Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Transmisi

REKAYASA ALAT PEMBUAT SEDIAAN HAPUS DARAH TEPI Suprapto, Agus
Jurnal Teknik Mesin TRANSMISI Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.599 KB) | DOI: 10.26905/jtmt.v2i1.4449

Abstract

Proses pembuatan sediaan hapus darah tepi yang ada pada tempat pelayanan medis saat ini banyakdilakukan secara manual dan tidak dapat dilakukan oleh semua orang, sehingga hanya orang-orangtertentu saja yang dapat melakukan proses pengujian ini, dan untuk ketelitian masih rendah. Untuk itudiperlukan suatu alat untuk meningkatkan pembacaan hasil sediaan hapus darah tepi yang baik. Pengujiankerja alat tersebut di tentukan parameter-parameter yang mempengaruhi hasil uji, yaitu kecepatanhapusan : 86 cm/dt, dan 177 cm/dt, sudut hapusan : 35°, 40°, 45°, dan jarak pergerakan media kacaobyek: 40 mm, 50 mm dan 60 mm. Proses pembuatan hapus darah tepi yang baik dapat diperoleh denganjarak pergerakan media kaca 60 mm dalam kecepatan 177 cm/dt dengan posisi sudut hapusan 45°.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI DEGREASING DAN WAKTU ANODIZING TERHADAP LAJU KEAUSAN DAN KETAHANAN AUS Suprapto, Agus; Suyatno, Agus
Jurnal Teknik Mesin TRANSMISI Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v9i1.4592

Abstract

Banyak komponen otomotif maupun industri yang bekerjanya bergesekan antara komponen yang satu dengan lainnya sehingga terjadi keausan. Hal ini berdampak pada : biaya maintenance menjadi membengkak, Pengujian yang dilakukan dalam hal ini uji aushasil anodizing dengan variasi waktu pencelupan dengan berbagai komposisi cairan pembakar (degreasing), sedangkan spesimen yang digunakan adalah Al 6082.Hasil anodizing, Ketahanan aus terendah sebesar 22, 542 % berbanding terbalik dengan laju keausan tertinggi sebesar 0,00026 g/s pada komposisi degreasing: Phosphor : 75 % ; H2SO4 : 20 %; HNO3 : 5 % dengan waktu anodizing 10 menit. Laju keausan (rate wear) semakin rendah maka ketahanan aus semakin tinggi, dan waktu anodizing semakin lama maka ketahanan ausnyasemakin meningkat.
MEKANISME KEGAGALAN RODA GIGI Agus Suprapto; Rudi Ismanto
TRANSMISI Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i1.4516

Abstract

Kegagalan/kerusakan pada komponen mesin kendaraan banyak sekali menimbulkan berbagai akibat, sepertikehilangan waktu dalam melakukan aktivitas, biaya perbaikan menjadi tinggi.Pengujian yang dilakukan dalam dalam hal ini meliputi uji kekerasan, struktur mikro dan analisa permukaan,sedangkan spesimen yang digunakan adalah roda gigi transmisi.Setiap pengujian hasilnya bervariasi, penyebab dari kegagalan ini sendiri diakibatkan oleh adanya kelelahan,pitting, keausan dan adanya beban kejut, dampak dari penyebab tersebut terjadilah kegagalan pada roda gigitransmisi.
Analisa Variasi Waktu Penahanan Karburisasi dan Perlakuan Cryogenic Terhadap Sifat Mekanis Baja ST37 David Satya Hartanto; Agus Suprapto; Ike Widyastuti
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4499

Abstract

Baja ST37 adalah baja yang memiliki nilai kekerasan yang cukup rendah, dengan kadar karbon sekitar 0,06% sehingga memiliki mampu keras yang tergolong rendah. Untuk meningkatkan mampu keras baja ST37 harus ada peningkatan kadar karbon dengan cara proses karburisasi. Proses karburisasi akan menghasilkan difusi karbon dimulai dari permukaan hingga ke dalam baja. Perlakuan cryogenic berguna untuk mengubah austenite sisa (retained austenite) menjadi martensit. Dalam penelitian ini dilakukan proses karburisasi pada suhu 900 °C dan cryogenic selama dua jam dengan sampel berupa plat baja ST37 berjumlah 12 buah dengan variasi waktu 15, 30, 45, 60, 75, 90 menit. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa semakin lama waktu penahanan karburisasi, semakin banyak karbon yang terdifusi pada spesimen, sehingga meningkatkan mampu keras spesimen, yang dapat dilihat dari hasil kekerasan spesimen. Kekerasan paling rendah adalah pada spesimen karburisasi penahanan 15 menit dengan harga kekerasan 72,05 HRA, sementara kekerasan tertinggi adalah pada spesimen karburisasi penahanan 90 menit + cryogenic 2 jam dengan harga kekerasan 80,45 HRA. Adapun spesimen non­-cryogenic terkeras adalah specimen penahanan karburisasi 75 menit dengan 80,2 HRA. Berdasarkan perhitungan garis regresi diperoleh fungsi kekerasan sebelum cryogenic adalah HRA = 0,091333t + 72.04667 dan pasca cryogenic 2 jam adalah HRA = 0,04419t + 75,29667 dengan t sebagai fungsi waktu penahanan karburisasi (menit). Adapun perbedaan kekerasan specimen karburisasi dibanding specimen karburisasi dengan perlakuan cryogenic, diketahui sebagai ΔHRA = 3,25 – 0,04714t. Hal ini menunjukan bahwa semakin lama waktu penahanan proses karburisasi, semakin keras specimen tetapi semakin tidak signifikan penambahan kekerasan saat diberikan perlakuan cryogenic.
REKAYASA ALAT PEMBUAT SEDIAAN HAPUS DARAH TEPI Agus Suprapto
TRANSMISI Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.599 KB) | DOI: 10.26905/jtmt.v2i1.4449

Abstract

Proses pembuatan sediaan hapus darah tepi yang ada pada tempat pelayanan medis saat ini banyakdilakukan secara manual dan tidak dapat dilakukan oleh semua orang, sehingga hanya orang-orangtertentu saja yang dapat melakukan proses pengujian ini, dan untuk ketelitian masih rendah. Untuk itudiperlukan suatu alat untuk meningkatkan pembacaan hasil sediaan hapus darah tepi yang baik. Pengujiankerja alat tersebut di tentukan parameter-parameter yang mempengaruhi hasil uji, yaitu kecepatanhapusan : 86 cm/dt, dan 177 cm/dt, sudut hapusan : 35°, 40°, 45°, dan jarak pergerakan media kacaobyek: 40 mm, 50 mm dan 60 mm. Proses pembuatan hapus darah tepi yang baik dapat diperoleh denganjarak pergerakan media kaca 60 mm dalam kecepatan 177 cm/dt dengan posisi sudut hapusan 45°.
Failure Analysis of Galvanized Iron Pipe at Perumda Tirta Kanjuruhan Pramita, Cynthia Rosa; Suprapto, Agus; Widyastuti, Ike
TRANSMISI Vol 19, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v19i2.12015

Abstract

The most commonly used type of water pipe is iron pipe or commonly called Galvanized Iron pipe. The disadvantage of GI pipe is that it rusts easily. So it can result in degradation, decreased efficiency and construction, poor water quality, and higher maintenance costs. Water channeled through rusty pipes will pollute the water and adversely affect the health of those who consume it. This study aims to determine the factors causing failures of GI pipe in the distribution pipeline that have failed due to corrosion. The tested pipes is 1/2"ᴓ sized, 5-year-old corroded pipe whose distribution uses a gravity system and a pumping system. To support this analysis, operational data on fluid and environmental conditions around the pipeline are needed, observations on macro and micro structures, and hardness testing. The corrosion rate is calculated through the thickness loss method and the corrosion rate in the gravity system is 0.153 mm / year that higher than pipe in pumping system. Microstructure observations support the characterization of the material that this pipe is a mild steel, where this type of steel has a high Fe content so it is vulnerable to corrosion attacks. Rockwell hardness testing showed that the corrosion rate is directly proportional to the hardness value of the pipeline. The results of the analysis show that the environment around the pipe which has low soil resistivity and high humidity levels is the main factor in the occurrence of uniform corrosion of the pipe. The selection of inappropriate materials is also supportive as the cause of corrosion occurring.