Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sosialisasi Pola Makan Prediabetes: Cara Tepat Cegah Diabetes: Sosialisasi Pola Makan Prediabetes: Cara Tepat Cegah Diabetes Dewi Perwito Sari; Prisma Trida Hardani; Nadya Ambarwati; Amanda Safitri Sinulingga; Asri Wido Mukti; Eka Fitria
J.Abdimas: Community Health Vol 4 No 2 (2023): J.Abdimas: Community Health - November 2023
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v4n2.649

Abstract

Diabetes is a metabolic disorder disease characterized by blood sugar levels that exceed normal limits. The International Diabetes Federation shows that Indonesia is in the 5th position of the country with the most diabetes sufferers. The results of the 2018 Basic Health Research (RISKESDAS) show an increase in the number of people with diabetes. Before someone is diagnosed with diabetes, that person may have a condition called prediabetes. Diabetes which is a non-communicable disease can be prevented by lifestyle changes. The prevalence of diabetes sufferers in East Java Province is 2.6% and occupies the 4th position with the highest number of sufferers in Indonesia. Data from the Central Statistics Agency (BPS) shows that the population in the city of Surabaya in 2022 will reach 2.9 million people, the size of the population also affects the possibility of the number of diabetics. Therefore, education is needed about prediabetes and efforts to prevent and control diabetes through a healthy lifestyle. The Community Partnership Program (PKM) is implemented to provide solutions to health problems, especially in educating partners in changing lifestyles to become healthier, in order to prevent the development of pre-diabetes.
Pelatihan Pengolahan Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus Annus L.) Menjadi Massage Oil: Training on Processing Sunflower Seed Oil (Helianthus annus L.) into Massage Oil Dewi Perwito Sari; Rahayu, Asti; Mukti, Asri Wido; Hardani, Prisma Trida; Mukti, Ria Andriani; Purbosari, Ira; Pramushinta, Intan Ayu Kusuma; Andarwulan, Setiana; Sopandi, Tatang; Wijayati, Prasmita Dian; Mukhtar, M. Nushron Ali Mukhtar; Fatmawati; Ambarwati, Nadya; Sinulingga, Amanda Safithri; Amalia, Sri Hidayati; Framono, Indra Dwi
J.Abdimas: Community Health Vol 5 No 1 (2024): J.Abdimas: Community Health - Mei 2024
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v5n1.737

Abstract

Massage treatment is part of traditional health services which can provide a stimulating and relaxing effect, improve the blood and lymph circulation system and strengthen other body systems, intended to improve health and fitness. Massage treatments generally use massage oil containing essential oils as aromatherapy. The use of essential oils in aromatherapy, especially through massage treatments, must be mixed with carrier oil in the form of vegetable oil such as sunflower seed oil. Pengalangan village is a sunflower agrotourism village with great sunflower potential but the results of sunflower cultivation are still less than optimal and are limited to sunflower seed food. Therefore, the team provides an Eco-preneurship solution with an effort to increase the selling value of the results of processing sunflower seeds in the form of oil to be processed into massage oil. This effort was carried out by providing material using the lecture method and continued with training in making massage oil for PKK cadres and village residents as participants. The end of this activity showed an increase in participants' knowledge by 16.8%, as well as an increase in participants' skills in making massage oil products independently.
STRATEGI PENYULUHAN 8 FORMULA MEMBANGUN BISNIS DI DESA PENGALANGAN MENGANTI Purbosari, Ira; Rahayu, Asti; Pramushinta, Intan Ayu Kusuma; Hardani, Prisma Trida; Ambarwati, Nadya; Mukti, Asri Wido; Sari, Dewi Perwito; Sinulingga, Amanda Safithri; Sopandi, Tatang; Andarwulan, Setiana; Mukti, Ria Andriani; Wijayati, Prasmita Dian; Mukhtar, M. Nushron Ali; Fatmawati, Fatmawati; Maulidiyah, Zahro Al; Mufidah, Rofikatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23146

Abstract

Digital Marketing adalah istilah untuk pemasaran barang atau jasa yang terukur, ditargetkan, serta interaktif yang menggunakan teknologi digital. Perkembangan teknologi yang pesat telah memudahkan dunia bisnis, termasuk dalam hal keuangan. Produk serta layanan keuangan berbasis digital seperti fintech, semakin diminati oleh masyarakat. Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan industri fintech adalah perkembangan UKM. UKM semakin banyak yang menggunakan layanan digital untuk memudahkan konsumen dalam bertransaksi. Perkembangan usaha kecil menengah (UKM) yang terus bertambah juga menjadi pemicu terhadap berkembangnya industri fintech di Tanah Air. Tujuan penyuluhan ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh strategi penyuluhan 8 formula membangun bisnis di Desa Pengalangan Menganti. Metode yang digunakan yaitu melalukan tahapan observasi, penyiapan materi, pembuatan pre-test serta post-test dan tahap evaluasi. Peserta dalam penyuluhan ini berjumlah 22 orang. Dari hasil pnyuluhan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkat pengetahuan warga mengenai cara membangun bisnis dengan baik.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON ARISTATUS) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira; Ambarwati, Nadya; Sari, Anita Dwi Prastika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40868

Abstract

Karies gigi merupakan masalah utama pada kesehatan gigi dan mulut yang terjadi akibat penumpukan plak pada permukaan gigi yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Perawatan bedah dan endodontik merupakan penanganan dini pada gigi yang terinfeksi, dilanjutkan dengan terapi antibiotik. Namun penggunaan antibiotik juga dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti reaksi hipersensitivitas, gangguan dermatologis dan alergi, sehingga dibutuhkan alternatif terapi tambahan untuk mecegah resistensi terhadap antibiotik seperti penggunaan obat herbal. Salah suatu tanaman herbal yang dapat digunakan  dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yaitu tanaman kumis kucing yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid. Dari permasalahan tersebut penelitian ingin mengetahui kemampuan daya hambat daun kumis kucing terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan perbandingan etanol 70% dan 96% dengan konsentrasi ekastrak daun kumis kucing sebesar 20%, 30%, 40%. Metode yang digunakan yaitu difusi cakram dengan kontrol positif berupa antibiotik eritromisin dan kontrol negatif etanol 70% dan 96%. Hasil uji Two-Way ANOVA pada ekstrak etanol 70% dan 96% daun kumis kucing didapatkan nilai sig. (p > 0.05) sebesar (0.173 > 0.05). Pada konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% diperoleh nilai signifikan (p > 0.05) yaitu (0.661 > 0.05). Setelah dilakukan pengujian disimpulkan tidak adanya perbedaan diameter zona hambat pada konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan konsentrasi ekstrak 20%, 30%, dan 40% daun kumis kucing yang digunakan juga tidak memiliki pengaruh terhadap aktivitas antibakteri.
Studi Penggunaan Obat Asam Asetilsalisilat (ASA) Pada Ibu Hamil Dengan Hipertensi Di RSI Jemursari Surabaya Prasetya, Annisa Febria; Mukti, Asri Wido; Sari, Dewi Perwito
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 4 No 1 (2025): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v4i1.26794

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan menjadi penyebab utama kematian ibu (30,8%) di Surabaya berdasarkan data Profil Kesehatan Surabaya Tahun 2023, dengan risiko persalinan prematur dan IUGR. Berdasarkan ISSHP dan ACOG kategori hipertensi dalam kehamilan yaitu hipertensi kronis, hipertensi gestasional, preeklampsia, eklampsia dan hipertensi kronis disertai preeklampsia. Penanganan atau profilaksis yang diberikan adalah obat ASA, dapat dikombinasikan dengan antihipertensi pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat ASA pada pasien ibu hamil dengan hipertensi meliputi dosis obat, frekuensi obat, lama penggunaan, efektivitas obat dan DRP (Drug Related Problems) di RSI Jemursari Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode total sampling. Didapatkan sampel sebanyak 34 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Hasil pada penelitian ini adalah pemberian obat ASA dengan dosis 80mg dan 100mg yang diberikan satu kali sehari selama 30 tablet tiap bulan. Efektivitas obat ASA juga dapat dikatakan efektif dari data sebanyak 25 pasien (73,53%) mengalami penurunan tekanan darah. Dapat disimpulkan bahwa dosis obat, frekuensi obat, dan lama penggunaan sudah tepat dan sesuai. Potensi terjadinya DRP yaitu interaksi berdasarkan tingkat keparahan yaitu moderate sedangkan interaksi obat berdasarkan mekanisme yaitu farmakodinamik pada pemberian ASA dengan nifedipin (32,35%) sehingga pemberian kedua obat tersebut tidak boleh diminumkan secara bersamaan.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DAUN KUMIS KUCING TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Nia, Estevania; Purbosari, Ira; Mukti, Asri Wido
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32098

Abstract

Penyakit infeksi saluran kemih umumnya banyak disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Salah satu bahan alami  yang dapat dikembangkan sebagai alternatif antibakteri yaitu daun kumis kucing. Tujuan penelitian ini yaitu unturk merngertahuri konserntrasi erkstrak ertanol daurn kurmis kurcing (Orthosiphon aristaturs) yang paling optimal pada perrbandingan perlarurt ertanol 70% dan 96%  dalam mernghambat bakterri Erscherrichia coli dan urnturk merngertahuri daya hambat erkstrak ertanol daurn kurmis kurcing derngan perrbandingan perlarurt erkstrak ertanol 70% dan 96% daurn kurmis kurcing (Orthosiphon aristaturs) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada infeksi saluran kemih. Dilakukan penelitian eksperimental menggunakan metode uji difusi sumuran. Diperoleh hasil dan kesimpulan terdapat konserntrasi erkstrak ertanol daurn kurmis kurcing (Orthosiphon aristaturs) yang paling optimal pada perrbandingan perlarurt ertanol 70% dan 96% terrhadap perrturmburhan bakterri Erscherrichia coli diperrolerh pada hasil konserntrasi 100% erkstrak ertanol 70% daurn kurmis kurcing serbersar (12,73 ± 0,42 mm) derngan katergori daya hambat kurat serhingga dapat disimpurlkan bahwa sernyawa antibakterri yang berrsifat polar banyak terrtarik pada erkstrak ertanol 70% daurn kurmis kurcing dikarernakan mermiliki tingkat polaritas yang lerbih tinggi daripada erkstrak ertanol 96% daurn kurmis kurcing dan pada perrbandingan perlarurt dan konserntrasi erkstrak ertanol 70% dan 96% daurn kurmis kurcing dapat mermperngarurhi perrberdaan aktivitas antibakterri terrhadap bakterri Erscherrichia coli. Diturnjurkkan pada nilai P-valurer <0,05 serhinggga terrdapat perrberdaan signifikan aktivitas antibakterri pada perrbandingan erkstrak ertanol 70% dan 96% daurn kurmis kurcing terrhadap bakterri Erscherrichia coli.
PENGGUNAAN TERAPI BIFOSFONAT UNTUK PASIEN OSTEOPOROSIS DI RSUD R.T.NOTOPURO SIDOARJO Anggraini, Dini; Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32366

Abstract

Osteoporosis adalah jenis kelainan sistemik tulang yang disebabkan oleh massa tulang yang lemah sehingga mengakibatkan tulang rapuh dan meningkatkan resiko patah tulang. Masalah sebagian besar wanita dan pria usia lanjut adalah degenerasi sel-sel tulang yang menyebabkan terjadinya penurunan kepadatan tulang yang membuat tulang menjadi rawan terkena fraktur. Jika tidak ditangani dengan tepat pasien akan mengalami hambatan mobilitas dan nyeri sehingga penatalaksanaan osteoporosis yang tepat diperlukan untuk mencegah kerapuhan tulang lebih lanjut sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat osteoporosis golongan bifosfonat meliputi jenis, dosis, rute pemberian, dan lama pemberian obat. Metode pada penelitian ini dilakukan secara observasional dengan pengumpulan data yang didapat melalui rekam medis bersifat retrospektif dari bulan Januari-Desember 2023 dan di analisis secara deskriptif. Pada metode ini didapatkan jumlah sampel sebanyak 31 pasien yang sesuai kriteria inklusi penelitian. Hasil yang diperoleh pada penelitian adalah pemberian obat osteoporosis golongan bifosfonat berupa risedronate dengan dosis 35mg/minggu selama 30 hari dengan rute pemberian oral. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa jenis pengobatan, dosis, rute pemberian, lama pemberian sudah sesuai dan tepat.
PERBANDINGAN AKTIVITAS EKSTRAK RANTING PATAH TULAN (EUPORBIA TIRUCALLI) DAN DAUN YODIUM (JATROPHA MUITIFIDA) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Mukti, Asri Wido; Adawiyah, Rofiatul; Sanulingga, Amanda Safithri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32422

Abstract

tanaman yodium dan ranting patah tulang menunjukkan potensi antibakteri terhadap Staphylococcus aureus penyebab infeksi di negara berkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini menguji kedua ekstrak tersebut menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan etanol 70% dan membandingkannya dengan antibakteri sintetis, yaitu povidon iodin. Povidon iodin 10% digunakan sebagai kontrol positif, sementara etanol 70% digunakan sebagai kontrol negatif untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat pada berbagai konsentrasi ekstrak menggunakan metode sumuran.  Hasil menunjukkan bahwa ekstrak ranting patah tulang memiliki zona hambat sebesar 11,02 ± 3,07 mm pada konsentrasi 40%, 12,13 ± 2,16 mm pada 60%, dan 14,01 ± 0,97 mm pada 80%. Sedangkan ekstrak daun yodium menunjukkan zona hambat 12,82 ± 2,05 mm pada konsentrasi 40%, 15,18 ± 1,08 mm pada 60%, dan 16,7 ± 1,18 mm pada 80%. Povidon iodin 10% menghasilkan zona hambat terbesar, yaitu 20,25 ± 0,87 mm, sementara etanol 70% tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Analisis menunjukkan bahwa kedua ekstrak memiliki efek antibakteri yang kuat (11-20 mm) terhadap Staphylococcus aureus, dan efektivitasnya meningkat seiring dengan konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi. Uji statistik Two-Way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara efektivitas kedua ekstrak (p > 0,05). Kesimpulannya, ekstrak ranting patah tulang dan daun yodium sama-sama efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan efektivitas yang meningkat pada konsentrasi yang lebih tinggi.
PENGGUNAAN ERYTHROPOIETIN STIMULATING AGENT PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA RIVANA ARDYANTI AULIA; Mukti, Asri Wido; Sari, Dewi Perwito
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32840

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) ialah situasi di mana kegunaan ginjal hilang secara perlahan-lahan. Pada tahun 2018, terbisa 713.783 pengidap PGK di Indonesia. PGK menimbulkan ginjal tidak bisa menyaring zat-zat tidak diperlukan dari darah, yang berakibat pada penumpukan zat tersebut dan menimbulkan rasa sakit pada pasien. Anemia, atau pengurangan sel darah merah, sering terjadi pada pasien PGK, terutama ketika kegunaan ginjal menurun hingga 20-50%. Anemia pada PGK bisa diobati dengan Erythropoietin Stimulating Agent (ESA), khususnya jika disebabkan oleh defisiensi eritropoietin. Studi ini berfokus untuk memahami gaya pemanfaatan terapi Erythropoietin Stimulating Agent (ESA) di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. Studi dikerjakan secara observasional dengan informasi retrospektif dari rekam medis pasien pada Desember 2023 – Januari 2024 dan dianalisis secara deskriptif. Terbisa 33 pasien yang mencapai kriteria inklusi. Hasil Studi mengindikasikan bahwasannya Hemapo (Epoetin Alfa) diberikan dengan dosis 3000 IU/ml, 1-2 kali seminggu melalui subkutan (SC).
PROTON PUMP INHIBITOR SEBAGAI PROFILAKSIS STRESS ULCER PADA PASIEN BEDAH DIGESTIF DI RSUD R.T.NOTOPURO SIDOARJO Arsita Setyani, Endang Tri; Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37878

Abstract

Profilaksis stress ulcer diberikan pada pasien dengan kondisi kritis atau pada pasien pembedahan untuk mencegah perdarahan. Profilaksis stress ulcer yang digunakan salah satunya obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI). Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui pola penggunaan obat PPI sebagai profilaksis stress ulcer meliputi jenis obat, dosis obat dan lama pemberian. Metode penelitian dilakukan secara observasional dengan pengambilan data rekam medik retrospektif dari bulan Januari 2018 – Desember 2023 dan dianalisis secara deskriptif, di dapat 32 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian jenis obat yang digunakan sebagai profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif adalah monoterapi dengan obat omeprazole pada 28 pasien dan kombinasi berupa omeprazole dengan ranitidine pada 2 pasien. Dosis penggunaan profilaksis stress ulcer pasien bedah digestif yaitu omeprazole 2x40 mg/ml dan esomeprazole 1x40mg/ml. Lama pemberian profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif adalah kurang lebih 7 hari dan dapat dilanjutkan dalam dosis terapi. Dari penelitian ini disimpulkan pemberian profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif berdasarkan jenis, dosis dan lama pemberian sudah sesuai.