in the house yard to establish food security, food independence, and food sovereignty has been launched since 2015. The short and medium-term program of the Ministry of Agriculture for 2020-2024 is carried out through sustainable food yard activities and family farming. Some of the problems faced by members of the Surya Putri 'Asyiyah Pandak Barat TOGA Park Group in managing their yards are limited knowledge and insight in the use of the yard, skills in plant cultivation, and fish and livestock maintenance. Based on the analysis of these problems and the competence of the Proposing Team, the solution advised is an optimal and productive use of the yard through the Integrated Farming System with the application of plant cultivation technology and fish and livestock maintenance so that food is available from the yard.  According to the problems faced, several methods are used to achieve the output target, including counseling, training, demonstration/practice, and assistance in integrated yard management. The implementation of PKM (Community Partnership Service) in the Taman TOGA Surtri'as Panbar group can increase members' knowledge, insight, understanding, and skills in managing yards with an integrated farming system to increase the availability and food independence of families and communities. Keywords: integrated farming; food self-sufficiency
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN SAYURAN YANG SEHAT DAN AMAN Sarjiyah Sarjiyah; Eni Istiyanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.979 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.221

Abstract

Program nasional gerakan menanam tanaman di lahan pekarangan dalam rangka mewujudkanketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan sudah dicanangkan sejak 2015 sampaisekarang melalui kegiatan pekarangan pangan lestari dan pertanian keluarga. Lahan pekarangan wargaAisyiyah Ngestiharjo dan Tamantirto belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan pekarangan lebihbanyak digunakan untuk fasilitas umum. Tanaman dipandang kurang bernilai ekonomi. Pengetahuan danwawasan anggota Aisyiyah masih terbatas dan keterampilan anggota Aisyiyah dalam budi daya tanamanmasih rendah. Solusinya adalah memanfaatan pekarangan secara optimal melalui penerapan teknologibudi daya tanaman yang produktif, misalnya vertikultur, hidroponik, dan bertanam sayuran dalampot/polibag. Berdasarkan pada permasalahan dan alternatif solusi yang ditawarkan, tujuan program iniadalah meningkatkan wawasan dan keterampilan ibu-ibu anggota Aisyiyah Ranting Ngestiharjo danTamantirto dalam mengelola lahan pekarangan. Target luarannya adalah produk berupa berbagai jenissayuran organik. Untuk mencapai target luaran sesuai permasalahan yang dihadapi, digunakan beberapametode, yakni penyuluhan, pelatihan, praktik, dan pendampingan teknik penanaman sayuran denganvertikultur, hidroponik dan pot/polibag, serta monitoring evaluasi. Hasil pelaksanaan PPM-Muh diRanting Aisyiyah Ngestiharjo dan Tamantirto dapat menyediakan kebutuhan sayuran yang sehat danaman untuk konsumsi keluarga, di antaranya sawi, kangkung, bayam, seledri, selada, tomat, terong, cabaibuncis, dan kacang panjang.
PKM ANEKA OLAHAN KELOR (Moringa oleifera) DI KELOMPOK TOGA SURTRI’AS PANBAR BANTUL Titiek Widyastuti; Eni Istiyanti; Sukuriyati Susilo Dewi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.362 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.284

Abstract

Abstrak Dusun Gluntung Kidul, Kelurahan Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY merupakan suatu wilayah yang subur dan masih terdapat banyak pekarangan. Kelompok TOGA Surtri’as Panbar Bantul yang berlokasi di Dusun Gluntung Kidul, telah rutin membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan. Beberapa TOGA yang ada sudah dimanfaatkan untuk pengobatan keluarga maupun dijadikan makanan olahan. Kelompok TOGA Surtri’as Panbar juga sudah merintis usaha yang mengarah ke ekonomi produktif berupa penjualan makanan berbahan baku TOGA menggunakan angkringan yang berlokasi di pekarangan. Rintisan yang sudah ada ini ingin dikembangkan. Permasalahan yang dihadapi adalah masih terbatasnya olahan berbahan baku TOGA, pengelolaan usaha masih perlu ditingkatkan, serta masih memerlukan bantuan peralatan produksi. Kegiatan PKM meliputi: Pelatihan dan praktik Olahan Kelor (Nuget Kelor, Omelet Kelor, dan Sayur Kelor), Penyuluhan Manajemen Usaha, Bantuan seperangkat alat olahan Kelor. Metode yang digunakan yaitu: FGD, pelatihan dan praktek, Monev, dan Publikasi. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menambah variasi menu makanan berupa olahan Kelor pada Angkringan TOGA dan meningkatkan manajemen usaha. Hasil PKM dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan lancar, dengan hasil sesuai yang diharapkan yaitu mitra bisa membuat Olahan Kelor dengan kualitas yang baik, penyuluhan manajemen usaha bisa dipahami, alat yang diperbantukan sudah dipakai dan diinventarisir.
PENINGKATAN KAPASITAS KULINER BERBASIS TOGA DI KELOMPOK “SURTRI’AS PANBAR” BANTUL Titiek Widyastuti; Mutia Hariati Hussin; Eni Istiyanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.794 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.285

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang berjudul PENINGKATAN KAPASITAS KULINER BERBASIS TOGA DI KELOMPOK “SURTRI’AS PANBAR” BANTUL telah dilakukan dengan mitra Kelompok “Surtri’as Panbar” Bantul yang berlokasi di Dusun Gluntung Kidul, Caturharjo, Pandak, Bantul, DIY. Kelompok “Surtri’as Panbar” Bantul dipilih sebagai mitra karena Dusun Gluntung Kidul wilayahnya subur dan terdapat banyak pekarangan. Kelompok “Surtri’as Panbar” Bantul telah rutin melakukan budidaya TOGA di pekarangan dan sudah merintis usaha Angkringan TOGA yang berlokasi di pekarangan. Usaha ini ingin dikembangkan, namun ada beberapa permasalahan yaitu pekarangan belum tertata dengan baik, olahan TOGA masih terbatas jenisnya, pengelolaan usaha dan pemasaran masih perlu ditingkatkan, masih dibutuhkan peningkatan peralatan produksi. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri di Dusun Gluntung Kidul, Kelurahan Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, DIY. Kegiatan meliputi pembuatan taman TOGA, pelatihan dan praktik olahan kelor dan olahan jahe, penyuluhan manajemen usaha dan strategi pemasaran, bantuan peralatan untuk pembuatan taman TOGA serta alat olahan kelor dan jahe. Metode yang digunakan adalah FGD, pelatihan dan praktik, ceramah dan diskusi, monev, dan publikasi. Hasil kegitan adalah: Taman TOGA sudah bermanfaat; Olahan kelor berupa bakmi kelor (mentah dan matang), puding kelor, dan wedang kelor, serta olahan jahe berupa permen jahe, manisan jahe, air infused jahe, sirup jahe, sudah bisa dibuat; penyuluhan bisa dipahami; alat yang diperbantukan sudah dipakai dan diinventarisir.