Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SERUAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK DARI BENCANA GEMPA BUMI KARANGASEM I Gede Agus Dewangga; Ni Putu Ayu Diantari; Ni Made Adriyani Resti Wiratami; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; I Wayan Wahyu Cipta Widiastika
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.501 KB) | DOI: 10.36733/jadma.v3i1.4681

Abstract

Penggalangan donasi bagi warga yang terdampak gempa bumi Karangasem merupakan salah satu kegiatan sosial yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Clean Up Bali Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar. Menimbang dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut cukup parah hingga memakan korban jiwa, sebagai civitas akademika emiliki inisiatif untuk melakukan penggalangan donasi berupa sembako, pakaian layak pakai, dan uang. Para donatur berasal dari sivitas akademika Unmas Denapasar khususnya di lingkup Fakultas Bahasa Asing (FBA). Penyaluran donasi dilakukan di Banjar Temakung, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bantuan yang berikan dapat memenuhi kebutuhan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak apalagi di tengah kondisi pandemi seperti saat ini.
MAKNA DAN PENGGUNAAN VERBA ‘MEMBANTU’ DALAM BAHASA JEPANG SEHARI-HARI: TINJAUAN SEMANTIK I Wayan Wahyu Cipta Widiastika
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.325 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i1.1464

Abstract

Japanese is a foreign language that has many variations of the lexicon. One of them is the lexicon variation in verbs. This study discusses the meaning and use of verb 'help' in everyday Japanese conversation. The data is in the form of sentences used by native Japanese speakers. Data collection was carried out through interviews and note taking techniques. The data were analyzed using the contextual meaning theory approach of Pateda, (2010 : 116). The result shows that there are eight variations of the verb 'help' in Japanese namely: tetsudau, tasukeru, osewa ni naru, sukuu, kyuujo suru, enjo suru, kifu suru, and ouen suru. From the analysis, the verb "tetsudau" means helping someone to complete an activity that has not been completed. The verb 'tasukeru, sukuu and kyuujo suru' means to help or save someone who is experiencing difficulty or danger. Then, the verb 'osewa ni naru' means to help someone by providing guidance, kindness or facilities. The verb 'enjo suru' means to help by making things easier. The verb "ouen suru" means to help by providing support or encouragement. And finally, the verb "kifu suru" means to help someone by giving something in the form of an object (money). Abstrak Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa asing yang mempunyai banyak variasi leksikon. Salah satunya adalah variasi leksikon dalam verba. Dalam jurnal ini membahas mengenai makna dan penggunaan verba 'membantu' dalam percakapan bahasa Jepang sehari-hari. Data dalam jurnal ini berupa kalimat-kalimat yang digunakan oleh penutur asli bahasa Jepang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan teknik catat. Data dianalisis dengan pendekatan teori makna kontekstual Pateda, (2010:116). Dari data yang telah ditemukan, verba ‘membantu’ dalam bahasa Jepang ada delapan variasi, yaitu: tetsudau, tasukeru, osewa ni naru, sukuu, kyuujo suru, enjo suru, kifu suru, dan ouen suru. Dari hasil analisis, verba ‘tetsudau’ bermakna membantu seseorang untuk menyelesaikan sesuatu aktivitas yang belum selesai. Verba ‘tasukeru, sukuu dan kyuujo suru’ bermakna menolong atau menyelamatkan seseorang yang sedang mengalami kesulitan atau bahaya. Kemudian, verba ‘osewa ni naru’ bermakna membantu seseorang dengan memberikan bimbingan, kebaikan, atau fasilitas. Verba ‘enjo suru’ bermakna membantu dengan mempermudah menyelesaikan sesuatu. Verba ‘ouen suru’ bermakna membantu dengan memberikan dukungan atau semangat. Terakhir, verba ‘kifu suru’ bermakna membantu seseorang dengan memberikan sesuatu berupa benda (uang).
MAKNA DAN PENGGUNAAN VERBA OCHIRU DALAM POLISEMI BAHASA JEPANG SEHARI-HARI TINJAUAN SEMANTIK I Wayan Wahyu Cipta Widiastika; Ni Wayan Meidariani
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2022): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.22 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v14i1.3547

Abstract

Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa asing yang mempunyai banyak variasi leksikon. Salah satunya adalah variasi leksikon dalam verba. Artikel ini membahas makna dan penggunaan verba ‘ochiru' dalam polisemi. Data berupa kalimat-kalimat yang digunakan oleh penutur asli bahasa Jepang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan teknik catat. Data dianalisis dengan pendekatan teori makna kontekstual Pateda 2010. Dari data yang telah ditemukan, verba ‘ochiru’ dalam polisemi bahasa Jepang mempunyai makna yang berbeda tergantung konteks penggunaannya. Berdasarkan hasil analisis, secara umum verba ‘ochiru’ bermakna sesuatu yang jatuh dari ketinggian (tangga, pohon, gedung dan lain sebagainya). Dalam penggunaan yang lainnya, verba ‘ochiru’ bermakna (1) menurun (penjualan, berat badan dan penglihatan), (2) jatuh ke permukaan tanah, (3) jatuh dari tangga atau ketinggian (pesawat), (4) tetesan air hujan yang jatuh, (5) ketenaran/reputasi yang jatuh, (6) rumah yang tersambar petir, (7) memarahi/membentak, (8) jatuh cinta atau jatuh dalam ujian (gagal, tidak lulus), (9) tertidur lelap, (10) kekuatan jahat menjadi jatuh/hilang, dan (11) perasaan prustasi/down.
Pemanfaatan Pekarangan Melalui Konsep Tri Mandala sebagai Implementasi HATINya PKK Ni Wayan Meidariani; I Wayan Wahyu Cipta Widiastika
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 5 No. 3 (2023): Juli
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v5i3.373

Abstract

Masyarakat Ubud terdampak covid-19 ditandai dengan usaha-usaha pariwisata yang tidak bisa beroperasi sehingga pendapatan pun mengalami penurunan. Hal iniberpengaruh pada perekonomian keluarga. Keadaan ekonomi masyarakat Ubud perlahan-lahan mulai membaik pasca pandemi covid-19. Upaya untuk membantu perekonomian keluarga, maka pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga.  Lahan pekarangan rumah dapat ditata dengan baik agar terlihat asri, teratur, indah dan nyaman. Pekarangan rumah tidak cukup hanya asri dan indah saja tetapi perlu juga mempertimbangkan kebermanfaatanya untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Berdasarkan konsep tersebut, maka tim pelaksana melakukan kegiatan pengabdian kepada ibu-ibu PKK yang tinggal di Banjar Kutuh Kaja Desa Petulu Ubud Gianyar. Pengabdian dalam bentuk sosialisasi dan pendampingan penataan pekarangan rumah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membuka wawasan mitra tentang pemanfaatan pekarangan rumah dengan tanaman yang bermanfaat untuk keluarga. Hasil kegiatan ini adalah terciptanya pekarangan rumah dengan berbagai tanaman yang bermanfaat. Misalnya tanaman bunga di depan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk sarana persembahyangan. Pembuatan apotek hidup dan warung hidup di pekarangan bagian tengah dan pembuatan lumbung hidup di pekarangan rumah bagian belakang. Tata cara penataan ini merupakan aplikasi dari konsep Tri Mandala. Tanaman yang tergolong sebagai apotek hidup, warung hidup dan lumbung hidup di pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk membantu perekonomian keluarga.
Penggunaan dan Makna Verba ‘Berubah’ Dalam Ruigigo Bahasa Jepang Tinjauan Semantik Ni Wayan Meidariani; I Wayan Wahyu Cipta Widiastika; Ni Kadek Annora Dewi
Journal Social and Humaniora Vol 23 No 2 (2023)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2023.v23.i02.p06

Abstract

Japanese is a foreign language that has many variations of the lexicon. One of them is the variation of the lexicon in the verb. This article discusses the meaning and use of the verb 'to change' in Japanese ruigigo. This study focuses on sentences used by native Japanese speakers. Data collection was carried out through interviews and note taking techniques. The author conducts interviews directly with Japanese people while recording sentences containing synonyms for the verb 'change' in Japanese. The data were analyzed using a contextual meaning theory approach (Pateda, 2010) by describing them in Japanese sentences. From the data found, in Japanese there are 4 verbs that mean 'change', namely: kawaru, henka suru, hendou suru, and henkou suru. (1) kawaru states changes in terms of (weather, price, facial expression, leaf color, attitude), (2) henka suru states changes in terms of (verb forms, weather, language, post-war conditions, physical/body, patient health), (3) henkou suru stated changes in terms of (gold prices, consumer prices, temperature) and (4) henkou suru stated changes in terms of (stay schedules, regulations, plans, addresses, meeting schedules). The results of the study show that each of these verbs has a different use depending on the context of the situation. In some ways, the verbs kawaru and henka suru can be substituted for each other in the context of changing weather, as well as the verbs kawaru and hendou suru in the context of changing prices
Kemandirian Tokoh Perempuan dalam Drama Eiji Harasumento Ni Made Ayu Noviana Budhyanti; I Wayan Wahyu Cipta Widiastika
Jurnal Bahasa Jepang Taiyou Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Taiyou
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambaran perempuan dalam karya sastra seringkali dianggap menarik untuk dijadikan cerita. Perempuan dalam masyarakat selalu dipandang harus mengikuti norma sosial. Perempuan digambarkan sebagai sosok yang tangguh dan mandiri. Mandiri yang berarti perilaku tidak bergantung kepada orang lain dan tangguh diartikan sebagai perempuan yang memiliki kekuatan dalam dirinya untuk menghadapi sesuatu. Salah satu drama Jepang yang mencerminkan kemandirian perempuan yaitiu Eiji Harasumento karya Uchidate Makiko. Penelitian ini mengungkapkan bahwa perempuan bekerja juga untuk memenuhi kebutuhannya dan memiliki hak dalam memilih. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan feminisme, dimana feminisme ini memiliki hubungan dengan tokoh perempuan yang terdapat dalam karya sastra dalam hal menyetarakan hak dengan laki-laki. Sumber data dalam penelitian ini yaitu drama Eiji Harasumento karya Uchidate Makiko. Drama ini dirilis tahun 2015 oleh TV Asashi Jepang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis, peneliti menemukan bentuk kemandirian perilaku yaitu (a) Changes in decision making abilitiy dan (b) Changes in feelings of self reliance. Bentuk kemandirian emosi yaitu (a) Seeing the other as people.
The Analysis Of Adjectives Tsurai, Kurushii And Kutsuu In Japanese Language Ruigigo Wahyu, I Wayan Wahyu Cipta Widiastika; Ni Wayan Meidariani; Gede Timika Wijaya
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 15 No. 1 (2023): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.999 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v15i1.5932

Abstract

Japanese is a foreign language that has many variations of the lexicon. One of them is the lexicon variation in adjectives. This article discusses the analysis of the adjectives tsurai, kutsuhii and kutsuu in Japanese ruigigo. This study focuses on sentences used by native Japanese speakers. Data collection was carried out through interviews and note-taking techniques. The author conducts interviews directly with Japanese people while recording sentences containing 'tsurai, kutsuhii and kutsuu'. The data were analyzed using a contextual meaning theory approach (Pateda, 2010) by describing them in Japanese sentences. From the data found, the adjectives tsurai, kutsuhii and kutsuu have different meanings depending on the context of their usage. Based on the results of the analysis, in general (1) tsurai expressed a bitter experience, something uncomfortable, lazy to do something, (2) kutsuu stated difficult family conditions, difficult life, doing hard training), and (3) kutsuu expressed severe pain physical and mental discomfort and torture. The results of the study show that each lexicon of 'tsurai, kutsuhii and kutsuu' has almost the same meaning, namely painful or difficult, but has a slightly different usage in other activities.
PEMANFAATAN TIKTOK UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN UMKM MIKRO PASCA PANDEMI COVID 19 Ni Wayan Meidariani; I Wayan Wahyu Cipta , Widiastika; I Made Indra Kusuma, Pangestu
LOKATARA SARASWATI Vol 1 No 2 (2022): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.934 KB)

Abstract

Pada masa pasca pandemi Covid-19 tahun 2022 menjadikan usaha kuliner harus memutar otak untuk tetap mempertahankan penjualan produk di masa ini. Selain itu, adanya kebijakan yang membuat perubahan konsep yang berdampak pada perebutan pasar ditengah persaingan. Dalam kegiatan ini dilakukan di rumah makan WarungM21 dengan dilakukanya promosi dan diharapkan dapat membuat adanya peningkatkan pelanggan yang datang ditengah masa setelah Covid-19 guna mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Warung M21. Keberhasilan pelaksaan program KKN Alternatif dalam mengatasi permasalahan yang ada yaitu solusinya dengan membuat konten video berisi tentang hal menarik mengenai Warung M21 dan memanfaatkan media sosial Tiktok sebagai tempat melakukan promosi. Pada pelaksanaan program ini Warung M21 mendapat respon positif yang terlihat dari kenaikan jumlah penonton dan karna hal itu membuat kenaikan pelanggan pada Warung M21.
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH Wayan , Nurita; I Wayan Wahyu Cipta , Widiastika
LOKATARA SARASWATI Vol 2 No 2 (2023): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/lokasaraswati.v2i2.8486

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat di desa Jatiluwih adalah untuk peningkatan sumber daya manusia para pengelola akomodasi dan pekerja di desa Jatiluwih sehingga mereka nantinya bisa melayani wisatawan Jepang khususnya dalam bidang bahasa Jepang perhotelan. Ruang lingkup pengabdian mencakup pelatihan bahasa Jepang khusus dalam pelayanan bidang perhotelan sehingga pekerja di penginapan atau villa yang ada di sana memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang baik dan benar. Metode yang digunakan dalam pelatihan bahasa Jepang perhotelan ini menggunakan metode pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dengan memberikan materi ajar, membahas bersama, mempraktekkan dengan teman sekelas, dan pada akhirnya diaplikasikan dalam pelayanan terhadap wisatawan Jepang yang menginap di penginapan/villa di desa Jatiluwih. Setelah mengadakan pelatihan selama empat kali pertemuan, para peserta menyatkan memahami dan memiliki kemampuan berbicara bahasa Jepang khusus untuk melayani wisatawan Jepnag dalam bidang perhotelan meliputi: pelayanan saat wisatawan check in, penjelasan fasilitas kamar, pelayanan saat menyimpan barang, dan pelayanan saat wisatawan akan check out. Hal ini ditunjukkan dengan hasil praktek yang mereka lakukan setelah diadakan evaluasi pada akhir pelatihan. Dengan melihat kemampuan para peserta pelatihan saat diadakannya evaluasi akhir, dapat disimpulkan bahwa pelatihan bahasa Jepang khusus perhotelan memang bermnafaat bagi pengelola akomodasi maupun para pekerjanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka memberikan pelayanan yang sempurna bahi wisatawan Jepang yang berkunjung dan menginap di desa Jatiluwih. Keterampilan yang dimiliki setelah pelatihan juga sangat berguna untuk pelayanan selanjutnya sehingga pada akhrinya membawa dampak baik bagi wisatawan Jepang dan warga desa Jatiluwih itu sendiri.
Sosialisasi Pemanfaatan Canva dan Quizziz dalam Pembelajaran Ni Luh Gede Meilantari; I Wayan Wahyu Cipta Widiastika; I Gede Arya Weda; Khazya Nanda Suryo Atmojo; I Ketut Adi Putra Bonitu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): September: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v3i3.356

Abstract

Quality basic education is inextricably linked to teacher competence. Competence is a person's ability or capability to perform a task based on his abilities. However, following the Covid-19 pandemic, many schools, including instructors, are struggling to adapt to the New Normal Era. One of these is elementary School No. 11 Dauh Puri, one of Denpasar's public elementary schools. Most teachers are elderly, and professional skill is required to design instructional media in a creative manner. One of the issues of Elementary School 11 Dauh Puri is teacher competence. Teachers lack the necessary expertise in science and technology to create engaging learning materials, particularly for foreign languages, that spark student interest. One of the methods proposed for improving teacher abilities is to provide training in the use of Canva as learning materials as well as the usage of Quizziz for assessment or evaluation of student learning. Teachers appreciate community service, which includes the use of Canva and Quizziz to create teaching materials. Despite the fact that she had official training, the teacher feels helped.