Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT MELALUI PRODUKSI PAKAN IKAN MANDIRI BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL DI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN GEMARI JAYA Ganjar Adhywirawan Sutarjo; Sri Winarsih; Yohana Agustina
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.765

Abstract

Sejalan dengan program pemerintah Indonesia dalam penguatan dan peningkatan ketahanan pangan nasional, maka sektor perikanan budidaya air tawar diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kebutuhan pangan ditingkat keluarga, salah satunya melalui optimalisasi produksi ikan yang berkelanjutan. Namun dalam pengembangan budidaya ikan kendala yang sering dihadapi oleh masyarakat pembudidaya ikan adalah tingginya harga pakan ikan yang mencapai 64% dari total biaya produksi. Hal ini, juga dialamai oleh kelompok pembudidaya ikan “Gemari Jaya” yang berada di Desa Jedong Kabupaten Malang. Kondisi tersebut, membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak salah satunya tim pengabdian kepada masyarakat program studi Akuakultur Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang melalui alih teknologi produksi pakan secara mandiri berbasis bahan baku lokal. Tujuan: Program kemitraan masyarakat(PKM) ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, dan ketrampilan mitra dalam produksi pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal. Metode kegiatan: Program PKM ini dilaksanakan dengan metode pelatihan dan pendampingan terkait produksi pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal. Hasil kegiatan PKM yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra pembudidaya ikan gemari jaya terkait proses produksi pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal diantaranya pemanfaatan tepung ikan, tepung magot, tepung bekatul, tepung bungkil kedelai, dan molase atau tetes tebu, mitra mampu memproduksi pakan ikan secara mandiri sehingga dapat mensubsitusi kebutuhan pakan hingga 60% dari total kebutuhan pakan ikan selama budidaya. Kesimpulan dari pelaksanaan PKM ini adalah produksi pakan ikan mandiri mampu mengurangi tingginya biaya operasional pakan dikelompok pembudidaya ikan Gemari jaya hingga mencapai 50%, sehingga kegiatan budidaya ikan dapat meningkat kapasitas produksinya dan berdampak positif bagi peningkatan ekonomi mitra program.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN “SUKSES MAJU BERSAMA” MELALUI PRODUKSI PAKAN IKAN MANDIRI DAN MANAJEMEN KUALITAS AIR DI KARANGBESUKI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG Ganjar Adhywirawan Sutarjo; Hany Handajani
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i2.114

Abstract

Abstrak Kelompok pembudidaya ikan merupakan suatu wadah organisasi masyarakat pembudidaya ikan yang terbentuk dan tumbuh atas dasar adanya kepentingan bersama dengan rasa saling percaya, dalam rangka memanfaatkan sumberdaya alam, dana, untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Salah satu kelompok pembudidaya ikan yang berupaya mengembangkan kegiatan usahanya adalah kelompok pembudidaya ikan “Sukses Maju Bersama” yang terletak di kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang, terbentuk pada tahun 2016. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan usaha kelompok adalah belum diterapkannya manajemen budidaya ikan secara baik, semakin meningkatnya harga pakan ikan buatan pabrik dan pengelolaan kualitas air yang masih belum tepat. Kondisi mitra tersebut, mendapat perhatian oleh Tim Jurusan Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang melalui program pengabdian masyarakat internal (PPMI). Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra terkait penerapan standar cara budidaya ikan yang baik (CBIB), produksi pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal, dan penerapan pengelolaan kualitas air. Kegiatan PPMI ini, menggunakan metode pelatihan dan pendampingan manajemen atau cara budidaya ikan yang baik, kegiatan dilaksanakan selama satu tahun. Hasil yang diperoleh dari program pengabdian yaitu mitra mampu meningkatkan sistem budidaya ikan secara secara intensif melalui penerapan CBIB, mitra mampu memproduksi pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal diwilayah mitra diantaranya melalui pemanfaatan limbah ampas tahu, dan silase sebagai bahan pakan, serta mitra dapat menerapkan teknik pengelolaan atau manajemen kualitas air melalui penerapan probiotik. Berdasarkan evaluasi bersama, alih teknologi dapat diterima secara baik oleh mitra dan mampu meningkatkan kapasitas produksi budidaya ikan di Kelompok pembudidaya ikan “Sukses Maju Bersama” Sukun Kota Malang.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SUPLEMEN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PIGMENTASI WARNA MERAH IKAN KOI KOHAKU (Cyprinus carpio) Sutarjo, Ganjar Adhywirawan; Hakim, Riza Rahman; Suryadewi, Nindya
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 2 (2023): (Juni, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.2.2023.81-91

Abstract

Tingkat kecerahan warna merah dan putih sangat menentukan kualitas dan harga dari ikan koi kohaku. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan suplemen yang berbeda berupa maggot, Spirulina platensis, dan astaxanthin pada pakan dalam meningkatkan kualitas pigmen warna merah pada ikan koi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan kontrol tanpa penambahan suplemen, pemberian suplemen yang berbeda berupa penambahan tepung maggot dengan dosis 20%, tepung S. platensis 1%, dan produk suplemen komersial astaxanthin 1% pada pakan komersial. Parameter utama yang diamati adalah perubahan warna diamati menggunakan TCF (toca color finder) dan hasil penilaian observasi lima orang panelis. Parameter lain yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, kelulushidupan, dan rasio konversi pakan. Dari hasil uji ANOVA dan beda nyata terkecil, dapat diketahui bahwa pengaruh terbaik terhadap pigmentasi warna merah dan kinerja pertumbuhan ikan koi kohaku diperoleh pada perlakuan D (astaxanthin 1%) dengan skor 2,49, pertumbuhan panjang mutlak 2,53 cm, pertumbuhan bobot mutlak 3,15 g, dan rasio konversi pakan terendah (0,66). Tingkat kelangsungan hidup ikan koi adalah 100%. Parameter kualitas air yang diamati (suhu, pH, oksigen terlarut, nitrat, nitrit, dan amoniak) tergolong optimal, dengan menggunakan sistem resirkulasi dengan filter dakron, bioball, dan batu karang jahe. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa penambahan suplemen astaxanthin 1% pada pakan merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan warna merah pada ikan koi karena memiliki kandungan karotenoid yang tinggi dibandingkan suplemen yang lain.The brightness level of red and white greatly determines the quality and price of Kohaku koi. The aim of this study was to determine the effect of addition of different supplements in the form of maggot, Spirulina platensis, and astaxanthin to feed in improving the quality of red pigment in koi. The method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD). The treatments given were a control treatment without adding supplements, addition of different supplements in the form of addition of maggot meal at a dose of 20%, S. platensis meal 1%, and commercial supplement products astaxanthin 1% in commercial feed. The main parameters observed were color changes observed using TCF (toca color finder) and the results of the observation assessment of five panelists. Other parameters observed included absolute length growth, absolute weight growth, survival, and feed conversion ratio. From the results of ANOVA and the smallest significant difference tests, it can be seen that the best effects for the red color pigmentation and growth performances of kohaku koi were obtained in treatment D (astaxanthin 1%) with a score of 2.49, absolute length growth of 2.53 cm, absolute weight growth of 3,15 g, and the lowest feed conversion ratio (0.66). The survival of koi was 100%. The water quality parameters observed (temperature, pH, dissolved oxygen, nitrate, nitrite, and ammonia) were classified as optimal, using a recirculation system with a dacron filter, bioball, and ginger coral. Based on the results of this study, it was concluded that addition of 1% astaxanthin supplement to feed is an effective dose in increasing the red color of koi because it has a high carotenoid content compared to other supplements.
EFEKTIVITAS EKSTRAK Solanum ferox DALAM MENINGKATKAN RESPONS KEKEBALAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) TERHADAP INFEKSI Edwardsiella tarda Handajani, Hany; Sutarjo, Ganjar Adhywirawan; Setyawan, Yhogie Aldi; Wananda, Alif Zidane Juni; Prasetya, Yukis Angga
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 2 (2023): (Juni, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.2.2023.93-104

Abstract

Bakteri Edwardsiella tarda yang menginfeksi ikan patin dapat menyebabkan kematian hingga 80%. Terong asam (Solanum ferox) mengandung senyawa antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan dapat membunuh bakteri penyebab infeksi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak S. ferox terhadap respons imun ikan patin jambal (Pangasius djambal) serta memperoleh dosis optimum untuk penanggulangan bakteri E. tarda. Metode yang dilakukan adalah eksperimen  dengan  rancangan acak lengkap  (RAL)  dengan  empat perlakuan  dosis ekstrak terong  asam (0, 300, 600, dan 900 ppm) serta kontrol (perendaman antibiotik komersial) dengan tiga ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah ikan patin jambal berukuran 14-16 cm sebanyak 150 ekor. Perlakuan diberikan dengan perendaman ikan uji dalam larutan uji selama 7 hari. Parameter uji antara lain gejala klinis, total eritrosit, total leukosit, diferensial leukosit, aktivitas fagositosis, prevalensi, pertumbuhan bobot mutlak, dan  kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ikan patin jambal dalam larutan ekstrak S. ferox meningkatkan respons imun ikan patin jambal yang terinfeksi E. tarda..  Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak S. ferox dosis 600 ppm secara efektif meningkatkan aktifitas fagositosis yang kemudian mengoptimalkan respons imun dan profil darah ikan patin jambal. Infection of Edwardsiella tarda bacteria in farmed catfish could lead to mass mortality of up to 80% of the fish. Sour eggplant (Solanum ferox) contains antibacterial compounds which are capable of inhibiting the growth of bacteria and can kill infectious bacteria. The study aimed to determine the effect of S. ferox extract on the immune response of catfish (Pangasius djambal) and obtain its optimum dose to control the infection of E. tarda. The study used an experimental trial in which treatments were arranged in a completely randomized design (CRD) consisting of four treatment doses of sour eggplant extract (0, 300, 600, and 900 ppm) and control (immersion of commercial antibiotic) with three replicates. The test fish used were 150 catfish with a length of 14-16 cm. The treatments were applied by soaking the test fish in the test solutions for 7 days. The measured parameters included clinical symptoms, total erythrocytes, total leukocytes, leukocyte differential, phagocytic activity, prevalence, absolute weight growth, and survival. The results showed that the immersion of catfish in S. ferox extract solution increased the immune responses of catfish infected by E. tarda.  The results of this study concluded that S. ferox extract at a dose of 600 ppm effectively increases phagocytic activity which then optimizes the immune response and blood profile of catfish.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN “SUKSES MAJU BERSAMA” MELALUI PRODUKSI PAKAN IKAN MANDIRI DAN MANAJEMEN KUALITAS AIR DI KARANGBESUKI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG Ganjar Adhywirawan Sutarjo; Hany Handajani
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i2.114

Abstract

Abstrak Kelompok pembudidaya ikan merupakan suatu wadah organisasi masyarakat pembudidaya ikan yang terbentuk dan tumbuh atas dasar adanya kepentingan bersama dengan rasa saling percaya, dalam rangka memanfaatkan sumberdaya alam, dana, untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Salah satu kelompok pembudidaya ikan yang berupaya mengembangkan kegiatan usahanya adalah kelompok pembudidaya ikan “Sukses Maju Bersama” yang terletak di kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang, terbentuk pada tahun 2016. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan usaha kelompok adalah belum diterapkannya manajemen budidaya ikan secara baik, semakin meningkatnya harga pakan ikan buatan pabrik dan pengelolaan kualitas air yang masih belum tepat. Kondisi mitra tersebut, mendapat perhatian oleh Tim Jurusan Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang melalui program pengabdian masyarakat internal (PPMI). Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra terkait penerapan standar cara budidaya ikan yang baik (CBIB), produksi pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal, dan penerapan pengelolaan kualitas air. Kegiatan PPMI ini, menggunakan metode pelatihan dan pendampingan manajemen atau cara budidaya ikan yang baik, kegiatan dilaksanakan selama satu tahun. Hasil yang diperoleh dari program pengabdian yaitu mitra mampu meningkatkan sistem budidaya ikan secara secara intensif melalui penerapan CBIB, mitra mampu memproduksi pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal diwilayah mitra diantaranya melalui pemanfaatan limbah ampas tahu, dan silase sebagai bahan pakan, serta mitra dapat menerapkan teknik pengelolaan atau manajemen kualitas air melalui penerapan probiotik. Berdasarkan evaluasi bersama, alih teknologi dapat diterima secara baik oleh mitra dan mampu meningkatkan kapasitas produksi budidaya ikan di Kelompok pembudidaya ikan “Sukses Maju Bersama” Sukun Kota Malang.