Articles
NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN NIRA KELAPAMENJADI GULA KELAPA DAN GULA SEMUT DI DESA HARGOTIRTO, KOKAP, KULON PROGO
Lestari Rahayu;
Eni Istiyanti;
Esti Sulistyaningsih
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 21, No 2 (2019): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.223 KB)
|
DOI: 10.30595/agritech.v21i2.6548
Coconut sap “ Nira’ is a liquid derived from coconut flowers, producer of tapped sap that then processed into coconut sugar and palm sugar. This called agro industry has located in Hargotirto, Kulon Progo, DI Yogyakarta this is a home industry. Sample this research taken by simple random sampling non proportional. The number of respondents taken as many as 60 people. Data taken trough as interview. The cost of productionof coconut sugar is more than a palm sugar for a week. The average income of a palm sugar maker is greater than coconut sugar. Palm sugar master gaints a full advantage compared to that of coconut sugar, which has suffered great losses. Value added of palm sugar is greater than coconut sugar.
Pengembangan Agroindustri Olahan Terong Belanda di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah
Eni Istiyanti;
Francy Risvansuna Fivintari;
Elita Khairunnisaa
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.186 KB)
|
DOI: 10.37729/jrap.v5i1.108
Tamarillo has soft characteristics and contains a lot of water so they are easily damaged if stored in fresh form, therefore it is necessary to have post-harvest handling in the form of processing in order to extend the shelf life. The study aims to analyze the costs, income, and profits, as well as the feasibility seen from the R / C, break event point (BEP), and the added value of various tamarillo processed products. The study was conducted in a survey of all tamarillo processed agroindustry in Wonosobo Regency, which amounted to 6 agroindustries. The research method used is descriptive quantitative analysis. The study uses primary data obtained through interviews and secondary data by means of documentation. Tamarillo processed products consist of candied, fruit juice, dodol, wajik, and candied pumpkin. The results showed that the production of candied tamarillo is the most compared to other processed products and can generate the greatest income and profits. All tamarillo processed products are feasible based on R/C, BEP, and value-added criteria. The development of tamarillo agro-industry needs the support of the government and related parties to provide education to consumers about the benefits of tamarillo.
Pemberdayaan Ekonomi bagi Disabilitas Melalui Budidaya Jamur di Desa Argodadi
Arni Surwanti;
Eni Istiyanti
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 10, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/berdikari.v10i2.14602
People with disabilities have had difficulty finding jobs in the formal sector. However, entrepreneurship gives an alternative for expanding job opportunities. Accordingly, the Covid-19 pandemic in the past two years has caused many businesses to stop. The same applies to businesses run by persons with disabilities in Argodadi Village, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Thus, the Community Partnership Program aims to overcome these problems to obtain additional income from oyster mushroom cultivation. The applied method was through a tutorial and practical. Techniques for implementing activities included training, practice, and mentoring. This activity incited the motivation of persons with disabilities in Argodadi Village. Knowledge and skills also increased in oyster mushroom cultivation, and dry food products from oyster mushrooms could be produced. In addition, the understanding of persons with disabilities in management and entrepreneurship could be improved. The assistance to the Argodadi Village Disability Group was held so that independent entrepreneurs could function properly. The development of oyster mushroom cultivation for persons with disabilities can be done at home.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Budi daya Sayuran Hidroponik bagi Kelompok Wanita Tani Dusun Piring I
Arni Surwanti;
Eni Istiyanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.55.1066
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan keterampilan hidroponik kepada Kelompok Wanita Tani Dusun Piring 1, Desa Mertigading Sanden, Bantul, D.I. Yogyakarta. Rata-rata pekarangan di Dusun Piring 1 ini cukup luas, namun belum dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga. Kebutuhan tanam sayur keluarga sehari-hari dapat dipenuhi melalui budi daya sayuran dengan hidroponik ini. Hidroponik merupakan salah satu solusi yang dapat mengatasi menambah penghasilan keluarga khususnya Dusun Piring 1. Sumberdaya lahan pekarangan dan kondisi fisik Kawasan sangat mendukung kegiatan ini. Konsep yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik hidroponik ditransfer pada Kelompok Wanita Tani (KWT). Penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab serta demonstrasi. Demonstrasi dilakukan dengan memberikan metode hands-on untuk memberikan keterampilan kepada peserta. Aspek penting yang harus diperhatikan dalam menentukan keberhasilan hidroponik adalah pengelolaan tanaman. Pada kegiatan ini menggunakan Rakit terapung (water rearing). Sistem ditempatkan pada sumbat gabus atau polistiren berlubang dan ditempatkan di atas larutan nutrisi. Cara ini lebih mudah dan efisien karena memiliki keunggulan dapat bekerja secara mandiri tanpa bergantung pada alat bantu seperti pompa atau timer. Kelompok perempuan tani yang sudah berpengalaman dalam pengelolaan tanaman, dengan didampingi mahasiswa KKN tidak mengalami kesulitan untuk mengikuti kegiatan ini dan dapat mempraktikkannya.
Penguatan PKK dalam Budidaya Sayuran Hidrophonik Di Dusun Piring II Desa Murtigading
Arni Surwanti;
Eni Istiyanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.55.1067
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan keterampilan hidroponik kepada ibu-ibu anggota PKK Dusun Piring II Desa Mertigading Sanden Bantul Yogyakarta. Rata-rata pekarangan di dusun Piring II ini cukup luas, namun belum dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga. Kebutuhan tanam sayur keluarga sehari-hari dapat dipenuhi melalui budidaya sayuran dengan Hidrophonik ini. Hidroponik merupakan salah satu solusi yang dapat mengatasi permaslahan penghasilan keluarga khususnya Dusun Piring II. Sumber daya lahan pekarangan dan kondisi fisik kawasan sangat mendukung kegiatan ini. Konsep yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik hidroponik dengan target sasaran ibu-ibu PKK. Penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab serta demonstrasi. Demonstrasi dilakukan dengan memberikan metode hands-on untuk memberikan keterampilan kepada peserta. Aspek penting yang harus diperhatikan dalam menentukan keberhasilan hidroponik adalah pengelolaan tanaman. Pada kegiatan ini menggunakan Rakit terapung (water rearing). Sistem ditempatkan pada sumbat gabus atau polistiren berlubang dan ditempatkan di atas larutan nutrisi. Cara ini lebih mudah dan efisien karena memiliki keunggulan dapat bekerja secara mandiri tanpa bergantung pada alat bantu seperti pompa atau timer. Kelompok perempuan tani yang sudah berpengalaman dalam pengelolaan tanaman, dengan didampingi mahasiswa KKN tidak mengalami kesulitan untuk mengikuti kegiatan ini dan dapat mempraktikkannya
Budidaya dan Olahan Pangan Berbahan Dasar Umbi Uwi (Dioscorea alata) di Moyudan, Sleman
Sri Nabawiyati Nurul Makiyah;
Sarjiyah Sarjiyah;
Eni Istiyanti;
Sri Tasminatun;
Safinta Nurindra Rahmadhia;
Yuli Kuswandari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.53.1088
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Ibu-Ibu tentang budidaya dan pembuatan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi. Metode pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dengan penyuluhan dan praktik pembuatan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi yang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah Moyudan Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022, dihadiri 42 orang utusan 20 Ranting Aisyiyah di PCA Moyudan Sleman. Kegiatan ini diawali dengan pre-test dilanjutkan penjelasan materi oleh narasumber, tanya jawab dan diskusi, serta diakhiri dengan post-test. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini terbukti dengan hangatnya forum diskusi dan banyak pertanyaan yang dilontarkan. Hasil post-test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang budi daya dan pengolahan pangan berbahan dasar umbi uwi. Dalam kegiatan lomba inovasi pangan berbahan dasar umbi uwi, peserta menampilkan berbagai inovasi pangan berbahan dasar umbi uwi dengan variasi yang sangat beragam. Juara 1 lomba inovasi pangan berbahan dasar umbi uwi adalah Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karangkemasan, juara 2 PRA Bendosari, juara 3 PRA Karang-Mergan, juara harapan 1 PRA Pendulan-Saren dan juara harapan 2 PRA Barepan. Disimpulkan bahwa pendampingan budi daya dan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi meningkatkan pemahaman dan keterampilan Ibu-Ibu Aisyiyah di Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Moyudan Sleman tentang budi daya tanaman uwi dan pembuatan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi.
Penjaminan Mutu Produk Olahan Tanaman Obat dalam Perluasan Pangsa Pasar
Eni Istiyanti;
Sarjiyah Sarjiyah
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 2 SEPTEMBER 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (594.391 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v6i2.12594
Kelompok Toga Surya Putri ‘Aisyiyah Pandak Barat (Surtri’as Panbar) adalah suatu kelompok yang beranggotakan ibu-ibu ‘Aisyiyah yang mempunyai usaha membuat olahan tanaman obat hasil panen para anggota, antara lain sirup jahe, manisan jahe, dan serbuk jahe. Permasalahan yang dihadapi adalah komposisi bahan dalam produk olahan belum terstandar sehingga rasanya berubah-ubah dan tampilan produk tidak seragam; kemasan belum sesuai dengan standar kemasan makanan; dan pangsa pasar masih terbatas. Tujuan dari pengabdian ini yaitu (a) standardisasi komposisi bahan agar dihasilkan produk olahan yang rasanya tetap dan tampilannya seragam, (b) standardisasi kemasan produk agar sesuai dengan standar kemasan makanan, dan (c) memperluas pangsa pasar melalui promosi secara offline dan online. Kegiatan yang dilakukan yaitu (a) pendampingan dan pelatihan pembuatan olahan jahe yaitu sirup, manisan, dan serbuk jahe yang sesuai dengan standar, (b) pelatihan pengemasan agar produk tidak mudah rusak, tetapi menarik konsumen, serta pemberian bantuan bahan dan alat pengemas. Hasil pemberdayaan menunjukkan bahwa adanya pendampingan, pelatihan, serta fisilitasi bahan dan peralatan pengemas dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah tanaman obat serta membuat kemasan yang aman untuk makanan olahan dan menarik konsumen yang tampak dari skor pretest 56,25% menjadi 71,25% (posttest). Penjualan olahan jahe meningkat karena adanya promosi secara online dan offline.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN PANGAN DAN EKONOMI KELUARGA BERBASIS PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI ‘AISYIYAH RANTING ARGOREJO
Sarjiyah, Sarjiyah;
Istiyanti, Eni;
Widiyantono, Didik
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v6i1.11676
Abstrak: Program nasional gerakan menanam di pekarangan rumah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan sudah dicanangkan sejak tahun 2015. Kepemilikan lahan pekarangan warga ‘Aisyiyah Argorejo bervariasi antara 50 – 1000 m2 dan belum produktif. Beberapa permasalahan yang dihadapi warga ‘Aisyiyah Argorejo dalam mengelola pekarangannya adalah pengetahuan dan wawasan dalam pemanfaatan pekarangan masih terbatas, serta keterampilan dalam budidaya tanaman dan pemeliharaan ikan dan ternak masih kurang. Berdasarkan pada analisis kebutuhan warga ‘Aisyiyah Argorejo dan kompetensi Tim Pengusul, maka beberapa prioritas permasalahan dan solusinya adalah pemanfaatan pekarangan secara optimal dan produktif melalui Sistem Pertanian Terpadu dengan penerapan teknologi budidaya tanaman serta pemeliharaan ikan dan ternak sehingga tersedia bahan pangan dari pekarangannya. Untuk mencapai target luaran sesuai permasalahan yang dihadapi, maka digunakan beberapa metode yang meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik serta pendampingan pengelolaan pekarangan dengan pertanian terpadu. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat di Ranting ‘Aisyiyah Argorejo dapat meningkatkan kemandirian pangan dan ekonomi keluarga.Abstract: The national planting movement in the house yard program to establish food security, food independence, and food sovereignty has been launched since 2015. The yards ownership of 'Aisyiyah Argorejo residents varies between 50 - 1000 m2 and is not yet productive. Some of the problems faced by the residents in managing their yards are limited knowledge and insight in the use of the yard, skills in plant cultivation as well as fish and livestock maintenance. Based on the analysis of the needs of the residents of 'Aisyiyah Argorejo and the competence of the Proposing Team, the solution advised is an optimal and productive use of the yard through the Integrated Agricultural System with the application of plant cultivation technology and fish and livestock maintenance so that food is available from the yard. Several methods are used to achieve the output target, including counseling, training and practice as well as assistance in managing yards with integrated agriculture. The implementation of community service in the 'Aisyiyah Argorejo Branch results in increasing food independence and the family economy.
Pemberdayaan Kelompok Difabel “Argodadi Pinilih” Berbasis Usaha Tani Jamur
Istiyanti, Eni;
Sarjiyah;
Widiyantono, Didik
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 26, No. 3, Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/warta.v26i3.1862
Disabled group "Argodadi Pinilih" has 40 active members. The COVID-19 pandemic has caused some members to lose their jobs. Members of the disabled group began to try to cultivate oyster mushrooms in their homes and they also carried out their own maintenance. Some “baglog” cannot grow mushrooms because the environment where the mushrooms grow does not meet the requirements. The problems faced by the disabled group "Argodadi Pinilih" are low quantity and quality of oyster mushrooms, limited skills in making processed food from mushrooms and mushroom marketing is still limited. The objectives of this community empowerment activity are (a) increasing the quantity and quality of mushroom production (b) improving skills in the manufacture of processed food made from mushrooms, (c) expanding the mushroom market share. The methods used in the implementation of empowerment activities are (a) counseling on oyster mushroom cultivation and marketing strategies (b) training on processing food from oyster mushrooms, (c) facilitation house of mushroom and baglog. The results of the empowerment show that the training, mentoring and facilitation of mushroom house and “baglog” can increase the quantity and quality of oyster mushroom production, improve the skills in making processed food from mushrooms and expand the market share of oyster mushrooms. The knowledge and skills of the disabled group members about mushroom farming and processing increased as evidenced by the pre-test score of 79.23 and post-test of 86.00 with an increase 8.54%.
Kelayakan Usaha Tani Cabai Merah pada Sistem Penjualan Mandiri dan Kelompok di Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis
Nurohmah, Nuri Nabila;
Satyarini, Triwara Buddhi;
Istiyanti, Eni
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.564 KB)
|
DOI: 10.18196/umygrace.v1i1.5
Cabai adalah salah satu satu komoditas hortikultura yang umum di budidayakan secara komersial di daerah tropis seperti Indonesia. Kecamatan Sukamantri merupakan sentra tanaman cabai di Kabupaten Ciamis dengan luas tanam dan luas panen terluas yaitu 296 hektar serta nilai produksi terbesar di Kabupaten Ciamis sebesar 37.644 ton. Terdapat dua sistem penjualan cabai merah di Kecamatan Sukamantri, yaitu sistem penjualan mandiri dan sistem penjualan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usahatani cabai merah pada sistem penjualan mandiri dan kelompok. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja di Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Pengambilan responden menggunakan dua metode yaitu snow ball sampling pada petani mandiri dan simple random sampling pada petani kelompok. Total sample yang diambil adalah 64 responden yang terdiri dari 30 petani mandiri dan 34 petani kelompok. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya yang dikeluarkan petani cabai merah per 0,25 hektar dalam satu musim adalah Rp. 16.343.800 pada petani mandiri dan Rp. 18.592.545 pada petani kelompok dengan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 27.983.625 pada petani mandiri dan Rp. 32.5507.004 pada petani kelompok. Masing-masing keuntungan yang diperoleh oleh petani mandiri dan kelompok adalah Rp. 24.015.175 dan Rp. 28.972.885. Kelayakan usahatani cabai merah pada sistem penjualan mandiri dan kelompok di Kecamatan Sukamantri dilihat dari R/C, produktivitas lahan, produktivitas tenaga kerja dan produktivitas modal layak untuk diusahakan dan dikembangkan. Nilai R/C yang diperoleh adalah 2,47 pada petani mandiri dan 2,56 pada petani kelompok, sedangkan nilai produktivitas lahan masing-masing petani adalah Rp. 94.877.540/ha dan Rp. 113.998.539/ha. Adapun perolehan produktivitas tenaga kerja masing-masing petani adalah Rp. 277.779/HKO dan Rp. 443.882/HKO serta nilai produktivitas modal adalah 194,1% pada petani mandiri dan 192,40 % pada petani kelompok.