Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU (- 200C) TERHADAP JUMLAH TOTAL BAKTERI (TPC) SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH Sulasih, -; Priyono, -; Mudawaroch, Roisu Eny
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 2 (2013): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.777 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan susu kambing dalam freezer terhadap Jumlah Total Bakteri (Total Plate Count). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Agustus 2013 di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Laboratorium Kesmavet) Boyolali Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. menggunakan 4 liter susu kambing segar dari UPTD Perbibitan Ternak Unggul Mulyorejo, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Susu disimpan pada suhu -200C dengan perlakuan penyimpanan 0 hari, 5 hari, 10 hari, 15 hari. Rataan jumlah bakteri susu kambing setelah diberi perlakuan dengan lama penyimpanan yakni 0 hari, 5 hari, 10 hari, 15 hari pada penyimpanan freezer berturut-turut adalah 34250 cfu/ml ; 69750 cfu/ml ; 40250 cfu/ml dan 143250 cfu/ml. Hasil Analisis Ragam menunjukkan bahwa Lama penyimpanan susu 0 hari, 5 hari, 10 hari, 15 hari tidak memberikan Pengaruh Nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri susu kambing. Hasil uji F sebesar 0,899 dengan signifikansi 0,470 > 0,05 menunjukkan bahwa perlakuan tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa susu kambing yang disimpan dalam freezer dengan lama penyimpanan 0 hari, 5 hari, 10 hari dan 15 hari pada suhu -200C pertumbuhan bakterinya tidak berbeda secara nyata berdasarkan Standar Mikroba Susu layak komsumsi Menurut SNI nomor : 7388 : 2009 batas maksimum cemaran mikroba pada susu 1x 106 CFU/ml. Jumlah bakteri pada penyimpanan 0 ? 15 hari masih dalam batas Maksimum Cemaran Mikroba, sehingga susu masih dapat dikomsumsi. Kata Kunci : Susu Kambing, Lama Simpan, Jumlah Bakteri
DEFERENSI (LEUKOSIT) KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) JANTAN YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI FERMENTASI DENGAN LEVEL BERBEDA Adnan, Arif; Iskandar, Faruq; Mudawaroch, Roisu Eny
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.457 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deferensi leukosit kambing peranakan etawa (PE) yang diberi pakan jerami padi fermentasi dengan lavel berbeda. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo dan Laboratorium Pato Klinik BBVet Wates.Bahan yang digunakan 12 ekor kambing peranakan etawa jantan umur 10-12 bulan, jerami padi fermentasi (JPF), rumput gajah, ampat tahu. Alat yang digunakan antara lain kandang, timbangan electronic dan seperangkat lain untuk pengambilan sampel darah. Rancangan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Kosentrasi perlakuan T0 : 80% RG + 0% JPF + 20% AT; T1 : 60% RG + 20% JPF + 20% AT; T2 : 40% RG + 40% JPF + 20% AT; T3 : 20% + 60% + 20% AT. Parameter yang diamati leukosit, neutrofil, eosinofil, limfosit, monosit, basofil. Penelitian dilakukan selama 9 minggu. Data di analisis dengan ANOVA jika ada perbedaan dilanjutkan analisis Dancen.Hasil pemberian jerami padi fermentasi pada leukosit berpengaruh nyata (P<0,05) dengan jumlah T0 : 102,000 ribu/mm3; T1 : 200,000 ribu/mm3; T2 : 79 ribu/mm3; T3 : 109 ribu/mm3, Neutrofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 42,8%; T1 : 47,9%; T2 : 4,2%; T3 : 59,1%, Eosinofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 1,9%; T1 : 2,4%; T2 : 2,9%; T3 : 2,9%, Limfosit berpengaruh nyata (P<0,05) dengan persentase T0 : 55,3%; T1 : 48,3%; T2 : 52,4%; T3 : 44,3%, Monosit tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 0,5%; T1 : 1,1%; T2 : 1,3%; T3 : 0,9%, Basofil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan persentase T0 : 0%; T1 : 0%; T2 : 0%; T3 : 0%. Jerami padi fermentasi dapat menjadi pakan subtitusi kambing peranakan etawa (PE), yang dapat mempertahankan status kesehatan dilihat dari deferensi leukosit, neutrofil, eosinofil, monosit, basofil dan berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap limfosit sehingga pemberian jerami padi fermentasi mampu menjadi pakan pengganti. Kata kunci: Kambing peranakan etawa, Jerami Padi Fermentasi, Leukosit, Neotrofil, Eosinofil, Limfosit, Monosit, Basofil.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING BURUNG PUYUH (CORTUNIX-CORTUNIX JAPONICA) Sanjaya, Arip; Wibawanti, Jeki Mediantari; Mudawaroch, Roisu Eny
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.498 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia L.)  dalam pakan komersil terhadap kualitas sifat fisik daging burung puyuh (Cortunix-cortunix Japonica). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yaitu 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari T0 : 100%  BP104, T2 : 100% + 2% TDM, T4 : 100% BP104 + 4% TDM, T6 : 100% BP104 + 6% TDM dan T8 : 100% BP104 + 8% TDM. Hasil analisis sifat fisik daging burung puyuh menunjukkan bahwa pemberian tepung daun mengkudu dalam pakan komersil sebagai berikut : nilai pH tertinggi T8 6,13 terendah T2 dan T4 5,88, nilai keempukan tertinggi T8 271,00 terendah T2 152,00, nilai susut masak tertinggi T6 30,59 terendah T0 29,29, nilai kadar air tertinggi T8 71,61 terendah T2 70,13, nilai daya ikat air tertinggi T2 33,68 terendah T6 25,93. Pemberian tepung daun mengkudu tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, keempukan, susut masak, kadar air dan daya ikat air. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian tepung daun mengkudu dalam pakan komersil tidak dapat meningkatkan kualitas fisik daging burung puyuh. Perlu adanya uji lanjut mengenai pemberian tepung daun mengkudu dalam pakan komersil terhadap kualitas sifat fisik daging burung puyuh. Kata Kunci : Tepung Daun Mengkudu, Burung Puyuh, Sifat Fisik Daging
PENGARUH SUBSITUSI JERAMI PADI FERMENTASI TERHADAP PRODUKTIFITAS KAMBING PE JANTAN (CAPRA AEGAGRUS HIRECUS) Hidayat, Hamid; Arifin, Hanung Dhidhik; Mudawaroch, Roisu Eny
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.882 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jerami padi fermentasi dalam ransum terhadap konsumsi pakan, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan, konversi dan efisiensi pakan kambing Peranakan Etawa (PE) jantan. Penelitian ini dilakukan di Desa Kali Kotes, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Bahan yang digunakan adalah 12 ekor kambing Peranakan Etawa umur 10 -12 bulan, ampas tahu (AT), rumput gajah (RG) dan jerami padi fermentasi (JPF). Alat yang digunakan antaralain timbangan digital kapasitas 2 kg, timbangan gantung 50 kg, parang, alat pencacah rumput, sekop kecil, sapu dan karung. Rancangan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Konsentrasi perlakuan T0 : 21% AT, 79% RG dan 0% JPF; T1 : 21% AT, 59 % RG dan 20% JPF; T2 : 21% AT, 39% RG dan 40% JPF; T3 : 21% AT, 19%RG dan 60% JPF. Parameter yang diamati konsumsi pakan, konsumsi air minum, pertumbuhan bobot badan harian, konversi dan efisiensi pakan. penelitian dilakukan selama 63 hari. Data dianalisis ANOVA dan jika ada perbedaan dilanjut dengan Duncan. Hasil subtitusi jerami padi fermentasi berpengaruh nyata terhadap PBBH kambing PE jantan. Jerami padi fermentasi mampu meningkatkan PBBH kambing PE jantan. Jerami padi fermentasi mampu digunakan sebagai subtitusi rumput gajah sampai level 20%. Kata kunci: Kambing PE, Jerami Padi Fermentasi, produktivitas.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSEPSI DIRI TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI MAKANAN BERGIZI BAGI MAHASISWA Mudawaroch, Roisu Eny
JURNAL RISET AGRIBISNIS & PETERNAKAN Vol 4, No 2 (2019): JURNAL RISET Agribisnis & Peternakan
Publisher : JURNAL RISET AGRIBISNIS & PETERNAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.381 KB)

Abstract

Penelitian ini tujuan mengetahui berapa besar hubungan pengetahuan tentang gizi terhadap keputusan membeli makanan bergizi dan persepsi diri terhadap keputusan membeli makanan bergizi. Metode pada penelitian ini digunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo tingkat I dan II sejumlah 90 responden. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Uji yang dilakukan adalah deskripsi, linear berganda dan uji F. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar  52,2 % dengan jumlah terbanyak berumur 19 tahun sebesar 41,1%. Sebagian besar responden tinggal dengan orang tua yaitu sebesar  64,4 %. Sebagian besar responden mendapatkan uang saku bulanan sebesar 255 ? 500 ribu rupiah yaitu sebesar  42.2 persen.  Biaya yang dikeluarkan untuk membeli makanan  bulanan sebesar 255 ? 500 ribu rupiah yaitu sebesar  47,8 persen.  Uji validitas dilakukan pada tiga variable menunjukan semua data adalah valid. Uji regresi linear menunjukkan hubungan yang positif dengan model persamaan  regresi yaitu: Y = 9,93 + 0,272X1 + 0,121X2. Hasil uji F menunjukan hasil yang signifikan yang berarti persepsi diri  dan pengetahuan tentang gizi terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan mengkonsumsi makanan bergizi.  Kesimpulan pada penelitian ini adalah 1) pengetahuan tentang gizi  mempunyai pengaruh siqnifikan terhadap keputusan membeli makanan bergizi, 2) persepsi diri  pengaruh siqnifikan terhadap terhadap keputusan membeli makanan bergizi dan 3) pengetahuan tentang gizi dan persepsi diri mempunyai pengaruh siqnifikan secara simultan terhadap  keputusan membeli makanan bergizi.
Produksi Pangan Fungsional Alternatif Olahan MAngrove di Kabupaten Purworejo Wibawanti, Jeki Mediantari Wahyu; Fadhiliya, Lukman; Pamungkas, Sapto; Mudawaroch, Roisu Eny
Community Empowerment Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.804 KB) | DOI: 10.31603/ce.v3i1.2450

Abstract

Currently, the potential development of alternative functional food comes from various types of leaves and mangrove fruit. One of the coastal areas that have a potential mangrove area is Gedangan Village, Purwodadi District, Purworejo Regency, Central Java. The purpose of this program was to the utilization of mangrove into processed functional food as an effort to improve the economy and environmental conservation through creative small industries that utilize the natural potential. Outcomes of this IbM program were CASEOLARIS of mangrove syrup, JERUJU of mangrove tea and FRUTICA mangrove fruit sweets. Mangrove products were potentially to be developed in Purworejo
EVALUASI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU TERNAK FERMENTASI Mudawaroch, Roisu Eny; Zulfanita, Zulfanita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.262 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3066

Abstract

Abstrak: Kabupaten Purworejo merupakan sentra pengembangan Kambing Etawa Peranakan. Tujuan pelatihan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani tentang pembuatan jamu ternak fermentasi. Metode dalam pelatihan ini, responden diberikan pretest untuk mengetahui pengetahuan dan sikap responden sebelum diberikan penyuluhan dan pelatihan. Setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan, responden diminta untuk mengisi posttest. Hasil dari pelatihan ini adalah terdapat perbedaan nilai pretest dan postest, yaitu terjadi peningkatan tingkat pengetahuan nilai yaitu nilai pretest sebesar 3,85 dan meningkat menjadi 13,48. Nilai terkecil  pretes aspek pengetahuan terendah adalah 1 dan nilai tertinggi 11, sedangkan nilai  terkecil  post-tes aspek pengetahuan terendah adalah 9  dan nilai tertinggi 20. Pada aspek sikap juga menunjukkan peningkatan nilai post-test  yaitu  Nilai  sikap  sebelum pelatihan adalah sebesar 3,54 dan sesudah  pelatihan meningkat menjadi 4,46. Nilai terkecil  pretes aspek sikap terendah adalah 3 dan nilai tertinggi 4, sedangkan nilai  terkecil  post-tes aspek sikap  terendah adalah 3  dan nilai tertinggi 6. Kesimpulan dari pelatihan tentang pembuatan jamu ternak fermentasi di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing mempunyai terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap peternak  setelah mendapatkan  pelatihan. Saran dalam pelatihan ini adalah perlu ada monitoring keberlanjutan pembuatan  jamu  ternak fermentasi yang diaplikasikan pada Kambing Etawa ras Kaligesing. Abstract:  Purworejo Regency is the center for the development of the Peranakan Etawa goat. The aim of the training was to determine the level of knowledge and attitudes of farmers about the manufacture of fermented livestock herbal medicine. In this training method, respondents are given a pretest to find out the knowledge and attitudes of the respondents before being given counseling and training. After being given counseling and training, respondents were asked to fill in the posttest. The result of this training is that there are differences in the pretest and posttest scores, namely an increase in the level of knowledge of the value, namely the pretest value of 3.85 and increasing to 13.48. The lowest pre-test score for the knowledge aspect was 1 and the highest score was 11, while the lowest post-test score for the lowest knowledge aspect was 9 and the highest score was 20. The attitude aspect also showed an increase in the post-test score, namely the attitude value before training was 3.54 and after training increased to 4.46. The lowest pretest score for the lowest attitude aspect was 3 and the highest score was 4, while the lowest post-test score for the lowest attitude aspect was 3 and the highest score was 6. The conclusion from the training on the manufacture of fermented livestock herbal medicine in Kaligono Village, Kaligesing District had an increase in the knowledge and attitude of breeders after get training. The suggestion in this training is that there is a need for continuous monitoring of the manufacture of fermented livestock herbal medicine which is applied to the Etawa Goat race of Kaligesing.
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK KACA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Mudawaroch, Roisu Eny; Wibowo, Adi; Ariyanti, Atika; Tri, Indra Gaya; Shintiani, Selly; Supriyatin, Tabah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5015

Abstract

Abstrak: Secara umum permasalahan yang dihadapi saat pandemi Covid 19 yaitu  masyarakat memerlukan sebuah peluang usaha yang dapat memberikan manfaat materi. Pemulihkan perekonomian masa pandemi covid-19 di desa  dapat dilakukan oleh kader PKK dengan membuka peluang usaha keripik kaca. Pembuatan keripik kaca bertujuan  untuk memberikan pengetahuan  pembuatan keripik kaca kepada kader PKK Desa Tulusrejo  Kecamatan Butuh kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan  3 tahapan yaitu : pra pelaksaan pelatihan, pelaksaan  pelatihan, dan evaluasi dan monitoring pelatihan pembuatan keripik kaca. Hasil  praktik pembuatan keripik kaca  yaitu prakegiatan pelatihan pembuatan kripik kaca dilakukan survei  tentang pelatihan yang dibutuhkan.  Pelatihan yang dipilih adalah pembutan kripik kaca. Pelaksanaan  pelatihan pembuatan keripik kaca dilakukan  pengarahan terlebih dahulu tentang  alat, bahan dan cara pembuatan. Setelah pengenalan, maka dilanjutkan dengan praktik membuat kripik kaca. Monitoring  dan evaluasi menunjukkan  sebagian besar peserta sudah mengetahui cara pembuatan keripik kaca yaitu 88,89%,  namun sebagian kecil yaitu 44%,  yang telah mempraktikannya.  Bahan pembuatan keripik kaca mudah didapatkan yaitu sebesar 100%. Pembuatan keripik kaca juga mudah dilakukan yaitu sebesar 100%. Kesimpula bahwa pembuatan keripik kaca berjalan lancar dan sukses. Peserta sangat antusias selama kegiatan dilaksanakan. Saran  adalah pembuatan keripik kaca tetap  dipraktikkan dan diusahakan secara komersil.  Abstract: In general, the problem faced during the Covid 19 pandemic was that people need a business opportunity that can provide material benefits. Economic recovery during the COVID-19 pandemic in the village can be done by PKK cadres by opening up glass chip business opportunities. The manufacture of glass chips aims to provide knowledge on making glass chips for PKK cadres, Tulusrejo Village, Need District, Purworejo Regency. The method used was training with 3 stages: pre-implementation of training, implementation of training, and evaluation and monitoring of training in making glass chips. The results of the practice of making glass chips, namely the pre-activity of training on making glass chips, a survey was carried out about what was needed. The chosen training was glass chip making. The implementation of training on making glass chips was carried out first about the tools, materials, and manufacturing methods. After the introduction, it was continued with the practice of making glass chips. Monitoring and evaluation showed that most of the participants already knew how to make glass chips, namely 88.89%, but a small proportion, namely 44%, had practiced it. The material for making glass chips was easy to obtain, which was 100%. Making glass chips was also easy to do, which was 100%. The conclusion was that the manufacture of glass chips was running smoothly and successfully. Participants were very enthusiastic during the activity. Suggestions  were that the manufacture of glass chips was still practiced and commercialized.
Analysis of Decision Process to Buy Free-Range Eggs and the Implication on Marketing Mix (A Case Study to Wholesalers and Retailers Consumers in Traditional Markets in Purworejo District) Zulfanita, Zulfanita; Mudawaroch, Roisu Eny; Wibawanti, Jeki Mediantari Wahyu
ANIMAL PRODUCTION Vol. 22 No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2020.22.1.44

Abstract

This research aimed to compare the characteristics of free-range eggs consumers, to analyse their buying decision process and consumer satisfaction level, and to formulate the implication on free-range marketing mix across wholesalers and retailers in Purworejo districts. The research sample was 32 respondents, consisted of 16 wholesalers and 16 retailers selected with purposive sampling because of the limited number of respondents in each sub-district. The consumers were selected through snowball sampling from one respondent to another. The parameters included the general characteristics, the decision to buy free-range eggs, consumers’ satisfaction level, and marketing mix implications. The Data were analysed descriptively using Chi-Square, Mann-Whitney Customer Satisfaction Index (CSI), and Importance and Performance Analysis (IPA). The result found different characteristics across consumers of free-range eggs in both wholesalers and retailers regarding age group, marital status, education background, gender, occupation, and geographic locations. The different process of buying decision making was due to need identification. Regarding gathering information, the wholesaler consumers relied on electronic media and their neighbours, whereas the retailer consumers only from their neighbours. The main consideration to purchase free-range eggs among wholesaler consumers was the cleanliness of eggs, whereas the retailer consumers were the cleanliness and price of eggs. The consumer satisfaction index on consumers in wholesalers and retailers was 65.16 and 68.82, respectively, indicative of the satisfied category. The marketing mix implication on both sellers was improving the cleanliness of free-range eggs and the market area, matching selling price with the market price, controlling the quality of free-range eggs from the suppliers, and revisiting the supply system to ensure the real-time availability of free-range eggs.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI KUNYIT (Curcuma Domestica Val) DAN JAHE (Zingeber Officinal Rocs) PADA AIR MINUM TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN PERSENTASE BERAT KARKAS AYAM BROILER Hendri - Trinanto; Hanung Dhidhik Arifin; Roisu Eny Mudawaroch
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 4, No 1 (2015): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.313 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari kunyit (Curcuma Domestica Val) dan jahe (Zingeber Officinale Rocs) pada air minum terhadap pertambahan berat badan dan persentase berat karkas ayam broiler. Materi yang digunakan meliputi 100 ekor ayam broiler umur satu minggu dengan jenis kelamin campuran dari strain Abror Acres CP 707, yang dibagi menjadi empat perlakuan dan lima kali ulangan yaitu 0 gr, 5 gr, 10 gr, 15 gr sari kunyit dan jahe/500 ml air minum. Parameter yang diamati meliputi pertambahan berat badan dan persentase berat karkas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjut dengan uji Duncan`s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan sari kunyit dan jahe berbeda nyata (P<0,01) terhadap pertambahan berat badan ayam broiler. Rerata pertambahan berat badan pada  perlakuan T0 (63,21) gram, T1 (71,37) gram, T2 (72,57) gram,  T3 (72,85) gram. Pada perlakuan penambahan sari kunyit dan jahe terendah T0 (tanpa kunyit dan jahe) yaitu sebesar 63, 21 dan yang tertinggi pada perlakuan T3 (kunyit dan jahe 15 gr) yaitu sebesar 72, 854. Hasil penelitian menunjukkan tidak berbeda nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas. Rerata persentase berat karkas pada perlakuan T0 (61,55) gram, T1 (65,24) gram, T2 (65,71) gram, T3 (66,63) gram. Rerata presentase karkas terendah pada T0 (tanpa  penambahan  kunyit dan jahe 0 gr) yaitu sebesar 61, 55 dan yang tertinggi pada perlakuan T3 (kunyit dan jahe   15 gr) yaitu sebesar  66,63. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan sari kunyit dan jahe pada air minum berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot badan dan tidak berpengaruh nyata terhadap persentase berat karkas.   Kata Kunci : Ayam Broiler, Kunyit, Jahe, Pertumbuhan, Karkas